Advertisements

Cerita ber- kebun emas


emas LM 1 OK

Bebearapa waktu lalu saya pernah share tentang investasi emas disini itu secara umum, nah sekarang saya mau berbagi pengalaman sendiri karena sejak tahun 2009 saya sudah mengenal cara investasi ini dengan mencicil Logam Mulia ( LM ) . Kemarin sempat ribet banget sih karena emas LM ini. 

Berkisah di tahun 2009 saya mulai gadai LM di Pegadaian, biasanya tenor nya 6 bulan, cicilannya sesuai kemampuan dan tentunya menggunakan DP 20% dari total harga sisanya di cicil deh, mau 6 bulan atau 1 tahun. Lama lama kok marginnya kalau di hitung hitung kena biaya administrasi segala macam ya besar juga, kenaikan harga emas sendiri per tahun 15%-20% memang sih agak jauh dari inflasi yang perkiraan 6%-7%.

Terus setelah gaung cicilan LM selain dari pegadaian mulai terkenal, beberapa perbankan syariah pun sudah mulai ikut melakukan program kepemilikan LM dengan cicilan bahkan sampai 5 tahun bahkan sampai 10 tahun bagi yang mau mengambil LM yang besar (berat nya ) . Seiring dengan maraknya perbankan syariah dengan bisnis cicilan dan gadai emas nya yang mulai menyaingi pegadaian, ada tren baru mulai tahun 2010-an tentang program “Kebun Emas”  yang banyak di gaungkan oleh pakar / pembicara investasi dengan menggandeng beberapa perbankan syariah.

Saya ingat sekali saya banyak sekali ikuti seminar tentang investasi emas, berbayar ataupun gratis, saya pun banyak membeli buku bukunya, pengertian Kebun emas sendiri menurut saya adalah ” Membeli emas secara tunai lalu menggadaikannya ke bank syariah lalu dengan uangnya digunakan untuk membeli emas secara tunai lagi lalu emasnya di gadai kembali, hal ini dilakukan sampai lima atau enam kali dan sampai emas terakhir yang terbeli disimpang  agar jika harga emas nanti naik tinggi emas yang disimpan  itu di jual lalu di tebuslah satu persatu emas yang telah kita beli dan gadai di bank syariah tadi. Perkiraan profit sih ya 20 % .

Tapi setelah melakukannya sendiri apa yang saya temui tak sesimple di buku yang sering saya baca karena Fakta berkebun emas itu sbb  :

  • Melelahkan, ternyata capek deh bolak balik ke toko emas setelah pembelian perdana, ke tukang gadai ( bank syariah ) dapat duitnya ke toko emas lagi, ya harga bisa berbeda lagi, baru lakukan hal yang sama sampai 5 atau 6 x. Sangat melelahkan…!
  • Demikian juga bolak baliknya ke bank syariah, jika dilakukan perulangan pembelian 5-6x ya berarti ke bank syariahnya pun 5-6x, Jadi pegagangan surat gadai akan enam kali.
  • Untuk malakukan gadai akan di kenakan biaya harian atau per bulan sebesar 1,2%-1,5 % / bulan memang sih akan sangat rendah dibanding kredit di bank dengan pinjaman , dan akan ada biaya administrasi setiap kali perpanjangan.
  • Waktu yang diberikan singkat yaitu 4 bulan sekali kontrak sehingga dalam setahun bisa perbaharui kontrak sebanyak 3x jika memang belum mau dicairkan karena terkait harga emas yang masih belum naik. Kan rugi kalau sudah di tebus sedang harga emas masih sama. Rugi di biaya titip dan energi  bisa saja hasil investasi nya minus.
  • Harga emas tidak fluktuatif, jadi untuk bisa dapat gain atau kenaikan maksimal itu jangka panjang, bisa dalam setahun maksimal cuma 10% atau lebih tapi sifatnya momentum. Pokoknya hanya akan maksimal kalau long term ya 1 atau 2 tahun minimal.

Saya butuh setahun untuk menyelesaikan satu siklus kebun emasku waktu itu dan profitnya pun tidak nendang, malah kalau di hitung dengan capeknya bolak balik malah impas kali ya, namun lumayan berkat kebun emas sekali itu saya ada sedikit saving LM dan lantakan yang selalu saya gunakan sewaktu waktu untuk investasi tapi tetap ujung-ujungnya melelahkan karena kalau butuh dana cash saya mesti gadai dan berurusan dengan bank syariah tiap bulan untuk menebus sedikit sedikit karena kalau mau menebus langsung ya mana mampu……………Tiap perpanjangan ada administrasi dan matrei segala tapi memang nilai emas itu sebenarnya tetap lebih tinggi dari inflasi jadi masih aman untuk di simpan. Cuma begitu deh stagnant, hanya untuk melindungi nilai investasi kita untuk masa depan.

Beberapa keunggulan emas dibanding instrument investasi lainnya :

  • Emas kenaikannya pasti tiap tahun dan sepanjang sejarah aman untuk di investasikan
  • Harga cenderung stabil tidak fluktuatif

Beberapa kekurangannya :

  • Kalau punya kepingan besar LM susah jualnya, kecuali ke ANTAM atau toko emas besar
  • Beda kepingan ya beda harga, semakin kecil semakin mahal harganya, semakin besar semakin murah tapi semakin susah dapat pembelinya.
  • Butuh waktu jika mau dijual, kurang liabilitas.
  • Tak ada value penggunaaan ini khusus LM ya, kalau perhiasan ya beda lagi, lagian harga kalau emas perhiasan sangat jauh dibawah, investasi tak maksimal, misalnya kalau invest rumah kan value nya selain naik turus harganya bisa di tinggali atau di sewakan jadi double manfaatnya, sedang LM kan cuma di simpan / di gadai saja
  • Keamanan, kalau tak punya safe deposit box ( SDB ) kurang aman kan disimpan di rumah.

Ada beberapa twitter pakar emas yang dulu saya sering ikutin, ajari kita bagaimana investasi itu fokus di emas saja, mencicil tiap bulan, dan pelan pelan jika sudah punya koleksi LM, kalau ada keperluan sisa gadai di bank syariah dan gunakan uangnya ntuk keperluan tersebut dan kewajiban kita hanya mencicil lah hutang gadai di bank syariah untuk menebus emasnya kembali, nah kalau teori ini beberapa kali saya sudah gunakan, dua tahun lalu sempat menggadai LM yang ada dan tebus selama setahun artinya  semua emas sudah kembali namun investasi uang saya hasil gadai emas tersebut malah gak kembali, maklum saya ikut-ikutan kakak investasi di temannya. Pelajaran berharga, saya tak akan sembarangan ikut-ikutan apapun lagi walau itu yang ajak saudara sendiri.

Beberapa kelemahan cara menggadai  emas LM untuk mendapatkan dana untuk keperluan/kepentingan invest atau kebutuhan hidup lainnya sbb :

  • Menggadai emas itu kena biaya titip per hari, kalau saya hitung diantara semua perbankan syariah yang pernah saya gunakan jasanya saat ini  gadai di Bank daerah masih lebih murah dengan 1,6% per bulan dan tiap bulan bisa dicicil penebusannya. DI beberapa bank syariah lain ada yang 1,8 %. Jadi kalau setahun kalikan saja bunga yang harus dibayar misalnya kita dapat yang termurah waktu itu saya sempat dapat 1.25% di Bank Mega Syariah, namun sekarang per February layanan jasa gadainya sudah ditutup. Berarti setahun itu = 1,25%x12= 15% / tahun, nah kalau kenaikan emas setahun itu cuma 12 % ya rugi donk ya, mending emas di jual langsung saja baru gunakan untuk keperluan, tak ada beban bayar tebusan atau bunga.
  • Menggadai emas tenornya ada bulanan atau 4 bulanan, kalau mampu tebus bisa langsung tapi kalau tidak ya bayar sebagian dan perpanjang kontrak lagi, jadi ribet deh. Kalau punya banyak waktu kalau sibuk yaaa….. susah deh.
  • Beban di pikiran, niat mau investasi kayak saya misalnya, karena dana cash / tabungan bukan pilihan saya makanya karena invest nya di LM saat butuh dana untuk hutang baik saya dihadapkan pada dua pilihan mau jual atau mau gadai saja, karena sudah lama di kumpulkan sebagai manusia serakah saya sayang saja untuk menjualnya jadi tak ada lagi donk yang kelihatan hasil aku nabung bertahun tahun, dan di komporin sama marketing gadai syariah buat gadai saja baru gunakan duitnya nanti sisa tebus aja pelan pelan. Hahhhhhhhhhhhh enak di mereka ngomongnya nih sekarang setengah tahun ini saya berkutat terus ke bank syariah  tebus dikit dikit dan bebanya rasanya berat sekali, kena biaya administrasi, matrei lah, hitung-hitung kayaknya tidak worth deh dengan imbal hasilnya. Nanti kalau semuanya sudah ter tebus saya akan simpan sebagian dan pindahkan alokasi ini ke saham saja, imbal hasilnya lebih masuk akal dan lebih cepat 🙂 . Kalau fokus bisa dapat nilai hasil emas hanya dalam waktu seminggu apalagi kalau modal dan ilmunya OK.

Namun satu keunggulan menggadai emas LM untuk investasi masa depan  ya : DISIPLIN diri untuk siap membayar dan mencari nafkah lebih keras untuk melunasinya.

Salah satu produk yang saya tunggu dari dunia perbankan hingga saat ini adalah “Tabungan Emas” yaitu sistem menabung dalam bentuk uang Rupiah namun setiap setoran tertentu ditentukan nilai tabungan kita dengan nilai berat segram emas hari itu, jadi di buku tabungan ketika setoran dana  akan muncul saldonya misalnya 12 ,5 gram emas harga hari ini. Jadi nilai dana cash saya dalam saldo tabunganku itu tergantung fluktuasi harga emas hari itu mirip tabungan dollar lah………..hahaha asik kan kalau begini, nilai tabungan kita dijamin naik 20% per tahun tergantung kenaikan harga emas, dan aman tak ribet sembunyikan LM di rumah atau mesti bayar SDB per tahun. Solusi ini di Indonesia  belum ada, saya sudah cari ke semua perbankan syaria, saya googling, saya tanya orang bank nya, dan mereka menjawab mungkin produk ini menguntungkan bagi nasabah tapi merugika perbankan nya. 

Saya sempat dengar kalau OCBC atau CIMB di Malaysia sudah ada produk semacam ini, tapi kalau saya tanya OCBC NISP atau CIMB Niaga di Indonesia produk ini belum ada…………………ya sayang deh aku akan jadi pendaftar perdana kalau produk ini launching 😀

Tips Untuk Investasi versi saya dengan beberapa pengalaman pencarian investasi terbaik :

  • Invest emas bisa beli langsung saja di ANTAM butik di beberapa kota sudah ada kok, atau di toko emas besar terpercaya dari pada ribet cicil mencicil, capek deh, kalau belum mampu yang besar beli aja kecil se gram sebulan juga tak masalah yang penting disiplin, malah usahaka beli kepingan kecil saja biar gampang di jual atau di gadai nanti karena kalau tebus di gadai syariah kaalu kepingan besar mesti butuh uang banyak juga.
  • Tabungan hanya untuk dana darurat saja, simpan di deposito bank daerah biasanya lumayan bunganya lebih tinggi dari bank nasional.
  • Kalau mau nabung buka tabunganku di berbagai bank ada, tak ada biaya administrasi kok biar duitnya tak habis karena biaya administrasi.
  • Kalau gak mau ribet trading saham ya sudahlah daftar reksadana saja, banyak perbankan sekarang buka tabungan reksadana dengan teratur melakukan autodebet ke rekening, kalau saya sudah daftar di Bank Sinar Mas, saya ambil reksadana SIMAS SATU. Per bulannya cuma 200 ribu kok, kontrak bisa 10 – 20 tahun tiap tahun di perpanjang, ya lumayanlah anggap saja itu tabungan pendidikan buat keturunan kami nanti. Tak ada pajak dan tak ada biaya administrasi dan history profitnya luar biasa.
  • Kalau dana lebih dan banyak investasi property, tapi property kebanyakan lama menunggu fisik nya jadi jadi dana mengendap dan proses jual belinya juga ribet dan lama, kecuali kita kuat pendanaan ini mah instrument paling OK! kalau aku belum cukup mampu, hahahha lunasi KPA satu unit saja semaput.com

Jadi dengan beberapa diversifikasi yang dilakukan kan bisa aman ya, sesuai teori para ahli “dont put ur eggs in one basket”  nah sekarang kan  basketnya dah banyak tuh….biar aman …………

Semua postingan diatas berdasarkan beberapa tahun pengalaman berkutat mencari instrumen investasi terbaik 🙂 semoga bermanfaat ……..!!!

 

 

 

 

Advertisements

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Cerita ber- kebun emas

  1. Emi July 7, 2014 at 12:13 am Reply

    Cobain tabung emas di InvestasiEmasOnline.com.
    So far so Good & aman. Ada juga jasa penyedia yang lain tapi namanya lupa.
    Boleh tanya ke mbah Google 😀

    • siti July 7, 2014 at 5:02 am Reply

      makasih infonya,… ntar aku coba coba lihat cuma saya kalau emas lebih percaya yang manual saja.. sudah kapok yang online2 sudah banyak pengalaman gagal dan ketipunya…

  2. j3ngg0 January 14, 2015 at 9:24 am Reply

    lagi iseng, niatnya sih memang mau invest emas tapi masih kecil-kecilan. Maklumlah karyawan. Tapi tulisan ini lumayan membantu saya mengenali lapangan. 😀

    • siti January 14, 2015 at 9:26 am Reply

      iya harus belajar dari yang pengalaman…
      emas mah value hitunganhya kalau lama enak melindungi nilai uang tapi capek.. jadinya …

  3. topidesta January 18, 2015 at 12:32 am Reply

    hems… begitu yah, misalkan penghasilan saya kurang lebih 7jt. rencana yang tepat untuk investasi emas berapa persen yah kira kira dari 7jt itu? dengan asumsi, saya juga rencana mau menaruh di basket yang berbeda. seperti reksa daana. terima kasih.

    • siti January 19, 2015 at 5:21 am Reply

      terima kasih sudah mampir, kalau menurut teori nya sih 30% dari total income untuk cicilan ( Rumah/mobil ) sisanya 10 persen saving bisa di diversifikasi..sedang 20 % nya investasi yang berkembang..terserah mas nya mau ambil di 10% atau 20% nya dari total gaji, nah sisanya untuk kebutuhan bulanan

      • topidesta January 22, 2015 at 12:16 am

        Oh getu mksh mba ya, saya coba hitung ya mba. 7 x 30% = 2.1jt <– alternatif untuk emas, karena mobil/ kendaraan cenderung turun, dan untuk properti saya cari modal dari emas dulu (konsep menabung berkembang). berarti ada sekitar 4 x 10% = 400rb <– untuk reksadana, idealkah? terima kasih ya mba, oya. sebisa mba aja jawabanya, ya mungkin pengalamannya sampai saat ini. 🙂

      • siti January 22, 2015 at 12:28 am

        iya saya rasa cukup Mas, cari reksadana yang baru berkembang contoh kalau saya sinar mas ( saham unggulan itu harga unit masih murah ) dulu TOP itu SIMAS SATU profit dalam 10 tahun 469% kalau tak salah mending cari unit link lainnya yang potensia;l growth masih besar… dan reksadana itu autodebet jadi enak gak usah pusing mikirin tiap bulan.. paling nyaman .. kalau saham mesti aktif dan pelototin harga terus kalau reksadana memang tak sebesar saham potensinya tapi pasti ..pelan tapi pasti…semua yang saya tulis based on pengalaman pribadi, saat ini saham masih ada tapi passive, reksadana autodebt tiap bulan dan saya sekarang fokus di VALAS ..lebih aktif dan saya sedang beajar ilmu nya dulu.. potensi besar ….

      • topidesta January 22, 2015 at 12:34 am

        wah… saya harus sering berguru neh. Iya simas satu udah saya cek, kyknya stabil, tp cukup lama juga yah 5-10thn. Hems, ketika ditanya growth yang masih besar, saya malah bingung, atas dasar apa saya gak harus pilih selain simas satu?. haa… emang saham liat grafik terusss… dan valas… offsense. saya belum tahu sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: