Advertisements

Episode 7 Tahun


7 tahun ku
Tanggal 1 April kemarin adalah tepat hari memperingati hari ulang tahun ke tujuh saya bekerja di perusahaan ini, 7 tahun tak terasa begitu cepat berlalu, 7 tahun lalu kami bertiga, ada dua sahabat baikku sesama angkatan yang sama sama lolos seleksi waktu itu dan kami semua perempuan, makanya kami namakan diri kami srikandi tangguh tahun 2007. Episode penerimaan wanita terakhir sampai beberapa tahun kedepannya, karena setelah episode penerimaan kami, tak pernah ada lagi penerimaan dari kaum perempuan di area kami. Kenapa?, simple sih menurut HRD, wanita itu ribet, banyak maunya kalau diterima ya suka protes masalah penempatan kerja, suka minta mau di pindahkan, dengan ribuan alasan, misal mau ikut suami lah, mau ikut orang tua, mau melahirkan dan banyak alasan lainnya. Makanya HRD ketika rekrut baru ya biasanya prioritas selalu lelaki, kecuali khusus kontrak sekertaris ya.

Ini sih catatan milestone saya sejak tujuh berkarir di industri telekomunikasi ini, khususnya buat mereview diri saya hingga saat ini bersama ketiga teman angkatan saya yang sama sama khusus buat sis Sri dan sis Cheche, sedikit milestone kami :

  • Background sebelum di industri telekomunikasi, aku di perbankan 2 tahun dan sempat di media 1 tahun ( surat kabar 6 bulan, majalah iklan 6 bulan ), sempat jadi agen asuransi juga. Sempat di tipu tipu juga agen pencari kerja untuk sales, lumayanlah pengalaman jadi fresh grad dan pengalaman bergaji Rp, 2500 perak per hari pun saya pernah alami. Indah deh pokoknya, sedang dua kawan saya ini, satu nya murni fresh graduation jadi tak pernah merasakan kerasnya kehidupan di dunia pencari kerja dan warna warninya, sedang sis cheche yang asli Tionghoa ini background nya di perbankan. Dan sudah lama juga, termasuk senior diantara kami bertiga.
  • Sama sama masuk dengan level yang sama, dan gaji sama, namun divisi yang berbeda, si cheche masuk dan penempatan di Makassar, dia beruntung baru masuk sudah penempatan kota sendiri, saya terlempar ke kota Manado, dan hanya sebulan di Makassar, saya masuk divisi paling berat, dibawah Sales Division dengan department Corporate Account Management. Bertanggung jawab pada tiga propinsi, di tempatkan di kota yang benar benar baru buat saya. Dan disanalah saya menempa hidup selama 4,2 tahun. Sis Sri di terdampar di kota Palu, di divisi paling anteng sih bagi kami *versi orang sales, ya Finance and Administration, aku suka ledek kerjaan dia ngurusin berkas-berkas kami, administrasi rumah tangga perusahaan atau branch, ngurusin  kwitansi dan uang-uang perjalanan dinas, reimbursement kami dan begitu banyak hal terkait adminisitrasi, ya bagian ya tak terdera oleh kerasnya target sales yang tiap saat naik.Tapi untuk versi mereka sih tetap berat… ribet menghitung angka-angka depan komputer…. dan memang harus orang orang tertentu deh yang bisa itu, kalau saya………..paling BT duduk lama-lama menghitung dan lain-lain, lebih enak menulis  cerita blog ..wkwkwk!!Maaf ya ini hanya olok-olokan saya ke teman saya bercandaan, semoga tak ada yang tersinggung yang kerja di bagian FA ya.. intinya bekerja di divisi atau department manapun sebenarnya intinya cuma satu “achieve target atau tidak” kalau di saya jujur tahun lalu minus, dan prestasiku sendiri jadi self noted bagi saya bahwa saya tak pernah bangga akan prestasi saat ini, karena saya masih jauh dari expectacy level-level atas buat posisi pekerja seperti saya.
  • Mulai lah kami belajar berinvestasi,seiring perjalanan karir kami dan kami jadikanlah sang guru saya adalah sis cheche yang memang berdarah Tionghoa, asli jago manajement keuangan, dalam tempo waktu yang sama dan kami bertahun tahun punya level yang sama dia sudah berhasil melunasi kendaraannya dan brand nya pun kalah dibanding saya yang mobil sejuta umat dan rumahnya pun lunas dalam jangka 3 tahun. Sedang saya masih mencicil KPA sih setelah megap megap melunasi KKB. Tapi tetap hutang saya saat ini hutang baik, cuma managemen saya tak se sempurna sis cheche, bagi saya dia adalah TDW versi cewek yang menjadi role model kami, sedang sis Sri yang punya kisah lain sendiri, investasi rumah di Palu masih beberapa tahun baru kelar dan lebih fokus pada investasi untuk sesuatu yang sangat mulia, untuk kedua orang tuanya. Namun untuk mereview kesuksesan dalam kepemilikan kebendaan alias aset baik produktif atau komsustif, ya putri Huang Zhu alias sis Chehe lah nomor 1 nya.Bisa tetap tak kayak orang susah tetap bergaul, gaya hidup dia menjalani dengan smart, olahraga jalan, beauty parlour apalagi, dan investasi tetap jalan. OMG!Nih anak jago sekali yaa…………….!!Maklum dia di Makassar hampir lima tahun sedang kami berdua di luar daerah jadi mesti pulang terus yang juga makan banyak dana.
  • Seiring perjalanan karir pulalah kami pun banyak bepergian, baik karena work trip ataupun murni liburan bersama, alhamdulilah, momen yang penuh warna dalam hidup, berada di area kepulauan mengharuskan kami bepergian naik angkutan udara, lumayanlah semua propinsi di sulawesi hingga Ternate saya sudah singgahi, sampai ke Kalimantan, Sumatera, Jawa. Walaupun tak sepenuhnya a real traveler tapi banyak melihat wilayah berbagai daerah dan budaya membuat saya bersyukur akan indahnya perjalanan hidup kami, demikian juga dengan kedua kawan seperjuangan saya walau tak semobile diriku yang memang mengharuskan tetap harus work trip outer city.
  • Menjalani hobby yang beragam pun kami tekuni seiring perjalanan waktu, tahun 2009 akhirnya saya mencoba menggeluti dunia diving dan dapat sertifikat walau hanya bertahan 1 tahun, karena setelah pindah ke Makassar semuaya jauh berbeda, lingkungan dan kawan kawan yang beda kegemaran sangat berpengaruh, termasuk di sisi budget sih sebenarnya, hobby ini banyak menguras dompet jadinya satu per satu alat divingku sudah saya lelang di toko bagus.com dan sisa kenangan foto foto dulu yang akan saya simpan, mungkin jika ada kesempatan saya akan tetap diving lagi. Tapi nanti ya ketika waktu dan dana memungkinkan. Sedang sis Cheche yang jago aerobik juga menggeluti dunianya dengan sempurna, sampai dia pernah juara 1 perorangan dalam lomba 2 tahun antar karyawan se nasional, sedang saya pernah ikut untuk pertandingan tennis walau belum dapat juara.Oh ya hobby baruku setelah pindah ke Makassar adalah belajar main tennis. Dan itu saya lakukan hingga sekarang, selain hobby naik sepeda tiap ada acara fun bike, namun sekarang lebih banyak berdebu terparkir di parkiran sepeda kantor.
  • Milestone karir  selama 7 tahun, mungkin saya sedikit kurang beruntung  untuk urusan struktural kedua sahabat saya ini dikarir ternyata beda dengan saya, karirnya divisi kami berbeda ya peruntungan promosi ke atas pun berbeda. Intinya keduanya pun sudah naik kelas satu semester lalu dan menapaki posisi baru mereka di dua kota baru, satunya terlempar di Papua dan satunya ke Manado. Sedang saya setelah mutasi dari Manado kembali ke Makassar dan stagnant disini. Untuk urusan karir memang saya tak memburu kayak rekan rekan saya yang cowok dikantor, bagi saya sekarang mulai memikirkan pindah kwadran, ke kwadran non karyawan, dimana saya benar benar bisa settle down dikota impian, menjalankan bisnis dari rumah, merawat keluarga dengan baik tanpa tekanan stress pekerjaan setiap saat. Resolusi pribadi saya begitu banyak dan nampaknya tak bisa di satukan dengan resolusi perusahaan besar yang kami tempat bernaung. Apalagi peran saya sudah menjadi istri Mr Big ada rentetan tanggung jawab yang saya emban walau semua orang selalu bilang “kan itu bisa berjalan beriringan” jawaban saya MAAF salah BESAR!!! Menurutku selalu ada yang mesti dikorbankan, sukses itu hanya akan ada ketika kita fokus pada satu hal bukan mengerjakan kedua hal yang berbeda dalam waktu bersamaan, alias kerja sampingan. Kenapa juga karir keatas saya rada slow karena saya tipikal yang apa adanya, bukan pembual yang pintar mengemas kata sehingga semua selalu kelihatan indah, saya hanya karyawan yang bekerja sesuai target yang diberikan dengan kesungguhan dan apa adanya. Nampaknya itun saja tak cukup, untuk bisa cemerlang di karir, tuntutan untuk pandai mengemas kata ke pimpinan tetap menjadi senjata ampuh untuk memuluskan berbagai ambisi pribadi pada proses mengejar promosi. Its not really me at all, jadi yaaaaaahhh siap siap stagnant terus nih dan saving semaksimal mungkin, biar segera bisa pensiun sangat dini …….^_^  dan proses pencapaian ke arah itu mesti dianggap perjalanan yang indah yang mesti dinikmati. Itulah indahnya hidup.
  • Milestone mengurusi account corporate selama bertahun tahun memberi saya ilmu luar biasa untuk cakrawala berpikir saya tentang dunia ini, tentang bisnis tentang banyak hal. Selalu bisa melihat semuanya out of the box, dan ya………… saya sangat mensyukuri itu. Episode pembelajaran ke arah ke matangan hidup. Bukankan hidup ini adalah pembelajaran yang terus berkesinambungan ?!!
  • Milestone yang membawa saya pada stress tingkat dewa, di tahun ke 7 ini, nampaknya tempaan pencapaian target yang diemban semakin keras, yang paling terasa sepanjang 7 tahun perjalanan karir, entah karena perang kompetisi diluar sana atau saya saja yang mulai jenuh dan galau dengan kebosanan tingkat tinggi. Beberapa perubahan di internal kami membuat saya tambah super stress, semakin menguatkan tekad saya untuk segera berpindah kwadran.Semoga diberi jalannya dan dimudahkan.
  • Milestone tahun ini membawa saya pada kebijaksanaan pemikiran pemisahan yang jelas antara pemenuhan nafsu keinginan atau kebutuhan, sudah pada tahap lebih bijak dalam menyikapi segala hal, egoisme diri sudah lebih bisa ditekan mungkin seiring perkembangan usia yang tetap youth donk terus bergerak.
  • Milestone yang membawa saya pada keinginan hidup dengan prioritas kesederhanaan karena ketika kita dikejar berbagi keinginan ini itu malah kita menjadi budak pemburu harta yang lebih banyak sifatnya nafsu sesaat. Mulai deh ngawur ya………tapi ini benar, saat ini prinsip saya, lebih baik menunduk karena berisi layaknya tumbuhan padi yang merunduk karena padat berisi dibanding Tong Kosong Nyaring Bunyi nya” Itu yang selalu saya pegang teguh. Dan saya sangat kagum akan orang orang yang mereflesikan kalimat diatas. Berharap saya pun demikian adanya.
  • Milestone setelah tahun ke enam sudah bisa create cuti besar 45 hari kerja atau dapat insentif? . Tapi di divisiku karena kerasnya target kami, untuk request ini tak bisa saya ambil, kecuali saya achieve target 200% atau achieve di juni dan sudah 100%. Ya saya sudah bisa ukur diri sendiri, saya jujur kecewa jika aturan dibuat dan tak bisa di berikan sesuai aturan ya buat apa di ciptakan . Kan moment libur 3 bulan tersebut datangnya 6 tahun sekali padahal saya memimpikan mengambil cuti besar dan menjenguk mami mertua di negerinya. Nampaknya harus berjuang lebih keras lagi nih. Suatu hari saya akan bisa FREE  TIME untuk semua ini, bebas berlibur kapan pun tanpa ikatan ini itu, inilah mimpi terbesar ku. ini curcolan seorang karyawan saja kok, bukan menjelekkan perusahaan, saya sangat bangga bisa berkarya disini… cuma nama juga manusia ada saja curcolannya dan uneg-uneg. Namanya juga manusia… 😀

Demikian beberapa milestone di tahun ke 7 ku dan kedua kawan se batch ku, perjalanan waktu masih membentang di depan mata, hanya waktu yang bisa menjawab ke arah mana langkah kami selanjutnya, apakah akan ada 7 tahun berikutnya atau si cheche mampu pindah kwadran untuk bisa menggapai resolusi pribadi kami dan saya yakin si Sri akan terus berjuang untuk mendapatkan 7 tahun berikutnya namun untuk saya doa nya adalah semoga ilmu trader saham semakin mumpuni, blogging semakin fokus dan matang dan semoga ada rezeki dan jalur pintu rezeki lainya terbuka lebar agar impian pindah kwadran segera bisa terkabul tanpa harus menunggu 7 tahun lagi dan untuk kedua sahabatku, semoga segera di kabulkan resolusi pribadinya untuk menemukan pasangan hidup dan menyempurnakan perintah agama untuk segera membina kehidupan rumah tangga…..^_^

*tulisan ini hanya curcolan kok

Advertisements

Tagged: , ,

2 thoughts on “Episode 7 Tahun

  1. Allisa Yustica Krones April 4, 2014 at 2:33 am Reply

    Berarti kita kurang lebih sama ya lama bekerjanya…aku keluar dari manado buat kerja di sini tahun 2006, sementara kamu thn 2007 ke manado…hehehe…. I hope manado gave you a lot of beautiful memories 🙂

    • siti April 4, 2014 at 3:11 am Reply

      iyaaa mbak wow 4,2 tahun disana luar biasa.. !!kota yang layak di rindukan ketika sudah meninggalkannya … apalagi mbak ya mestinya episode pulkamp… padahal rumah ortunya mbak di kairagi ya dekat bandara..pernah baca postingan nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: