Advertisements

Serba-Serbi Cultural Shock Bugis vs Bule


Bagi yang nikah sebangsa atau se-suku mungkin keanehan yang terjadi antar pasangan suami istri dan cara pandang yang berbeda bisa lebih kecil dibanding yang nikah beda ras kali ya, kayak saya yang asli Bugis ini dan Mr Big yang ras nya beda, beda dunia, beda ras, beda culture dan pastinya beda suku,  dia ditanya suku juga dia bingung menjawab, kalau di silsilahkan dia aslinya campuran Skandinavian countries, ini versi Mami mertua ya yang cerita panjang lebar tentang asal usul mereka yang ber marga Travena, nah ceritanya di tahun 1800-an  tuh sang kakek buyut nya bermigrasi ke USA. Kalau di silsilahkan dari garis ibunya itu ada darah Inggris, Italy sama Jerman, dan dari Bapaknya ada Irlandia nya. Berarti bukan asli dari USA kan, ya bukan memang pendatang yang sudah lama disana, kan warga asli benua Amerika kan suku Maya.  Jadi kalau ditanyain Mr Big suku apaaa…dia bingung jawabnya, bilang saja Amerikaahhh katanya. 

Mari kita list kelucuan-kelucuan cultural shock yang terjadi diantara kami di rumah imut kami yang saya anggap menyebalkan namun dianggap santai orang bule ekh maksudnya Mr Big.

  1. Sepatu suka ditaro diatas kursi, walau pembelaannya sepatunya baru tak pernah dipakai atau sepatu futsal nya yang notabene kan dipakai indoor dan tak sentuh pasir/rumput asli. Cuma lapangan karpet saja. Di sisi saya orang INDONESIA asli pantang menaroh sepatu / alas kaki apapun di kursi, alas kaki selalu tempatnya di lantai or tempat sepatu atau dos penyimpanan barang. Berulang kali saya sudah bilang jangan dilakukan tapi semalam saya masih lihat sepatu futsal kesayangannya masih ada di kursi….mau marahhhh habis energy ya sudahlah saya rapikan saja ………….!
  2. Sepatu biasa dimasukkan ditas, padahal kan ada tas sepatu khususnya yang saya sudah siapkan,katanya ribet bawa dua tas, jadi masukin saja………Kan sepatu, ya mesti di kantongi karena hakikat sepatu itu injak2 sesuatu yang kotor walau sudah di cuci. Arghhhhh dongkol.com kan! pernah dia traveling kerjaan di luar kota sepatu kerjanya dimasukkin di travel bag bercampur sama baju makanya segera saya kantongi plastik. Ceroboh.com deh
  3. Keteraturan penempatan barang yang tidak terkooordinir dengan baik, misalnya celananya di tumpuk begitu saja. Kalau kita disini biasanya suka gantung biar rapi. 
  4. Boros lap, bayangkan saja, handuk bergambar dollar kesayanganku yang sangat saya sayang pernah dia pake lap motor dia. Akhirnya sejak saat itu saya bilang ini handuk sudah jadikan saja lap motor padahal kan bisa pakai lap lainnya. Kan beda donk handuk untuk manusia sama handuk untuk motor. OMG!!!! Banyak sekali handuk kecil yang sekarang jadi lap motor dia padahal masih layak untuk dipakai. Non, apakah Matt juga demikian juga ?????…. setresss saya jadinya banyak sekali kain bagusku jadi lap sejak Mr Big disini. 
  5. Boros pemakaian, misalnya nih spidol buat dia ngajar kan mestinya bisa di isi ulang, ekh malah dia bilang kenapa gak beli aja kalau sudah habis. Kan kalau kita prinsipnya yang masih bisa di hemat ya di hemat aja.Tinta printer cuma sebulan sudah habis. Semua di print warna. Hemat nya bule emang beda sama hemat nya orang Bugis. Jadinya saya selaku financial controller dirumah jadinya awut-awutan mencocokan dan merelok budget yang sudah tumpang tindih.
  6. Management time, dia sangat disiplin waktu sedang saya kan ya namanya lahir dan besar disni dengan tingkat jam karet tinggi, apalagi saya kalau mau berangkat kan ribet dan rempong, kalau cowok kan sisa pakai celana panjang dan kaos / kemeja sudah siap, kalo perempuan kan agak ribet.com, jadinya lucu kalau mau kemana-mana. 

Yang ini baru enam ya, masih banyak kelanjutannya, soalnya kenapa tiba-tiba ide ini meluncur dan ditulis gara-gara tadi pagi saya lihat sepatu hijau kesayangannya duduk manis di kursi, masih bagus kalau di kursi kalau di meja?…………….memang sih sepatu bersih tapi sepatu itu selalu di bawah alias di lantai ………………………….!!!

Untuk yang lainnya masih banyak sih, jadi kalau kita coba lihat dari out of the box *tsahhhhhh istilahnya. Sebenarnya ini hanya terkait kebiasaan dan didikan dari kecil. Tapi kalau saya anggap ya seru-seru aja sisa di komunikasikan dengan pasangan dengan santun dan Mr Big selalu mengerti……

Bagi yang pelaku kawin campur, pasti mengalami juga dengan pasangannya ya…………..cerita donk apakah ada yang lebih seru? atau lebih lucu?

 

Advertisements

Tagged: , , , , ,

14 thoughts on “Serba-Serbi Cultural Shock Bugis vs Bule

  1. nyonyasepatu March 12, 2014 at 10:46 am Reply

    yang soal sepatu masuk tas, aku juga ngelakuin loh Siti hehe, kayaknya sih karena kurang rapih aja aku. Kalo si Matt, dia punya tas olahraga sendiri dan rapih banget semua2 ada kantongannya. urusan bersih2 dia juga lebih jago makanya lebih sering bersiin dapur dari minyak2 hehe 🙂

    yang menurut aku beda banget itu antara aku sama si Matt emmm apa ya oh dulu kalo kerja (nukang) dia pake pakaian lengkap, sarung tangan, kacamata, boots dan topi sementara kalau aku main pegang2 aja semuanya hahaha trus sekarang si Matt nular deh 🙂 . bersiin kamar mandi aja sekarang dia lupa pake sarung tangan gara2 terikut2 aku 🙂

    • siti March 13, 2014 at 12:25 am Reply

      wahhhh senangnya ternyata matt dulu ribet kalau mau buat sesuatu mr big juga gitu .. harus lengkap tools nya baru mau kerja katanya safety first sedang kita2 langsung saja ….terus ada lagi kebiasaan mr big itu ceroboh sekali misal taro motor sembarang n gak kunci pagar…tahu sendirilah kita mesti jaga2 dimanapun berada, kdg pintu gak di kunci. jadi sy mesti reminding terusssssssssssss ihhhhhhhhh gemmes dehhhhhh

  2. naniknara March 13, 2014 at 12:44 am Reply

    Menyimak sambil senyum-senyum bayangin sepatu nangkring di kursi.
    ditunggu “kelucuan-kelucuan” selanjutnya 🙂

    • siti March 13, 2014 at 12:48 am Reply

      hahhahah itu baru satu mbak masih banyak lainnya… ditunggu deh yang lainnya…

  3. cerita4musim March 13, 2014 at 8:45 pm Reply

    keknya di USA emang gak ada orang asli USA kan kecuali orang Indian, sama kayak di Australia, yang asli hanya aborigin, sisanya imigran2 dari Eropa dan Asia 🙂

    • siti March 14, 2014 at 12:52 am Reply

      iya bener sekali mbak..dan mereka gak ada bahasa daerahnya kayak kita disni…

  4. Messa March 14, 2014 at 10:01 am Reply

    Huahahaha yang nomor 4 handuk dollar jadi lap motor, alamaak… Terlalu itu mbaak 😀

    • siti March 14, 2014 at 10:06 am Reply

      iya tuh handuk sudah jadi warna coklat, mentang2 motor nya baru dan handuk ku sudah lama kan bisa pake lap motor kek….ihhh saya mau marah ..karena capek ya biarin saja …

  5. denaldd November 11, 2014 at 11:23 am Reply

    Aku ketawa2 sendiri baca postinganmu Siti. Jadi menginspirasiku untuk bikin tulisan seperti ini. Thanks for the idea ^^

    • siti November 12, 2014 at 12:34 am Reply

      hahhah iya sebenarnya sangat banyak sekali cuma saya kecapekan posting, maklum saya juga kuli kantr yang kerja tiap hari dan banyak kesibukan lainnya… akhirnya konsistensi menulis kurang,…

  6. paull May 5, 2015 at 2:23 am Reply

    hahahaha… tau ogi siruntu’ tau Barat,,,!! lucu lucu tongeng tu sedding… melo’ki macai na beda memeng ade’e… melo’ki mammekko mancaji abiasangngi matu…hahahahah!!! culture shock yg menggemaskan

    • siti May 5, 2015 at 2:34 pm Reply

      iyeee weei engkato to ogi pale okkoe hehehe, ajena setahun ni lebbi naaa rempongna usedding monro rini..hehheee adaptasinya lamaaaa dan lambat jadi serba mesti sabarrrrr tingkat dewaaa

  7. lidya haris June 11, 2015 at 3:17 pm Reply

    Awwe melo toka se’ding mallakkai bule hahahaha penasaran mbk ribet tp lucu kali ya

    • siti June 12, 2015 at 12:39 am Reply

      iye… reppong ledda………….kesi na……………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: