Advertisements

Menikah itu ….. ( part 1 )


Nih episode pengen curcol tentang perubahan status dari single ke Married alias single ke kawin ( status di identitas / ktp /sim ). Walau baru jalan 7 bulan atas perubahan kata tersebut. kalau saya bisa bahasakan sekarang menikah  itu berarti :

  1. Ganti KTP, karena semua urusan surat selalu berujung di KTP jadi mesti update, langsung ke kantor kantor camat minta diganti KTP, karena sudah E KTP jadi kata petugas mesti nunggu sampai setahun tapi kalau mau pakai KTP nasional biasa saja bayar 75 ribu. Padahal harusnya tak bayar karena ini hanya episode karena ganti status single ke kawin saja seandainya bisa pakai type x aja yaa…sebbel deh aparat suka pungli, pelayanan juga menyebalkan
  2. Sekarang rumah serasa sempit karena sudah ada teman hidup, rumah sederhana dan berdua sama Mr Big, hmmm namanya juga pasangan hidup harus sama – sama donk ya… masa tak serumah, beda aja dulu saya kadang sendiri atau kalau adekku ada di sini ya kita berdua saja sekarang ada yang jagain dirumah. Ada bodyguard lah sekalian ada tempat marah-marah lol
  3. Lebih terkenal di kompleks, sebenarnya sih bukan akunya yang menarik perhatian orang karena Mr Big saja sih, besar tinggi, jenggotan, kulit putih dan mata biru, pakai peci atau kopiah lagi, ayoo pasti tetangga pada melongo nih jarang-jarang bule ber kopiah dan rajin ke Masjid. Terus pasti orang nanya itu suami siapa? dan pastinya bakalan bilang suami perempuan yang sibuk itu hahahaaha…..sekarang saya lebih tenar dari sebelumnya dulu di cuekin sekarang saya di lingkungan dekat rumah langsung di kenal. Pernah saya temanin Mr Big ceramah di masjid beri kultum di subuh hari, dia yang cerita kisah perjalanan singkatnya menjadi seorang muslim dan saya duduk dibawah di samping mimbar mentranslate nya ke bahasa indonesia, wah orang sekompleks dengar loh karena pakai mikrophone….. jadi malu…. maklum waktu itu masih manten baru 🙂
  4. Keberadaaanku gampang di deteksi, kalau ke mall, ke pusat perbelanjaan bareng Mr Big pasti ada aja teman yang lihat dan bbm atau sms kalo lihat saya, berasa seleb wkwkwk norak.com disisi lain saya mulai jenuh jadi perhatian makanya saya suka jalan duluan dan menjauh dari Mr Big, malas saja orang-orang suka lihatin dan bisik-bisik. Kan disini masih jarang pasangan kapur beda sama Jakarta. Bule nya sudah banyak sekali.
  5. Perjalanan keluar kota mulai terbatas, ya namanya juga sudah ada suami, walau sepenuhnya Mr Big selalu kasih kebebasan dan tak mengikat cuma sayang saja kalo ninggalin dia lama-lama. Ya intinya sudah tak sebebas merpati lagi *ngutip kata tanteku …
  6. Susah nego harga , ini kalau berkaitan dengan mau beli sesuatu dan tenteng Mr Big, semuanya jadi mahal, jadinya strategi ku saya selalu suruh Mr Big menjauh ketika mau nego harga untuk barang tertentu
  7. Lebih banyak berkompromi juga, namanya dua manusia disatukan dalam satu rumah, dengan latar belakang budaya yang beda…sangat melelahkan proses adaptasinya namun lama kelamaan sudah mulai bisa bersinergi. Kini jadi lebih bijak dan dewasa
  8. Tanggung jawab ke rumah menjadi lebih besar, walau sibuk berkarir diluar tetap saja karena saya ini orang Indonesia bawaannya double tanggung jawab tetap terpikul, tanggung jawab ke kebersihan rumah, dapur dan lainnya, walaupun Mr Big tipikal bule yang tak mesti diurusin dari a-z tapi tetap saja saya lebih sibuk dan beban dari sebelumnya. Jadi yang masih single silahkan dinikmatin episode nya ya…..
  9. Lebih mesti aware dengan financial planning yang matang, sebagai istri pun tetap merasa berfungsi ganda, impian pribadiku sekarang digabung jadi impian berdua, namun tetap saling bersinergi, kalau Mr Big nya kurang sinergi ya tetap saya yang mesti lebih bersinegi..ini kok kayak slogan BUMN yaa….intinya kerjasama untuk pencapain target mestinya lebih mudah namun kalau salah satunya lebih lambat jadinya tetap terseok-seok. Jadi keduanya mesti beriringan.
  10. Kalau dikantor pulangnya telat, suka disuruh pulang sama bos saya padahal Mr Big juga kadang ngajar kalau malam jadinya saya enjoy-enjoy saja pulang telat.
  11. Walau tak suka di dapur, di week end pasti saya sempatkan coba resep walau cuma pakai tepung premix dan hasilnya lumayan, padahal pengen sih masak tiap hari apa daya saya juga kuli kantoran yang pergi pagi pulang sore bahkan malam biasanya. Tanggung jawab moril memang lebih berat kalo sudah menyandang status “istri”
  12. Dianggap punya tabungan Milyaran sampai salah satu om saya suka telpon soal alat berat yang pernah saya liat brosurnya padahal memang impian ku dari dulu memang pengen punya alat berat buat rentalan passive income, namun setelah menikah dikiranya saya ini pohon duit semua-semuanya disuruh beli cash, adalagi ipar-ipar kakak saya suka suruh beli property disini lah, usaha truk lah, aduhhhhhhh urusin les rumahan kami saja saya terseok-seok bantuin Mr Big adaptasi bahasanya gimana mau urusin bisnis lebih besar sedang saya juga kerja. Memang bicara bisnis itu sangat mudah namun kalau pelaku bisnisnya tak ngerti dan fasih bahasa lokal, bawaannya semuanya kena mahal. Ribet lah… kecuali saya yang turun langsung fokus mungkin masuk akal, tapi tetap donk butuh duitnya sedang pohon uangnya belum  tumbuh baru ditanam hahahhahah! Doakan bibitnya tumbuh subur dan suatu hari bisa panen duit 🙂
  13. Lebih bahagia, ada yang ditelpon kalo ada urgen tanpa harus mikir imbalan untuk segala permintaan tolong, ada yang menyayangi & disayangi, tempat curcol dan tentunya ladang berantem juga, status komplit menjawab semua pertanyaan semua orang yang selalu nanya “kapan nikah” now i am happily married with my lovely Hubby” dan episode pertanyaan berikutnya pun berlanjut “kapan hamil, kapan punya anak” dan itulah dunia …….!

Nih selusin+1 aja dulu ya, ntar postingannya bakalan bersambung terus pokoknya….. !!!!!

Pic belong to www.credit.com

Pic belong to http://www.credit.com

Advertisements

Tagged: , , ,

4 thoughts on “Menikah itu ….. ( part 1 )

  1. Sarashanti February 26, 2014 at 4:53 pm Reply

    lebih seru pas udah nikah apa masih single mbak? hehe 😀

    • siti February 27, 2014 at 12:32 am Reply

      seru dari sisi mana nya nih, seru berantem iyya, terus ada sih beberapa kebebasan dan tanggung jawab yang mesti di emban..

  2. Messa February 27, 2014 at 12:33 am Reply

    Hahhaa, nomor 6 kocak mbak 😀 kenapa coba harga2 musti naik gara2 bule hahaha 😀 enjoy the manten life mbak

    • siti February 27, 2014 at 12:35 am Reply

      ohh itu sudah pasti mbak, tanyain si Noni deh pengalaman dia sama padahal si Matt malah jago bahasa Indonesia, makanya malas bawa dia belanja kemanapun kalo perlu dia di parkirin dulu di pojok lainnnya ..kec kalo harga pas bisa bawa dia… ke pasar2 mahhh semuanya mahal………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: