Advertisements

Wisata ke hutan Batu Kars Maros – Pangkep


Selamat Tahun Baru Hijriah ya, 1 Muharram 1435 H, bagi kaum muslim yang merayakan semoga tahun ini tetap membawa berkah bagi kita semua. Dan hari ini adalah tanggal merah berarti libur, berarti ada trip seru donk hari ini. Mari kita simak perjalanan seru Mr Big & Friends di episode petualangan si Bolang Hari ini.

Jadi jauh hari sebelumnya seperti kebiasaan kami suka menjadwalkan hari libur untuk berkegiatan di luar, bisa keluar kota atau ke dalam kota.Pokoknya mesti keluar deh, kan selain menyandang status istri saya juga sudah menjadi tour guide pribadi sekalian sopir pribadi. Dari minggu lalu Mr Big nanya mulu tujuan wisata kita tadi. Aku cuma menjawab kita ke hutan batu di Maros-Pangkep. Kebetulan sahabat petualanganku si Ina sudah menyiapkan segalanya, kebetulan kakaknya domisili disekitar Maros dimana objek wisata itu berada, malah sempat kita planning nanti disana kita makan siang dengan acara bakar ikan segala. Namun niat tinggal niat semalam saat pulang usai acara tahun baru Islam di Masjid sama Mr Big sampai rumah aku cek persediaan nasi yang mesti dibawa besok, dan kutelpon lah jenk Ina untuk konfirmasi apakah dengan rencana beli ikan, perlengkapan makan dan bakar ikan di sana tak akan merepotkan kami, bukankah kita akan menaiki perahu kecil kesana, tanyaku pada si tour guide dadakanku.

Dan benar saja analisa otakku, siapa coba yang mau bakarkan ikannya? yang angkut piring ke perahu dan angkat dan bersihkan, kipas-kipas ikannya, addduhhhhh pekerjaan berat itu siapa yang akan lakukan, kami sudah bakalan kelelahan dengan perjalanan dan pastinya jalan yang tak mulus. Dan akhirnya demi kenyamanan petualangan tadi kami sepakat cuma beli nasi kuning dan minuman serta snack yang bisa langsung dimakan. Sebagai bahan acuan bagi yang mau ber wisata ke tempat yang masih perawan dan masih alami maka saya mau review deh semaksimal mungkin detailnya biar bisa jadi acuan.

Peserta kami tadi adalah saya, Mr Big, dua kawan dari kantor dan tur guide dadakan ku Jenk Ina dan Kakaknya yang benar-benar jadi tour guide lokal kami yang memang tinggal di kawasan tersebut kebetulan beliau adalah karyawan di perusahaan semen yang menambang di sekitar lokasi kawasan wisata.

Kami berangkat dari rumah jam 6.30 a.m karena saya kebetulan mesti menjemput dua kawan dan kami janjiannya di depan kuburan, ekh taman makam pahlawan,lalu borongan jemput ina dan ibu dan dua ponakan yang nebeng ikut kita ke kota Maros namun peserta yang berangkat ke lokasi wisata tetap tadi jumlahnya enam orang.

Tujuan kita kali ini adalah Taman Hutan Batu di kawasan Dusun Rammang-Rammang Desa Salenrang Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, kawasan ini sudah mendekati perbatasan ke Kabupaten Pangkep. Jarak tempuh dari Makassar ke Kabupaten Maros sekitar 1 jam perjalanan, karena kami bawa rombongan ada anak kecil segala yang nebeng ya jadinya drama singgah beli cemilan pun membuat perjalanan ke Maros lumayan lama. Untuk tujuan awal kami mau ke dusun Rammang-Rammang yang mana di perkampungan itu mesti di tempuh dengan naik perahu kecil yang cuma berisi 3-4 orang melewati sungai yang semakin mendekat dusun yang terkenal cantik dan damai itu luas sungai semakin menyempit.

Pukul 9 pagi setelah acara bongkar muat  penumpang, nge-drop dua krucil ponakan teman kerumah keluarga Ina dan kami ber-enam pun berangkat. Arahnya sangat mudah. Saat sudah melewati kota Maros dan bisa jadikan patokan adalah kawasan kantor PT SEMEN BOSOWA MAROS jadi dari arah poros jalan trans sulawesi menuju Kabupaten Pangkep ambil jalur kanan sesuai petunjuk arah jalan untuk ke area kawasan PT SEMEN BOSOWA Maros. Dan sekiatar tiga km ke dalam jalan yang dilalui adalah aspal beton dan di pinggir kiri kanan adalah kawasan batuan kars menjulang tinggi. Dengan truk proyek yang lalu lalang. Landmarknya mudah. Saat melihat jembatan kecil dengan dermaga kecil dibawah jembatan nah disitulah tempat start point menuju perkampungan  yang tanpa listrik dan tentram itu.

Lokasi dermaga pas dibawah Jembatan!

Lokasi dermaga pas dibawah Jembatan!

Mr Big & friend siap naik perahu!

Mr Big & friend siap naik perahu!

Mr Big Shock berat lihat perahu ini kekecilan buat dia dan butuh waktu 15  menit bujuk dia mau ikutan kita hampir saja trip bubar kalau sang istri tak ahli membujuk!

Mr Big Shock berat lihat perahu ini kekecilan buat dia dan butuh waktu 15 menit bujuk dia mau ikutan kita hampir saja trip bubar kalau sang istri tak ahli membujuk!

Mobil bisa diparkir di depan rumah penduduk yang ada space mobilnya, lalu dengan barang dan perbekalan kami melangkah ke bawah jembatan yang juga dermaga kecil yang diberi nama dermaga perintis, ada kok tandanya. Disitu terparkir ada tiga kapal kecil yang berkapasitas 3-5 orang. Karena perjalanan sudah di arrang sebelumnya, dan tarif untuk sewa perahu PP dengan waktu lama di kampung sana terserah kami diberi tarif Rp.200,000,- untuk satu perahu. Nah disini sempat terjadi drama lagi nih si Mr Big bertingkah lagi, dia tiba-tiba panik dan tak mau naik perahu itu ke dalam kampung, kenapa, coba bisa bayangkan saja beratnya dan perahunya kecil dan tipis begitu. Tanpa pelampung lagi.

Dia langsung bilang nanti tunggu kami aja di situ atau nunggu di mobil, wah gawat acara bisa bubar kalau begini, mulai deh sebagai istri megambil peran menjelaskan dan membujuk bahwa sepanjang tahun orang-orang lalu lalang, tiap hari mereka naik perahu itu dan semuanya aman-aman saja, sungainya aman tak ada buaya kok. Buktinya perahu ini jadi transportasi sehari-hari mereka untuk ke luar dari kampung. Saya butuh waktu sekitar 15 menit untuk bisa membujuk Mr Big pelan-pelan naik ke perahu dan karena ketakutan kami akan over berat maka terpaksa kami sewa dua perahu karena kami ber-enam. ya lima orang body nya langsing semua sekitar 50 kg  ya cuma mr big yang 2 lipat tuh berat kami. Dan akhirnya nego dan berhasil mendapatkan tarif Rp 150 ribu/ perahu.

Akhirnya berhasil bujuk Mr BIG naik perahu tanpa pelampung !!!YESS!!

Akhirnya berhasil bujuk Mr BIG naik perahu tanpa pelampung !!!YESS!!

ibu Pejabat mau kunjungan ke desa dulu yaah!!Mr BIG dah mulai tenang!

ibu Pejabat mau kunjungan ke desa dulu yaah!!Mr BIG dah mulai tenang!

Pelan-pelan Mr Big naik di perahu bernama “Armada” langsung ingat nama band kesukaan ibu saya , saya ikut dibelakang dan di depannya ada kakakknya teman yang jadi guide lokal kami disana, secara dia tinggalnya disitu dan sang sopir nya perahu dibelakang saya mengemudikan motor perahunya pelan-pelan. Ketiga temanku ikut dengan perahu lebih besar di belakang kami. Dan adegan melewati sungai dengan bebatuan kars yang indah dan di kiri kanan sungai di sekelingi pohon nipa pun dimulai, sempat parno juga tadi siapa tahu tiba-tiba muncul buaya kayak di film film ihhhh ngeri… tapi itu cuman hayalan aneh ku saja.Adegan duduk diatas perahu lancip kecil tadi sempat saya lihat di acara “Ring of Fire Adventure” episode trip ke Sulawesi & Maluku” yang ditayangkan di Metro TV.

Mulai deh Mr Big Nikmati perjalanan menyusuri sungai sempit !No crocodile here honey dont worry lol

Mulai deh Mr Big Nikmati perjalanan menyusuri sungai sempit !No crocodile here honey dont worry lol

Jarak tempuh sebenarnya cuma 3 km cuma karena sungainya menyempit dan berkelok-kelok jadinya lama, butuh sekitar 15 menit untuk sampai di dermaga sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Dan kami pun naik dan memandang hamparan luas pekarangan sawah dan empang dan gunung di kiri dan kanan menjulang tinggi dan tampak beberapa rumah penduduk-penduduk dan balai-balai, sungguh indah! Tak ada listrik di dusun ini, rumah penduduk cuma ada 15 kepala keluarga dan semuanya masih satu rumpun  keluarga. Kenapa kami kesini? karena keindahannya.

Sepanjang jalan tampak bebatuan dan goa!

Sepanjang jalan tampak bebatuan dan goa!

Selain kami ada rombongan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin yang lagi rekreasi dan bahkan menginap dari semalam di salah satu rumah penduduk. Mereka lagi bercengkarama sembari main gitar diatas hammock, wow Mr Big saja langsung mau punya rumah di lokasi tersebut, ahhahahaha ada ada aja mimpinya. Kami pun langsung menempati satu balai yang beratap disediakan untuk tamu dan kami pesan kelapa muda ke salah satu penduduk harganya 1 kelapa lima ribu perak, sayangnya kami baru tahu nomor telpon si tuan tanah disini padahal Daeng Beta nama beliau ini menyatakan bisa pesan sehari sebelumnya akan dibuatkan, pisang goreng, es kelapa muda atau pesan apa saja yang penting booking dulu donk.

Cantik kan view nya!!

Cantik kan view nya!!

Tak apa pak, hari ini kami sudah bawa bekal sendiri kok nasi kuning, sekotak air minum dan snack pastinya. Setelah makan siang langsung kami ke rumah Pak Daeng Beta dulu isi buku tamu sembari foto-foto, akhhh view rumah Daeng ini benar-benar indah kalah deh semua perumahan mewah di Makassar yang berharga eM- eM an deh.. ( Milyar-an maksudnya ). Kalau bayangkan bangun pagi dan buka jendela dan bisa lihat hamparan hijau seperti ini, ohhh sorga dunia ………..!!

IMG_5583

Akhirnya trauma naik perahu sudah hilang, mulai deh dia foto-foto!

Akhirnya trauma naik perahu sudah hilang, mulai deh dia foto-foto!

Saya sempat lihat ada bohlam lampu satu-dua buah dirumah pak Daeng ternyata mereka pakai tenaga surya, katanya bantuan PNPM Mandiri, karena sudah 20 tahun tiang listrik dari PLN ada di rawa-rawa dan sudah terkubur karena tak pernah berhasil masuk ke dusun tersebut. Mungkin alasan PLN nya biaya pengadaaannya lebih banyak dari pada tagihan yang dibayarkan kali ya secara cuma 15  rumah yang letaknya berjauhan satu sama lain. Tapi betah juga mereka ya tak nonton TV, akhhh Daeng Beta pasti tak pernah donk ikutin gosip ter HOT di negeri ini, coba tanyakan ke Daeng Beta apakah dia kenal Vicky Prasetyo pasti dia geleng-geleng kepala, tapi Daeng Beta mengaku disini dia sejak lahir dan bahagia sehat walafiat punya 5 anak dan dia masih kuat umurnya 70-an tahun tapi penampakan fisik masih kuat seperti 40 tahunan secara Daeng Beta hidup tanpa stress dan target dan tak ada polusi.

Welcome to Dusun Rammang-Rammang " the paradise in the middle of nowhere"!!

Welcome to Dusun Rammang-Rammang ” the paradise in the middle of nowhere”!!

Mandi juga pakai sumur, tak ada kulkas, makanan segar donk ya selalu, sayur petik dari kebun, kelapa ambil di pohonnya, ya yaaaaaa indahnya hidup ya …..!!! Dan Signal Telkomsel di area ini H+ loh….keren abizz bisa update status dan bahkan di perahu masih sempat kirim-kirim gambar!! Ntar Daeng Beta kuusulkan buat satu balai-balai bambu lagi dan buat restoran sekalian Internet cafe ya Daeng dan ingat semua solusinya pakai Telkomsel saja masih saja jualan biar liburan ahhahah pokoknya Daeng Beta saya Branding habis dah saja biar lokasinya jadi objek wisata terkenal. Kalo terkenal kayaknya lokasi tersebut tak akan damai lagi deh.

Bersama tim expedisi hihi!!siap menjelajah dusun yang elok bak jamrud khatulistiwa!

Bersama tim expedisi hihi!!siap menjelajah dusun yang elok bak jamrud khatulistiwa!

Oh ya selesai main duduk-duduk dirumah Daeng Beta kita ke menuju ke goa lokasi peninggalan jejak jaman prasejarah cuma jalan kaki dipinggiran tebing sempat foto-foto disitu sama lihat Mr Big naik-naik bebatuan mau saingi  Monyet saja dia manjat-manjat bikin saya stress tingkat dewa, Pak Ghazali badannya seberat saya naik ke puncak bebatuan cuma hanya untuk  foto dengan gaya nunjuk ala patung pancoran nah Mr Big malah mau ikut-ikutan juga,secara berat beda,  tak ada pengaman pula kalau jatuh addohhh hancur lebur deh. Dia excited sekali gara-gara sudah lihat monyet liar.Baju dan celananya kotor semua. Di salah satu dinding Goa ada jejak tangan, silahkan lihat fotonya, menurut cerita Daeng Beta, dulu ada peneliti dari Australia sempat menggali tanah dibawah jejak tangan tersebut sebesar 1×1 meter sedalam 8 meter. Hanya untuk mengetahui atau mencari temuan lain dan mereka menemukan dua artefak yang diindikasi terbuat dari tulang namun keduanya dibawa ke Australia. Sayang kan itu adalah milik NKRI kok bisa dibawa ke luar negeri. Untuk jejak tangan ini kata Daeng Beta masih terkait dengan jejak prasejarah yang ada di Goa Leang-Leang di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros, nah masih ingat kan trip saya kesana bersama The Gank yang sama bisa baca disini .

Gak sia sia naik perahu kecil kesini!Fantastic!

Gak sia sia naik perahu kecil kesini!Fantastic!

Cari apa daeng? Monyetnya pada bobo siang, tak boleh diganggu

Cari apa daeng? Monyetnya pada bobo siang, tak boleh diganggu

Se-usai foto dan sembari nyari nyari Monyet liar buat Mr Big, monyetnya lari semua lihat saudara tertua datang mendekat  .  Kita sempatin foto-foto dulu disawah lalu ke balai-balai bambu yang  beratapkan rumbia sembari menikmati hidangan yang tadi kami pesan, kelapa muda, lalu sempat ngalor ngidul ngobrol sama Daeng Beta dan sempat bobo siang, wahhhhhh indahnya angin sepoi-sepoi udara panas tak menyengat dan suara-suara dari hutan batu sekeliling menambah syahdu keindahan alam disekitar. Menatap langit biru dan bebek-bebek berenang di tambak dan ikan bandeng juga kelihatan berlarian diantara lumut-lumut, malah teman saya nanya sama Daeng boleh mancing gak hahahha kata Daeng Beta itu kan sengaja di piara bukan untuk dimancing tapi dijual sebagai komoditi empang Daeng Beta.

Keren deh!

Keren deh!

Setelah sudah selesai bobo siang kami siap menuju taman batu kars, lokasinya kami harus keluar dari dusun yang cantik ini, jadi lokasi surga ini sebenarnya ada di Kampung  Berua ( berua berarti baru ) Dusun Rammang-Rammang Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan.Lengkapkan nanti akan saya summay dibawah beserta budgetnya kesana.

Samping kanan rumah juga keren!

Samping kanan rumah juga keren!

Samping kiri juga kece !

Samping kiri juga kece !

Lanjut setelah pamitan dengan Daeng Beta dan Ny Daeng kami kembali ke dermaga dengan naik kapal yang sama. Menempuh 15 menit liku liku sungai yang warna hijau yang kiri kanan penuh pohon nipa, dan beberapa pemandangan batuan kars yang indah. Dan sampailah kita kembali ke dermaga Perintis yang barada dibawha jembatan. Kami mengambil mobil yang diparkir depan kios penduduk ( tentunya dengan minta izin dulu ) lalu kami mengambil jalan ke arah dalam land marknya gampang kalau mau menuju spot tempat bebatuan kars yang indah itu. Cari kantor IG PLN sebelum kantor PLN ada belokan ke kanan, ikuti arah dan tak beberapa lama akan ditemukan hamparan bebatuan hitam yang indah, ada dua lokasi yang bebatuanya tak terlalu banyak dan tak terlalu tebal dan ada juga yang bebatuannya tinggi tinggi dan tebal-tebal. Silahkan parkir mobil atau kendaraan di depan rumah penduduk ( minta izin lagi ya) dan jalan kaki melewati sawah penduduk. Lalu kami pun foto sepuasnya, pemandangan kurang  fantastis karena kami datang pada saat musim kering ketika sawah sudah panen dan menunggu ditanami kembali jadi kelihatan gersang, jika datang pada saat padi hijau maka cantiknya akan jadi sempurna.

Halaman rumah bisa buat lapangan bola !!

Halaman rumah bisa buat lapangan bola !!

Tetangga rumah kita!

Tetangga rumah kita!

Tetagga jauh kita!

Tetagga jauh kita!

Sok jadi pemilik rumah!

Sok jadi pemilik rumah!

Nulis buku Tamu dulu biar daeng Beta Happy!

Nulis buku Tamu dulu biar daeng Beta Happy!

Yuk main di halaman...!

Yuk main di halaman…!

Yuk main lagi!

Yuk main lagi!

Juragan lewat!

Juragan lewat!

Numpang Narsis ya!

Numpang Narsis ya!

Sekali lagi ya numpang ya! Soalnya saya tukang foto, jarang di foto!

Sekali lagi ya numpang ya! Soalnya saya tukang foto, jarang di foto!

Jenk Tour guide kita!Mau jalan-jalan kesini call dia aja, ada CP nya di postingan !

Jenk Tour guide kita!Mau jalan-jalan kesini call dia aja, ada CP nya di postingan !

Yuk main ke Gua, cari monyet liar!

Yuk main ke Gua, cari monyet liar!

Niat hati mau ke atas tapi batu nya kekecilan jadi deh foto disini saja!

Niat hati mau ke atas tapi batu nya kekecilan jadi deh foto disini saja!

Ini nih jejak tangan jaman purbakala, kelihatan kan ?yang merah itu loh!

Ini nih jejak tangan jaman purbakala, kelihatan kan ?yang merah itu loh!

Silahkan explorasi deh isi goa nya sekalian!

Silahkan explorasi deh isi goa nya sekalian!

Istirahat dulu yaaa

Istirahat dulu yaaa

Ada yang lagi "Kuch Kuch Kota Hai" nih!!

Ada yang lagi “Kuch Kuch Kota Hai” nih!!

Habis main ke goa waktunya minum air kelapa yuk!

Habis main ke goa waktunya minum air kelapa yuk!

Inaaak kata Mr Big!

Inaaak kata Mr Big!

Bobo siang disni, nikmatnya lupa target kerjaan lupa hutang lupa semuanya !!Mr Big saja sempat bobo siang!

Bobo siang disni, nikmatnya lupa target kerjaan lupa hutang lupa semuanya !!Mr Big saja sempat bobo siang!

 

Daeng Beta sang land lord dan Jenk Ina!

Daeng Beta sang land lord dan Jenk Ina!+istri Daeng Beta yang tampak belakang

Dan usai sesi pemotretan diantara bebatuan kars yang usianya ribuan tahun ini kami pun kembali ke mobil dan perjalanan kali ini berakhir dengan indah, walau capek tapi semuanya worthed, hasilnya semua HP lowbat dan kamera habis batrei, maklum semua jadinya banci foto deh dan tetap saya sudah yang paling dewasa, foto paling sedikit karena kebagian juru foto.

Perjalanan keluar dusun otw ke taman batu

Perjalanan keluar dusun otw ke taman batu

for Sale, masih baru !!

for Sale, masih baru !!

Finally sampai dengan selamat thanks to Pak Ghazali ( baju merah) yang ngawal kami sepanjang hari!

Finally sampai dengan selamat thanks to Pak Ghazali ( baju merah) yang ngawal kami sepanjang hari!

Ini tujuan berikutnya, taman batu kars!cantik ya!

Ini tujuan berikutnya, taman batu kars!cantik ya!

Summary objek wisata kita kali ini

  • Nama Tempat : Dusun Berua Kampung Rammang-Ramnang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros                         : Sekitar Batu Kars Rammang-Rammang
  • Transportasi   : Dari Makassar menuju ke Kabupaten Maros dengan mobil bisa ditempuh sejam.                          : Dari Dermaga Menuju ke Kampung Rammang-Rammang sewa perahu kecil tarif 200                        ribu / Perahu PP, 1 perahu muat 4 orang. Nego jadi 300 ribu PP  untuk dua perahu.
  • Waktu           : Waktu terbaik berangkat pagi-pagi sekali biar tak panas dan bisa nikmati pagi disana
  • Budget          :  Beli Makan siang+ snack+ kelapa muda+ tip ke Daeng Beta ( 50 ribu ) jadi minimal                          siapkan dana per orang 100 ribu lah per orang. Udah include ongkos perahu, snack,                          kelapa muda sama tip ke Daeng Beta sebagai pemilik balai-balai yang kita tempati                           duduk-duduk dan memberikan informasi detail tentang dusun itu.Makin banyak                                 rombongan bakalan makin murah.
  • Kontak Person: Bisa Reservasi dulu sama Daeng Beta dan bisa juga kontak sahabatku yang sudah                           jadi PIC daeng Beta di nomor ini  081355438646 ( Ina ) #numpang promosi !!!

IMG_5765

IMG_5753

IMG_5768

Mr Big narsis!!

Mr Big narsis!!

Pose terakhir!

Pose terakhir!

Demikian postingan kali ini, badan-badan masih letih lelah tapi semangat buat liburan lagi minggu depan ke objek lainnya tetap semangat donk ya Namun kali ini tak pake perahu lagi sesuai permintaan Mr Big, katanya dia mesti beli pelampung dulu biar jaga-jaga kalo dibawa istrinya ke tempat yang mesti lewati sungai..!

Advertisements

Tagged: , , ,

5 thoughts on “Wisata ke hutan Batu Kars Maros – Pangkep

  1. Gagal Fun Bike | American & Indonesian Blog November 20, 2013 at 1:20 am Reply

    […] sama Mr Big sama the gank yang bisa di ajak bareng biasanya teman jalan jalan yang selama ini ada di postingan sebelumnya disini, ternyata semua pada sibuk akhirnya hanya saya dan mr big dan ada sepupu yang bisa di ajak, enam […]

  2. mama hilsya February 14, 2014 at 12:01 am Reply

    aku kalo ke Maros juga suka ngelewatin tempat ini.. dan ga kepikir bakalan baguss.. sayang fotonya kecil banget..
    ini persis kyk wisatanya di Thai selatan ama Viet Nam

    • siti February 14, 2014 at 12:46 am Reply

      pernah ke Maros?

      • mama hilsya February 14, 2014 at 1:12 am

        tiap tahun pasti ke Maros… soalnya ada kerjaan kantor, udh lama sejak 2007-an

      • siti February 14, 2014 at 2:23 am

        ohh gitu pasti terkait semen bosowa maros ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: