Advertisements

Dilema keluarga perca ( Pernikahan Campur )


Tadi sore sebelum kunjungan ke rumah sakit seperti di postingan ini . Saat saya di toko bangunan ketemu deh adik juniorku saat kuliah yang kebetulan mantan pacar sepupuku yang walau pacaran lama dan dapat restu dari kedua keluarga ekh ternyata dia nikahnya sama orang lain, habis sepupuku tuh kelamaan melamarnya sedang si cewek nih sudah bosan menunggu. Kan kalau kebanyakan perempuan sekarang sudah malas kalau menunggu dan buang waktu kelamaan mending terima yang pasti-pasti saja, padahal adik juniorku ini paling potensial dijadikan istri, kepribadian supel, baik, anak tunggal dan berasal dari keluarga baik-baik. ( kayak biro jodoh ya penjelasannya ). Intinya dia dah nikah dan punya baby umur 8 bulan tadi digendong-gendong.Ini kayaknya prolog tak nyambung dengan  inti ceritanya nih.

Pas tanya kabar orang tuanya, ibunya sudah meninggal beberapa bulan lalu, aku pun sempat tahu kabar itu lihat di FB tapi  tak sempat melayat, asal ibunya sama dengan asalku, namun ayahnya kebangsaan Filipina. Yang ingin saya bahas sebenarnya itu disini. Sang bapak dulu kerja bertahun-tahun disalah satu perusahaan ternama di Indonesia timur selama lebih 20 tahunan. Dan kabar miris dan buat saya sedih tadi katanya sang ayah sudah balik ke Filipina karena KITAP sponsor istri kan tak berlaku lagi karena sang istri sudah wafat. Dan dia juga sudah pensiun dari kerjaanya di Indonesia. Jadi dia mesti pulang karena izin tinggalnya tak ada. Bukannya seorang ayah bisa masuk lagi ke Indonesia dengan Visa ITAS untuk penyatuan keluarga ya dan nantinya dapat KITAS. Setahuku saya pernah baca deh tuh UUD nya pas lagi urus konversi ITK ke ITAS-nya Mr Big. Tapi belum cek lagi. Karena Tadi sang anak menceritakan sang ayah hanya bisa masuk dengan visa kunjungan.

Pic taken from http://titi-share.blogspot.com/

Pic taken from titi-share.blogspot.com

Aku tanya juniorku apa pernah ke kampung ayahnya dia bilang tak pernah sekalipun. Bahkan sang ayah berkali kali mengurus untuk jadi WNI tapi tak pernah berhasil karena masalah kelengkapan dokumen. Saya sih tak menanyakan detail kendalanya apa, padahal si Bapak ini sudah tinggal di Indonesia selama tiga puluhan tahun karena anaknya saja sudah 30 tahun. Cuma tadi katanya dokumen yang kurang adalah akte lahir yang mesti asli dll. Saya tak ngeh waktu di jelaskan karena lagi  kurang nyaman ngobrolnya di antara kerumunan pelanggan.

Saya jadi tiba-tiba sedih, kasihan nih adik juniorku ibunya meninggal, sang ayah kandung mesti balik ke Filipina untuk melanjutkan hidup sedang sang ayah sudah habiskan 30 tahun lebih di Indonesia dan mesti disana mulai dari 0 lagi walaupun mungkin ada sisa harta yang dibawa dari Indonesia. Yaahh langsung ingat Mr Big. Dia pengen banget tuh segera jadi WNI, tapi kan semua butuh proses mesti melewati tahap-tahap KITAS dulu baru KITAP baru ….entahlah saya belum menggali undang-undang dan aturannya.

Kok saya jadi heran ya banyak tuh bule naturalisasi pemain sepak bola langsung bisa jadi WNI sebegitu mudahnya. Sedang bapak teman saya ini kok susah sekali ya, apa karena dia cuma orang biasa ya? atau memang sang bapak tak tahu jalurnya ya. Mungkin itulah perlunya bergabung dengan komunitas tertentu jadinya informasi lebih cepat dan langsung dengan teman-teman yang senasib jadinya mudah kalau mentok di suatu masalah, akan banyak yang bantuin, saya termasuk sangat berterima kasih ke komunitas kawin campur dan komunitas semacamnya di dunia maya, dengan adanya komunitas itu proses konversi visa ITK Mr Big ke ITAS jadi mudah dan lancar. Sampai KITAS selesai tanpa harus ke luar negeri lagi. Semua berkat bantuan informasi dari group KKC dan Group PR, KPIA  dll.

Nampaknya sang Ayah Filipina ini tak gaul di komunitas semacam ini, dan mungkin mentok pada masalah tertentu dan gagal. Ini cuma analisaku saja ya, soalnya saat saya tanya anaknya dia menjelaskan bahwa Ibunya dulu tak banyak tahu ya secara mereka menikah tahun 1980 ya waktu itu tak ada FB dan lain-lainnya. Bahkan aku belum tanya soal harta hasil pernikahan sang ayah dengan ibu gimana karena secara jaman dulu belum tahu informasi terkait pre-enup atau perjanjian pra nikah untuk pelaku kawin campur. Mungkin lain waktu aku akan bertanya lebih lanjut. Belajar dari ini saya langsung ingat ke diri sendiri dan Mr Big, karena Mr Big memang sejak awal sudah sangat mau jadi WNI, cuma aku selalu bilang semua melalui proses dan sembari melewati itukan nantinya juga visit ke US jadi lebih mudah kalau suami masih WN USA.Dan memang kami tak pernah bermimpi untuk tinggal di luar Indonesia. Tetap cinta negeri ini, walau impian jalan-jalan  melihat dunia luar tetap ter list dalam buku mimpi kami. Cuma masa depan siapa yang bisa menebak. Jadi Impian Mr Big untuk jadi WNI mungkin akan saya pertimbangkan untuk di realisasikan secepatnya ya, biar tak repot lagi urus izin tinggal dan tak ribet lagi urus izin ini itunya . Capek.com ^_^ !!

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: