Advertisements

Curhatan para istri


curhatan para  istri

Semalam ikut pengajian bulanan di kompleks yang imut imut, sebenarnya tak imut sih kompleks nya ada 100 rumah tapi yang muncul di masjid yang Cuma bisa menampung 50 jamaah itu hanya 8 orang jamaah wanita dan lelaki pun sama.

Bulan lalu masih lebih banyak tapi bulan ini entah tadi karena hujan deras jadi orang orang pada malas ke masjid malah meringkuk di dalam rumah itu kata uztad tadi ….bukan mau bahas uztad nya tapi  mau bahas curhatan ibu ibu yang duduk samping aku, ada dua ibu yang paling dekat dari rumah yang pasti kalau ikutan pengajian pasti suka bisik bisik dan cerita, mengingat mereka senior dan sudah puluhan tahun mengarungi rumah  tangga maka saya suka explore deh pengalaman mereka mengatur rumah tangga, soal keuangan, mendidik anak dan banyak hal lainya. Dan ini jadi memperkaya ilmu saya yang masih hijau ini , ini pengalaman real mereka ya, permasalahan yang paling sering timbul sbb :

  • Masalah suami boros ngasih ke keluarga, ini paling sering terjadi pada tanteku juga, soalnya suaminya kan saudaranya banyak dan suami tanteku adalah dianggap sukses di keluarganya alhasil tiap hari terjadi perang mulut yaa maklum istri mau irit suami boros. Nah tetanggaku juga suaminya keluarga nya tinggal disini juga dan doyan main ke rumahnya si tetangga, makan gak cuci piring, mau di masakin yang enak enak dan asal pinjam barang saja, intinya tak tahu diri deh . Langsung berasa bersyukur MB jauh dari keluarga besarnya anyway MB keluarga kecil saudaranya Cuma 1 dan ibunya, di luar negeri kan kalau mau ketemuan sama kerabat mesti janjian dulu serasa meeting aja ya……….. intinya keribetan ini yang buat rusuh rumah tangga deh dan saya sudah mendengar kasus begini paling banyak terjadi .
  • Masalah anak, kalau ini biasa bagi ibu ibu yang anaknya sudah mulai puber, uhh ribet urusnya, sudah mulai membangkang, pacaran, pulang tengah malam, uhhhh never ending story deh, saya bingung mau kasih nasehat kalau yang satu ini secara saya masih bau kencur dan belum punya anak.
  • Masalah uang sekolah anak, yaaaa apalagi ini, saya Cuma tertegun kalau di ceritakan kalau biaya sekolah masuk playgrgroup saja sudah jutaan rupiah apalagi, SD, SMP, SMU dan kuliah………. Makanya mesti nabung dari sekarang deh …….!!
  • Masalah uang jajan anak, ternyata anak SMP sekarang uang jajannya Rp 50,000 hahahhahah gile ajaaaa mahal kalau anak 2 orang 100,000/ hari jadinya…….terus sekolah 5x seminggu x 4 minggu jadinya sudah 2 juta itu baru jajan belum uang buku, uang baju, uang les, uang kongkow, uang beli pulsa……………………..*tepokjidat
  • Masalah uang belanja, saya juga baru tahu kalau beli ikan sehari buat ibu rumah tangga bisa sampai Rp 100,000/ hari buat 2-3 x makan dan belum termasuk sayur dan kelengkapannya dan itu tak mengenal hari minggu loh wajib………….!! Alhamdulilah MB tidak terlalu suka dan tak mesti harus beli ikan atau daging, jatah makan siang MB murah meriah kadang dia masak sendiri atau makan di luar itu pun jajanya bahkan lebih mahal uang jajan anak sekolah tetanggaku . Irit deh pokoknya. Kalau pagi dia sarapannya suplemen  deh komplit sisa saya blender saja dan siapkan teh herbal nya sama kelengkapan suplemennya deh, intinya sarapan nya mencukupi semua kebutuhan kalori di pagi hari.  Dan makan malamnya ya suplemen lagi + pisang intinya sehat deh dari pada kami jajan gak bener dan tidak sehat. Dan tak perlu rempong masak dan bergulat di dapur kecuali week end.
  • Masalah kejenuhan mengurus rumah tiap hari, terbayang kan kalau tiap hari kerjaan beresin rumah, mengepel, menyetrika adalah hal paling membosankan sedunia bagiku. Mending saya cuci mobil deh. Ternyata ibu ibu ini BETE juga tiap hari kerjanya sama terus dan itu itu aja, alhamdulilah lah saya bisa ketemu orang baru tiap hari dan keluyuran sana sini. Saya beres-beres saja sejam  sepulang kantor sudah mau buat saya teriak teriak histeris saking dongkolnya lihat rumah berantakan.
  • Butuh tempat curhat, pantas aja ini ibu ibu suka ngumpul depan rumah saat beli sayur yaaahhhh ternyata dengan bercerita masalah di rumah membuat hati mereka lebih adem. Apalagi kalau menemui kasus yang sama. Malah jadinya happy deh.
  • Butuh me time, ternyata mereka mau sekali ada me time lepas dari tanggung jawab seperti babu katanya dirumah, butuh keluar ke spa atau pijat…..jarang loh suami mengerti akan hal ini.
  • Butuh dimanjakan, tapi jarang dapat suami yang mau memanjakan istri budaya kental di sini kan suami yang selalu dimanjakan ternyata bukan Cuma saya yang sangat butuh banyak ibu ibu lain mau dimanjakan, sekali kali dimasakkkan suami hahhahah susah nyari yang begini kalau di Bugis.
  • Butuh aktualisasi diri, nah ini juga sangat dibutuhkan Cuma karena tanggung jawab pada anak dan rumah membuat ajang ini tak terlaksana jadinya ibu ibu nya Bete, akhirnya jadinya nonton sinetron tak jelas pula di tv , makanya kalau ada acara acara kumpul-kumpul tuh ibu ibu paling seru deh ikutan.
  • Masalah suami selingkuh, nah ini adalah tema sejuta umat ekh istri, jarang yang mau cerita kecuali benar benar akrab apalagi saya ini beda level umur sama ibu ini, beda usia, si ibu A semalam nasehatin aku tuk jangan 100 % percaya kepada siapapun bahkan suami sekalipun, sebagai wanita kita perlu melindungi diri, percaya sepenuhnya hanya kepada Tuhan yang maha memiliki mahluk ini. Bukankan perasaan manusia begitu cepat berubahnya. Saya sependapat sama si ibu kami pun toss sebelum pulang, si ibu A sempat curhat karena terlalu percaya suaminya malah terlalu akrab sama wanita lain yang juga sahabat si ibu dengan alasan klise “curhat antara kakak dan adik” karena si wanita lain sudah akrab juga sama si ibu A dan suami nya anggap saudara lah, sering kasih nasihat karena si wanita ini juga mengalami beberapa masalah RT nah ekh lama lama si suami ibu A malah suka curhat ke si wanita dari pada istri sendiri malah menjelek jelekkan istrinya, curhat bawa istrinya solatnya bolong lah padahal si ibu A kan memang kerja jadi seharian diluar, mungkin si ibu A bolong solat subuh ekh sang suami malah cerita ke wanita tadi kalau istrinya tak solat, sampai rahasia rumah tangga terdalam pun di share ke si wanita lain tadi yang sudah pasti di hyperbolakan si suami buat cari simpati, bukankan suami dan istri harusnya saling melengkapi menutup aib satu sama lain, bukan membongkar aib istrinya ke wanita lain. Untunglah hal ini ketahuan cepat sama ibu  si A dan minta baik-baik sama si Wanita buat jaga jarak dan kalau perlu jangan komunikasi dengan suaminya lagi agar rumah tangga mereka tak tambah runyam. Sebenarnya ini dampak social media juga dimana dengan mudahnya  orang berkomunikasi via bbm, WA,  YM, line dan lainnya dengan mudah curhatan itu terjalin kan bahaya lama lama jadi cinta kan. Bener juga nasehat si ibu sebelum pulang si ibu wanti wanti tetap pantau suami, kata beliau lagi menghandle suami itu bagaikan “Menggenggam pasir” jangan terlalu di genggam  agar tetap bertahan di telapak tangan kita tapi jangan juga terlalu loss ntar pasirnya jatuh semua. Atau imbuh ibu A lagi, tetap control seperti layang layang di langit, ketika terbang terlalu jauh  ditarik pelan pelan jangan dipaksa tariknya nanti putus dan benangnya harus kuat biar sekuat angina apapun bertiup tetap bisa dikontrol. Saya terhenyak mendengar nasihat si ibu dengan mata berkaca kaca saya pun mendengarkan lebih lanjut,  ingat pergaulan media social suami  kamu di control, pergaulannya dengan siapa saja, jangan cuek karena kita tak pernah tahu manusia bisa berubah.  Lelaki itu mahluk yang mudah berubah, karena cinta abadi itu hanya di filem yang diciptakan manusia”. Pengen nangis deh dengar curhatan ibu A ini. Saya bingung mau menyalahkan atau berkata apa, salahkah sang istri yang teledor dengan sibuk kerja sampai suami punya peluang curhat-curhatan sama  wanita lain ini? di satu sisi sang istri membantu keuangan keluarga karena suaminya penghasilannya kurang stabil makanya pontang panting kerja keras pulang malam, lembur pun dilakoni asal keuangan keluarga tercukupi,malah  si suami dengan santainya curhat-curhatan hyperbola ke wanita lain buat menarik simpati dan membuat sang istri jadi tampak buruk image nya  dan si wanita lain dengan terus menerus menanggapi juga padahal sudah ada  keluarga sendiri? perih mendengar cerita ini…….. si ibu A tertunduk menerawang penuh gundah yang berusaha ditutupi dengan sesekali bercanda. Matanya sedikit memerah dan sedikit berair kemungkinan si ibu A habis menangis tadi sebelum ke Masjid. Sebagai sesama kaum wanita saya cuma mendengarkan saja bisa perih begini bawaanya. Miris….deh…!!

Ilmu yang saya dapat di pengajian kali ini luar biasa, malah tak dengar cerita uztad karena uztad malah membahas masalah pendidikan agama buat anak. Yang temanya masih kurang hits di   otak saya. Malah yang masuk dan terbayang di otak saya adalah curhatan si ibu A dan sebundel nasehatnya yang sangat masuk akal.

‘Cintailah pasangan mu secukupnya saja jangan terlalu berlebihan karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, pasangan kita itu hanya manusia bisa khianat kapan saja sandarkanlah cinta sempurna kepada sang Khalik karena Sang Khalik tak akan pernah menghianati mahluknya “

Renungan yang  sangat dalam menerobos sanubari 😦

Advertisements

Tagged: ,

25 thoughts on “Curhatan para istri

  1. Firsty Chrysant November 23, 2014 at 5:22 am Reply

    bener sih yaa… kalau kita datang ke rumah sodara, keluarga, teman, atao orang lain, kudu tau sopan santun yaaa… Misal, kalau lagi makan di rumah teman, langsung cuci piring yang dipake buat makan, jangan ngerepotin yang punya rumah. kecuali dia benar bilang ngga usah atau punya pembantu. tapi setidaknya membawa piring kotor itu ke bak cuci piring

    • siti November 23, 2014 at 5:55 am Reply

      benar sekali makanya saya tuh malas banget merepotkan saudara kalau ada acara iya kalau datang tanpa diundang akhh jangan akh kalau perlu tamu yang datang bawa camilan dan minimal cuci alat makan sendiri ya… saya suka sekali tamu yang kayak gitu……..

      • Firsty Chrysant November 23, 2014 at 5:58 am

        iya, hehehe…. dan aku adalah tamu yang selalu seperti itu… *muji diri sendiri, hehe… 🙂

      • siti November 23, 2014 at 6:30 am

        wah aku juga sama *tunjukdirisendiri… kalau begitu kita cocok deh tetanggaan…

  2. Nisa November 23, 2014 at 7:46 am Reply

    Huhuhu so sad banget mbak soal selingkuhnya….bener2 bisa jadi pengangan buat aku ini yg baru banget berumah tangga apalagi long distance..

    • siti November 23, 2014 at 7:48 am Reply

      iya mbak, ini serumah aja bisa begini, potensi selalu ada di tiap keluarga atau hubungan memang harus pintar2 ya menjadi wanita, istri dan banyak em bel embel lainnya…….
      semoga suami suami kita diberi kesetiaann untuk keluarga …………

  3. nengsyera November 23, 2014 at 8:24 am Reply

    Menyimak dg khidmat 😎

    Hihihi
    Bener yg dikatakan sm kak siti paragraf terakhir. Cintai psngan jgn berlebihan

    • siti November 23, 2014 at 12:29 pm Reply

      boleh di bold dan di share ya Syer 🙂

  4. Ailtje Binibule November 23, 2014 at 8:30 am Reply

    Nggak di kota besar, nggak di kota kecil, nggak di negara maju, maupun negara yang lagi mau maju, perselingkuhan ada di mana-mana. tapi gak cuma pria aja, perempuan juga banyak yang melakukan perselingkuhan.

    • siti November 23, 2014 at 12:30 pm Reply

      ohh iya sih ternyata perselingkuhan memang sudah menglobal dan saya rasa sudah ada dari jaman dulu …

  5. denaldd November 23, 2014 at 9:00 am Reply

    WOW!! Uang jajan 50rb perhari? dibuat apa aja itu? kalah dong ya kerja2 gini 😀
    Enak ya kalo suami keluarganya kecil. Akupun begitu, suami dari keluarga kecil. Begitu aku ajak ke rumah mbah, dia kaget. Satu desa keluarga semua 😀

    Masalah makan, toss Siti! Suamiku pun makan cuman sayur2an. Jadi ga rewel. Bahkan pernah aku tinggal kuliah sehari, ya masak sendiri, kolaborasi masak malah sama ibu, pakai bahasa isyarat mereka hehehe

    • siti November 23, 2014 at 12:31 pm Reply

      ohh yaa… iya enaknya bule yaaa simple tak ribet..cuma kadang buat geger dapur ..dan berantakan minta ampun

  6. gegekrisopras November 23, 2014 at 11:22 am Reply

    Yg masalah keuangan keluarga (inti/besar) emg ribet ya mbak, kalo dibantu takutnya ngelunjak, kalo ga membantu kesannya sombong. Yang sisanya dr post ini saya anggap bahan pelajaran dan masukan saja, hihi 🙂

    • siti November 23, 2014 at 12:31 pm Reply

      betul untuk yang masih muda jadi pembelajaran bahwa kisah kisah kayak diatas itu ada………….

  7. ilmiy November 23, 2014 at 12:37 pm Reply

    Uang jajan 50rb per hari? Mejik! Aku dulu keknya 50rb buat seminggu deh.

    Bener banget mb nasehatnya ibu A. Aku setuju bgt. Soalnya klo terlalu percaya ataupun cuek itu pada akhirnya bisa berakibat buruk. Yah, namapun cowok, misal kitanya cuek, eh dia disodorin “kue” yg lebih available setiap harinya, yg lebih deket, yg lebih menantang, lama2…. gak bakal ada yg tau akhirnya. Walopun tetep balik lagi ke pribadi masing2 sih. 😀

    • siti November 23, 2014 at 12:46 pm Reply

      betul sekali soal kue tadi…anyway soal jajan iya anak ibu A ada 2 SMP dan SMU jajannya 50 ribu/ hari 1 anak..x2 belum bensin nya dan ini anak anak maunya naik motor besar semua..belum biaya beli ikan…mengerti saya kenapa ibu ibu pada menjerit BBM naik

  8. winnymarch November 23, 2014 at 2:30 pm Reply

    dalem kak. boleh di koute itu kak? “‘Cintailah pasangan mu secukupnya saja jangan terlalu berlebihan karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan, pasangan kita itu hanya manusia bisa khianat kapan saja sandarkanlah cinta sempurna kepada sang Khalik karena Sang Khalik tak akan pernah menghianati mahluknya “”

    • siti November 23, 2014 at 2:40 pm Reply

      iya quota terakhirnya bagus, sesama kaum wanita perlu saling mengingatkan ..titipan ibu A …..

      • winnymarch November 23, 2014 at 2:45 pm

        iya kak bener

  9. Arman November 23, 2014 at 3:23 pm Reply

    Ngebaca curhat an di atas (kecuali bagian uang jajan dan uang belanja) sebenernya intinya komunikasi ya. Itu yg paling penting dan harus selaku diusahakan.

    • siti November 24, 2014 at 12:16 am Reply

      betul betul betul .. 🙂

  10. cerita4musim November 23, 2014 at 11:04 pm Reply

    kalau denger cerita2 selingkuhan gitu jadi suka khawatir berlebihan, which is gak fair juga untuk pasangan jadi nya yah. Dengan kita membatasi rasa cinta, we are not better dgn mereka yg berselingkuh, imo sih yah:) Bukan gak mau denger pengalaman orang lain yg kejadian affair di mereka sih, tp i d prefer make a circle small, mingle aja sama yg rumah tangganya rukun dan baik, orang tua kita misalnya 🙂

    • siti November 24, 2014 at 12:23 am Reply

      wah ide yang bagus mbak, betul ngeri jadinya kalua terlalu banyak curhatan negatif ya cuma perlu aware aja bahwa yang ginian aja…

  11. Crossing Borders November 24, 2014 at 6:00 am Reply

    Utk urusan pasangan, buatku sih cintai pasangan sepenuh hati tanpa melupakan rasionalitas dan logika.. Jadi jangan sampai dibutakan oleh cinta gitu..😀

    • siti November 24, 2014 at 10:46 am Reply

      iya ingat LOGIKA … pastinya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: