Advertisements

Cerita drama Exit Permit Only ( EPO )


beberapa ibu kapur saat rayain ultah salah satu anak member 3M ( Mixed Married Makassar ) !

beberapa ibu kapur saat rayain ultah salah satu anak member 3M ( Mixed Married Makassar ) !

Cerita ini sudah lama mengendap di draft, lebih sebulan lamanya tak mengupdate kabar kabari tentang MB dan dunia kami, ya bulan Oktober ini penuh dengan kepadatan kerja dan kegiatan lainnya serasa 24 jam itu tak pernah cukup, mau nambah jadi 30 jam rasanya.
kantor 2 300 x 250

Header 728 x 90 (2)

 

Jika terkait birokrasi saya semaksimal mungkin saya wajib posting biar memberi manfaat sama yang membutuhkan, ceritanya awal Oktober lalu salah satu kawan disini yang bersuamikan WNA menghadapi drama yang kemudian akhirnya menjadi drama bagi saya juga karena dari awal sang kawan banyak belajar soal surat dan birokrasi dari blog saya dan arah-arahan saya.

Sekiranya saya sudah merasa khatam dan ternyata tidak sama sejakali *tepokjidatsendiri, ceritanya berawal dari  sang kawan sebutlah namanya Bunga, si Bunga yang pasangannya dari eropa ini sempat datang ke Indonesia di awal tahun dengan niat mau hijrah dan melanjutkan pendidikan bagi si Bunga yang sempat terputus karena menikah.

Alhasil si Bunga pun belajar dan menciplak apa yang saya lakukan untuk persuratan karena kita sama sama menetap di Indonesia. Menyimaklah semua yang saya lakukan di postingan ini dan tentunya urus-urusin kelengkapan  surat lainnya.

Untuk urusin KITAS sang suami si Bunga saja sempat buat kita was was karena  caranya benar benar jalur lurus bahkan saking lurusnya dengan penuh was was berkas dari kanwil Makassar dikirim via pos saja ke dirjen imigrasi di Jakarta tanpa orang yang bisa dikonfirmasi di Jakarta, karena pengalaman di beberapa daerah lain, pengiriman manual seperti ini tak masalah. Ya walau sempat galau selama hampir 2 bulan akhirnya berhasil juga di konfirmasi dan mendapat persetujuan dari pusat dan akhirnya bisa dibuatkan KITASnya.

Alhamdulilah berhasil walau penuh ke was was-an dan ke galauan berlarut larut, dan setelah dapatkan KITAS kan yang wajib di urus adalah MERP ( multi re entry exit permit ) agar ketika si WNA keluar negeri maka KITAS nya masih berlaku. Biar lebih irit  si Bunga akhirnya tak langsung buatkan MERP bagi sang suami karena pikirnya ya masih lama kok balik ke negara asalnya, nanti saja. Nah dalam perjalanan waktu ternyata ada suatu hal yang membuat mereka akan kembali ke negara suami jadi si Bunga sempat telpon saya dan bilang ” kayaknya tak usah urus MERP ya kan nanti rencananya balik ke Indonesia saat KITAS sudah expired dan kemungkinan hanya liburan saja dan tak mungkin dalam jangka waktu dekat.

Daripada mubassir buat MERP 600 ribuan paling murah mending  tak usah ya, itu guman saya dalam hati, namun waktu sesaat setelah bicara via telpon dengan bunga itu saya masih was was dan ragu ragu dalam teori saya di otak saat itu

” jika WNA pemegang KITAS mau ke luar negeri dan tak berencana kembali ke Indonesia semasa KITAS masih berlaku maka tak perlu buat MERP, kecuali si WNA masih mau balik ke Indonesia dalam waktu KITAS masih berlaku ya wajib buat MERP”

Nah sejak itulah kami cuek bebek akan  masalah ini, dan tibalah pada suatu hari di  akhir oktober, suami Bunga akhirnya jadi berangkat bersama anak semata wayang yang masih berusia dibawah 2 tahun sedang si Bunga masih tinggal disini karena masih harus menyelesaikan studynya. Saat nyetir balik dari kantor pukul 9 malam, bbm saya berdering “Ping..Ping Ping ” wah pasti sangat penting ini sampai saya hentikan kendaraan dan melihat isi pesannya.

Ternyata si Bunga, minta saya menelpon sangat PENTING, saya pun stop kendaraan dan menelpon dia, dari kejauhan saya dengar suara dia panik dan  super panik menyatakan kalau suaminnya sama anaknya tertahan di  loket imigrasi Jakarta karena tak ada MERP nya di pasport, serasa jantungku mau copot dan pingsan saat itu juga.

Saya pun berkuat kepada si bunga bahwa coba lobby orang Imigrasinya, minta tolong dll, ternyata tak bisa sama sekali, sogokan pun tak mempan, si Bunga sempat terisak, dan malam itu bukan cuma bunga yang galau saya pun hampir semalam itu tak tidur merasa bersalah. Akhirnya si Mister ekh suami Bunga tertahan di Bandara dan nego sama airplane nya untuk tiketnya di cancel dan akan berangkat di minggu depan saja setelah mengambil MERP atau EPO di kantor Imigrasi Makassar. Kenapa harus di Makassar karena disitulah domisili dan kanim tempat keluarnya KITAS si WNA.

Dengan tergopoh gopoh saya pulang ke rumah, mencoba mengontak semua orang imigrasi yang ada di kontak HP, dan serasa saya orang paling tak berdaya di dunia, tak ada seorang pun yang mengangkat telpon dan mersepon sms ku. 😦 Bahkan adik sahabat baikku yang pernah saya sms selalu bertanya ke kantor imigrasi pun tak pernah membalas sms ku.

Sedih dan hancur rasanya, terbayang ini si mister sama anaknya yang masih bayi harus nginap di bandara untuk kembali ke Makassar. Dan untunglah malam itu saya masih bisa kontak salah satu teman yang urusin travel tantenya buat boooking tiket dua orang buat si mister dan anaknya dan harus tengah malam itu biar mereka bisa pulang cepat dan tidak kemalaman di Bandara dan bayarnya juga besok dan masih bisa invoice. Sahabat andalan selalu menjadi malaikat penyelamat dalam segala hal.

Terus malam itu juga sebagai penebus rasa bersalah saya pun sudah buatkan draft surat permintaan pembuatan Exit Permit Only dan lengkap dengan nama dan detailnya serta matrei besok pagi si pasangan ini akan ambil di kantor dan bawa ke kantor imigrasi agar bisa kelar sehari jadi mereka bisa berangkat lagi sehari sebelum anak mereka ultah ke 2 tahun. Kenapa harus seperti itu  biar tiket sang anak ini bayarnya masih disc. Kalau sudah 2 tahun bayarnya full 😦

Dan ternyata gagal lah si mister dan puteranya berangkat karena EPO nya baru selesai di hari senin itupun pakai cara cepat pakai pelicin ternyata dengan 100 ribu langsung bisa di tanda tangan dan diberi cap itu yang dibutuhkan. Ya sampai hari ini saya masih bersalah sebenarnya.

Jadi kembali ke inti postingan, jadi setelah KITAS sebaiknya langsung dibuatkan MERP nya.., beda nya dengan EPO adalah? EPO adalah Exit Permit Only adalah fungsinya mirip dengan MERP, sayang saya tak punya gambarnya, semacam cap MERP  namun bertuliskan Exit Permit Only, yang artinya si WNA tak berniat kembali ke Indonesia, kalaupun mau masuk ke Indonesia harus apply visa kembali.

Namun setelah curhat-curhatan dengan pelaku kawin campur senior ku di Makassar, salah satu pasnagan kawin campur bersuamikan WNA Pakistan pernah mengalami drama yang sama gara gara EPO di KITAS suami nya. Saya jadi ketakutan lagi, ketakutan saya ketika sudah ada EPO di pasport WNA maka tak akan  bisa masuk ke Indonesia jika sponsornya masih sama harus ganti sponsor, atau tak di approve sama sekali visa nya, nasehat sang kawan yang pernah mengalami masalah dengan kasus EPO ini berkisah, kalau suami ada KITAS langsung diambilkan MERP jangan pernah ambil EPO karena akan bermasalah di kemudian hari. Mungkin itu dulu kali ya…

Jadi kami konfirmasi dengan kantor imigrasi akan hal ini, dan petugasnya menjawab EPO itu sebagai cap bahwa si WNA bisa meninggalkan Indonesia dan jika mau masuk ya apply visa kembali.

Lega deh rasanya, oh ya kalau apply EPO resminya gratis ya… cuma butuh 2-3 hari masalahnya cuma satu tanda tangan yang berwenang ya tahu sendiri pejabat susah dapat tanda tangannya kecuali… kalau ada alasnya * ehem …

Yaaaa begitulah cerita miris drama lupa buat EPO yang buat mister dan bayinya terdampar pulang ke Makassar, rugi tiket Makassar-Jakarta 2 dan si anak mesti create tiket baru dan berbayar full……….

Mahal kan imbas dari drama ini………………….

saya saja yang tak mengalami hanya menjadi saksi drama dan membantu seperlu dan sebisa saya ……….soalnya terbayang jika saya mengalami hal ini ….istri siapa yang tak super galau… rugi duit dan rugi waktu, pelajaran berharga dari kejadian ini bahwa” harus tetap wajib mencari tahu dan tak boleh mendengar satu informasi dan tidak konfirmasi ke kantor imigrasi karena seperti selalu saya bilang birokrasi di negeri ini bagi pasangan kawin campur masih ribet. So berkuatlah selalu menggali informasi itu adalah harga mati bagi pasangan WNI nya…

Demikian postingan galau hari ini…

kantor 300 x 250

Advertisements

Tagged: , , ,

54 thoughts on “Cerita drama Exit Permit Only ( EPO )

  1. cerita4musim November 13, 2014 at 12:48 pm Reply

    wadeuhh sport jantung pisan kl udah urusan dokumen dan harus berhadapan dgn orang imigrasi di bandara. Belum lagi waktu boarding semakin mendekat :((
    semoga bisa jadi pelajaran untuk semuanya….

    • siti November 13, 2014 at 1:23 pm Reply

      iya mbak, aduh sampai sekarang saya merasa tetap bersalah atas kejadian tersebut… memang sih si bunga ini cuek bebek selama ini biasa masih sangat belia sibuk kuliah dan urus anak udah buat rempong jadi sejak itu saya selalu was was terkait dokumen nih…

    • sapienzadivita November 13, 2014 at 3:45 pm Reply

      Pelajaran karena berhemat 600rb, harus merelakan biaya tiket pulang dan terbang kembali dari/ke Makassar, urus MERP, pelicin 100rb untuk tanda tangan, tiket si kecil yang harus full. Belum lagi rugi batin, pulsa, dan kenyamanan hidup. Eh, ini kok jadi mengingatkan kerugiannya ya? Mohon dianulir. 🙂

      Makasih mbak sharingnya. Drama yang sangat drama sekali. lebay.com

      • siti November 13, 2014 at 3:51 pm

        satu lagi iya tiket full nya buat si anak Jakarta – Perancis hiks… bayar full…padahal cuma beda 2 hari dari ultah si bocah sengaja mau berangkat sebelum ultah agar masih disc ekhhh nasib berkata lain………………..nasib ya nasib

      • sapienzadivita November 13, 2014 at 3:55 pm

        Wah kalo begitu, paling enak kalo satu keluarga tanggal lahirnya sama dong…. Hahahaha

      • siti November 13, 2014 at 4:01 pm

        iya sih menguntungkan bagi dibawah 2 tahun ………

      • cerita4musim November 13, 2014 at 4:00 pm

        Masih untung tiketnya ke Eropa (tetep ya masih ada untungnya), coba aja kalau tinggal nya di USA, pingsan deh ngitung harga tiket nya mereka semua 😦

      • siti November 13, 2014 at 4:02 pm

        iya jadi kalau ingat drama EPO ini saya selalu stress bawaannya… pelajaran berharga………..

      • cerita4musim November 13, 2014 at 4:04 pm

        aku rasa karena dia bawa anak di bawah umur deh, jd ketentuannya beda dan lebih ketat.

        Malah mestinya ada surat yg ditandatangani kedua belah pihak orang tua acknowledge anak kecil ini diajak papa nya ke luar negeri.

  2. gegekrisopras November 13, 2014 at 2:19 pm Reply

    waduh deg2an aku bacanya mbak, thanks for sharing…

    • siti November 13, 2014 at 3:09 pm Reply

      Hhe he apalagi aku …super galau berhari hari padahal bukan suami sih yang bermasalah tapi merasakan pedihnya…

      • gegekrisopras November 13, 2014 at 7:45 pm

        Krn temennya ikut panduan mbak Siti kan, yg ditulis di blog.. Coba kalo engga, mungkin biasa2 ajah 😛

      • siti November 14, 2014 at 12:40 am

        iyaa … cuma dia gak buat satu MERP nya.. saya juga mikir kan gak mau balik jadi tidak perlu kali..itu pikiran saya dan istri nya… ekhh ternyata tetap wajib pakai EPO …

  3. Arman November 13, 2014 at 2:47 pm Reply

    Ya ampun repot banget ya. Padahal walaupun pemegang kitas tapi kan passport nya wna jd harusnya kalo mau keluar Indo harusnya gpp dong ya. Aneh banget kok mesti ngurus macem macem lagi…

    Btw jangan merasa bersalah dong. Kan malah lu udh bantu banyak sejak awal bikin kitas nya…

    • siti November 13, 2014 at 3:12 pm Reply

      hahah iya MB bilang kok kamu yang galau kamu kan sudah bantu maksimal ya tetap saja merasa bersalah….

      iya perasaan di negara lain tak begitu, saat ke US kemarin tak perlu tuh urus gituan secara kan visaku cuma turis mungkin tapi si Bunga ini awalnya cuek karena kalau di negara suaminya Perancis pemegang izin tinggal kalau keluar Perancis ya tak perlu ambil MERP atau EPO…. tapi disini ya harus ini itu… biasa ribet.com

  4. Ailtje Binibule November 13, 2014 at 3:31 pm Reply

    Orang admin kantor suka teriak2 ngingetin urusan EPO para bos. Minimal ngerjainnya sepuluh hari kerja. Ampun deh ya informasi ke imigrasian kita itu lengkap nggak sih di website?

    • siti November 13, 2014 at 3:35 pm Reply

      kagak ada mbak, temanku sampai nangis gara gara kejadian ini, yaa mau telpon orang imigrasi ya sms aja mereka tak balas, jadi kitanya yang harus full info dalam segala hal… jangan berharap mereka yang sosialisasikan………… nelangsa jadinya…

    • sapienzadivita November 13, 2014 at 3:41 pm Reply

      Malah terkadang ditanya balik, informasi dari mana. Dari sini. Ya udah buatnya di situ aja. Bukan di sini… Apalagi yang sudah menyangkut biaya (semisal tidak dipungut biaya alias gratis).

      Kalau pun ada informasi jadi diragukan. Mau berdebat makin dibenci, urusan makin ribet. Memang kita harus aktif tanya sana sini. Semoga ke depannya semakin bagus…

      • siti November 13, 2014 at 3:48 pm

        iya berharap dengan pemerintahan baru birokrasi semakin mudah bagi kita kita ini……….biar hidup tak penuh drama…

      • siti November 13, 2014 at 3:50 pm

        aku sih belum dapat sejudes itu karena setiap ngurus dokumen sudah komplit……..semoga selalu di permudah…………..nasib birokrasi beda negara

      • sapienzadivita November 13, 2014 at 3:54 pm

        Amin…

  5. sapienzadivita November 13, 2014 at 3:35 pm Reply

    Yang penting dah beres Mbak. Lapangkan hati dan dada selapang-lapangnya. 🙂 bunganya menyalahkan Mbak gak? Sampai sekarang masih tetap kontak kan Mbak.

    Ya pasti deg deg ser kalo tertahan di imigrasi. Ada pengalaman kenalan jauh yang ngurus paspor via calo, tapi ternyata paspornya gak ada laminating 3 dimensinya, jadi ditahan dan terpaksa tidak bisa terbang dan harus batal jalan jalan karena paspornya… Padahal yang imigrasi. Ini jalan jalan pun adalah reward karena prestasinya… Berasa banget kecewanya… Sempat heran juga kenapa punya kenalan ini tidak ada laminating 3 dimensinya… Urus di mana sih… Kita kasihan, tapi ya juga tidak bisa berbuat apa apa. Terpaksa dari 67 orang, kenalan ini mesti tertahan di bandara. Mana kopernya sudah masuk ke pesawat pula… Alhasil, kopernya saya again selama di negeri orang. Kopernya yang melanglang buana. Pemiliknya tertahan di negeri asal. Sungguh kasihan. Hebat kan kopernya? ;p

  6. winnymarch November 13, 2014 at 4:37 pm Reply

    kasihan bgt bayi kecil haris nginap di bandara ya kak

    • siti November 14, 2014 at 12:39 am Reply

      malam itu mereka langsung terbang ke Makassar tapi subuh harinya karena pesawatnya dapat jam 3 subuh..

      • winnymarch November 15, 2014 at 1:32 pm

        pengalaman yg nikah campur ternyata kayak nano-nano ya mbak

      • siti November 16, 2014 at 6:16 am

        yaaa … sangat nano nano. tak semudah yang dibayangkan banyak orang…….

      • winnymarch November 18, 2014 at 1:43 pm

        betul aku baca ikut2 an merasakan susah seklaii

      • siti November 18, 2014 at 2:04 pm

        hahhha terima kasih atas mau merasakan galau nya hatiku atas kejadian ini………..memang tak mudah menjalani hidup mau berbuat baik kadang teryata tak semulus itu tetap berseni 🙂

      • winnymarch November 18, 2014 at 2:13 pm

        sama-sama tetap smengat kak kadang hdp berliku tp manisnya akan dtg

  7. adhyasahib November 13, 2014 at 9:30 pm Reply

    duh refoot ya,makasih informasinya mbak siti,sangat berguna buat para pelaku kawin campur dimanapun berada,, 🙂

    • siti November 14, 2014 at 12:50 am Reply

      iyaaa super ribet .com mending rugi waktu di awal ngurus ngurus dibanding rugi di akhir kayak gini kejadiannya… jangan sampai terulang dengan yang lain .. trauma akunya,…

  8. Emaknya Benjamin November 13, 2014 at 11:33 pm Reply

    MBak, anak temanmu ga punya paspor Indonesia? setau aku sih anak kapur bisa punya 2 paspor ko, paspor Indo dan paspor asal negara bpknya.

    • siti November 14, 2014 at 12:51 am Reply

      iya ada, soal anaknya gak masalah nah yang trip kan bapak sama anak, si bapak di paspor nya gak dibuatkan EPO nya… jadi alhasil tak bisa ke luar Indonesia…. si anak sih tak masalah

  9. assa November 14, 2014 at 12:08 am Reply

    Kalau udah urusan ama imigrasi akunya juga bakal deg-degan gimana gitu mbak.. thanks for sharing mbak…

    • siti November 14, 2014 at 12:51 am Reply

      iya urusan imigrasi selalu buat parno deh… dimanapun … udah lihat muka muka tegang petugas….

  10. denaldd November 14, 2014 at 11:42 am Reply

    Thanks for sharing Siti. Aku belum pernah mengalami birokrasi dengan Imigrasi Indonesia kecuali bikin passport. Sekarang malah berhubungan dengan imigrasi Belanda karena ijin tinggal disana. Sejauh ini mereka terstruktur ya cara kerjanya. Setiap minggu selalu ada surat yang dikirim untuk ngasih update sejauh mana proses dokumen kami dikerjakan. Dan disurat awal sudah langsung diberitahu kalau ada pertanyaan langsung menghubungi nama yang tertera, dimana dia itu memang yang langsung handle dokumen2 kami. Jadi kami merasa nyaman karena kalau ada apa2 selalu diupdate dan ada orang yang bisa dihubungi langsung

  11. Crossing Borders November 14, 2014 at 5:30 pm Reply

    Sekarang udah lega kan.., gak merasa bersalah lagi..😀 Si M suamiku pernah juga ngalamin ini.. Waktu pindah dari proyek di Sangatta ke Samarinda dia kan balik dulu ke Australia.. Nah pas balik ini sama orang admin yg di Sangatta entah kenapa lupa gak dibikinin EPO.. Pergi ya pergi aja.. Pas mau masuk lagi ke Indonesia baru ketahuan sama orang admin di Samarinda.., untungnya ketahuannya pas si M masih di Australia waktu itu, jadi masih sempet dikoreksi kesalahannya..

    • siti November 16, 2014 at 6:15 am Reply

      oh ya… trus gimana akhirnya?

      • Crossing Borders November 16, 2014 at 6:20 am

        Akhirnya ya happy ending.., cuma aku gak paham proses perbaikannya gimana.., soalnya yg ngurus kedua pihak admin proyek ini (yg di Sangatta dan Samarinda)..

      • siti November 16, 2014 at 7:22 am

        enak ya kalau kerja gitu semua diurusin admin perusahaan ya…………………

      • Crossing Borders November 16, 2014 at 7:27 am

        Iya enaknya di situ.. Cuma gak enaknya, kita sebagai pasangan jadinya kurang info soal formalitas itu. Kalo aku untungnya memang pernah kerja lumayan lama sebagai orang admin pengurus formalitas expats tersebut, jadi sedikit banyak bisa mengingatkan suami kalo kebetulan admin di kantornya agak tulalit..

  12. Mey Clarissa November 15, 2014 at 8:09 pm Reply

    aduh repot bener yaa berurusan sama imigrasi ini 😦

    • siti November 16, 2014 at 6:17 am Reply

      sangat repot dan ribet

  13. rony December 1, 2014 at 3:00 am Reply

    EPO exit permit only sekarang sudah diganti menjadi Exit pass yang maksimal 7 hari sejak masa peneraan dan tidak dapat melebihi masa berlaku KITAS, disisi lain semenjak PERMEN 2014 saat bpk/ibu mengajukan permohonan KITAS baru cap KITAS sudah sekalian dengan CAP MREP yang artinya masa berlaku MREP secara otomatis akan sama dengan masa berlaku KITAS. that’s will be a good thing for you. sebenernya bukan cuman negara kita yang ribet birokrasinya kalau ibu-ibu tau toh untuk masuk ke negara lain ie: USA juga ribet kq.

    • siti December 2, 2014 at 7:25 am Reply

      terima kasih informasinya Mas Rony… semoga bermanfaat buat ibu ibu / bapak bapak pembaca disini…

  14. Lia February 16, 2015 at 7:33 am Reply

    Saya juga mengalaminya. hari ini kita, saya, anak 1,5 thn Dan suami Mäsih di Imigrasi Bandung mengurus EPO. Sore kemarin harusnya kita sUdah berangkat ke jerman, tetapi tdK bs krn masalah EPO. Suami pemegang Kitas dgn MERP ttp, masa berlaku kitas dgn MERP nya Berbeda 1 Bln. Kemarin Ketika dibandara,Kita Sudah check in, menyerahkan Koper, pas pemeriksan imigrasi ditanya EPO! Akhirnya tdk bs berangkat, Hrs cancel pesawat, dikenakan Finalty 300 Euro buat 2 orang atau 340 Dollar USA, anak gratis krn masih 2thn kebawah plus biaya difference tiket. Badan Sudah capek, Letih, krn Kita berangkat dr bandung dr pagi hari kembali kebandung dini hari Dan keesokan Paginya harus ke imigrasi sekarang Sudah jam 14.39 tapi belum ada tanda2 selesai EPO nya Petugas nya bilang tunggu saja sampai kantor tutup 😭😭.

    • siti February 19, 2015 at 3:19 pm Reply

      wahh mbak lia, turut prihatin dengan kondisinya, persis sama dengan keadaan teman kemarin… capek lahir bathin padahal bukan saya yang alamin, semoga sudah lancar ya urusannya… skg kalau urus KITAS wajib MERP dan langsung sepaket …ya setidaknya mengurangi kejadian seperti ini..

  15. Lia February 16, 2015 at 7:34 am Reply

    Oh iya masa berlaku KITAS suami berakhir besok.

    • siti February 19, 2015 at 3:19 pm Reply

      wah jadi gimana kelanjutannya?

  16. Lia February 20, 2015 at 3:41 am Reply

    Tahun kemarin Ketika mengurus kitas suami kita lgs MERP, tp masa berlaku kitas dg MERP nya tdK sama Berbeda 1 Bln, walau kita byr pull utk 1 thn. Kita mengurus kitas di bdg JugA lelet sekali sampai 3 Bln.mulai dr pihak Kanin bdg Yg Salah ketik ketika berkas sdh kami serahkan Ke kanwil terlaksana Balik lagi, kebanyakan Waktu Saya terbuang di Kanin. Alhamdulillah Kita sdh sampai di jerman skrg. Ketika di Kanin mengurus EPO, ibu saya nekat menerobos ke dalam, ketemu dgn kepala bagian, Mungkin krn kasihan, beliau membantu kami, yang prosedur EPO 3 hari Kerja, Bisa 1 hari Kerja, hari senin Tgl 16 Feb Kita mendptkan EPO. Jam 12 Malam harinya Kita berangkat ke bandara re booking Tiket di bandara utk penerbangan pagi harinya. Oh IYa harga rebooking tiket dibandara dgn via Tlpn pesawat emirates Berbeda yach, ketika saya tlp perorang dikenakan biaya 340 Dollar USA (300 Euro) tp dibandara hanya 170 Dollar perorang, alhamdulillah.

  17. RaOM February 24, 2016 at 10:45 pm Reply

    Mbak, kalau suami mau ke negaranya untuk berkunjung, sudah ada KITAS dan MERP.tidak perlu EPO kan? Waktu di bandara, kita tinggal bilang mau berkunjung dan akan kembali lagi ke Indonesia atau perlu ada ticket balik yang di confirmed? TIA

    • siti February 25, 2016 at 12:58 am Reply

      Kalau sdh MERP tak akan ada masalah…tak perlu menyebutkan apa apa MERP sdh menjadi bukti surat bisa kluar masuk Indonsia tapi hangus kITAS nya…nya.
      Yang masalah kalau dulu ya kitas kan tak sepaket sm MERP jaman dulu harus apply kalau mau berangkat bia irit skrg kalau kitas wajib sepaket setahun juga jadi aman walau agak mahal jdinya…

  18. Firly Bishier November 7, 2016 at 1:04 am Reply

    Salam kenal mba siti
    Senang sekali ada orang yang bisa membantu kita dgn informasi ke imigrasian.mohon bantuannya,Saya baru selesai mengurus kitas dan MERP Sept 2016 ( memang betul sepaket. Kitas 800rb dan MERP 1jt)
    Jika suami akan pulang ke negaranya apa ada tambahan stempel atau surat yang hrs dibawa atau diminta di bandara agar jika masuk ke indonesia tidak ada masalah. Terimakasih atas penjelasannya

    • siti November 7, 2016 at 6:57 am Reply

      nah itu lah gunanya cap MERP kan kalau dia masuk lagi CAP MERP itulah yang membuat KITAS nya berlaku buat si wna bolak balik.tak perlu stempel apa apa lagi..kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: