Advertisements

Episode jadi pasien rumkit part 2 ( My Big day #hari operasi )


 

My bed at 8032 , 8th floor !! Sekarang saya lebin suka di sofa dekat jendela, bed nya buat MB aja nonton TV!

My bed at room 8032 , 8th floor !! Sekarang saya lebih suka duduk di sofa dekat jendela, bed nya buat MB aja nonton TV!

 

banner free member 300 x 250
Holla teman teman, maafkan lama gak posting 3 hari ya, soalnya kendalanya adalah……….

  • Tangan kananku yang di infus, saya bisa balas balas email singkat terkait kerjaan kantor dari smartphone bahkan pernah buka laptop cuma tak bisa banyak berekspresi lincah di laptop karena tangan kananku sebagai andalah dengan cara ketik 11 jari ini gak bisa gerak banyak karena ada plester dan  stopler kabel cairan melekat capek jadinya jadi gak bisa posting .
  • Hari pertama di operasi gak bisa gerak dari tempat tidur, pakai keteter segala..ihhhh ngeri deh ingatnya. Jadi cuma bisa balas bbm n baca baca  email. Padahal ide nulis setiap part dan pengalaman bisa 10 postingan hahahha
  • MB gak mau kasih laptop katanya aku urusin kerjaan mulu biar sakit, nanti setelah dokter kasih tahu kalo aku pasien tertangguh deh dan harus tetap berkreasi disini dengan kerjaan makanya dikasih deh laptopnya hari kedua. Cuma sanggup duduk baca email n jawab singkat dan terkapar karena tangan masih di penuh pelsteran.

Itu tiga hal yang buat saya absen gak nulis 3 hari, sepanjang sebulan terakhir saya paling rajin sesibuk apapun pasti saya ada postingan, itu sebelum episode jadi penghuni rumah sakit ini  *dampak sudah upgrade domain dan berbayar 😀

Okay pagi yang cerah ini saya duduk manis dengan meja kesayangan, meja makan buat pasien di rumkitlah, entah apa namanya bisa dinaikin di turunkan dipake makan di bed tapi saya pakai ngetik ngetik dan sarapan disamping jendela dan  viewku view pantai losari Makassar dan view kota sebagian.

Kalau waktu masih bed rest. si MB yang pakai terus nih!

Kalau waktu masih bed rest. si MB yang pakai terus nih!

wihhh indahnya baca koran, ada teh, susu, camilan dan menu sehat dan koran:-D kapan terakhir saya baca koran ya? baru masuk di rumah sakit ini saya bisa  baca koran semua halaman tiap hari ahayyyyyyyyyyyyyyyy  :-), nonton sepanjang hari dan pengalaman nonton olahraga sampai puas, kalau kerja normal mana ada waktu sebanyak ini, oh ya sebelum hari operasi masuk opname sore sehari sebelum hari H, malamnya saya di X Ray lagi untuk foto thoraks, awalnya bingung kok yang mau diperasi bagian bawah kenapa bagian atas yang di X ray ya nah besok nya nih hari H, aku cerita detailnya ya :

Jadwal operasiku senin tanggal 21 April 2014 jam 10 waktu makassar di lantai 3, saya sendiri di lantai 8 ( kelas VIP  ehem ehem*manfaatkanjatahkantor , Siloam Hospital Makasar. Di handle sama dokter yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.

Sebelum jam 10 saya masih sempat posting karena lama di jemput sama perawatku. Dengan pakaian tahanan ekh pakaian seragam pasien rumkit yang warnanya biru garis – garis putih dan tanpa kancing malah pakai ikatan di belakang saja dengan lengen pendek biar gampang di buka atau gampang di beri suntikan tanpa ribet sama baju pasien. Saya pun dijemput suster dengan whell chair hahaha kursi roda, untuk pertama kali dalam hidup aku duduk manis di atas kursi roda dan di dorong menyusuri lorong kamar yang putih bersih dan kinclong, perasaaan dalam hati deg deg deg-an mirip perasaan waktu mau ijab kabul. Padahal kan yang Ijab MB…hahahha. MB cuma menemani dibelakang bawa HP ku kami turun ke lantai tiga. Sampai di depan sebuah ruangan besar saya sudah jantungnya berdetup kencang.Kayak masuk ruangan eksekusi mau dibelah belah!

Biar detail lagi nih semua tindakan dokter yang saya alami sbb : 

  • Operasi ada 2  untuk saya ( 2 in 1 ), Untuk Fissura Anal Skin Tag & Internal Hemmoroid stadium 3 ( semoga dah benar ejaanya )  untuk case pertama akibat kalau BAB pernah keras dan dipaksakan dan luka lah lubang maaf *dubur kita jadi menderita sekali kalau lihat toilet atau waktunya BAB ! ihhhhhhhhhhhhh  dan untuk wasir kan sudah saya jelaskan diawal kisahnya. Ribet juga kalau BAB harus di masukin pake tangan kalau habis BAB walau cuma tonjolan kecil. Pola makan harus teratur makan serat kalau tidak selamat menderita lihat toilet. Bagus kalau toilet di rumah kalau di public toilet mana sempat orang nungguin anda sampai 20 menit. Gitulah deritanya. Kalau fissura yang pertama saya baru dapat sebulan ini deh. Makanya semakin  membuat saya niat mau operasi saja biar sembuhnya cepat toh keuntungan jadi karyawan ada asuransi kantor. Kapan lagi ? kalau nanti saya sudah jadi pindah kwadran kan tak bisa menikmati lagi, lagian ini pertama kali saya manfaatkan fasilitas rawat inap selama 7 tahun bekerja disini. 
  • Dokter yang terlibat ada dokter ahli bedah umum dan ahli anestesi, untuk kasus ku cuma bedah umum bukan bedah pencernaan,  dokter ahli bedah umum dr Widjoyo SP,b  yang ganteng dan lucu, dan dr Charles Wijaya Tan, Sp,An & dr A Irmalasari M.Kes, SP, An ini keduanya dokter anestesi yang cewek itu teman sekolah waktu SMU makanya jadi enak waktu di ruang operasi ngegosip kita saat bagian dia dah selesai sementara saya dibedah bedah…  silahkan lihat saja layar di college pic dibawah  ini biar saya tak salah sebut jabatan tiap hari nampang depan bed saya di tv raksasa yang nyala sepanjang hari.
Foto kiri setelah keluar dari surgery room masih sempat foto gaya peace ya (2 jari ) bukan 1 jari!!!

Foto kiri setelah keluar dari surgery room masih sempat foto gaya peace ya (2 jari ) maaf 1 jarinya ter cut

  • Jam 10.15 pagi sudah dalam ruangan persiapan operasi, ruangannya besar ada sekat sekat tirai untuk beberapa pasien, hari senin itu banyak sekali jadwal operasi di batch saya saja di sekat sekat ruangan persiapan yang tersambung ke ruangan eksekusi itu ada 4 sekat deh dengan lampu menyala terang benderang, hawa nya dingin sekali kita yang cuma pakai baju pasien dan saya masih sempat pakai jilbab pasang kedinginan dan aku minta izin dokter pula di operasi pakai kaos kaki saja, wkwkkw semua orang ketawa soalnya saya tak suka kedinginan. Katanya ruangan operasi harus steril, hanya baju pasien dan tutup kepala saja. Dan ada moment keluarga yang antar bisa masuk pakai baju pasien juga jenguk kasih pelukan cium dan di doakan dan ditenangkan. Ada moment lucu deh disini, karena MB terbiasa di kampungnya sana tak ada visit masuk segala kalau sudah masuk ruang operasi makanya MB habis lihat saya dimasukin dia yakin ini akan lama makanya dia jalan jalan dulu keliling kali, maksud saya dan perawat tunggu sebentar saya masuk dan tenang tiduran nanti dipanggil ekhh malah dia ngeloyor pergi karena habis saya masuk sama perawat yang antar pintu tertutup rapat,  dan saat perawat disitu bilang silahkan panggil suaminya. ya suster apanya mau dipanggil dia bawa HP ku, coba pls tolong donk dipanggilin kalau lihat bule keluyuran pakai peci putih  di lantai ini, plssss, suster nya langsung keluar buka pintu teriak teriak , keluarg sitiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, yaaaaaaaaaaaaahhhhh mana MB dengar kalau pakai kata-kata itu…………..si suster mulai putus asa, saya bilang sus jangan bilang “Keluarga Siti” gak ngerti dia……….coba panggil nama ini…….MB…. sudah semua keluarga pasien lain sudah selesai kasih tenang calon korban operasi lainnya malah  si MB belum datang padahal aku kan butuh dukungan nih…. sampe saya inisiatif minta dokter telponkan nomornya……yaaaa mau di cal 1000x juga MB tak akan ngangkat dari nomor aneh yang tak dikenal. Untung ada satu dokter anestesi yang teman sekolahku dulu kebetulan handle saya juga saya mintain deh HP nya saya pinjam, saya sms dengan tangan bergetar karena dingin dan tegang, saya pun setelah sms saya telpon dan dia angkat, aku marah -marah donk saya bilang orang lain pada nungguin diluar kok kamu menghilang dah tahu kita ini mau di potong potong gini, arghhhh !! Dalam 5 menit sudah bule ber peci sudah datang ke ruangan. Alasannya dia bingung ruangan mana tadi karena sama semua dan masuknya gimana, dia gak lihat bel nya besar sekali di kanan pintu…..huhhhhhhhhhhhhhh . Sudah setelah MB masuk aku marah marah sebentar kita cerita cerita dan lihat situasi sudah peluk cium sayang dulu akupun di tinggal aku bilang suruh adikku stand by di pintu juga dan  dia juga jangan menghilang nanti ada tindakan yang mau diambil butuh tanda tangan keluarga. Dan dia pun angguk angguk. Setelah MB masuk tadi yaa malah semua dokter dan perawat malah nanya sejarah kok suami saya bule muslim, hahhhhhhhhh saya yang tegang sama operasi malah menjadi semacam yang diwawancara, malah dokter anestesi paling semangat bertanya ketemu dimana, dapat dari mana? kok bisa? uhhhh campur  baur deh feelingku.
  • Perkiraan jam 11 saya baru di dorong setelah hijab ku diganti tutup kepala dan semua under wear dimasukin kantong plastik steril dan disimpan termasuk kos kakiku. Saya di dorong ke ruang eksekusi sembari semua dokter masih memperbincangkan masalah MB yang besar dan istrinya ukuran Indonesia ini sambil sedikit bercanda niat sih mengurangi ketegangan tapi yang ada malah bikin stress saya. Tapi seru juga ruangan yang harusnya semua tegang ternyata santai.
  • Opeasi semua terekan dalam video yang diberikan ke saya, pertama posisi saya posisi likotomi namanya telentang kayak posisi mau melahirkan normal, di kaki kita ada penyanggah badan sampai dada ditutupi kain hijau, kan semua dokter pakai hijau semua, lampu terang sekali diatas kepala ku, seblah kiri ada monitor yang saya bisa lihat mereka ngapain aja di bagian tubuhku. Dan saya pelan pelang disuruh tiduran posisi miring memeluk lutut mirip posisi bayi dikandungan untuk injeksi epidural, tak terasa loh sakitnya saking saya tegangnya. Lalu setelah itu posisi kembali telentang. Pelan pelan saya sudah tak merasakan dari pinggang bawah ke ujung kaki. Jadi bius total nya berhasil. Kata dokter aku juga mau ditidurkan tapi karena tegang aku malah tak ngantuk dasar memang niat mau tahu apa yang dilakukan dokter di bagian paling penting ku tiap hari ini saya melirik kekiri ke layar, sampai selesai saya lihat apa yang mereka lakukan, menjahit, menyuntikkan alat khusus untuk wasirnya biar masuk ke dalam, saya lihat semuanya dan dokternya juga berkomunikasi dengan saya dan menunjukkannya. Saya tak rasakan apa apa.
  • Jam 12 lewat operasi dah kelar, saya dibawa ke ruang persiapan tadi di dalam sekat sekat lainnya pasien berikutnya dibawa lagi ke meja operasi.Dari ruang operasi dokter kasih kenang-kenangan alat dibawah ini yang digunakan tembakin ke dalam lubang maaf ( dubur ) katanya ambil saja kan cuma sekali pakai. Hahahahha ada ada saja nih dokter. Untuk membukanya saja saya ketakutan. Ngeri dan perih lihatnya. Ingat alat ini
Ini alat hadiah dokter bedahku, yang digunakan untuk operasi metode stepler aku pikir alat nya mirip stepler dikantor ternyata mirip semacam roket kecil sisa ditembakkan kedalam, jadi tak ada yang dipotong!

Ini alat hadiah dokter bedahku, yang digunakan untuk operasi metode stepler aku pikir alat nya mirip stepler dikantor ternyata mirip semacam roket kecil sisa ditembakkan kedalam, jadi tak ada yang dipotong!

  • Di ruang itu saya dipasangkan selimut penghangat terus dipasangakn alat bantu oksigen di hidung sembari ada perawat yang selalu datang mengecek kondisi saya.Bunyi alat alat elektrik itu buat saya stress juga.
  • Tak lama MB masuk dan mencium kening saya, dia bilang sudah selesai, ada tante dikamar dan king juga ada….nungguin aku…wah senangnya, tapi saya masih harus disana sampai ada perawat menjemput saya. Dua kali MB masuk jenguk saya sampai pukul 5 sore di ruangan itu. Saya bisa dengar anak anak nangis habis operasi di bujuk dan peluk ibunya, samping kanan saya,  hari itu ada 10 orang di operasi.Wihh dokter ini sibuknya kayak apa deh…
  • Jam 5 sore perawatku datang menjemput, selang alat bantu O2 di lepas dan selimut juga di lepas, barang-barang saya ambil kembali,pakai jilbab sendiri terus saya di dorong sambil tidur donk karena masih bius nih jadi lebih dramatis sih keluar dari meja operasi ada beberapa keluarga pasien di luar nungguin keluarganya melihat saya dan pintu pintu naik juga terus dilihatin sama orang-orang,  sampai dikamar ada tante dan anak anaknya datang semua sudah menikmati indahnya view kamarku. Sambil ngegosip mereka bawa makanan banyak padahal saya sudah sejak malam puasa dan hanya minum susu saja sampai hari kedua. Jadi makanan yang mereka tinggalkan MB deh yang bertugas habiskan.
  • Selama setelah operasi saya cuma bisa gerakan tangan dan pinggang keatas. Perlahan lahan beberapa jam kaki saya sudah bisa di gerakkan, untuk buang air kecil masih pakai alat selang. Ihh tak nyangka saya pakai itu juga. Ngeri bayanginnya. Mana bingung selangnya dimasukkin kemana. Kan masih kena bius jadi belum bisa rasa apa apa.
  • Dapat suntikan infus manual sama  mesin otomatis yang kalau cairan habis bunyi deh jadi saya sisa pencet bel di tangan kanan bawah bantal suster langsung datang bawakan semua yang saya perlukan.Infus nya banyak eiy, mulai dari anti nyeri itu wajib tahu sendiri operasi hemmoroid ini kan bagian terkumpulnya syaraf, terbayang sakitnya tanpa pain killer. Bisa teriak teriak kayak kesetanan kalau gak pakai obat itu.
  • Sehari kemudian baru deh selan epiduralnya di lepas makanya kakiku sudah bisa digerakkan, dan hari kedua bos ku datang sama teman teman kantor jadi malu, kok mereka tahu ya padahal saya tak pernah pasang status tapi izin ke HRD dan cc bosku ya pasti tahu donk ya, esoknya juga ada lagi sampai kemarin……………..untunglah saya selalu stand by selalu karena saya tahu mereka akan nongol tiba tiba, pas saya lagi keadaan kacau balau karena kesakitan dengan linangan air mata 1 jam sebelumnya. Itu yang dibenci MB kalau tak ada janjian mereka tiba tiba muncul aja.

Biaya nya sendiri untuk tindakan operasi untuk kedua operasi diatas saya sempat cek via phone semalam adalah

  • Biaya dokter untuk tindakan operasi fissura dan hemmorhoid itu adalah Rp. 25,7 juta
  • Biaya obat-obatan sampai hari ketiga Rp 11,6 juta
  • Penggunaan fasilitas pasca operasi Rp11,3 juta ( kalau tahu ini saya tolak tuh bantu o2 kan aku baik baik saja kirain gratis hahaha ternyata bayar )

Belum termasuk biaya kamar VIP ( tetap bangga karena kalau bayar sendiri saya akan pindah kamar ke kelas 1 saja )  810 ribu per hari , biaya tindakan dokter per hari, besok setelah check out aku detailin lagi ya harganya ………..jadi stress sendiri ingatnya untung dibayarin kantor…. salah satu yang membuat saya masih belum resign sekarang masih butuh fasilitas ini dan masih butuh duit buat pensiun dini nanti.

Tips bagi yang mau rawat inap untuk operasi tertentu di suatu rumah sakit :

  • Tanya teman untuk rumah sakit fasilitas terbaik, kualitas, pelayanan dan tetap donk harga pasti penting, compare dulu jangan langsung masuk
  • Kalau perlu ke dokter di rumah sakit lain dan minta second opinion, kalau kedua dokter bilang sama, mesti operasi, minta saran dokter dimana? .
  • Kenali dokter yang akan operasi, konsultasi via phone dengan dokternya tanya waktu yang tepat dan jadwal
  • Konfirmasi ke rumah sakit yang kamu inginkan, pesan kamar beberapa hari sebelumnya dan tanya detail budget nya untuk tindakan operasimu.
  • Pastikan asuransi yang digunakan bisa pakai di rumah sakit tersebut, apa ada masalah sebelumnya, cari tahu, kalau asuransi perusahaan minta Guarantee letter ke HR kayak saya, dan GL tersebut saya bawa deh ke rumah sakit dan dalam 10 menit aku sudah diantar ke kamar.
  • Sementara pemulihan tetap telpon ke CS untuk tahu jumlah pemakaian hingga saat ini biar tidak panik, minta berkas yang perlu untuk di bawa ke kantor nanti kalau sudah sembuh. Tanya pemakaian yang diluar tanggungan kantor, supaya budget pasien aman donk.
  • Hafal aja nama nama suster yang layani tiap 8 jam ganti, biar nanti tahu yang mana yang pelayanan OK, Super OK dan menyebalkan nanti pas mau keluar dimintai untuk nulis kepuasan kita atas pelayanan RS nya.
  • Kalau dokter datang visit biasanya jam 10, tanya dokter sebanyak mungkin, perasaanmu, gejala yang dirasakan tanyakan detail obatnya apa mujarab, terus minta diperiksa bekas operasinya, enak saja cuma datang visit sekali datang kalau kamar VIP itu 200 ribu padahal cuma datang tanya dikit berdiri bahkan gak sentuh kita dan ada asisten dokter nulis disampingnya, ihh makanya aku suka tanya-tanya terus dan minta di periksa bekas operasiku. hahahha dokterku stress dapat pasien model kayak aku, selalu ingat, kita dimanapun harus selalu pro aktif ingatkan terus dokter, perawatnya.
  • Selalu reminding suster/perawatnya untung obat kita, dan tindakan pada saat recovery, jika waktunya minum obat atau cairan habis jangan segan pencet tombol minta obatnya, dan pastikan label nya benar dan minta info, misal saya tiap dua kali sehari mesti rendam air sabun dettol di bagian belakang biar steril pakai air hangat, dan susternya selalu lupa soal itu, saya mesti bel lagi dan minta siapkan isi baskom air hangat dan dettolnya biar saya lakukan sendiri deh dibantuin MB. hari pertama karena di perintah dokter barusan mereka langsung bantu, saya malah bikin kotor karena di rendam diatas tempat tidur karena memang saya masih pakai keteter segala. Ribet.com, hari kedua dilantai deh, dibantu pegang MB,Kadang cuma disiapkan air lupa kasih dettolnya, bahkan ada suster yang kasih air biasa, ihh malas amat sih,  padahal ini termausuk rumkit terbaik disini, masih ada aja minus nya, biar VIP,  dan hari ketiga aku selalu minta disediakan air hangat dan dettolnya saja biar aku lakukan sendiri. Kalau tak di reminding tak akan dilakukan jangan harap mereka langsung ingatkan, obat yang mesti dimasukkan ke dalam lubang maaf *dubur pun sering lupa, kalau bukan aku ingatkan ya gitu deh. Mentang mentang dokter cuma visit 1 x saja. Dan sudah mulai cuek karena saya sudah kuat dan lincah.
  • Ingat, selalu lihat labet suntikan atau label obat, pastikan nama mu benar bukan nama pasien lainnya, di rumah sakit standari international biasanya setiap mau menyuntikkan cairan ke infus akan ditanya sebutkan nama anda, dan tanggal lahir, perawat mengecek nama sesuai tidak dengan label di infus, baru di suntikkan, demikian juga dengan obat oral. Ada kejadian teman saya melarikan dari rumah sakit ternama kedua di Makassar setelah Siloam, dan pernah MB juga berobat disana, katanya rencana operasinya disana makanya opname malam nya dan saat di infus kok di label nama infus bukan nama dia, dan dia teriak-teriak, ternyata perawat salah pasang cairan. Langsung dibuka dan teman saya malam itu langsung check out bayar tagihan sehari dan obat dan pulang dan pindah ke sini.Ini dia tersangkanya orangnya.
sesama pasien, yang minggat dari RS AB dan pindah kesini, hari ketiga saya jenguk dia dikamarnya sembari kita cerita-cerita, dan dia masih kerjain urusan kantor dari tempat tidur loh, dia sakit batu ginjal dan empedu. Operasi pertamanya sukses kemarin dan 2 minggu lalu operasi kantong empedu!!

sesama pasien, sahabat lama minggat dari RS lain pindah kesini, hari kedua pasca operasi aku dan MB iseng jenguk dia dilantai 7, dia masih kerja via laptop segala, dia habis operasi batu ginjal, dua minggu lagi akan operasi kantung empedu, dokter anestesi kita sama tapi dokter yang nangani dia urologist yang sempat tangani MB waktu dia kurang minum air, malah sempat cinlok sama dokternya…OMG nih neng satu ini dimana mana suka tebar pesona, Tity oh Tity !!!

 

Demikian kisah hari operasi ku, untuk lanjutannya di next posting ya, udah capek nih mau boci ( bobo ciang ) duyu he he, ya malam terakhir disini, jadi nikmatin aja sepuasnya…

BANNER FREE MEMBER
LOGO 450 sb1m

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

2 thoughts on “Episode jadi pasien rumkit part 2 ( My Big day #hari operasi )

  1. Messa April 25, 2014 at 10:57 am Reply

    Get well soon mbak

    • siti April 26, 2014 at 10:55 am Reply

      makasih say….aku dah berhasil pulang deh sore tadi sudah di usir dokter habis aku nampaknya keenakan disana he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: