Advertisements

Kuas & Cat


Pengen cerita dan curcol saja terkait warna warni pernikahan antar bangsa kami, ada saja masalah kecil yang timbul karena beda budaya dan pendapat!! Nah temanya kali ini adalah kuas cat haaha

Kebetulan dirumah sudah ada 4 pintu yang warna cat putihnya sudah buram dan bukan warna putih lagi tapi putih kecoklatan, dan kekuningan, nah daripada Mr Big tak ada kerjaan saya kasihlah titah untuk mengecat, memang dari dulu sih dia mau cuma alasannya tetap kekeh satu hal “MAU BELI KUAS BARU!!!

Padahal dirumah ada kuas tua yang masih bisa digunakan,  akhirnya karena kesal juga saya abaikan saja permintaan Mr Big, dan suatu hari pada saat ke toko serba ada saya sempat beli cat warna putih sekaleng dan thinner 2 kaleng. Nah lama juga tuh cat nganggur. Sampai tak ada angin tak ada hujan Mr Big pagi-pagi benar memebersihkan pintu depan katanya mau di cat. Alhamdulilah deh akhirnya dia mau namun pada saat yang sama saya langsung ambilkan bekas koran usang ditaroh di lantai, ceritanya ini kalau orang Indonesia menge-cat pakai alas biar tak kotor.

Ternyata pemirsahhhhhh, Mr Big marah dan bilang ” i will do with my own way, pls let me do this or you wanna do it in INDONESIAN way?” yeeehh ngeyel juga nih Mr Big. Ya dari pada ribet ya sudah lah. Saya ngomel-ngomel sembari menuju kantor karena dia BT kalau saya sembari dia menge-cat saya ngomel-ngomel serasa mandor kasih petunjuk. Tak beberapa lama saya dikantor tiba-tiba Mr Big dah kirim gambar di WA kalau  pintu dah kelar.

Wah saya senyum-senyum puas, namun masih ada 3 pintu  yang mesti di cat, dan Mr Big bilang Cat sudah habis!! OMG!!! 1 Kaleng cat dan hanya mengecat satu pintu saja OMG !!!!!!!!! Pas pulang kantor saya tanya pakai Thinner tidak? langsung Mr Big balas ya iya lah, jangan remehkan donk saya!. Saya sebenarnya gemes loh dengan cara dia mnge-cat ya, dengan komplain sbb :

  • Tidak mau pakai alas, sayang kan kotor lantainya mesti dibersihkan lagi, yang repotkan dia juga dan pastinya saya .
  • Cat langsung di ambil dari kaleng, seharusnya kan di taro di wadah plastik dulu baru tuang thinner yang banyak tak mesti langsung tebal sekali, adduhhhhh gaya cat Amrik Boros sekali bikin bangkrut saya donk yang sebagai pemodal cat
  • Masalah kuas, masa untuk mengecat saja mesti butuh dua kuas besar dan dua kuas kecil, kan tangan Mr Big cuma dua.

Ya itulah curcol saya soal Mr Big dengan proses pencat-an pintu, nah sekarang kita kembali ke pokok tema masalah kuas. Nah saat pintu kedua dia minta izin mau beli kuas katanya kuas yang ada sudah tua, padahal kalau sebenarnya saya yang cat saya tak perlu beli alat kuas lagi. Saya bisa pakai itu kok masih layak pakai. Namun bagi dia katanya sudah usang. Mau beli baru okaylah…juragan setuju, nah Mr Big saat pulang dari supermarket langsung saya buka kantongan dan mulai naik darah ekh naik pitam saat lihat kuas dibeli yang besar satu dan yang kecil dua biji.

Loh kok ini mesti beli dua??? kan butuhnya cuma satu? dengan santai Mr Big jawab ” Kan yang besar butuh satu dan yang kecil juga” dan saya pun semakin geram membalas ” Nah kan kenapa mesti beli kuas kecil dua biji?? Kan tangan kamu cuma dua kan tak mungkin kaki juga me-ng-kuas!!!!

Mr Big masih ngeyel balas” Kan Harganya Murahhhh” cuma 2800 perak, saya balas  ” iya Memang Murahhhhhhhhhh tapi kan kita butuhnya cuma 1 saja karena yang menge-cat cuma kamu bukan sekompleks yang mau bantuin ” ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! * baraapikeluardarikepalaku!!!

Akhirnya saya capek marah sendiri, dia tak mau mengalah dari pada tetangga setress nanti mending saya damai akh, biar hatiku tak terbakar saya pun keluar dan  geleng-geleng kepala.

Benar-benar ini hanya masalah kuas ya, masalah kuas yang mestinya beli satu tapi dia beli tiga,… !! ternyata apa yang saya simpulkan hari ini karena latar belakang budaya kita beda ya, secara saya tetap medit dan efisien dalam berbagai hal sedang dia mah cuek bebek padahal menteri keuangan kan saya, makanya mesti ketat dan disiplin dalam alokasi budget termasuk masalah kuas.

Setelah edisi marah-marahan terkait kuas, per hari ini Mr Big sudah menge-cat  dua pintu bolak balik dan kusennya dan 2 pintu kamar yang masih bagian luar yang dalam masih warna usang karena cat kaleng kedua sudah habis …..

Ya ini kaleng kedua dan thinner ketiga, jadi penasaran mau lihat di menge-cat nya ini pakai disiram thinner segala kali yaakkkkkk dan ya saya sudah pasrah deh sisanya nanti saya mau selesaikan, saya penasaran mau melakukan sendiri. Kayaknya lebih adem aku yang lakuin deh….penasaran saja apakah dengan sekaleng saya bisa cat semuanya atau memang butuhnya segitu.

Ya demikan kisah kuas, cat dan thinner dari Mr Big & Mrs Not so Big ^_^

Advertisements

Tagged: , , , ,

2 thoughts on “Kuas & Cat

  1. pursuingmydreams October 3, 2013 at 8:23 am Reply

    Mr. Big benar mumpung diskon :Grin: . Persiapan siapa tahu besok-besok butuh kuas lagi 😉 .
    Btw sudah pernah ngebor tembok? Atau ngelubangin pintu atau jendela. Ada caranya lagi tuh hehe pasti ga kalah seru dari ngecat 😀 .

    • siti October 5, 2013 at 1:26 pm Reply

      Iya mbak Nel, udah dia kan bawa alat2 nya tuh, suka ditaro di meja yang atasnya kaca aduh sutress sayanya karena berat, terus biasa tiba2 dia ambil alatnya mau membobol langsung-langsung saya suka teriak larang nanti abangku yang kerjain versi Indonesian way kadang dia sih pake American way he he boros he he episode ya lainnya menyusul kalau saya banyak waktu akan posting deh, apa adanya biar orang ngerti kapur tuh tak semudah yang dibayangkan 🙂 anggaplah warna warni kehidupan kami…semoga tetap langgeng dan bijak menyikapi perbedaan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: