Advertisements

Mencoba resep bubur Sumsum/biji nangka alias Katiri Mandi versi Bugis


Katiri Mandi / biji nangka, favoritku sejak kecil!

Katiri Mandi / biji nangka, favoritku sejak kecil!

Ini adalah ambisi pribadi untuk bisa membuat bubur sumsum candil sendiri yang saya contek resepnya dari blog keluarga Tsvetkovi cuma saya modifikasi beberapa bahan karena tak ada, jadi yang ada saja. Kalau di tanah bugis sebenarnya langsung biji salaknya dan larutan gulanya, namun karena di resep contekan ada jadi saya ikut-ikutan walau jadinya lumayan kurang indah tampilannya. Tapi saya puas, rasanya enak, manis pas dan rasa biji nangkanya atau candilnya juga enak, persis bikinan ibu saya waktu kecil. Menu ini cuma sering saya temui kalau lagi bulan ramadhan biasanya banyak dijual atau minta ibu saya buatkan.

Karena sekarang dah nikah, ya mesti mandiri donk walau kalau mau nanya sesuatu masakan tetap biasa telpon ibu saya, bahkan dulu untuk nannya hal basic kayak beda tepung beras sama tepung terigu pun saya tetap telpon ibu saya…………maklum saya dulu jarang main di dapur ahhahahha kerjanya di luar terus bagian lapangan, kakak perempuan saya yang jago di dapur.

Kalau di Tanah bugis, kami sebutnya Katiri Mandi, tak ada bubur sumsumnya, untuk buatnya memang rada ribet tadi saya buatnya dua jam lebih soalnya, lihat saja bahan untuk larutan gula beda, bahan buat bubur sumsum beda, adonan candil nya juga benda.. dan kalau sendiri ya lama donk, pakai adegan bulatin tuh tepung ketan.

Bahan untuk bubur sumsum :

  • 100 gram tepung beras saya ganti tepung terigu karena yang ada cuma itu makanya sumsum nya jadi warnanya aneh
  • 500 ml liter santan encer, karena santan habis saya pakai susu cair
  • Sedikit garam

Cara buatnya :

  • Ambil sebagian ( 250 ml ) santan / susu dan larutkan bersama tepung beras/terigu dan aduk rata dan sisihkan
  • Didihkan sisa santan ( 250 ml ) dengan api kecil dan masukkan tepung beras tadi diatas tadi dan masak dengan api kecil hingga meletup letup. Lalu angkat

Bahan untuk biji salaknya / candil nya :

  • 100 gram tepung beras tapi saya pakai tepung ketan
  • 50 ml air hangat
  • Sedikit garam

Cara membuat biji salak nya :

  • Tepung ketan di campur garam di aduk
  • Tuang sedikit dengan air hangat hingga membentuk adonan yang tidak lengket di tangan
  • Ambil adonan bentuk bulat bulat kecil sama rata
  • Sisihkan

Bahan untuk membuat Larutan gula :

  • 500 ml air
  • 200 gr gula merah
  • Pandan secukupnya ikat simpul —> karena tidak punya, saya mengganti dgn 1 sdm vanila essence
  • sedikit garam
  • 3 sdm tepung beras/terigu larutkan dengan sedikit air hingga membentuk larutan yg kental

Cara membuatnya  :

  • -Didihkan air bersama gula merah, garam, daun pandan/vanila essence. dan saring jika ada kotoran pada gula
  • – Didihkan kembali air gula dan masukkan bola-bola biji salak.
  • -Masak hingga bola-bola mengapung semua.
  • -Kecilkan api dan masukkan larutan tepung beras dan masak hingga mengental, dan angkat.

Bahan untuk Saus santan:

  • 100 ml santan kental
  • sejumput garam

Cara membuatnya :

  • -Rebus kedua bahan hingga mendidih lalu angkat

Saran Penyajian :

  • -Taruh bubur sumsum ke dalam mangkuk saji dan tambahkan biji salak dan siram dengan sedikit kuah santan.
  • -Sajikan.

Kalau saya langsung campur saja saus santan ke larutan gula dan biji salak biar bercampur dan di campur dengan sumsumnya, jadi tampilan nya tak seindah hasil bubur sumsum keluarga keluarga Tsvetkovi , namun layak lah untuk di bagi ke tetangga, karena jumlahnya tadi saya buat dua kali resep ini jadinya saya bbm, tetangga kanan kiri dan sepupuku dan dalam sekejap habis deh soalnya Mr Big makannya juga tak banyak, sepiring sudah cukup deh. Wah rasa kangenku sama sang Katiri Mandi ini akhirnya terobati. Makasih ya mbak Nisa untuk selalu berbagi resepnya, tenang satu per satu akan aku sadur dan coba di dapur imutku, jangan bosan bosan praktek ya mbak ntar biar aku langsung praktek saja jadi langsung enak nggak pake trial 🙂

Advertisements

Tagged: , ,

9 thoughts on “Mencoba resep bubur Sumsum/biji nangka alias Katiri Mandi versi Bugis

  1. trys99 April 10, 2014 at 2:48 am Reply

    Reblogged this on TITIK MEDIA.

  2. rianamaku April 10, 2014 at 5:58 am Reply

    enak nie biasa di coba kalua ngak malas 😀

    • siti April 10, 2014 at 8:25 am Reply

      iya enak say tapi jgn tiap hari yaaaahhhh

      • rianamaku April 10, 2014 at 12:39 pm

        iya lama lama bosen

        😀

      • siti April 10, 2014 at 2:09 pm

        soalnya manis ..cocok pas ramadhan saja

      • rianamaku April 10, 2014 at 2:33 pm

        iya bener tapi bentar lagi kan puasa mba

      • siti April 10, 2014 at 2:47 pm

        iya pastinya aku akan buat lagi…

      • rianamaku April 10, 2014 at 2:48 pm

        sip

  3. Nisa April 13, 2014 at 4:24 pm Reply

    akhirnya mbx 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: