Advertisements

Pentingnya perjanjian pra nikah / pre enuptial agreement


Karena begitu banyak kawan kawan khususnya calon pelaku nikah campur yang suka nanya soal perjanjian pra nikah dan manfaatnya, untuk kali kesempatan ini saya akan membahas tentang Perjanjian pra nikah atau Prenuptial Agreement, yang mungkin sebagian orang belum mengerti atau belum memahami apa sih yang dimaksud dengan perjanjian pra nikah itu..?? *bahasanya mirip2 infotainment yaa….. qiqiqi!! 

Perjanjian Pra Nikah (Prenuptial Agreement) adalah perjanjian yang dibuat sebelum pernikahan dilangsungkan dan mengikat kedua belah pihak calon pengantin yang akan menikah. Perjanjian pra nikah berlaku sejak pernikahan dilangsungkan dan isinya antara lain mengatur bagaimana harta kekayaan anda berdua (bersama pasangan) akan dibagi-bagikan jika seandainya terjadi perceraian, kematian dari salah satu pasangan. Perjanjian ini juga bisa memuat bagaimana semua urusan keuangan keluarga akan diatur atau ditangani selama perkawinan atau pernikahan berlangsung.

Sebagian orang yang mungkin belum familiar dengan hal ini kemungkinan besar pasti akan bertanya-tanya apakah dengan membuat suatu perjanjian diantara calon pasangan yang akan melakukan pernikahan (menikah) bisa dibenarkan menurut kacamata hukum di Indonesia..

Jawabannya bisa kita lihat disini bahwa sesungguhnya dengan membuat suatu perjanjian yang dilakukan sebelum pernikahan dilangsungkan dengan pasangan kita, sudah barang tentu hal tersebut diperbolehkan menurut hukum yang berlaku di Indonesia dengan catatan pastinya bahwa perjanjian tersebut dibuat tidak boleh bertentangan dengan hukum, agama dan kesusilaan, nilai-nilai moral dan adat istiadat yang berlaku di Negara kita ini.

Bicara dasar hukum tentang perjanjian PraNikah (Prenuptial Agreement) telah diatur oleh hukum kita seperti yang terdapat pada Pasal 29 Undang-undang Nomor. 1 Tahun 1974, begitu juga yang ditegaskan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pada Pasal 47, bahwa sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam, perjanjian perkawinan dapat meliputi percampuran harta pribadi, pemisahan harta pencaharian masing-masing, menetapkan kewenangan masing-masing untuk mengadakan ikatan hipotik (perjanjian dengan pihak Bank, misalnya) atas harta pribadi dan harta bersama. Akan tetapi melakukan Perjanjian PraNikah haruslah juga mempertimbangkan beberapa sisi (aspek) yang antara lainya :

  • Keterbukaan didalam mengungkapkan semua detil kondisi keuangan masing-masing pasangan baik sebelum maupun sesudah pernikahan, dengan merujuk juga kepada berapa banyak jumlah harta bawaaan masing-masing pihak (pasangan) sebelum menikah dan juga menghitung bagaimana dengan potensi pertambahannya sejalan dengan meningkatnya penghasilan atau karena hal lain misalnya menerima warisan dari orangtua masing-masing pasangan.
  • Selanjutnya masing-masing pasangan secara fair harus mengatakan berapa jumlah hutang bawaan masing-masing pihak sebelum menikah, dan bagaimana potensi hutang tersebut setelah menikah dan siapa nantinya yang bertanggung jawab terhadap pelunasan hutangnya, karena perlulah digarisbawahi dalam hal ini bahwa hal tersebut wajib diketahui oleh masing-masing pasangan agar masing-masing pasangan yang akan menikah mengetahui secara persis apa yang akan diterima dan apa yang akan di korbankan jika perkawinan berakhir, sehingga tidak ada pihak yang nantinya merasa dirugikan dari dan akibat timbulnya perceraian tersebut.
  • Kerelaan dan dengan secara sadar bahwa perjanjian pranikah harus disetujui dan ditandatangani oleh masing-masing pasangan (kedua belah pihak) yang pada prinsipnya, secara sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun untuk menandatangan surat perjanjian tersebut tanpa mendapatkan tekanan dalam bentuk apapapun, karena nantinya jika salah satu pihak merasa dipaksa, karena mendapatkan suatu ancaman atau berada dalam tekanan sehingga terpaksa menandatanganinya, maka secara hukum perjanjian pranikah dinyatakan batal dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
  • Selanjutnya cari pejabat yang objektif dan berwenang dalam hal ini. yang pasti sudah barang tentu Notaris yang anda percaya dan jangan lupa juga untuk menentukan dan memilih pejabat berwenang yang notabene memiliki reputasi baik dan bisa menjaga obyektifitas, sehingga dalam membuat isi perjanjian pranikah tidak berat sebelah (timpang) sehingga diantara pasangan masing-masing bisa mendapatkan keadilan sesuai kesepakatan didalam isi perjanjian tersebut.

Dengan telah dibuatnya Perjanjian PraNikah dihadapan Notaris yang anda percayai maka langkah selanjutnya surat Perjanjian PraNikah tersebut yang telah anda tandatangani berdua haruslah juga dicatatkan pula dalam lembaga pencatatan perkawinan, yang artinya bahwa pada saat pernikahan dilangsungkan perjanjian pra nikah juga harus disahkan pula oleh pegawai pencatat perkawinan (KUA mauapun Kantor Catatan Sipil) tempat dimana anda berdua melangsungkan perkawinan.

Secara singkat saya uraikan bahwa umumnya biasanya perjanjian pranikah dibuat untuk memberikan kepentingan dan perlindungan hukum terhadap masing-masing pasangan dengan tujuan melindungi atau memproteksi harta bawaan masing-masing, suami ataupun istri, sepanjang bahwa isi dari surat perjanjian PraNikah tersebut tidaklah bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, hukum dan agama, seperti sudah saya uraikan diatas.

Perjanjian pra nikah adalah perjanjian antara kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan di hadapan notaris. Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur mengenai perjanjian pra nikah. Pasal 29 menyebutkan:
1.    Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh Pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut.
2.    Perjanjian tersebut tidak dapat disahkan bilamana melanggar batas-batas hukum, agama, dan kesusilaan.
3.    Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak perkawinan dilangsungkan.
4.    Selama perkawinan berlangsung perjanjian tersebut tidak dapat dirubah, kecuali bila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk merubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga.

Di Undang-Undang Perkawinan, disebutkan bahwa dalam perjanjian pra nikah dalam pasal ini tak termasuk taklik-talak. Secara awam dan garis besar, perjanjian pra nikah dapat digolongkan menjadi 2 macam, yakni Perjanjian Pemisahan Harta Murni dan Perjanjian Harta Bawaan.

Untuk Perjanjian Harta Murni, dalam artian benar-benar memisahkan seluruh jenis harta kedua belah pihak selama perkawinan berlangsung, termasuk penghasilan yang didapat, utang dan segala macam harta, baik yang didapat sebelum pernikahan maupun yang didapat setelah pernikahan. Kemudian mengenai pengeluaran-pengeluaran rutin keluarga (uang belanja keluarga, pendidikan anak, asuransi, dan lain-lain) selama dalam tali pernikahan biasanya ditanggung secara keseluruhan oleh suami. Namun tidak mutlak, tergantung kesepakatan kedua pihak.

Kemudian, Perjanjian Harta Bawaan dalam perjanjian ini yang menjadi objek perjanjian hanyalah harta benda bawaan milik para pihak sebelum terikat tali perkawinan. Sedangkan harta yang nantinya didapat setelah terjadinya pernikahan menjadi harga bersama (harta gono-gini) dan pengeluaran rutin keluarga dibicarakan bersama.

Namun, seiring berkembangnya zaman dan emansipasi kaum wanita dewasa ini, maka tidak menutup kemungkinan perjanjian pra nikah tersebut tidak memuat mengenai harta benda, melainkan mengenai hal-hal lain yang dirasa lebih perlu contohnya proteksi diri oleh pihak istri terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.Bahkan bisa ditambahkan bahwa jika terjadi resiko perceraian anak hasil pernikahan ikut ibunya, karena banyak kejadian perceraian yang berakhir dengan  kenyataan sang anak dibawa kabur bapak nya yang WNA ke luar negeri, kasihan kan ibu nya yang secara biologis harusnya mendapatkan hak asuh.

Perjanjian pra nikah memang masih belum ’populer’ di kalangan masyarakat Indonesia, malah dianggap tabu dan negatif. Karena hal ini masih dianggap ’pamali’ karena memikirkan perceraian terlebih dulu sebelum menikah.Padahal kalau menurut saya, bahkan menikah dengan sesama WNI pun harusnya membuat perjanjian ini, sebenarnya hakikatnya melindungi kedua belah pihak dari kerugian, bukan cuma wanita nya, jadinya kalaupun terjadi resiko itu ya setidaknya jalurnya sudah pasti sama sama adil.

Coba kita lihat manfaat perjanjian pra nikah :

1.    Dapat menimbulkan sikap saling terbuka antar pasangan dalam hal keuangan. Masing-masing pihak dapat mengekspresikan kemauannya dalam perjanjian ini.Misalnya saja saya sudah diskusikan dengan Mr Big terkait harta bawaan masing masing dan kondisi financial kita, tetap tak semuanya harus diungkap donk sebagai wanita yang punya income sendiri pun kita mesti donk proteksi privacy masalah uang dan gaji, ya gambarkan saja garis besarnya. Ingat bahwa uang bisa sangat berbahaya bahkan ke orang yang sangat kita cintai sekalipun, makanya tetap lindungi diri sendiri dari ancaman pria pria yang banyak juga cuma mau memanfaatkan istri. Harus  Smart lah dalam hal ini 🙂

2.    Menghindari sifat boros salah satu pasangan. Dalam hal salah satu pasangan mempunyai indikasi boros, maka dengan adanya perjanjian ini dapat menyelamatkan rumah tangga perkawinan mereka nantinya. Dengan adanya perjanjian ini, maka pihak yang boros harus menaati semua aturan-aturan yang sudah disepakati dalam perjanjian pra-nikah.

3.    Menghindari dari maksud buruk salah satu pasangan. Seringkali pernikahan menjadi suatu sarana untuk memperoleh keuntungan atau kekayaan dari pihak lain. Menikah kemudian mengajukan gugatan cerai untuk mendapatkan harta gono gini. Dengan adanya perjanjian pra nikah ini maka akan melindungi harta benda dari rebutan pihak lain.Banyak pernikahan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri hancur setelah puluhan tahun dibangun dengan cinta, karena tak ada perjanjian pra nikah, akhirnya harta semuanya dibagi dua, yang nelangsa sang istri karena sang istrilah yang punya income lebih dari suaminya dan membawa banyak harta bawaan dan paling nelangsa lagi sang suami setelah cerai mendapat semua fasilitas dan menikah lagi dengan mahasiswi nya kebetulan sang suami dosen, sekarang pasangan suami istri ini hidup dirumah hasil pembagian harta dan mobil juga hasil bagi harta yang sebenarnya istrinya lah yang dokter itu yang menghasilkan semuanya. Saya aja sebagai tetangga jadi sakit dan miris melihat kenyataan ini, so ladies  be SMART !!!

4.    Melindungi salah satu pihak dari tindakan hukum. Apabila salah satu pihak mengajukan kredit (misalnya kredit rumah) biasanya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kredit oleh suami-istri sehingga utang kredit tersebut ditanggung bersama. Namun, dengan adanya perjanjian ini, maka yang mengajukan kredit bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan bukan menjadi utang bersama.Sama kayak saya kemarin, mengajukan KPA setelah pernikahan dan atas nama saya karena menggunakan uang murni hasil kerja sendiri dan juga cicilannya pun mengikat ke diriku, nah kalau ada apa apa ya yang tanggung jawab aku, kenapa Mr Big punya kewajiban tanda tangan karena kami terikat pernikahan. Jadi harta bawaan dia akan tetap aman dari penyitaan jika saya tak sanggup bayar KPA ku.

5.    Bagi perempuan WNI yang menikah dengan lelaki WNA, sebaiknya mereka memiliki perjanjian pra nikah, untuk memproteksi diri mereka sendiri, karena kalau tidak, maka perempuan WNI tersebut tidak akan bisa membeli tanah dan rumah atas namanya sendiri. Selain dari pada itu, perjanjian ini dapat pula memuat mengenai kewarganegaraan anak yang nantinya dilahirkan dari perkawinan campuran, bahwa anak yang nantinya dilahirkan akan mengikuti kewarganegaraan ibu dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya pekerjaan ibu yang berlokasi di Indonesia.Point ke 5 ini khusus untuk pelaku kapur nih,

Apa manfaat perjanjian pranikah bagi kaum  perempuan?

Beberapa manfaat bagi pasangan calon pengantin, khususnya wanita antara lain:

  • Bila terjadi perceraian maka perjanjian pranikah ini akan memudahkan dan mempercepat pembagian harta, karena sudah pasti harta yang akan diperoleh masing-masing, sudah jelas apa yang menjadi milik suami dan apa yang menjadi milik istri, tanpa proses yang berbelit belit sebagaimana bila terjadi perceraian.
  • Harta yang diperoleh isteri sebelum nikah, harta Bawaan, harta warisan ataupun hibah tidak tercampur dengan harta suami. Menjadi jelas harta milik istri apa saja.
  • Dengan adanya pemisahan hutang maka menjadi siapa yang berhutang dan jelas siapa akan yang bertanggung jawab atas hutang tersebut. Untuk melindungi anak dan Isteri, maka isteri bisa menunjukan perjanjian pra nikah bila suatu hari suami meminjam uang ke bank kemudian tidak mampu membayar, maka harta yang bisa diambil oleh Negara hanyalah harta milik pihak tersebut (siapa yang meminjam) atau harta suami bukan dari harta isteri.
  • Isteri terhindar dari adanya kekerasan dalam RT, bisa dalam artian fisik ataupun psikis, misalnya istri bisa mengembangkan kemampuannya dengan boleh bekerja, menuntut ilmu lagi, dll Karena tidak jarang terjadi ketidakseimbangan dalam berinteraksi antara suami dan isteri, salah satu pasangan mendominasi yang lain sehingga terjadi perasaan yang terendahkan dan terkekang dalam berekspresi.
  • Untuk isteri yang ingin mendirikan PT maka ia bisa bekerjasama dengan suami karena sudah tidak ada lagi penyatuan harta dan kepentingan, bukan pihak yang terafiliasi lagi.

Perjanjian pranikah tidaklah seburuk yang kita duga, sebab jika kita bisa terlusuri lebih jauh ternyata cukup banyak manfaat yang bisa didapat terutama pagi pasangan yang membutuhkannya dan terutama anak-anak. Dan ingat bahwa banyak juga wanita atau pasangan bilang ‘akh gak usah buat maklum saya tak punya harta bawaan “!! nah kan sudah dijelaskan diatas bahwa bukan cuma itu yang di masukkan dalam klausul perjanjian nya, kan bisa masukkan gimana nanti pembagian income? hak asuh anak jika terjadi resiko cerai, atau yang paling penting bagi pasangan kawin campur WNA & WNI wajib buat, karena jika tidak, maka sang WNI akan kehilangan hak beli property di Indonesia. Mengapa ???karena dengan terjadinya pernikahan dengan WNA berarti terjadi pencampuran harta dengan sang WNA, sedang hukum di Indonesia sendiri tak memperbolehkan kepemilikan property untuk WNA, jadi kenapa dengan ada nya perjanjian tersebut memisahkan harta sang WNI dan WNA, yang mengatur dikemudian hari pun jika WNI mau membeli property tak akan bercampur dengan harta sang WNA. Bahasa sederhananya begitu. Maklum background saya bukan praktisi Hukum, tapi demikianlah yang saya tangkap untuk case ini.

Untuk pengkajian lebih dalam terkait UU nya bisa masuk di  group Komunitas Kawin Campur dan bisa download contoh file nya bagi yang membutuhkan .

Langkah-langkah pembuatan pre enuptial agreement bagi calon pengantin sbb :

  1. Membuat draftnya, draft bisa diminta dari kantor NOTARIS terdekat dari rumah anda, untuk draft contekan bisa lihat disini
  2. Konsultasi dengan notaris, cari notaris yang anda kenal, teman atau referensi dari teman, harga bisa berbeda beda tergantung reputasi notaris padahal sebenarnya isi nya sama. Untuk yang butuh info notaris di Makassar bisa coba di teman saya *nebeng promosi. kartu namanya aku share juga ya, kalau soal perjanjian pra nikah teman saya ini sudah khatam, beberapa pelaku kapur di Makassar dia yang buatkan. Termasuk saya dan Mr Big. Dan harga negooooo donk 🙂
  3. Cek ulang isi draft dengan pasangan dan kalau semua klausul sudah okay, oh kelengkapan berkas cuma KTP dan passport WNA nya. Dan juga bukti kepemilikan harta bawaan misalnya SHM rumah, BPKB kendaraan dan lainnya.
  4. Dalam 3 hari bisa tanda tangan bahkan sehari pun bisa, tanda tangan berdua dihadapan notaris.
  5. Akan ada dua rangkap, satu buat kita dan satunya buat Notarisnya.
  6. Kompulir Perjanjian ini ke pihak KUA sewaktu mengurus berkas pernikahan
  7. Petugas KUA akan meng copy dan menfilingkan sebagai rangkaian berkas di KUA
  8. Dalam buku nikah, di halaman terakhir akan ada centangan bagian ada perjanjian  dan di coret TIDAK berarti YA. Ini berarti perjanjiannya sudah syah.
  9. Aslinya disimpan sebagai arsip.
  10. Ada beberapa pendapat menyatakan bahwa ini perlu didaftrakan di pengadilan, pengalaman saya notaris saya ke pengadilan negeri dan pengadilan agama, mereka menolak dan katanya tak perlu di daftarkan. Mungkin ada share teman-teman yang ada pengalaman terkait ini.
  11. Ada pula pendapat menyatakan mesti didaftarkan ke CAPIL, saya sudah coba lakukan malah petugas CAPIL bingung jadinya. so saya keep saja dirumah buat filing dan arsip kami.
  12. Range biaya perjanjian pra nikah untuk di kota sebesar Makassar Rp1 juta – 2 juta. Bisa nego kok! Kalau di Jakarta atau kota kota lainnya, bisa lebih mahal apalagi jika ketahuan calonnya WNA! Siap siap di mahalin 😀 !!!

Saya rasa cukup panjang bahasan tentang pre enup ini, dan kata penutup jika ada yang masih tanya lagi apakah perjanjian ini perlu, maka saya akan jawab SUPER SUPER SANGAT PERLU!! Mau menikah dengan WNI atau WNA sama SANGAT SANGAT PERLU !!!!

Kalau butuh info bisa call ke nomor dibawah ini!

Efek dikasih harga miring makanya dibantu promosikan sekaligus bantuin bagi yang butuh info !

Efek dikasih harga miring makanya dibantu promosikan sekaligus bantuin bagi yang butuh info !

*sumber http://www.kompasiana.com & ringkasan berbagai artikel 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

53 thoughts on “Pentingnya perjanjian pra nikah / pre enuptial agreement

  1. nyonyasepatu March 21, 2014 at 4:01 pm Reply

    Panjang dan lengkap banget siti hehe

    • siti March 22, 2014 at 7:37 am Reply

      Iya, biar ingat, aku sendiri berusaha memahami detail manfaat pre enup ini, soalnya juga banyak yang suka nanya…

  2. Indah Susanti July 5, 2014 at 10:53 am Reply

    Bagus sekali kajian dan analisa mbak..semoga banyak perempuan Indonesia yang mempertimbangkan ini. Aku juga pakai pren-up 🙂

    • siti July 5, 2014 at 12:23 pm Reply

      iya saya juga untung sebelum nikah gabung di KKC jadinya tahu dikit ..banyak teman yang gak tahu.. kalau menurutku sih bukan pelaku kapur pun seharusnya buat sebelum nikah…

  3. retri August 16, 2014 at 10:07 pm Reply

    hello mbak Siti, salam kenal. Nama saya Retri.Akhir2 ini saya nggak berhentinya liat blog nya mbak buat nambah ilmu tentang itas,kitas sponsor istri sbg. Dan saya mo nanya soal perjanjian pranikah. Kita menikah 4 tahun yang lalu di Belgia tanpa perjanjian pra nikah ( harta yang dibeli selama perkawinan harta bersama) sejak menikah kita menetap di Perancis, brhubung karena kita mo pindah ke indonesia dan ingin membeli property , seorang agent property warga negara Perancis bilang tanpa perjanjian pranikah saya tidak bisa membeli kecuali jika kita mengubah perjanjian pranikah kita sebelum pindah ke indo. Saya dan suami berniat melakukan pengubahan dalam waktu dekat yang mana melalui notaris di belgia, yang mau saya tanyakan apakah perjanjian pranikah yang akan kita ubah disini setelah pernikahan dapat saya gunakan untuk membeli property hak milik di indonesia?Pernikahan kita sudah saya Catatkan Di KBRI paris tapi belum di indonesia.Rencananya akan saya catatkan di Capil setelah kita sampai di Indo. Mohon dibantu ya mbak dan terima kasih sebelumnya

    • siti August 17, 2014 at 1:54 am Reply

      salam kenal mbak retri,
      makasih sudah mampir disini semoga bermanfaat ya … ilmunya…
      untuk info awal tadi mbak bilang tak punya pre enup kan terus mau rubah sebelum pindah..yang dirubah pre enup yang mana bukannya belum punya….

      boleh di perjelas…. ?

  4. retri August 17, 2014 at 7:23 am Reply

    Begini mbak Siti,intinya pre enupnya kita buat setelah menikah. apakah pre enup stelah menikah ini memang bisa kita gunakan tuk membeli property di indonesia atau sudah terlambat?
    makasih ya mbak Siti

    • siti August 17, 2014 at 12:39 pm Reply

      pre enup kan asal kata pre ( sebelum ) kalau sudah nikah bukan pre enup lagi nama nya..teman saya yang notaris pernah saya tanyakan dan belum dapat jawabnnya ..coba saya beri link dari grup Komunitas kawin campur tentang pre enup ya…

  5. retri August 18, 2014 at 10:56 am Reply

    ya saya sudah banyak baca sebelumnya mbak Siti mengenai Pre enup, katanya sudah terlambat. tapi Di belgia bisa dibuat setelah perkawinan. Mungkin namanya sudah beda (perjanjian pemisahan harta).Urusannya ribet sekali harus melalui pengadilan dan seperti mo cerai saja.Dulunya saya sudah pasrah, tapi suami ngotot mo bikin karena ada teman agent property di Bali (warga negara Perancis) yang menyarankan membuatnya sebelum kita pindah ke Indonesia.
    Mangkanya saya jadi bingung.plus takut kalo disini sudah capek2 dibuat ternyata di Indonesia tidak bisa digunakan untuk membeli property hak milik atas nama saya. Karena untuk membuat perjanjian yang di Belgia, kita di sarankan menjual aset yang dibeli selama dalam pernikahan empat tahun ini. diantaranya apartemen tempat kita tinggal sekarang ini.
    maaf ya mbak Siti jadinya malah berkeluh kesah… soalnya saya tidak tahu harus bagaimana? ada solusi beli property dengan meminjam nama kakak atau orang tua saya, tapi saya takut mbak secara ibu saya sudah meninggal dan Ayah saya menikah lagi dan punya 2 anak dengan istri yang baru.
    Makasih banyak ya mbak Siti.. saya ikuti terus blog nya Mbak karena banyak sekali membantu dan manfaatnya tuk mendatangkan suami dalam waktu dekat.

    • siti August 18, 2014 at 2:20 pm Reply

      kalau menurut apa yang saya baca banyak kasus seperti mbak mereka mensolusikan dengan pakai nama kakak atau saudara yang bisa di percaya baru nantinya di hibahkan… itu sih yang mereka lakukan cuma kan proses penghibahan belum terjadi baru dalam tahap nebeng di keluarga… , saya jg pernah baca kalau di LN bisa buat perjanjian pisah harta kayak mbak buat di Belgia itu..
      nah so far saya tanya ke teman notaris disni dia jawabnya tetap kalau dah nikah baru buat itu gak bisa,,ntar kalo gak roaming lagi aku tanyain ya… soalnya saya msih di luar

  6. retri August 18, 2014 at 8:56 pm Reply

    Saya temukan ini mbak Siti mengenai perjanjian pra nikah di Indonesia sudah bisa dibikin setelah menikah. Tolong dilihat ya mbak dan terima kasih.
    http://wolipop.detik.com/read/2013/03/08/180330/2189917/854/di-indonesia-sudah-bisa-bikin-perjanjian-pasca-nikah-tapi

    • siti August 18, 2014 at 9:02 pm Reply

      iya nnti aku cek ya..

  7. siti August 27, 2014 at 5:36 am Reply

    aku baru sempat baca link dan tanya teman yang jago bahas ini katanya kalau post enup bisa tapi mesti dibuat di Indonesia dengan penetapan pengadilan..kalau dari luar negeri kayaknya tidak bisa..semoga membantu mencerahkan…………

  8. Lidya January 7, 2015 at 11:36 am Reply

    Terima kasih untuk ulasannya sangat membantu, saya sudah membuat prenup dan akan menikah di USA, dan saya melaporkan prenup saya ke capil sebelum berangkat untuk menikah atau setelah saya balik dari USA ? Untuk bisa diakui keabsahan prenup tsb. Mohon pencerahaannya, mungkin ada yang memiliki pengalaman yang sama dengan saya. Terima Kasih

    • siti January 8, 2015 at 1:45 pm Reply

      saya kurang jelas soal prenup apakah di akui di luar negeri, karena kami menikah disini dan tinggal disini.. saya pernah baca prenup ada yang dua bahasa atau buat lagi di negara suami … karena kan kalau cuma prenup bahasa Indonesia hanya berlaku di Indonesia..

      • asri February 26, 2015 at 1:26 pm

        Hello mba siti! Salam kenal.. beruntung sekali liat blog ini saya mau tanya kalo bikin prenup di negara calon suami bisa?? Saya rencana akan menikah di hungaria. Apa nantinya prenup saya bisa berlaku di indonesia?? Thaks mba

      • siti February 26, 2015 at 2:44 pm

        setahu saya prenup dibuat di indonesia tak berlaku di negara lain kan bahasanya saja bahasa indonesia kalau mau aman buat di kedua negara..

  9. Linda March 1, 2015 at 6:37 am Reply

    Mbk boleh kasih contoh isi dari perjanjian pranikah nya? Saya bingung dengan isi perjanjian pranikah yang mau saya buat, share ke lindasavard9@gmail.com

    • siti March 3, 2015 at 5:33 am Reply

      perjanjian pranikah konsepnya sangat pribadi tergantung masing2 pasangan, saya tak pernah scan draft saya karena langsung dibuat di notaris.intinya sih harta sebelum nikah ya milik murni si istri dan harta setelah nikah ya gono gini, terus bisa ditambakan soal jika terjadi percerain hak asuk jath ke tangan istri… ( semoga tak terjadi ), pembagian pembayaran RT yang bayar suami dll. jika terjadi KDRT ya akan terjadi percerain… ..intinya perjanjian ini melindungi hak kaum wanita…………..
      ada di tiap notaris kok draftnya..saya pun dikasih dari notaris waktu itu…………….

      • Linda March 3, 2015 at 8:16 am

        Iya saya juga di kasih contohnya, tapi sedikit meragukan masalahnya saya ingin melakukan perkawinan campuran, apa beda perjanjian pranikah ttg harta gono gini dengan perjanjian pranikah untuk kawin campur, karna saya ingin menjaga hak saya untuk ttp bisa memiliki property di indo meskipun menikah dengan WNA.

      • siti March 6, 2015 at 2:02 am

        perjanjian pra nikah itu didalamnya sudah termaktub pisah harta.. jadi gak usah dbuat banyak banyak kayak gitu dalam satu perjanjian semua termaktub 1-10 juga dimasukkkin gak papa asal kedua belah pihak setuju

  10. mia June 10, 2015 at 11:35 am Reply

    Mbak sy mau menikah tp calon sy diminta menikahi siri janda hamil diluar nikah.calon sy akan menceraikan janda itu setelah anakya lahir.tp sy ingin ada perjanjian hitam diatas putih dan dia juga mau ditutut secara hukum atau bayar denda klu berani selingkuh.tp gmana ya cara bikin surat peranjianya boleh minta tolong dikasih contoh

    • siti June 11, 2015 at 1:14 am Reply

      ke notaris aja kalau mau buat surat perjanjian yang sifatnya mengikat dan tentunya bisa dijadikan justifikasi untuk menuntut si suami kalau melanggar janjinya. isi terserah mbak nanti si notaris yang review ,..

  11. ila June 16, 2015 at 9:17 am Reply

    Hi mbak siti,
    Aku ila senengnya ‘nemu’ blog mba, kebetulan aku mau buat prenuptial setelah dpt draft dr notaris di Denmark kok rasanya gk ada yg sreg ke aku krn semua isinya pemisahan harta bahkan apabila terjadi kematian harta jatuh ke negara bukan ke istri/suami yg ditinggalkan dan anak…hiks…gk ada harta bersama, gk ada hak asuh anak (setelah menikah tinggal di Denmark), pembagian income, kdrt, pokoknya yg melindungi aku atau garansi hidupku dlm perkawinan, apalagi aku nurut’in calonku tinggal di Denmark setelah menikah…hiks…aku harus gmn yah mba mohon share nya…thx so much

    • siti June 16, 2015 at 9:25 am Reply

      kalau di Indonesia poin penting perjanjian pranikah bisa kita sepakati bersama, apakah disana harus sesuai format mereka, tanyakan ke notaris disana dulu jangan mau tanda tangan kalau menurut mbak tak berpihak ke mbak..apa artinya buat perjanjian kalau isinya tak berpihak ke kita….

      • ila June 17, 2015 at 5:32 am

        Iya mba smlm aku diskusikan ke calon mengenai harta bersama setelah menikah dia ok, tp untk pasal jika terjadi kdrt atau perselingkuhan dia gk setuju alasannya gak ada di peraturan prenuptial ttg itu dan katanya itu konyol…pdhl itu bs jd perlindungan aku klo ada apa2 di Denmark, krn dipasal itu aku mau jika terjadi kdrt or perselingkuhan oleh suami dgn bukti2 maka dia hrs membayar denda kesalahannya sejumlah uang yg diikuti dgn perceraian….
        Sebenernya kita bisa gak yah mba memasukan pasal itu keperjanjian?

      • siti June 22, 2015 at 2:10 pm

        aku masukkan kok itu…sebagai jaga jaga saja… semua isi perjanjian tergantung kesepakatan berdua kok..

  12. Yeni Permatasari June 30, 2015 at 3:03 pm Reply

    Agar kita tidak dirugikan

    • siti July 1, 2015 at 1:20 pm Reply

      bener sekali mbak buat proteksi diri

  13. Diana Idola July 27, 2015 at 1:41 pm Reply

    Halo mbak..artikel nya bagus^^ saya kebetulan berprofesi sebagai notaris dan saya merasa bahwa di Indonesia perjanjian pernikahan jadi semacam hal yang tabu, kadang2 malah ada yang marah-marah kalau dibilang pasangannya mau buat perjanjian pranikah. Padahal menurut saya ga perlu begitu. Apalagi yang mau menikah dengan orang asing, banyak yang akhirnya setelah menikah tanpa perjanjian pernikahan terlebih dahulu, beli tanah pakai nama orang lain dan akhirnya bermasalah ketika akan menjual kembali atau mewariskan tanah tersebut. Bagus banget mbak menggugah kesadaran untuk buat prenup dengan artikel ini. oh ya, salam kenal ya untuk mbak dan juga pembaca lain, dan bila punya twitter sudilah berteman dengan saya di @Blessediana , terima kasih^^

    • siti July 28, 2015 at 12:40 am Reply

      thanks mbak diana sudah mampir dan komen disini, ya banyak sekali pembaca disini yang bingung oh ya sekalian ada salah satu pembaca blog saya yang punya case unik, boleh saya tanyakan disini ya mbak karena saya barusan dapati case seperti ini, si mbak wni suami dulu wni dan jadi wna namun nah si wni sewaktu masih suaminya wni beli/dapat tanah SHM namun skrg suami wna, nah apakah ini juga mesti segera diturunkan jadi SHGB ya? soalnya selama ini yang saya dapati kebalikannya….

  14. Diana Idola August 19, 2015 at 7:44 am Reply

    Mbak, mohon maaf baru balas, sedang agak jarang buka blog, begini mbak kalau sepengetahuan saya, untuk kepemilikan tanah di Indonesia, Warga Negara Asing hanya boleh memiliki Sertipikat Kepemilikan Gedung saja, artinya dalam kasus mbak wni tersebut, SHM (Hak Milik), SHGB (Hak Guna Bangunan), SHGU (Hak Guna Usaha) tidak boleh lagi atas nama mbak wni karena suaminya sudah Warga Negara asing dan kalau dia sebelumnya tidak membuat perjanjian kawin, sehingga kepemilikan SHM tersebut harus dialihkan ke nama lain (dijual atau dihibahkan) yang sepenuhnya Warga Negara Indonesia, paling lambat satu tahun sejak suaminya berubah kewarganegaraan menjadi asing. Walaupun diturunkan jadi SHGB tetap tidak boleh dimiliki oleh mbak wni, karena statusnya tetap dia “separuh WNA”.
    Ini saya kutip dasar hukumnya ya,
    Berdasarkan
    pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 tahun 1960 :

    “Orang asing
    yang sesudah berlakunya Undang-Undang ini memperoleh hak milik karena pewarisan
    tanpa wasiat atau percampuran harta
    karena perkawinan, demikian pula warga Negara Indonesia yang mempunyai hak
    milik dan setelah berlakunya Undang-Undang ini kehilangan kewarga-negaraannya
    wajib melepaskan hak itu didalam jangka waktu satu tahun sejak diperolehnya hak
    tersebut atau hilangnya kewarga-negaraan itu. Jika sesudah jangka waktu
    tersebut lampau hak milik tidak dilepaskan, maka hak tersebut hapus karena
    hukum dan tanahnya jatuh pada Negara, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain
    yang membebaninya tetap berlangsung.”

    Sehingga
    berdasarkan peraturan tersebut di atas, WNI harus melepaskan hak atas tanah itu
    dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dia menikah dengan WNA tersebut.

    Berdasarkan Pasal 21 (ayat 3) UUPA
    dan dengan adanya percampuran harta akibat perkawinan, bagi WNI dalam
    perkawinan campuran, syarat utama untuk mendapat hak kepemilikan atas tanah
    adalah Warga Negara Indonesia tunggal (tidak berkewarganegaraan ganda) dan
    memegang perjanjian kawin.

    Berdasarkan
    Pasal 42 dan 45 UUPA dan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah Nomor
    40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak
    Pakai (HP) atas tanah, WNA dapat memiliki Hak Pakai dan Hak Sewa saja. Sehingga
    WNI yang menikah dengan WNA tanpa perjanjian kawin otomatis digolongkan sebagai
    subyek hukum yang hanya berhak untuk mendapatkan Hak Pakai atau Hak Sewa.

    Berdasarkan
    Pasal 45 PP 40/1996 Hak Pakai dapat diberikan di atas tanah dengan status tanah
    negara, tanah hak pengelolaan dan tanah hak milik. Jangka waktu Hak Pakai
    adalah 25 (dua puluh lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 20
    (dua puluh) tahun.

    Demikian, semoga membantu,

    Regards,
    Diana Hotmarito-Notaris-Twit me @Blessediana

  15. widiya October 24, 2015 at 6:22 am Reply

    Salam kenal mbak… mbak aku mau nanya surat prenup harus dilegalize oleh kemenhum dan kemenlu utk kesahan ducument tersebut??

    • siti October 24, 2015 at 6:28 am Reply

      saya belum pernah dengar kalau prenup harus dilegalisasi di tiga department yang ada adalah buku nikahnya yang di legalisasi di tiga department coba baca blog ini saya baru tulis kan yahh…

  16. devy October 24, 2015 at 7:26 am Reply

    Dear,
    Mba Siti

    Terima kasih atas sharingnya,Mba. Mba Siti, saya dan pasangan saya akan menikah di US. Apakah bisa saya membuat perjanjian pra nikah tanpa pasangan sy hadir ke Notaris dan baru dilaporkan ke catatan sipil setelah kami menikah di US lalu kami nanti kembali Indonesia? Karena pasangan sy sudah balik ke US setelah kami bertunangan.
    Mohon sarannya Mba Siti. Terima kasih sebelumnya Mba Siti

    • siti October 24, 2015 at 12:03 pm Reply

      preenup agreement harus disign berdua sama wna nya di depan notaris.. , kalau mau nikah di US buatnya di USA saja nanti translate saja ke bahasa indonesia..

  17. devy October 24, 2015 at 7:35 am Reply

    Dear Mba Siti,

    Terima kasih utk sharingny Mba, sangat membantu bagi sy yg tdk mengerti ttg Pren-Up. Mba, sy mau menikah di US,pasangan sy sekarang sudah balik ke US. Apakah bisa membuat Pren-up di Indonesia tanpa pasangan sy hadir di Notaris ( dokumen yg perlu pasangan sy ttd dikirim ke US utk dia ttd setlah itu di kirim lg ke Indonesia)?.
    Terima kasih atas perhatiannya dan mohon sarannya Mba Siti.

    Salam
    Devy

    • siti November 6, 2015 at 1:59 am Reply

      setahu saya wajib hukumnya tanda tangan di depan notaris…

  18. yenny November 10, 2015 at 2:24 am Reply

    halo mbak siti, ada teman info ke saya. katanya untuk pasangan yang nikah campur. kalo sang istri (WNI) membeli rumah/ tanah setelah menikah. maka status tanah / rumah tersebut hanya berlaku 25 tahun, setelah 25 tahun pemerintah berhak mengambil/menyita. karena suami adalah WNA, apa benar mbak? saya belum konfirmasi dengan notaris sih. tapi pengen dengar pendapat teman2 lain.

    • yenny November 10, 2015 at 2:31 am Reply

      setelah saya baca2 postingan sebelumnya mbak diana idola juga pernah mencantumkan soal hak guna selama 20 atau 25 tahun

      “Berdasarkan Pasal 21 (ayat 3) UUPA
      dan dengan adanya percampuran harta akibat perkawinan, bagi WNI dalam
      perkawinan campuran, syarat utama untuk mendapat hak kepemilikan atas tanah
      adalah Warga Negara Indonesia tunggal (tidak berkewarganegaraan ganda) dan
      memegang perjanjian kawin”

      berarti maksudnya kalau kita ada prenup dan WNI tunggal , sebagai istri WNI kita masi bisa memiliki harta di indonesia?

      • siti November 10, 2015 at 4:31 am

        iya setahu saya seperti itu mbak Yenny.

    • siti November 10, 2015 at 4:36 am Reply

      selalu kembali ke pihak pasangan campur apakah mereka punya perjanjian pranikah sblum nikah? kalau ada berarti tak masalah , kalau tidak berarti semua aset nya harus dalam 1 tahun di pindahtangankan / jual / hibahkan ke orang lain karena kalau tidak negara akan mengambil alih. Untuk yang maksudhnya 25 thn itu pasti adalah SHGB. Nah kadang pun pihak bank tak mau menjual kalau sudah tahu yang beli ini pasangan campur yang tak ada prenup..

  19. Elvira April 6, 2016 at 10:33 pm Reply

    Hi Mba salam kenal, saya MAU tanya saya jalar saya buat prenup di USA apakah bisa berlakunya dan siguen akan di indonesia pada Saat saya beli properti, dikarenakan saya tinggal di Spanyol dan calon suami saya warga negara Amerika dan kami berencana menikah civil di Amerika , saya tanya ke KBRI di new York mereka blg bisa buat prenup di USA dan di legalisir oleh notaris di USA dan ditranslate ke bahasa indonesia dan di kirim ke KBRI di new York untuk di daftarkan atau di legalisir.
    Tapi yang saya mau tanya apakah ada undang2 yang menyatakan bahwa prenup yang dibuat di luar negeri diakui juga di indonesia sepanjang prenup itu di terjemahkan ke bahasa Indonesia? Karena saya bertanya dengan orang2 yang menikah dengan WNA dan ada sebagian bilang diakui dan sebagian bilang tidak diakui. Jadi masih bingung ini karena kalau untuk pulang ke Indonesia untuk buat prenup aja ongkosnya besar juga, kira nya MBA siti dapat membantu saya dalam keraguan ini, terimakasih.

    • siti April 9, 2016 at 2:02 pm Reply

      saya juga mendapatkan jawaban yang masih buram soal ini tapi coba deh mbak search disini, notaris anne ….nah disitu ada kartu nama mbak sms or email tanyakan apakah perjanjian mbak bisa berlaku di NKRI jika di translate bahasa indonesia…

  20. Elvira April 6, 2016 at 11:11 pm Reply

    Halo mba siti, salam kenal nama saya elvira, ada yang mau tanya apa prenup yang dibuat di USA dapat dipergunakan/sah apabila nanti saya beli property di indonesia?karena berhubung saya tinggal di spanyol dan calon saya Warga negara Amerika dan kami berencana nikah di USA. Terimakasih.

    • siti April 9, 2016 at 2:03 pm Reply

      sudah saya jawab tadi.. soal ini saya juga dapat dua jawaban…

  21. Joko April 26, 2016 at 10:55 pm Reply

    Halo mbak. Sy mau menanyakan bagaimana kalau yang WNI pria dan WNA wanita, bagaimana status hukum kepemilikan properti tanpa perjanjian pranikah? Bolehkah membeli rumah SHM

    • siti April 30, 2016 at 7:33 am Reply

      status sama, tetap tak bisa memiliki property dengan status SHM.. kan pasangan campur… mau laki or perempuan yang wni..

  22. Wartony April 29, 2016 at 4:40 am Reply

    Mbak mw tanya dong, akta pranikah udh dibuatkan tahun 1990 d hadapan notaris, skrg mw d daftarkan ke pengadilan negeri.
    Masih bisa g mbak d daftarkan ke pengadilan?
    Mksih mbak

    • siti April 30, 2016 at 7:35 am Reply

      wah berarti 26 tahun telatnya silahkan coba saja…saya belum pernah case nemu seperti ini… maaf ya soalnya saya bukan notaris cuma tahu dikit soal ini…

  23. Anna May 20, 2016 at 3:02 pm Reply

    Saya juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Mbak Elvira, tentang pembuatan pre-nuptial agreements di luar negeri (Inggris) karena saya akan menikah di Inggris. Saat saya kembali ke Indonesia, saya akan membuat terjemahan pre-nuptial agreements dan certificate of marriage di penerjemah tersumpah….apakah kedua dokument itu memiliki kekuatan hukum dan berlaku di Indonesia juga (terutama pre-nuptial agreements)? Saya belum menemukan jawaban di pertanyaan Mbak Elvira, dan mungkin mbak Siti, dan mbak-mbak yang lain bisa memberikan jawabannya. Terima kasih….

    • siti May 22, 2016 at 2:46 pm Reply

      biar lebih afdol mungkin bisa email langsng ke notaris mbak ya
      anne glaudya
      semoga beliau berkenan……..menjawabnya..

  24. Melvia August 27, 2016 at 2:38 am Reply

    Salam Kenal Mbak,

    Sebelum nya terima kasih untuk waktunya. Mengenai perjanjian pranikah, saya tahun depan akan menikah, yang saya ingin tanyakan, apakah perjanjian pranikah dapat mengatur mengenai harta warisan? Tetapi sekarang saya belum menerima warisan tersebut,karena kedua orng tua masih ada dan sehat. Jadi kemngkinan saya akan menurunkan salah satu bisnis orng tua, dan rumah peninggalan orng tua, dan mungkin warisan2 lain nya tetapi dikemudian hari jika kedua orang tua sudah tidak ada. Sekarang saya belum mendapatkan warisan apa2. Apakah jika seperti itu bisa di atur terlebih dahulu? Jadi penghasilan dr salah 1 bisnis orng tua akan menjadi hak saya , dan juga warisan di kemudian hari

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: