Advertisements

Exploring Sungguminasa GOWA


Hari sabtu kemarin, seperti biasa week end bagi saya dan Mr Big adalah waktunya “doing adventure / trip” mau jauh atau dekat wajib lah ada kegiatan. Sabtu kemarin saya menjadwalkan kerumah sahabat karibku yang dulu pernah kerja di bank dan teman seperjuangan sampai sekarang. Agenda kami adalah sarapan bersama dan saya mau survey rumahnya apakah sudah ada “make over” dari awal tahun saya sudah kayak jadi penasihatnya dalam segala hal termasuk dan membenahi rumah imutnya yang tak pernah dia hiraukan. Masa anak gadis punya rumah sangat berantakan dalam penataan. Kan harusnya kinclong dan ya setidaknya dirumah walau sederhana tapi bisa rileks dan bisa istirahat dengan tenang bukan kayak dalam oven panas deh. 

Selain agenda sarapan bersama katanya dia mau siapkan sarapan indomie ala bule, saya jadi ingat pernah masak itu deh dan upload di path cuma lupa apakah saya pernah posting apa tidak. Jadinya saya berangkat pagi sekali jam 7 pagi kami sudah meninggalkan rumah, Mr Big nawari mau boncengan aja ? hahhh saya jawab jauh kan 20 km jadi kita naik mobil saja ya. Dia sih enak suka naik motor panas-panas secara saya orang INDONESIA sudah sangat malas kena panas hahahha dan berdebu pula. Kalo berangkat subuh atau malam saya mau deh di boncengin Mr Big. selain itu no way aja dulu ya.

Sampai disana, kita cerita-cerita dan sarapan mie instant yang bikin eneg karena di campur susu bubuk, ada ada saja nih sahabatku. Terus ibunya nawarin saya mau dipijat hahhhh ternyata profesi ibunya ahli urut loh untuk pengobatan, kalau saya sih karena terlalu banyak aktifitas saja. Nah baru saya temani temanku ke kantor notaris ternyata dia mesti akad kreditkan nasabahnya karena dia profesi sebagai credit officer ya urusin akad sama nasabah. Kasihan sabtu gini ternyata dia masih kerja, setelah 1,5 jam kami temani dia lembur kami pun mulai jalan.

Tujuan pertama adalah Balla Lompoa, asal kata bahasa Makassar artinya Balla = Rumah dan Lompoa = Besar jadi arti keseluruhan Rumah Besar, yang tiangnya banyak deh dan tinggi rumah panggungnya 2-3 meter. Karena sementara renovasi kami tak bisa naik keatas, cuma bisa ke rumah sebelah yang ada museum Balla Lompoa, nah dalam rumah yang lebih kecil ini berisikan semua peninggalan pakaian atau alat-alat dari jaman Kerajaan Gowa seperti pakaian Raja, pakaian adat, keris dengan  beragam bentuk dan foto-foto masa lalu, mahkota kerajaan yang terbuat dari emas, wah sempat kepikiran kok pengamanan santai sekali ya padahal dalam rumah itu ada Mahkota yang bertahtakan emas dan itu sangat berat sekali. Rasa mistis menyemuti tatkala masuk ke kamar yang ada barang-barang antik dan foto.

Sultan Big & Paduka Permaisuri di dudukan tahta museum Balla Lompoa

Sultan Big & Paduka Permaisuri di dudukan tahta museum Balla Lompoa

Oh ya Balla Lompoa adalah istana kerajaan Gowa, disinilah keluarga kerajaan tinggal, untuk kerajaan Gowa sendiri detailnya bisa dibaca disini beserta silsilah kerajaan, maklum saya sudah beberapa tahun meninggalkan bangku sekolah jadi rada-rada mulai lupa soal tahun kalau nama nama raja yang paling Top nya pasti tahu ya Sultan Hasanuddin. Nah setelah puas melihat-lihat dan foto-foto kami pun menuju ke makam Sultan Hasanuddin.

Balla lompoa masa lalu, pic taken from www.wikipedia.org

Balla lompoa masa lalu, pic taken from http://www.wikipedia.org

Istana Balla Lompoa Masa Kini #numpang narsis!Pic taken by Ina Gowa

Istana Balla Lompoa Masa Kini #numpang narsis!Pic taken by Ina Gowa

Sekarang untuk Makam Sultan Hasanuddin alias Ayam Jantan dari Timur, juga terletak di kota sungguminasa, sebernya Sungguminasa ini adalah kota kabupaten berbatasan langsung dengan kota Makassar, cuma sekitaran 8 km letaknya dari perbatasan Gowa-Makassar letak dari beberapa spot bersejarah ini jadi dalam tiga jam sudah cukup meng-explore semua peninggalan kerajaan Gowa.

Sultan Hasanuddin pic taken from kolom-biografi.blogspot.com

Sultan Hasanuddin pic taken from kolom-biografi.blogspot.com

Makam Sultan Hasanuddin dan beberapa anggota kerajaan Gowa ini lumayan unik bentuknya, diatas makam ditutup dengan bangunan bentuk rumah bentuknya mirip makam  Hindu, jadi dibuat dari batu yang bisa dilihat seperti gambar berikut ini. Karena matahari sangat menyengat saya tak bisa ambil gambar banyak. kerjanya berlindung melulu. Jadi makam sultan sendiri kecil dibanding anaknya yang dibuatkan khusus khubah karena menurut guide disitu anaknya dulu wafat saat memimpin tahta kerajaan. Cerita sejarah tentang sultan Hasanuddin bisa di cek disini. Letak Makam ini di jalan Palantikang, Sungguminasa.

Makam Sultan Hasanuddin taken from blog.innomuslim.com

Makam Sultan Hasanuddin taken from blog.innomuslim.com

Lanjut lagi kami dalam beberapa km kami menuju ke Masjid tertua yang ada di Sulawesi yaitu Masjid Katangka Gowa, masjid ini dibangun tahun 1603, bentuk bangunan masih dipertahankan walau sudah renovasi sana sini, dan masih berfungsi sebagai masjid, di sekitar Masjid banyak Makam dari keluarga kerajaan juga. Mr Big dan saya dan teman juga sempat solat dhuhur disini. Berada didalam masjid ini berasa adem, ada empat pilar besar dalam masjid dan bentuknya masih terpengaruh arsitek jaman kolonial. Ini adalah masjid tertua di Sulawesi.

Masjid Katangka didirikan diatas lahan sekitar 150 meter persegi. Masjid ini memiliki ciri khas seperi memiliki satu kubah, atap dua lapis menyerupai bangunan joglo. Bangunan ini juga memiliki empat tiang penyangga, yang berbentuk bulat dan memiliki ukuran yang besar dibagian tengah. Jendela masjid ini berjumlah enam serta memiliki lima pintu. Atap dua lapis berarti dua kalimat syahadat, empat tiang berarti empat sahabat nabi, jendela bermakna rukun iman ada enam dan lima pintu bermakna rukun Islam.

Masjid Katangka, taken from disbudpar-gowakab.com

Masjid Katangka, taken from disbudpar-gowakab.com

Bagian kubah dipengaruhi oleh arsitektur Jawa dan lokal, tiang dipengaruhi oleh budaya Eropa, sedangkan bagian mimbar sangat kental dengan pengaruh kebudayaan China, ini terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap klenteng. Di sekitar mimbar juga masih terpasang keramik dari Cina yang konon dibawa oleh salah satu arsiteknya yang berasal dari sana.

Ciri khas lainnya, dan ini terjadi di hampir seluruh bangunan kuno adalah pada bagian dinding yang terbuat dari batu bata itu cukup tebal, yakni mencapai 120 sentimeter (cm). Penyebab utamanya karena masjid ini juga pernah dijadikan sebagai benteng pertahanan saat Raja Gowa melawan penjajah.

Lalu selesai sholat kami lanjut makan siang ikan bakar dan sup saudara, favorit Mr Big, makanan ini adalah ikan bandeng bakar di makan pakai saus kacang yang di kombinasi dengan daun kemangi dan beberapa tomat atau timun, Mr Big senang mencampurnya dengan kecap atau irisan mangga, dan di padukan dengan kuah sup laksa. Alasan kenapa Mr Big suka sekali dengan makanan ini karena sehat dan murah meriah, kalau beli sepaket sudah include nasi sepiring, sup semangkok dan ikan bakar dengan saus kacangnya dan minum gratis!

Ikan Bakar dan sup saudara Pic Taken from liburdulu.blogspot.com

Ikan Bakar dan sup saudara Pic Taken from liburdulu.blogspot.com

Niat hati habis makan meluncur ke Makam Arung Palakka yang tak jauh dari tempat kami makan namun cuaca Gowa kemarin panas sekali dan kami semua kekenyangan dan malah lebih tertarik kembali ke Makassar dekat kantorku banyak jejeran penjual es kelapa muda dan sahabatku yang antar kebetulan ada janji jam 2 sore dan sangat pengen makan es kelapa muda. Jadilah Makam Arung Palakka batal dikunjungi untuk yang mau tahu lebih detail tentang siapa ARUNG PALAKKA bisa klik disini.

Arung Palakka

Arung Palakka Pic taken from wikipedia.org

Lalu inilah hidangan terakhir kami di sabtu kemarin disertai hembusan sepoi-sepoi di sepanjang jalan andi pangeran pettarani di Makassar, es kelapa muda dengan gula merah dan es kelapa muda dengan sirup DHT untuk Mr Big. Dan tentunya semuanya tampak tak seru tanpa kehadiran sahabat saya yang satu ini yang selalu asik untuk diajak jalan bareng dan kocak, Ina sang wonder woman dari Gowa Terima kasih untuk telah menemani kami ya.

Es Kelapa Muda Sirup DHT pic taken from riccajelly.blogspot.com

Es Kelapa Muda Sirup DHT pic taken from riccajelly.blogspot.com

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: