Advertisements

Pekerjaan legal buat WNA Pasangan Kawin Campur


Tambahan dokumentasi lagi biar selalu tetap bagi bagi info buat pasangan kawin campur ( kapur / mixed marriage ) saya sekalian mau upload hasil wawancara Pembahasan Pasal 61 UU Keimigrasian No.6/2011 oleh Bapak FIRDAUS AMIR, SH., MH. – Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, yang videonya hasil rekaman langsung Mbak Aprilia Streit salah satu pentolan dan admin di group Komunitas Kawin Campur dan aktif share informasi.

Dulu kan suka ditanyain kalau KITAS nya sponsor istri tak bisa bekerja formal hanya non formal nah mau tahu detailnya silakan klik video nya… #Maaf bingung cara upload video ke youtube tanpa file dengan hanya code, ada yang bisa ajarin 🙂

https://www.facebook.com/video.php?v=10151118463726921&set=vb.568176920&type=2&theater

Adapun penjelasannya seperti ini,

Dalam aturan terkait WNA  dengan urusan tenaga kerja maka untuk di Indonesia ada 2 depar aturan UU yang terkait sbb :

  1. UU Keimigrasian
  2. UU Ketenagakerjaan

Jadi keduanya harus sinkron, yang banyak membuat bingung orang awam kayak saya ini adalah karena masing masing kan tidak di perbaharui secara bersamaan jadinya sebagai objek pelaku kapur nih harus selalu banyak belajar RUU terbaru dan melek informasi dan hukum di negeri ini.

Video tersebut diatas pak Firdaus menjelaskan dengan sangat jelas bahwa WNA yang memiliki izin tinggal menggunakan Sponsor istri ( visa spouse ) legally bisa kerja sama yang ditekankan adalah PEKERJAAN NON FORMAL,non formal itu bagaimana? Yang tak ada pemberi kerja. Yang langsung berurusan dengan konsumen, si penjual dibayar langsung konsumen. Contoh di video di jelaskan seperti :

  • Pelukis, si pelukis jual langsung ke pembeli tanpa perantara
  • Tukang Bakso, ya konsumen makan bakso dan bayar ke WNA tadi
  • Guru Private, langsung dibayar dari si Murid, tidak lewat lembaga resmi seperti kursus atau sekolah
  • Tukang Jahit, kan bisa si konsumen bayar ke tukang jahitnya langsung

Case nya akan jadi pekerja sektor formal jika si WNA ini kerja sebagai staff di sebuah perusahaan Tailor ternama, yang mana si WNA di bayar gajinya oleh perusahaan Tailor tersebut, nah itu wajib si pemberi kerja ( owner perusahaan Tailor ) memiliki izin kerja buat si WNA namanya IMTA ( Izin mempekerjakan Warga Negara Asing ) dan banyak dokumen bertele tele lainnya dan mesti membayar iuran DPLK ke negara tiap tahun sebesar 12 juta / tahun.

Kalau kasus kayak MB yang sekarang masih private english yang kadang dilakukan di warkop kami atau ke rumah muridnya itu sudah sesuai, kan di bayar langsung dari  murid ke dia, terus MB juga seharian jadi satpam penjaga Warkop kecil kecilan yaaaa itu juga legal sih, soalnya ya dagang langsung bukan PT atau perusahaan besar. Cuma usaha si WNA murni bersama istri dengan skala kecil. Tak ada direktur atau jabatan lainnya.

Aturan ketat yang dikeluarkan depnakertrans terkait WNA di Indonesia sebenarnya melindungi kaum pekerja di negeri ini agar tetap bisa bersaing makanya jika pekerja resmi khusus di impor dari luar negeri yang terkenal di gaji dollar dan sangat timpang dengan gaji lokalan ya mesti lengkap work permit yang di fasilitasi perusahaan pengimpor sang WNA. Lain kasus kalau WNA yang beristrikan/bersuamikan WNI yang tinggal di Indonesia tentunya butuh menafkahi anak dan istri, makanya aturan dari UU Keimigrasian tersebut mencoba memudahka bagi keluarga pasangan kawin campur untuk bisa bekerja di Indonesia.

Namun jika di compare dengan aturan tenaga kerja di luar negeri bagi pemegang permanent residence yang lebih mudah kemungkinan karena aturan tiap negara berbeda, di beberapa negara maju para pemegang izin tinggal permanen bisa bekerja baik formal atau non formal tanpa banyak aturan. Tentunya dengan batasan usia tinggal tertentu. Contoh kalau dikampung MB, Misalnya kalau saya sebagai pemegang green card  berhak bekerja seperti WN US lainnya hanya satu yang tak bisa di lakukan melakukan voting, bahkan jadi PNS pun bisa untuk department tertentu  kecuali department terkait informasi vital negara dan yang pasti syaratnya di sumpah dulu . Simple kan, kalau di Indonesia jika WNA memegang Izin tinggal sponsor perusahaan itu pasti karena dia bekerja disini jadi pasti di impor karena urusan kerjaan kalau izin tinggal sponsor istri dibatasin hanya bisa di bebaskan  kerja non formal  ( Mandiri / usaha ) dan kalau mau kerja formal pun sebenarnya BISA asal ada izin kerja / work permit/ IMTA tadi, dan yang urus adalah pemberi kerja ya.Itu saja yang dilengkapin, cuma melengkapi itu yang ribet, pengalaman di kota sebesar Makassar tak ada sekolah atau lembaga yang mau urusin IMTA MB ketika kita apply ke mereka, mereka hanya mau pekerjakan secara legal alias bawah tangan, jikapun ada lembaga besar itupun satu atau dua yang tentunya lowongannya sudah ada yang tempatin. Jadi tak semudah yang dibayangkan lah, beda kasus kalau di ibukota, disana lahan buat pekera asing sangat banyak walau ternyata pekerja asing illegal juga bersaing banyaknya.

Ribet kan?  memang 🙂 namun jika tahu aturannya akan lebih mudah. saya aja kesal awalnya  setelah tahu aturan ini itu, makanya banyak WNA pelaku mixed marriage memilih ke luar negeri buat cari duit dulu nanti masa pensiun balik ke Indonesia soalnya terkait susahnya cari nafkah dengan visa sponsor istri apalagi kalau tinggalnya di kota selain Jakarta. Mau bisnis?, pasti mudah tapi mesti kantong tebal dan tidak semua WNA  kan berkantong tebal apalagi anggapan orang disini kalau WNA semua punya dollar tebal mau setebal apa dollarnya kalau di gunakan bakalan habis juga kan……….sedang anak istri butuh makan……..!Dan ingat, pernikahan yang dilandasi cinta dengan tulus pun bisa pupus kalau terkait masalah financial! Jadi ini sangat vital! Jadi punya suami WNA dituntut untuk mesti smart, tangguh dan mandiri secara financial itu sangat perlu.

Semoga inti dari rekaman video diatas bermanfaat ya…………

Advertisements

Tagged: ,

61 thoughts on “Pekerjaan legal buat WNA Pasangan Kawin Campur

  1. fibenewyork September 22, 2014 at 4:37 pm Reply

    Hi Mbak, di US kalau punya Green Card bisa juga kerja jadi pegawai pemerintah. Tapi memang ngak boleh vote. Kecuali untuk pekerjaan tertentu yang banyak dealing dengan classified information karena harus diambil sumpah. Saya di Canada kerja di pemerintah dan ada dua sumpah yang diambil. Satu untuk ke organisasi pemerintahnya dan satu lagi untuk the Queen dan negara. Saya di exempt untuk yang terakhir karena bukan pemegang paspor Canada. Memang lebih enak kerja di US atau luar negri dan pensiun di Indonesia. Kelihatannya lebih susah untuk pasangan kawin campur untuk tinggal di Indoensia. Untuk ngurus macam-macam susah.

    • siti September 23, 2014 at 12:24 am Reply

      oh ya bisa jadi PNS juga toh, saya info dari suami dan beberapa bacaan begitu, thanks untuk masukannnya.. dan ya saya banyak baca dari teman teman di negara lain, jadi PR disana tak dibedakan dengan wn lokal cuma gak bisa voting saja…..disini ya ampun, banyak amat aturannya………rempong dan ribet.com mbak..

  2. Anggi Lagorio (mamatariaccessories) September 22, 2014 at 8:57 pm Reply

    Info penting banget ini.. Makasih na mbak Siti.. 🙂

    • siti September 23, 2014 at 12:24 am Reply

      iya biar orang semua tahu dan jelas…………apalagi yang mau pulkamp ke Indonesia..siap siap culture shock birokrasi lol

  3. Tami Kunz September 22, 2014 at 11:33 pm Reply

    Kebetulan abis baca ini di detik http://news.detik.com/read/2014/09/23/042337/2697950/10/1/bule-as-ini-rela-berjualan-burger-di-pinggir-jalan-demi-kesembuhan-istri

    Siti, ada kenalan pasangan kapur yg sudah lama di luar kemudian pensiun di Indonesia tidak? Bagaimana ya kehidupannya (dan mungkin maaf, pemakamannya)?

    • siti September 23, 2014 at 12:28 am Reply

      yang di detik.com itu Glen salah satu suami WNI yang kena kanker, sudah banyak dibahas di media dan sudah jadi terkenal deh pasar gober dan burger bule nya.. semoga bisa mengumpulkan dana buat sang istri..salut sama yang bule down to earth kayak gini, yang pensiun banyak .. di Bali tuh sebenarnya banyak pensiunan dari OZ dan Eropa nikah sama orang lokal yang kadang gap umur beda jauh dan hidup makmur dengan biaya hidup rate murah dan uang pensiunan yang lumayan……kalau yang pemakaman..saya belum ada pengalaman.. karena seringnya suami yang meninggal biasanya di kebumikan di negaranya nah kalau yang di Indonesia..belum ada setahu saya mungkin ada ya cuma aku gak kenal…………….

  4. nyonyasepatu September 23, 2014 at 3:51 am Reply

    ohh gitu ya 🙂 infonya bagus banget Siti

    • siti September 23, 2014 at 7:24 am Reply

      Yoi Non, kalo Matt casenya beda dia expert disitu jadi di hire…kalau MB beda lagi… terpaksa deh kami ngesot berbisnis kalo gak ntar dapur gak bisa ngepul….

      • nyonyasepatu September 23, 2014 at 7:24 am

        kan gpp entar jadi sukses punya tempas les bahasa 🙂

      • siti September 23, 2014 at 7:29 am

        iya kalo aku mah beda passionnya mau jadi professional trader…ekh gimana udah daftar belum?

  5. eda September 23, 2014 at 4:34 am Reply

    ribet juga ya mba.. untuk kerja aja, ternyata indonesia blm ‘ramah’ buat turis 😀
    kita aja yg ngurus KTP diputer2 udah mau marah2..apalagi yg macem ini.

    • siti September 23, 2014 at 7:25 am Reply

      iya sangat ribet, cenderung pemerintah kita masih orientasi urus rakyatnya kalau WNA mah nomor sekian… bukan prioritas..penduduk asli aja jumlahnya sebanyak itu sudah buat pusing…….apalagi ditambah imigran legal maupun illegal.. nambah PR buat diatur… beda sama negara maju.. semua merata mau imigran atau warga negara semua punya hak yang sama buat cari nafkah,,,,,,,,,,

  6. winnymarch September 23, 2014 at 7:13 pm Reply

    ribetnya yah mbak Siti

    • siti September 24, 2014 at 12:47 am Reply

      Ribet memang jadi kita harus tahu ilmunya biar mudah…

      • winnymarch September 24, 2014 at 2:45 pm

        banyak bgt perjuangan mbak dan pengalaman

      • siti September 24, 2014 at 2:51 pm

        iya berkat pengalaman itulah makannya dapat ilmu

      • winnymarch September 24, 2014 at 3:03 pm

        salut mbak

  7. nengsyera September 24, 2014 at 2:31 am Reply

    ribet ya kak..huhuu
    tapi klo misal kitanya tinggal di luar seribet ini ga?

    • siti September 24, 2014 at 7:32 am Reply

      tergantung negara mana, tiap negara punya kebijakan dan aturan berbeda beda… yang bagus di negara maju adalah semua aturan JELAS dan tak ada pungli blak blakan, tidak di ping pong nah disni ya ampun, apa apa mesti jihad..kalau urus, birokrasi kita jelas jelas mereka kadang persulit kalau tak dikasih pelicin ..integritas terhadap job desc itu belum maksimal…

  8. nengsyera September 24, 2014 at 3:36 am Reply
    • siti September 24, 2014 at 7:37 am Reply

      iya ini Glen suami mbak Itha, mereka ada anak 2, saya sempat komunikasi sudah lama cuma baru tahu pas berita menyeruak ke media, beliau dosen tak tetap di universitas, ini salah satu imbas dari UU itu, soalnya mereka hidup di kota kecil mana ada perusahaan besar mau hire dan bayarkan IMTA nya, mereka cuma mau pekerjakan biasa, salah satu alternatif ya dagang apa saja..ini tak melanggar UU, sebenarnya pak Glen bisa kerja formal asal ada yang mau bayarkan work permitnya.. tapi perusahaan mana sih yang mau bayar di depann 12 juta.. pasti susah……….itulah suka duka kami sebagai pasangan wni wna di Indonesia….

  9. adhyasahib September 24, 2014 at 11:05 am Reply

    seandainya WNA buka usaha misalnya bengkel gitu dan punya karyawan sendiri,bisa gak ya?

    • siti September 24, 2014 at 12:10 pm Reply

      nah kalau scope nya sudah besar dan berbentuk badan usaha bisa tapi atas nama istri saja, dan karyawannya yang pekerjakan istri si suami ceritanya bantuin saja…
      salah satu teman disini begtu, suami WNA bantuin jaga bengkel dan dalam semua surat ya istrinya yang punya……..aman aman saja…asal tak mencantumkan nama si WNA ke dalam akte perusahaan…………….

  10. kayka September 25, 2014 at 7:55 am Reply

    info yang sangat berguna sekali siti, trim udah share ya.

    sebagai salah satu pelaku kawin campur dengan wna pekerja biasa yang hidup dari gaji, itu sebab akhirnya kita memutuskan utk tidak tinggal di indonesia. tentu aja dengan perjanjian menghabiskan masa pensiun di tanah air tercinta.

    salam
    /kayka

    • siti September 25, 2014 at 11:08 am Reply

      betul sekali mbak keputusannya..

      kalau aku dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita disini tapi mesti berjuang keras dengan ribetnya birokrasi…

      ntar kan jadi pemberi manfaat buat teman teman kapur yang mau hidup disini.. 🙂

  11. Crossing Borders September 25, 2014 at 2:41 pm Reply

    Pastinya bermanfaat dong👍😃 Mantaplah ibu satu ini, informasinya benar2 mencerahkan😃

    • siti September 27, 2014 at 1:35 pm Reply

      mencerahkan secerah cerahnya

  12. Pursuingmydreams September 27, 2014 at 10:15 pm Reply

    Mbak Siti, di sekolah internasional kan banyak sekali guru asingnya, berarti sekolahnya tiap tahun bayarin iuran DPLK ya?. Semoga saja dana yg masuk benar2 dipergunakan dg baik oleh pemerintah kita :D.

    • siti September 28, 2014 at 4:10 pm Reply

      iya pasti setiap pekerja yang kerja di lembaga / institusi / perusahaan wajib punya IMTA dan pasti bayarnya ke BNI buat DPLK nya kecuali pekerja illegal,kalau DPLK bayar transfer ke BNI langsung jadi masuk ke negara kok cuma banyak sekali WNA di jkt yang ternyata kerja tak pake IMTA.. alias illegal berarti gak bayar DPLK..

      • Pursuingmydreams October 3, 2014 at 7:44 pm

        Walahh klo ilegal begitu, apa pas ada petugas, tuh para guru2 asing ngumpet ya 😀 atau malah nyogok petugas hihi.

      • siti October 6, 2014 at 5:46 am

        entah kalau di Jakarta karena kebanyakan mungkin dan terbatasnya jumlah petugas kan tak semua bisa di awasi,… mbak.. entah kalo masalah nego nego …

  13. samrai January 29, 2015 at 9:14 pm Reply

    assalamu’alaikum mb siti salam kenal

    kalo suami bekerja sebagai sopir moko + penjaja dagangan di jalan-jalan itu boleh ga? kan jatuhnya penjual langsung nanti takutnya diciduk petugas imigrasi. makasih atas infonya.

    • siti January 30, 2015 at 4:17 am Reply

      saya rasa tak masalah kok, asalkan dia tak ada bos atau lembaga / kantor yang membawahi dia kayak suami saya dia ngajar private english dan kami ada warkop kecil.. tak masalah kok

      • samrai February 2, 2015 at 5:49 pm

        alhamdulillah =)

        makasih infonya.

  14. Neng April 8, 2015 at 10:11 am Reply

    Saya ada rencana menikah dgn WNA dr Egypt, CIA sdh datangi KBRI disana cuma dpt visa Turis selama 30 hari, dia ingin nya lama disini bagaimana caranya, dia disana seorang guru bahasa Inggris di sekolah sana, tapi bgmn nya caranya mendapatkan permit work sementara belum melamar dimanapun karena belum tahu juga…ada yang bisa bantu sementara saya Sudan tidak bekerja lagi.

    • siti April 10, 2015 at 7:55 am Reply

      CIA maksudnya? permit work tak akan bisa tanpa perusahaan yang mau sewa jasa dia.. dipahami dulu bahwa masuk ke sebuah negara mesti ada izin tinggal, biasanya wna itu masuk ke negara tertentu karena pekerjaan makanya biasanya langsung di uruskan semuanya baru masuk, kalau belum ada perusahaan yang menerima bekerja tak akan mungkin bisa dapat work permit. wna masuk ke indonesia bisa masuk pake visa turis saja tapi ada batas waktu saja, kalau mau dapat KITAS ya mesti nikah sama WNI terus wni jadi sponsornya.. masalah persoalan sponsor juga pasti mesti banyak yang harus dibuktikan ke negara bahwa kita mampu sponsori sang wna.

  15. aRiN April 14, 2015 at 10:04 am Reply

    dear mba Siti,
    kalau suami masih pake visa sosbud (karena blom bisa buat KITAS keganjel passport yg harus buat baru) apakah bisa untuk ngajar private bahasa inggris?
    karna rencananya saya mau sebar brosur gitu cuma takut jadi masalah sama imigrasi..

    mohon pencerahannya..

    • siti April 14, 2015 at 2:42 pm Reply

      sebar brosur atas namakan apa nih? kalau cuma private dan diadakan di rumah murid private gitu aman kok..asalkan bukan lembaga ya… so far aman kok

  16. uli April 19, 2015 at 6:30 am Reply

    Mba siti..aku mau tanya tanya boleh tau alamat emailnya gak?

  17. Yenny November 4, 2015 at 3:38 am Reply

    Terimakasih infonya Sis…izin share ya…

    • siti November 4, 2015 at 5:58 am Reply

      silahkan mbak

  18. n4m4li4 November 7, 2015 at 6:59 pm Reply

    Mba, saya mau tanya kalo saya bikin PT atas nama saya tapi yang kerja suami WNA itu boleh ngga sih pakai KITAS/ KITAP sponsor istri. Suami tidak dicantumkan sebagai pemegang saham ataupun bekerja di perusahaan yg mau saya bikin, sifatnya hanya membantu istri

    • siti November 8, 2015 at 4:59 am Reply

      sebenarnya bisa tapi tetap urus IMTA, RPTKA, silahkan, dan sudah benar jangan masukkan dia dalam kepemilikan saham akan sangat ribet urusannnya…….

  19. Eka January 15, 2016 at 8:40 am Reply

    Infonya bermanfaat banget. Mbak Siti, suami saya pemusik di negaranya dan sekarang tinggal di indonesia sbg pemegang kitas sponsor istri, semisalnya kerja dihire hotel atau wedding dan stlah acara dbayar langsung bkn gaji bulanan, di hire kalau ada event, itu boleh apa tidak ya?

    • siti January 15, 2016 at 10:01 am Reply

      kalau itu tak masalah….. menurut saya…

  20. melanie August 15, 2016 at 9:31 am Reply

    Mbak..jika suaminya WNA dan work Permit , wajibkah istrinya yang WNA memiliki IMTA dan Kitas juga,,sementara istrinya tidak bekerja, hanya ikut suami..,

    • siti August 15, 2016 at 12:15 pm Reply

      kalau istri tak bekejra tak perlu IMTA itu IMTA untuk yang bekerja dan yang bayar IMTA pemberi kerjanya bukan pekerjanya..

  21. Selvia Apriyani October 12, 2016 at 3:20 am Reply

    Mba, Mohon informasi undang-undangnya donk yang mengatur hal ini.
    urgent bangat soalnya

  22. theresia October 23, 2016 at 2:35 pm Reply

    info atas sangant membantu, tp saya mau Tanya , saya WNA pemengan KITAP ikut orang tua, dan saya sekarang sudah menikah tapi dengan WNA juga, saya ingin sponsor anak saya supaya biasa ikut saya tinggal di Indonesia, bagaimana caranya ya? karena ajukan saya di tolak, alasanya saya saja di sponsorin orang tua, tapi anak saya masih kecil masa tidak boleh ikut dengan ibu nya.

    • siti October 26, 2016 at 2:50 am Reply

      wah membingungkan ini kasusnya..benar biasanya di tolak pasti karena ibaranya ibu mau sponsori orang sedang ibu sendiri bukan WNI..ya pasti tak boleh donk.. kan ibu masih banyak keluarga diindonesia.. atau coba deh ibu nya mbak sponsori cucunya ke indonesia itu lebih baik karena kan ibunya mbak kan wni.. bisa kok itu…

  23. Nia Quazi October 27, 2016 at 1:14 am Reply

    Mbak, ijin saya share ya 🙂

    • siti October 28, 2016 at 2:54 pm Reply

      silahkan..

  24. raiyan December 17, 2016 at 2:00 pm Reply

    mbak saya mau menikah dengan wna ..jdi langkah apa saja yang harus saya lakukan.. clon istri saya wna

  25. Ririn January 9, 2017 at 3:38 pm Reply

    Mbak siti, Terima kasih untuk informasi atasnya, saya mau tanya, aku punya usaha pabrik kecil, gadang2 minta suami WNA bantuan ke pabrik bawa kas ke setoran di bank, bawa surat balik untuk says tanda tangan, cek absensi karyawanku. Masih perlu IMTA ngak? Bentuk usaha saya cuma perorangan UD, kayaknya ngak bisa untuk urus RPTKA atau IMTA karyawan orang asing ya?

    • siti January 9, 2017 at 4:12 pm Reply

      itu tak perlu, kan cuma bantu usaha istrinya yang wni murni… kan dalam UD nya tak ada nama WNA nya kan, jadi aman apalagi cuma UD bukan PT or CV kalau ada yang nanya bilang saja bantu istri urus usaha… selesai…

  26. Mika April 1, 2017 at 12:54 pm Reply

    Mbak kalau. Suami pensiun di indonesia .. Uang sosial security yang diterima dikenakan pajak apakah dikenakan pajak lagi di Indonesia? Terimakasih

    • siti April 1, 2017 at 4:14 pm Reply

      saya belum paham akan hal itu saya dengarnya sih tidak.. nah itu perlu ditanyakan sama ahlinya..dulu..

  27. Mika April 7, 2017 at 1:03 pm Reply

    Mbak Siti kalau suami mau pensiun di Indonesia .. Biaya hidup cuma dari sosial security US apakah dikenakan pajak juga ? Terima kasih

    • siti April 10, 2017 at 1:18 pm Reply

      saya tak tahu soal pajak pensiun belum ada pengalaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

Winny Marlina

Whatever you or dream can do, begin it!

%d bloggers like this: