Advertisements

Cerita Pizza Domino dari Pulau Dewata


Ini bukannya mau cerita masalah resep nya buat Pizza Domino yaa,  mau cerita aja cerita derita ku bawa-bawa pizza hasil trip acara kantor ke Bali minggu ini. Cerita perjalanan akan di posting juga. Semoga sanggup memberi ulasan panjangnya.

Kebetulan waktu di Bali kemarin saya nginapnya di Discovery Kartika Plaza Hotel, itu kan dekat sama pantai Kuta yang tersohor itu.Tiap ada kesempatan break saya sama Juniorku yang gampang diarahkan kemana-mana langsung ngacir ke luar hotel belok kiri sepanjang jalan rame deh dengan toko dan perbelanjaan, dan tak jauh dari Centro Mall depannya sih ada Pizza Domino langsung deh aku fototin dan BBM ke Mr Big kalau ternyata di sini Pizza Domino banyak sekali hahhahah ada 4 cabang di seluruh Bali. Mr Big yang sangat nge-Fans ini akhirnya ku janjikan akan kubawakan se pan kalo bisa ada waktu beli sebelum balik ke bandara.

Jam keberangkatan pulang jam 4 sore, jadi jam 9 pagi setelah sarapan cepat saya sama dua ibu-ibu senior yang super lincah kalo diajak jalan ini langsung ngacir ke lobby cari taksi, sampai kami cuekin saja tuh junior-juniorku yang suka ikut-ikutan saya maklum mereka itu pada lelet, mandinya lama, dandan lama, kalo sama ibu-ibu lincah mah dijamin paling seru kalo dan on time masalah  time management.

Padahal di jadwal keberangkatan ke bandara panitia acara bakalan kasih spare time  buat kami singgah di Khrisna buat memborong oleh-oleh.Namun kami tak puas karena kalo ikutan rombongan pasti dikasih cuma waktu sejam menggila disana. Jadinya kami mengambil strategi jitu naik taksi sendiri dan menggila disana.

Ternyata bener Krisna nya tak jauh dari hotel, tak sampai 20 ribu argonya, dan kami pun langsung meluncur masuk ke toko, benar saja kedua ibu lincah yang saya temani kayak kesurupan deh, kayaknya kurang baca doa saat masuk yaa hahaha hanya dalam 10 menit itu keranjang belanjaan sudah penuh malah salah satu ibu itu nambah keranjang.

Saya tetap donk dalam tahap bijaksana seperti selalu bacaan yang saya baca, bijak belanja sesuai KEBUTUHAN dan sesuai KANTONG ! melihat saldo di rekening sangat tipis jadi saya tetap beli sembari hitung donk label harganya dan pilihannya yang oleh-oleh kecil-kecil saja kan harganya terjangkau juga yang penting teman-teman support team di kantor senang kalo dapat semua yang jumlahnya ternyata 10 orang. Lalu mulai fokus buat oleh-oleh Mr Big, akhhh cari kaos yang XXL susah. Akhrnya cuma beli sendal ringan yang nomor 45 itupun karena ada yang sisa terus terpaksa beli kaos XXL itupun dapatnya pada saat kunjungan kedua setelah ikutan rombongan resmi ke bandara jadinya kami dua kali ke Krisna hari itu di lokasi yang berbeda. Kaget juga lihat perintilan kecil-kecil kalau banyak bisa banyak juga tuh 0 nya. Si ibu yang saya temani sempat memberitahu kalau dua dos itu sebenarnya oleh-olehnya kenapa banyak? karena dia punya anak tunggal punya sahabat 4, dan teman sekelas 27 dan punya ibu guru dua orang, dan semuanya wajib dapat. Ya elllaaaaaaaaaahhhhhhhhh pantas saja ibunya jadi Mrs Rempong deh, bawa dos dua, tas travel dan banyak kantongan. Ini anaknya benar-benar kompak sama temannya ya…. wah saya mah tak pernah tau kalo anak sekolahan sekarang kalau ibunya dinas ke luar kota mesti belin anaknya dan semua teman sekelasnya oleh-oleh kalau pulang.

Ini sudah benar-benar OOT dari judul ya, terus setelah shopping kalau saya belanjaanya masih tahap wajar dan di selingi pertanyaan dalam hati “apakah ini akan dipakai sama yang akan dikasih? atau numpuk saja ?apakah saya benar-benar butuh?”pokoknya di cek lagi keranjangnya sambil hitung baru bawa ke kasir. Hasilnya se ransel deh. Jadi saya dah ada cadangan tas memang.

Karena oleh-oleh buat Mr Big kurang, sekembalinya ke Krisna pada kunjungan pagi saya ngacir ke Pizza Domino donk order satu menu ter favorit di situ, baru aku ikat kuat-kuat dan balik ke hotel. Dan segera naik ke bus kami taro di atas tempat duduk saya karena takut akan miring atau tumpah atau tertindis.

Setelah sampai di bandara karena saking rempongnya semua orang karena bus sudah fulll sama dos oleh-oleh ahasil si pizza terlupakan. Aku malah sibuk angkut tas laptop ku di bahu dan tas ransel yang isi nya oleh-oleh semua, dan satunya tas selempang buat dompet dan barang kecil lainnya. Kurang rempong apalagi coba? masih ada donk satu travel bag medium size yang penuh pakaian kotor dan beratnya minta ampun. Saya masih sempat cengar cengir sama panitia EO nya yang menyalami kami dengan manis untuk perpisahan dalam hati sih ada yang janggal tapi otak saya masih dalam keadaan lupa. Masuk ke bandara dengan gerombolan semuanya rempong nenteng tiga tas pada saat datang dua tas maksimal. Bus pun sudah balik, kami pun check in dan baru pada saat kami mau mencari tempat makan, maklum bandara Ngurah Rai sekarang masih semrawut karena masih tahap renovasi jadinya rame sekali. Saat dapat bangku tempat duduk dan melihat seorang bule bawa kotak pizza, saya langsung ingat ohhhhhhhhhhh PIZZA ku di bus….!!!

Langsung deh lemas, bukan masalah saya lapar, cuma capek deh nenteng-nenteng, effort bawanya kalo nanti nantinya berakhir jadi santapan supir bus, saya tak iklassssssssssssssssssssss dan tak relaaaaaaaaaaaaaa!! Saat terkulai lemas, saya pun bertekad Pizza itu akan kembali padaku bagaimanapun caranya…saya akan berjuang mendapatkannya kembali. Malam ini dirumah mesti makan malam dengan se-pan Pizza ini.

Dan titik cerahpun datang, walau semua teman-teman bilang ikhlaskan saja harganya cuma 100 ribuan kok, namun bukan saya donk namanya kalau segitu mudahnya putus asa. Langsung saya ingat di belakang tempat duduk saya itu adalah si Mas YP, sang rekan kerja yang pernah di Makassar selama 4 tahun dan tentunya selama di Makassar dia kontrak rumah seblah saya ( milik ortu saya ) jadinya kayak saudara donk walau setelah dia mutasi ke Jakarta kita kurang akrab lagi. Dengan modus bakalan hadirin kawinan adiknya yang kebetulan akan di helat di Makassar awal Maret nanti. Ini akan jadi reward yang bisa buat Mas YP bantuin aku*kok jadi nya hitung-hitungan hutang budi yaaa…

HP ku yang katanya smartphone canggih ini tetap saja tak berguna kalo urgent karena batreinya lemot, power bank pun habis, jadinya pakai telpon teman deh, ternyata Mas YP ini akan menggunakan bus itu juga ke Bandara karena mereka masih di resto lagi makan siang dan bus sekarang menjemput mereka, namun yang kurang pasti karena pesawat  rombongan Mas YP kan jam 6 sore sedang aku jam 4 an boardingnya. Jadi peluang untuk pizza ini akan berakhir di makan sama si Arya & Gendis anak Mas YP jadi malah lebih besar nih.

Tadinya sih saya sudah bilang ke Mas YP, ya kalau bisa alhamdulilah itu rezeki Mr Big namun kalau ternyata kita gak bakalan ketemu di bandara yaaa berarti Si Arya dan Gendis yang bakalan cicipan si Pizza nih, walau dalam hati tetap tak merelakan. Mencoba pasrah tingkat tinggi jadinya susah juga yaaa….

Pendek cerita saat kami sudah bosan menunggu di depan gate 15, rombongan saya pun mesti ke gate 20 buat boarding, tiba-tiba mas YP telpon kalau dia barusan tiba di bandara. YESSSSSSSSSSSS langsung deh saya lari ke luar, segera bergegas lari ke pintu keberangkatan menjemput si Pizza, dan akhirnya si Pizza yang bentuk dos nya dah tak sempurna pun kembali ke tanganku, Mas YP makasih ya, ternyata walaupun saya selama ini dongkol sama dikau namun sangat menolong saya di saat yang tepat. Dan saya janji bakalan menghadiri acara kawinan adiknya dia yang kebetulan dapat jodoh orang Makassar, demi balas kebaikan dan atas nama persahabatan dan silaturrahmi … !

Dan inilah tampakan pizza yang membuat hariku seharian berkeringat kelelahan ini, saya cuma makan 2 slice sisanya Mr Big menyantap sebagian makan malam dan habis ludes di makan saat sarapan keesokan harinya.

Kotak Pizza nya dah lecek

Kotak Pizza nya dah lecek dan sudah dingin 

Demi menyenangkan suami yang kangen pizza ini, maklum di Makassar belom ada, padahal menurutku rasnya sama Pizza Hut sama aja :-D

Demi menyenangkan suami yang kangen pizza ini, maklum di Makassar belom ada, padahal menurutku rasnya sama Pizza Hut sama aja 😀

Ada beberapa hikmah dibalik cerita pizza ini,

  • Dilarang terlalu membenci seseorang apapun anggapan kita orang itu berbuat sombong atau tak sesuai expectacy kita karena kita tak pernah tahu bahwa kapan kita bakalan butuh bantuan darinya. Ini benar-benar nyata.Mending kita ikhlas saja kalo orang atau sahabat kita tak berbuat seindah harapan kita ya cuek saja, tetap santai saja dan berbuat baik.
  • Jangan cepat putus asa ketika ditimpa sesuatu masalah, segera cari solusinya, walaupun lingkungan sekitar kita berkata “negatif” atau putus asa dengan mengkambing hitamkan kata “ikhlaskan saja” buktinya dengan usaha keras dan menggunakan jasa teman akhirnya Pizza nya kembali. Kadang kita terlalu mudah putus asa namun kalau saya akan mengatakan itu ketika sudah berjuang semaksimal mungkin dan ketika memang sudah jalannya buntu baru titiknya mengikhlaskan kehadirat yang Kuasa.

Demikian cerita Pizza Domino, oleh oleh dari Pulau Dewata…..

Kenangan di kantor lama ber sama Mas YP, yang paling subur dialah sang Pahlawan penyelamat Pizza ku, Thanks Mas Bro !

Kenangan di kantor lama ber sama Mas YP, yang paling subur dialah sang Pahlawan penyelamat Pizza ku, Thanks Mas Bro !

Advertisements

Tagged: , ,

8 thoughts on “Cerita Pizza Domino dari Pulau Dewata

  1. pursuingmydreams February 20, 2014 at 4:12 pm Reply

    Perjuangannya berbuah manis ya mbak Siti 😀 . Bukan masalah duitnya sih, tapi klo ditempat kita ga ada tuh pizza ya sesuatu bangetlah bisa bawa dari tempat lain 😉 .

    • siti February 21, 2014 at 12:33 am Reply

      o ya iya mbak, gemes aja sih kalo aku melakukan sesuatu tiba2 gagal he he .iya kebetulan pizza domino di Makassar belum ada, yang lain sih sudah banyak… disana gak boleh bawa pizza keluar kota?

  2. titintitan February 20, 2014 at 7:46 pm Reply

    di sana jd blm ada pizza ya, Mba? 😀

    • siti February 21, 2014 at 12:33 am Reply

      di Makassar banyak sih pizza lain, Pizza Hut, Pizza Ria Cafe, Paparons pizza tapi pizza domino belum ada kayaknya… makanya dia ngebet di bawain..

  3. eatsfun February 25, 2014 at 1:58 am Reply

    Di Makassar bentar lagi pasti deh ada Domino.. secara perkembangan di Makassar kayaknya lagi gila-gilaan gitu… atau Mbak Siti aja yang beli franchise pertama Domino di Makassar, Mr. Big pasti seneng banget.. *yakali..* =))

    • siti February 25, 2014 at 2:00 am Reply

      wahhhh iya semoga segera yaa, iya sih kalo ada modal mau sekali …amin doakan yaa…pohon duitnya segera tumbuh dan berbuah 🙂 …

      • eatsfun February 25, 2014 at 2:07 am

        kalau udah berbuah, aku mau cangkok sekalian ya Mbak.. =)) *makin OOT* *kemudian ditoyor*

      • siti February 25, 2014 at 3:30 am

        ohh okay sip..aku baru nanam pohonnya butuh pupuk dan kesabaran,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: