Advertisements

hobby ke kondangan


Sejak Mr Big pindah kesini, dia sering heran dan awalnya stress tingkat tinggi, kok tiap hari ada terus undangan hajatan nih alias kenduri atau akikahan, atau masuk rumah baru,tasyakuran, yasinan, taksiah, tausiah atau jenguk teman atau keluarga ke rumah sakit ( ini kayaknya bukan hajatan deh tapi acara sosial ), intinya semua acara sosial ini bikin jadwal kita padat merayap. Dia mengalami cultural shock untuk semua kegiatan ini.

Karena kebiasaan di negaranya atau hanya lingkuangan dia, acara sosial mereka sangat kurang, untuk undangan pernikahan saja, kan yang diundang biasanya cuma orang terdekat, kawan dekat, dan itu bisa di hitung jari beda sama budaya kita, kalo di budaya bugis saja pengalaman kakak saya nikah notabene ini bukan keluarga besar sekali kayak orang batak undangan di sebar 1200-an. Bahkan orang lain bisa 2000-an lohhhh, dan terbayang donk rame nya kayak pasar kalau acara kawinan. Waktu nikahan kami saja cuma 750 undangan Mr Big sudah merasa wahhhh dan merasa capek salaman dan berdiri dan duduk lagi, foto lagi, senyum lagi.Ini baru raja sehari gimana kalo jadi president selama lima tahun yaa haahahhaha *nggak nyambung.

Untuk undangan pernikahan saja sebulan lumayan lah kalau lagi musim kawin ekhh nikah maksudnya sebulan bisa 10, ada saja, dari dekat rumahlah, kerabat, sahabat atau relasi. Nah yang lebih banyak lagi itu hajatan, paling banyak itu akikahan, ya entah musim beranak itu ada masanya tapi kayaknya merata deh ini karena sebelum nikahpun undangan akikah sudah banyak. Mereka yang undang kan gak peduli mau kami sudah ada anak atau belum tetap undangannya dikirim. Terus undangan menempati posisi terbesar kedua ya masuk rumah baru, ada juga yang syukuran umrah kalau ini mah musiman paling banyak mulai Jan hingga menjelang bulan puasa. Ini baru saja kami hadiri undangan dari tetangga.

Tadi ceriatnya ini jam 11 siang ada anak tetangga bawa undangan, isinya itu undangan syukuran pengajian tanpa tema, saya heran biasanya kami ada undangan pengajian bulanan di Masjid kompleks namun itu pun sudah tadi malam, dan diundangan tadi siang tak ada temanya apa dan pelaksananya di rumah bapak polisi tetangga dua rumah dari kami. Tumben yaa… barusan buat acara pengajian. Mr Big sempat bingung ini mesti bawa apa, maklumlah dia selama ini kondangan, akikahan otomatis kan bawa hadiah atau angpao, ya tadi kami putuskan pergi sajalah karena saya memang sangat memprioritaskan acara silatturahmi ke tetangga, sesibuk apapun saya utamakan hadir.

Cuma kendala yang kami hadapi, ini sih lebih dikomplain oleh Mr Big semua acara undangan sekitar rumah itu selalu telat, misalnya nih kemarin acara pengajian bulanan di Masjid kompleks membuat saya absen, kenapa? ya karena undangannya baru dikasih sehabis maghrib sedang jadwal saya setiap jumat habis maghrib saya sudah di lapangan tennis menunggu pak pelatihku. Mr Big bbm – saya katanya ada undangan pengajian dan terpaksa tak sempat lagi. Padahal momen terbaik untuk bincang-bincang dengan tetangga kompleks  sangat jarang  walau yang hadir ke pengajian cuma bisa di hitung jari. Untuk acara pengajian dadakan tadi sore pun begitu jam 11 undangannya diantarkan dan acaranya jam 3 sore. Mr Big selalu komplain masalah ini sampai sekarang. Saya selalu bilang “ya sudah memang begitu disni terima saja keadaannnya” .

Gara -gara undangan sosial ita  seperti ini begitu banyak apalagi sejak menikah akhirnya tiap bulan saya sudah buat anggaran khusus buat angpao/kado untuk acara seperti ini karena dalam sebulan sudah pasti ada dan banyak. Kalau dulu masih cuek-cuek sekarang dengan menyandang nama menjadi Mrs Big tambah banyak deh undangannya, postingan budget pun mau tak mau harus dinaikkan. Namanya juga hidup di lingkuangan masyarakat sosial jadi mesti tetap harus beradaptasi.

Yang mau saya garis bawahi disini sebenarnya lebih ke Mr Big,  di awal kedatangan dia disini, suka komplain soal banyak nya undangan sana-sini yang harus dihadiri walau dia kadang kesal karena aku ajak ya tetap ikut, dan yang kedua dia juga dongkol dengan acara dadakan yang mestinya undangan jauh hari sebelumnya agar dia bisa masukkan di agenda kalendernya untuk di hadiri. Namun karena di acara kenduri, akikahan dan syukuran pasti ada menu specialnya, dan kue-kue nya, ternyata ini faktor terakhir yang membuat dia selalu antusias ikuti acara kondangan dan tentunya mulai bergaul dengan bahasa Indonesianya yang terbata-bata.

Akhir-akhir ini dia suka tanya, “No More Akikah?”!! hahahhah kok dia cari acara akikahan sih, atau dia suka tanya “No More Wedding?’ kebetulan Februari ini agak kurang, ternyata dia mulai benar-benar menjadi orang Indonesia yang hobby ke kondangan dapat makan enak..heehehehh… malah dia lebih ingat kalo frekwensi undangan hajatan berkurang. Tadi aja karena ayam gorengnya enak dia nambah ayam…jadi malu deh sama pak Polisi tapi aku cuek bebek tadi. Dan tadi dia happy sekali karena gak mesti bawa angpao..padahal dia sudah siapin.

Ternyata lingkungan itu sangat berpengaruh ya sama kepribadian seseorang, sekarang Mr Big sudah sangat Indonesia, suka hadiri hajatan, makan nasi walau gak banyak, dan sudah mulai pake jaket kalau naik motor padahal dulu paling anti tuh pakai jaket, mulai juga rada liar mengendarai kendaraan. Sudah mulai lebih ramah dan suka balas sapaan dan senyum lebih banyak. Cuma bahasanya saja yang masih jauh dari harapan,kata andalannnya adalah “apa?, makasih ” dan vocabulary nya mulai  banyak cuma kesulitan untuk menyambung menjadi kalimat, itu adalah PR terberat saya sebagai istri. Ternyata itu tak semudah membalik telapak tangan. Namun untuk kebiasaan sudah sangat INDONESIA,   Siap siap naturalisasi nih !!!!!

Advertisements

Tagged: , ,

4 thoughts on “hobby ke kondangan

  1. pursuingmydreams February 23, 2014 at 1:11 pm Reply

    Hehe untung ada yg spesialnya ya mbak, alias kue-kuenya tuh 😀 .
    Klo aku disini malah nanya ke suami “kamu ga punya teman yaa?? Ko kita ga pernah dpt
    undangan kawinan atauacara apa kek” 😆 sepi acara disini.

    • siti February 23, 2014 at 1:14 pm Reply

      iya itu dia, tiap hari nanya ke aku, ada kondangan gak wkwkwk..malah dia suka, kalo aku ya kdg rempong kan kalo ke kondangan mesti dandan dll…sedang cowok sisa ambil jubah andalan ( batik ) langsung deh..gak ribet

      • pursuingmydreams March 3, 2014 at 6:38 pm

        Hahaha iya cowo sih gampang ya 😀 .

      • siti March 4, 2014 at 12:49 am

        cewek nya ribet banget hahahha mesti dandan dulu rambut sampai ke bawah kalo bapak2 mah pake batik wess sudah siap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: