Advertisements

Cerita galau di kantor episode 1


Menjadi karyawan itu banyak enak dan tidaknya, apalagi di divisi kerjaanku, intinya banyak urusin sampah alias terkait masalah sampah pelanggan, sampah itu artinya komplain, kerjaanku kan ke end usernya walau tak satu satu dari ribuan sampai puluhan ribu customers tak yang saya handle nelpon ke aku.

Namun kami sebagai penerima semua sampah-sampah dari PIC juga kadang enek juga *curhat, sebenarnya main job desc kami ini adalah tetap grab sales donk dan revenue tapi bukan cuma itu ya, semua perusahaan dimana mana pintar job desc nya dilengkapin dengan layanan after sales yang kalau dihitung secara waktu lebih banyak menghabiskan waktu kerjaan kami dalam sehari hanya untuk mensolusikan satu masalah.  Kami *saya+teman2 sedivisi  sebenarnya dianggap bak super man / super woman yang bisa juga dengan kekuatan super power kami untuk capai target sales dan embel-embel lainnya. Namun mencakup “how to solve the problem” nah itu yang tak pernah di nilai dan “apakah masalah tersolusikan?done?!!” itu tak dinilai. Dan tahu -tidak untuk menyelesaikan salah satu komplain itu tak bisa selesai dalam lima menit.Ada sampai berbulan-bulan jika itu terkait dengan solusi besar yang membutuhkan sinergi berbagai divisi tentunya dengan decision maker yang berbeda. Ribet dehhh pemirsa, apalagi urusin bos-bos yang jadwalnya padat, dan kita ini *saya maksudnya cuma jongos pangkat paling rendah.

Ngalor ngidul tak jelas kan pembahasannya, nah pokoknya tak simple, nah menoleh ke arah kanan mejaku tampak juniorku yang baru sembilan bulan 10 hari  menjalani kerjaan seperti diriku menggaruk-garuk kepalanya yang berambut sedikit kriting ini, sembaru meneguk teh di mejanya sembari termenung. Kegalauannya hari ini luar biasa sampai-sampai tadi dia bilang gini.

“Mbak, kayaknya enak deh jadi PNS aja, gak pusing, pendaftaran masih buka kan?”!! mendengar kata-katanya itu langsung melongo dan hampir ngakak guling-guling. Nih anak galau amat kayaknya sampe segitunya. Sambil ngakak bareng, akhirnya kegalauannya karena terjadi kesalahan yang terkait ke tagihan dan menyudutkannya pada situasi yang salah adalah dia karena tak mengeksekusi by sistem saat proses aktifasi awal*bingungyaaakkk!!Intinya terjadi tagihan yang semestinya dibayar pelanggan mesti disolusikan/dibayarkan sama dia karena dia lupa eksekusi di awal untuk suatu paket. Ya kalo di industri kami kan jualannya produk simcard yang ada fitur-fiturnya, hasilnya revenue yang membawa pundi-pundi dollar untuk perusahaan kami tercinta.

Menegok ke arah pojok bagian belakang, ada sang senior yang sudah menjelajah banyak wilayah dan sudah lebih satu daswarsa mengabdi di perusahaan, yang tak henti-hentinya curhat ke saya soal rumahnya yang hampir terbeli dan masih nego alot dengan buyer nya yang tak jelas. Kebetulan saya bantuin iklankan di situs jual beli online.Kok semua pada galau sore ini. Saya cuma senyum-senyum sembari memberi tanggapan dan solusi sembari berpikir panjang.

Kita hidup ini perlu kerjaan untuk mendapatkan uang untuk makan dan berbagai kebutuhan, nah ternyata pada saat sudah mendapatkan pekerjaan terhebatnya pun kegalauan lainnya akan timbul, faktor keruwetan jobdesc, proses dan bersinggungan dengan orang lain dan mungkin galau yang timbul karena terdzolimi pimpinan dan atau galau karena sudah jenuh duduk dengan jobdesc yang sama selama bertahun-tahun. Atau paling sering saya dengar dari teman karena gaji kurang atau karir tak naik.

Kalau saya sih tetap ada galaunya donk ya namanya manusia, tapi secara saya anggap diri super woman dan muridnya om Mario Teguh nih jadi kadang sedikit mengamati dan tak alay-alay amat kayak mereka  *tsahhhh

Kalau boleh curhat saya cuma galau satu hal, mau dapat bongkahan emas berkilo-kilo biar segera resign dan mau beralih profesi membeli aset yang bekerja untuk saya bukan saya yang kerja membanting tulang pergi kantor jam 8 pagi pulang sore kena macet pula, sampai rumah badan sudah remuk deh. Pengennya hidup berkualitas sih bangun pagi ibadah, sarapan baca koran cek aset+cek saldo dan tentunya bersama suami dan anak *mimpiindahsorehari.

Kegalauan berikutnya takut kena mutasi di kantor terbayang mesti pindah lokasi kerja,iihhh ribet dahhh, urusin surat-surat Mr Big kan juga rempong + cariin dia kerja di lokasi baru uhhh ampunn dah, semoga masih di Makassar deh sampai dapat bongkahan 5 kg emas *aamiinnnn. kalo kesenangan soal kerjaan dan nama besar kantor sih alhamdulilah..saya tak mau ngeluh lagi, fokus pada pengumpulan aset dan melipatgandakan penghasilan biar bisa beli aset agar segera pensiun dini.

Kalo galau sahabat paling pojok lain lagi, sibuk cari jodoh dan mesti dokter, hari gini cari calon istri dokter+tajir yang masih single susahh boookkk!!! saya dah gagal berkali kali untuk jadi mak coblang. Jadi saya cuma mendoakan saja biar disegerakan.

Sekian episode galaurs story dari kantorku untuk episode sore ini, yukkks saya mau pulang nihhhh ada janjian sama Mr Big! kencan …daaahh

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: