Advertisements

SK Mutasi


Tenang teman teman,  bukan saya kok yang kena mutasi tapi teman saya, tiba tiba tadi sore di salah satu sudut kantor ekh staf HRD datang dan bawa map batik yang isinya SK ( Surat Keputusan ) mutasi karyawan, salah satu teman di mutasikan ke Palu, mukanya langsung jadi super kusut dan begitu sedih, terbayang anaknya mesti pindah sekolah dan suami mesti stay disini dan mereka harus menjalani LDR, kasihan juga tapi sudah seharusnya beliau dimutasi karena sudah puluhan tahun di Makassar tak pernah pindah, entah kenapa ya ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kami yang jadi kuli kantor terutama perusahaan yang scope nya nasional ada yang mencakup wilayah yang lebih luas.  Apalagi jika kantornya mencakup daerah remote atau kecamatan.Contoh paling sering itu PLN sama BRI, tahu sendirikan kalau PLN, kantor rantingnya sampai di kepulauan dan daerah terpencil, sama BRI juga kantornya dari ujung Sabang Hingga Merauke ada, sampai ke kecamatan. Terbayang deh karyawan/ti nya tiap saat apalagi level struktural selalu harus siap di mutasi-kan!

Kalau kami masih beruntung cabang di setiap ibu kota propinsi dan kabupaten atau kotamadya saja itupun tak semua kabupaten jadi walaupun dimutasikan jatuhnya terdampar masih di ibukota propinsi atau paling menderita ya di kota kabupaten. Kalau saya sih dari awal berkarir sudah di lempar ke luar wilayah homebase jadi lumayan santai sekarang balik home base ada jedah beberapa tahun dulu entah sampai kapan bertahan disini hanya Tuhan yang tahu

Kenapa isu mutasi itu jadi momok, khususnya buat kalangan ibu atau kaum perempuan yaaaa karena ini :

  • Sudah nikah, suaminya kerja dan terikat di perusahaan di kota tertentu, memutasikan suami kan bukan suatu yang mudah. Ribet pangkat 10 deh. Emang gampang mutasikan suami dan istri sendiri belum tentu lama di daerah tertentu.
  • Sudah punya anak, anaknya sekolah lagi, wadduh mindahin anak sekolah mesti lihat waktunya, butuh biaya dan adaptasi baru bagi sang anak, bagus kalau anaknya gaul dan cepat beradaptasi.
  • Mesti ribet cari akomodasi baru, lingkungan baru, ihhh belum pernah rasakan mesti cari kost-an di kota baru dan mesti harus kerja juga, hahahha saya sudah rasakan beratanya….!!! Apalagi rumah buat sekeluarga wuuuuuh ribet.com kalau perusahaannya menyediakan akomodasi perumahan ya ok lah tapi kebanyakan sekarang kan kasih duit saja  buat cari sendiri akomodasinya.
  • Kalau ada anak cari sekolah berkualitas buat si anak, juga tak mudah. Mesti survey dulu dan banyak tetek bengek lainnya.
  • Cuaca di kota baru, bisa berdampak pada kesehatan.
  • Mesti mencari teman baru lagi, yang lama jangan lupa ya.
  • Mencari komunitas baru biar nyaman dan enjoy hidup di perantauan
  • Kalau sakit siapa yang jaga ..ihhh ini mah nelangsa banget kalau jauh dari keluarga besar
  • Mesti jauh dari keluarga besar dan meninggalkan kenyamanan hidup di rumah sendiri

Nah ini beberapa faktor ini yang buat mutasi itu momok deh, apalagi yang sudah lama stagnant di posisi yang sama selama bertahun tahun, tapi menurut analisa saya *cie sok ilmiah, sebenarnya ada 3 hal yang manfaat mutasi bagian seperti ini :

  1. Dengan memutasikan karyawan otomatis keluar dari comfort zone yang membuatnya berjuang lebih keras memaksimalkan potensi daerah di daerah baru.Memaksakan mengeskplore dan menaikkan jiwa petulangan, terbukti misalnya saya 4 tahun di Manado, saya sudah explore semua kawasan wisata sampai semua kabupatennya. Bahkan mungkin jika di compare dengan Sulawesi Selatan yang asal saya sendiri malah saya lebih banyak berpetualangan di Sulut bahkan sampai ke Maluku Utara dan Gorontalo. Diving di Bunaken sampai ke pulau Lembeh, sedang di Sulawesi Selatan ke Malino atau Toraja saja saya rada malas. Padahal kampung sendiri loh…………!
  2. Cakrawala berpikir yang baru bagi yang dimutasi, mengenal budaya dan daerah baru, menyadari betapa kayanya Indonesia. Paling parno loh orang kantor pusat yang terbiasa hidup hedonis di Jakarta dengan keramaiannya tib-tiba di mutasikan misalnya ke Tanah Papua. Yang dianggap menakuktkan  dan daerah endemik Malaria padahal kawan-kawan yang bertugas di Papua malah setelah menginjakkan kaki  disana malah happy saja, cuma yang ribet kalau mau pulang kampung ya serasa keluar negeri untuk biaya transportasinya.
  3. Meningkatkan resistensi diri untuk survive di manapun, beda kan kondisi orang orang yang sudah terbiasa pindah pindah dibanding yang cuma di situ terus sepanjang hidupnya. Yang sering pindah banyak teman di tiap kota, kenangan dan tahu banyak tempat.
  4. Kemampuan penguasaan bahasa dialek lokal meningkat, sampai kadang tercampur campur 🙂

Kayaknya masih banyak deh manfaat mutasi karyawan sebenarnya, memang sebagian orang lebih baik tidak promosi yang penting tidak pindah, ada juga yang tiap 2 tahun pindah apalagi level pimpinan atas. Kalau saya entahlah… lagi fokus banyak sekali yang mesti dipikirkan, MB lebih enak kalau di Makassar karena sesuai domisili identitas saya, jadi kagak ribet urusi dokumen izin tinggal dan tetek bengeknya. Karena isu mutasi inilah membuat mimpi terbesar saya untuk pensiun dini menjadi lebih kuat. Kadang kalau ditempatkan di daerah gaji habis buat pulang kampung terus, kapan bisa nabungnya …. !!!

 

 

 

Advertisements

Tagged: , ,

13 thoughts on “SK Mutasi

  1. MS May 21, 2014 at 1:03 pm Reply

    memang serba salah kalau harus pisah rumah karena pekerjaan…, pasti harus menyisihkan dana untuk saling berkunjung, biaya dapur jadi 2 kali lipat, dll

    aku 3 kali LDM.. saat anak2 masih balita…., jadi nggak mikirin cari sekolah,
    orang tuaku juga dulu selalu berpindah jadi aku punya banyak teman di berbagai daerah

    • siti May 21, 2014 at 1:05 pm Reply

      betul lupa tadi seharusnya nambahin dapur malah jadi 2 dan rada boros..itu yang banyak ditakutin orang, malah banyak teman2 saya nabungnya ke maskapai hehehhe
      karena tiap bulan naik peswat 2x sebulan. bisa dihitung tuh budgetnya ,..

      • MS May 21, 2014 at 1:09 pm

        bossku dulu kasih komen…., aku nggak mau duit gara2 sering minta pulang pas akhir pekan he..he..,
        emang sih nggak pakai mikir2 deh..yg penting ketemu keluarga..urusan tabungan dipikir belakangan

      • siti May 21, 2014 at 1:44 pm

        betul sekali mbak Monda, bgtu juga kata bos ku.. jadi kami selalu menyebutnya PJKS ( Pulang Jumat Kembali Senin ) 😀

  2. nyonyasepatu May 21, 2014 at 3:37 pm Reply

    Adekku dulu di telkomsel dan dia resign karena disini udah LDR trus pindah kerjs tambah gak jelas anak dimana, suami dimana, dia dimana. Akhirnya resign deh dan buka toko baju hehehe. Kalo msh single seneng ya pindah2 malesnya repot ngurusin barang

  3. siti May 21, 2014 at 10:10 pm Reply

    Ohh ya, Adek Noni cowok kan?Telkomsel Medan? Tahun brp resign nya? Kalau dagang or wirausahha ya gak akan ada yg kasih SK mutasi deh dijamin, kalo usaha ya benar2 mandiri ngurusin usaha dan lainnya….

  4. Allisa Yustica Krones May 22, 2014 at 7:06 am Reply

    Halooo…apa kabar? Lamaaa…gak main sini, kangeenn 😀

    Btw, kemarin sudah jadi operasi wasir kah? Kalo jadi, boleh tau gak di rumah sakit mana dan pemulihannya berapa lama? hehe….

    Iyaa…di perusahaan kayak PLN, mutasi adalah salah satu isu yang lumayan besar. Bersyukurnya aku karena di bidang IT dan S1 jadi ditempatkannya langsung di kantor induk, yang kayak suamiku yang orang elektro yang harus siap ditempatkan di pelosok. Puji Tuhan masa penempatan di pelosok itu udah lewat, seiring jabatan yang makin meningkat, penempatanpun cenderung di tempat yang lebih enak (ibu kota provinsi), cuma ya tetep selalu berdoa semoga gak sampai harus dipisahkan beda provinsi walopun tetep harus siap2 sih karena kemungkinan ke arah situ lumayan besar…

    • siti May 22, 2014 at 8:36 am Reply

      halo mbak lisa, senang mbak main kesini, iya sudah ada di postingan 1, 2, dan 3 sebelumya, jadi operasinya ada 2 fissura sama hemmoroid, dua kali tindakan, seminggu di rumkit dan seminggu istirahat dirumah, skrg sudah normal namun jaga pola makanan aja mbak… alhamdulilah sudah beraktifitas seperti sediakala..

  5. kayka May 22, 2014 at 4:08 pm Reply

    kalau kita yg dipindah memang rada2 susah ya, krn menyangkut kerja suami juga. beda kalau suami yg dipindah, asyik2 aja deh ikutan pindah juga. tapi gak juga deh kalo penghasilan dan prospek istri lebih bagus, suami kudu ngalah juga kali ya.

    salam
    /kayka

    • siti May 23, 2014 at 1:56 pm Reply

      ya sangat susah mbak, jadi harus lihat dan compare untuk kepentingan berdua….. namun pindah memang ada serunya juga sihh

      • kayka May 23, 2014 at 3:44 pm

        akur 🙂

        salam
        /kayka

  6. yang terzalimi karena sistem yang tidak manusiawi May 24, 2016 at 12:05 pm Reply

    Tlg donk buat PKB 3 menteri.
    1.menteri tenaga kerja
    2.menteri PMK
    3.Menteri BUMN.
    Tujuan nya agar istri yg berkerja di BUMN yang suami nya terikat di salah satu institusi pemerintahan agar di berikan dispensasi dipermudah pindah ikut suami.demi terciptanya keharmonisan rumah tangga.ingat sukses nya negara di mulai dari suksesnya setiap keluarga di NKRI.keluarga/rumah tangga kacau anak2 pun terlantar.sehingga memundurkan kemajuan generasi penerus bangsa.masak pindah ikut suami hrs 5 thn kerja???pikir donk bapak2 pejabat apa gk pnya istri/keluarga?gmn perasaan bapak di posisi itu?nyaman gk dalam berkerja? Tlg buat peraturan yg manusiawi sedikit.

    • siti May 24, 2016 at 12:10 pm Reply

      ide yang bagus mbak.. harus singkron ketiga menteri tersebut ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: