Advertisements

Cerita Bisnis Warkop part 1


Design awal by MB, modifikasi sana sini jadinya belakangan  bendera kami hapus!

Design by MB !

Dari dulu saya punya impian menjadi bisnis owner pindah kwadran dari jongos jadi pemilik usaha, nah sebenarnya beberapa waktu lalu saya ekh kami sudah berhasil mewujudkan mimpi itu tentunya dengan join bersama salah satu sahabat terbaik saya yang mengurus operasionalnya sementara pendanaan dari kami.

Dari dulu saya analisa warkop itu banyak bertebaran dimana mana dan dicari oleh pelanggan, buktinya saya sama client atau teman teman biasanya suka meeting enjoy di Warkop sederhana walau kalau yang formil banyakan di resto atau di cofee cafe modern.

Keputusan buat warkop kami mendadak juga sih putuskan, dari dulu cari usaha yang pas biar MB juga bisa menyalurkan hobby nya dan berkegiatan selain mengajar private English di rumah. Ya posisi rumah kami kan dalam kompleks jadi kalau mau banyak murid ya susah juga, kecuali tetangga, nah anak anak tetangga ini kan tak semua sanggup bayar buat les, jadinya pangsa pasar berkurang. Jadi saya pikir kalau ada warkop bisa akomodir keduaya dan mimpi saya juga terwujud sebagai owner.

Aku sama Jenk Ina salah satu sahabat ku yang bankir dan jago analisa pasar pun memutuskan di bulan Agustus selepas Ramadhan kita buka, kami hunting tempat di bulan Ramadhan kemarin sembari review berbagai warkop yang banyak pengunjungnya. Ekh alhasil langsung dapat tempat yang bagus depan masjid, parkir luas, bangunan baru dan panjang rukonya ke belakang. Namun sangat jauh dari rumah 15 km. Kasihan sama MB yang mesti naik motor bolak balik tiap hari. Kenapa saya pilih jarak sejauh itu karena sewanya murah dan memang terjangkau di financial kami dan jenk Ina dekat rumahnnya dari lokasi warkop, karena dia yang akan tanggung jawab ngurusin staf dan ngurusin semuanya saya hanya bertugas mengomandoi dan MB sebagai ya penjaga sekaligus owner yang stand by disana niat awal sih saya maunya dia yang jadi tukang buat kopi nya.  Namun kebanyakan dia yang urus wifi dan passwordnya terus duduk manis urus filem yang mau di putar dan kayak kasir gitu deh jadinya.

Kami persiapan hunting semuanya murni saya kebanyakan dan MB serta jenk ina. Kursi beli baru semua jumlahna 32 buah yang warnanya gak semua sama karena persediaan stok di toko itu ternyata tak ada yang sama. Order ke Jakarta pun tak  bisa karena modelnya juga beda, ya terpaksa ambil 3 model dengan 3 warna beda.Dan saya pilih yang nyaman buat di dudukin dan orang bisa lama dan betah duduk disitu. Budget itu yang banyak menyita duit. Terus mejanya, kebetulan salah satu teman pelaku kapur di Makassar yang suaminya orang Perancis pernah buka usaha pizza di rumahnya sudah mau balik ke negara suami nahhh mejanya di jual kesaya,   lumayan dapat murah 1/2 harga dari harga aslinya, meja sederhana ukuran 2 meter x 60 cm deh saya beli 8 meja kan masing meja itu ada 4 kursi.

Invest yang banyak lagi buat beli kipas angin 2 biji buat di tempel di dinding sama TV LED baru 32 inchi, semua baru, maunya sih beli yang bekas tapi tak ada tuh disini udah nyari di tokobagus.com or berniaga.com. Pasang wifi dan telpon baru, terus buat meja counter maunya sih ala ala cafe modern ternyata jadinya sederhana dibuat dari kayu dan tripleks design dari adekku yang arsitek dengan budget minim dan di buat olek kakakku dengan over budget ahahaha itupun sederhana sekali. Tapi setidaknya semua barang perlengkapan warkop bisa di taro di dalam  meja counter tersebut.Untuk buat ini saya mendatangkan kakaku dari kampung bersama temannya buat bikin demi ini nih biar dapat murah kalau pakai tukang luar bisa jutaan tuh. Alhasil budget nya jadinya cuma 2 juta.

Ya perlengkapan yang kecil kecil di beli di toko perlengkapan rumah tangga ternyata setelah dikumpul jadinya mahal juga ya.. intinya total  biaya buat bisnis ini selalu orang anggap kecil nah giliran di hitung hitung yang kecil itu jadinya besar dan bengkak  buat saya megap megap karena pada saat yang sama mesti berangkat ke kampung MB yang biayanya juga hampir sama, malahan lebih mahal biaya mulai bisnis warkop dibanding perjalanan ke US PP dan belanja belanjanya.  Namun karena sudah niat ya gak apa apa mengecilkan ikat pinggang hidup hemat demi bisnis jalan dan demi niat baik mengunjungi mertua.

Dan tanggal 1 Agustus pun kami buka, hanya berselang seminggu sebelum kami ke US, dan jenk ina rekrut 3 staf buat jaga warkop kami didik buat kopi dan makananan seadanya, dan alhamdulilah sudah berjalan walau pelanggan masih bisa di hitung jari. Kami sembari liburan kemarin masih sempat mengamati warkop dari smartphone loh karena kami pasang kamera cctv disana. Seru deh..

Sepulang dari US dan pas sebulan warkop berjalan kami review, kok income per hari yang dibutuhkan sebenarnya 50 orang namun yang hasilnya cuma 5-10 orang paling banyak week end saja dan hanya malam hari orang datang. Belum bayar tagihan speedy dan tagihan listrik sama biaya operasional. Minus deh bulan pertama.

Masuk di September ini, minggu pertama tambah masalah, kami menempati ruko paling ujung ke dinding karena sengaja kami ambil ujung agar enak ada pohon rindang yang menaungi, nah disamping kita tiba-tiba ada yang sewa penjual ikan bakar yang paling buat murka kami adalah dia minta izin ke pemilik buat pondok kecil menjorok kedepan hanya 1 meter tapi ternyata dia buatnya 3,5 meter ke depan terbuat dari seng dengan bentuk yang tak anggun sama sekali. Alhasil area ruko kita dari depan tertutupi donk ya, sudah mengambil lahan parkir sebagian mereka juga tinggal disitu dan tahu tidak mereka bakar ikan dan semua asapnya masuk ke warkop, hal inilah jadi cikal bakal munculnya masalah ini.

Siapa yang mau duduk di warkop jika ada asap, tak mungkin pula saya rela mau pasang kaca di ruko bukan punya saya, kami protes ke pemilik sama yang sewa si tukang ikan bakar, si pemilik juga tak tegas menghukum yang sewa harusnya mereka bakaran di belakang ruko saja, namun kadung dongkol juga, setelah berantem kecil dengan pemilik warung ikan bakar, saya sudah tak merasa nyaman, tak tahu diri, sudah nyewa merusak lagi property yang harusnya semua sama ini kok dibangun lagi…….merusak posisi ku yang bagus. Merusak garis dinding terdepan ruko, nanti penjual ayam goreng paling ujung mau majukan juga tuh rukonya. Lama lama semua maju. Ihhhh menyebalkan memang. Persaingan bisnis yang tak fair. Merusak fengshui aura warkop kami.

Setelah mendengar pendapat ortu saya yang sempat kesana, memang orang tua selalu bijak, cuma dinasehatin gak apalah katanya kan mereka janji tak akan bakar ikan di siang or sore cuma pagi saja dan sudah pasang kipas angin dekat pembakaran biar asap keluar, dan bapak saya bilang ” Tak baik berseteru sama tetangga usaha siapa tahu pelanggan dia akan mampir ke warkop juga” ya setelah mendapatkan petuah dari yang lebih tua baiklah kataku, saya bersabar, saya mengalah, mau pindah ke tempat lain butuh duit lagi donk, tak sanggup saya …….! Namun sejak itu omzet kami menurun drastis sudah diupayakan saya buatkan sign tanda di pinggir jalan sama arah panah biar pengendara bisa lihat tapi tak mempan, sepanduk kita pindahkan ke pinggir dinding juga ya tak mempan, sampai suatu hari jenk ina mulai was was, jangan jangan kita ini kena black magic usahanya nih kok sepi begini. Sudah upgarde kecepatan speedy biar banyak yang datang tetap aja sepi. Makanya saya akalin, saya bawa papan tulis buat MB ngajar english di sana juga, dan lumayan ada muridnya 3 orang disana tiap hari dengan jadwal berbeda. Duitnya buat nambah balikin biaya sewa, sudah banting harga buat kursusnya kok masih kurang banyak orang ya………

Wallahualam lah ya hubungan dengan tetangga usaha ya kami sih baik baik saja, saya juga  cuek saja, toh kami tidak cari gara gara mereka yang buat ulah,  saya tak mau suudzon hasil analisa selama 90 hari usaha kami sbb :

  • Lokasi belum tentu menjamin banyak pelanggan, lokasi kami memang tak dipinggir jalan besar namun masuk kedalam tapi jalan ini dilintasi banyak orang karena di dalam itu banyak kompleks perumahan. Ternyata daya beli masyarakat rendah. Ngopi aja nggak sanggup mereka walau cuma 8 ribu perak. Padahal lokasinya sangat disukai MB dan orang tua saya, auranya di awal ruko ini sangat menarik ekh berakhir tragis
  • Daya beli warga sekitar warkop, mereka masih mindset buat ngopi ya ke kota Makassar bukan ke warkop kami, dan warga sekitar mungkin masih lebih mampu ngopi beli kopi bungkus 3 in one dan seduh dirumah, yang datang ke warkop kami cuma mahasiswa yang kebetulan ada tugas dan  butuh internet. Itupun buat rugi juga karena cuma mesan 1 kopi dan stay sampai 5 jam disitu. Emangnya warkop ku ini warnet apa, warnet aja masih charge lebih dari pada kami.
  • Habit masyarakat sekitar tidak terlalu suka ngopi, beda sama masyarakat Makassar yang pastinya karena profesi suka ngopi dengan klien or komunitas.
  • Baiknya kalau sewa tempat buat usaha beginian jangan langsung setahun nego aka 1/2 tahun trial dulu atau kalau bisa 3 bulan, soalnya kita tak pernah tahu apakah daya beli masyarakat dan hobby mereka suka dengan bisnis yang ditawarkan atau tidak.

Padahal sudah nambah menu mie titi dan bakso, tetap saja sepi ihhhhhhhh miris deh jadi business owner kalau gini,setelah menimbang dengan seksama dari pada saya habis dana buat bayar operasional saja  maka saya bicara sama owner ruko buat kami mau take over sewa ke orang lain, biar dapat duit nya setidaknya beberapa  bulan berikutnya sembari saya cari tempat terdekat dari rumah. Planning karyawan nantinya MB saja dan back up satu lagi nanti saya mesti turun tangan habis ngantor bisa irit biaya operasional.

Ntar sekolah english MB aku pindahin ke rumah lagi, sementara aku cari tempat yang mau disewa trial 3 bulan dulu aja.Pengalaman bisnis beginian kalau tak bayarkan tagihan bulanan dalam 2 bulan ada yang salah dengan posisinya. Itu ajaran salah satu rekan pebisnis makanan yang sudah punya pengalaman buka outlet 26 buah. Kata beliau jika dia buka outlet di suatu tempat baru dan sudah 2 bulan merugi langsung dia pindahkan ke tempat lain. Berarti benar adanya, kalau menunggu kelamaan ya rugi kapan BEP ( Break Even Point )  nya ya…………

Padahal ada loh warkop samping rumah temanku dalam kompleks tanpa reklame dan spanduk tapi ramai tiap hari, saya juga kesulitan bawa teman ke warkop karena sangat jauh dari kantorku. Orang suka konkow ya dekat rumah or dekat mall or dekat kantor. Ternyata selidik punya selidik warkop dalam kompleks tersebut banyak didatangi sama pegawai lurah sekitar kompleks di pagi hari karena kurang kerjaan dikantornya atau pak polisi yang lari dari pos jaga soalnya warkopnya tersembunyi. Heran kan, sedang aku warkopnya lokasi OK kok, berarti memang marketnya yang tidak pas. Bisnis ohh bisnis, perasaan  aku dah merasa paling jag analisa kok bisa salah ya…………

Anyway di awal ada cerita lucu, saat kita rembukan soal nama, jauh sebelum ini MB punya mimpi mau buka cafe dengan nama  The Caffeinated Monkey Coffe” dengan simbol gambar monyet duduk bawa sehelai alat tulis terbuat dari bulu ayam dan ada segelas kopi disampingnya, menurut MB ini simbolis bahwa Cafe nya alias Warkopnya ini jadi tempat para monyet ekh orang orang lincah buat duduk duduk santai sembari mikir bisnis ..#tsahhhhhhh aneh yaaa simbolnya, padahal saya sudah mau jual brand nama dia Warkop Daeng Bule, Daeng dalam bahasa daerah sini adalah panggilan pria Makassar biar merakyat dan bisa catchy, ekhhh tetap saja dia kekeh dengan nama usungannnya berhari hari kita berantem masalah nama, karena konsep yang saya usung hanya warkop sederhana tempat ngopi nya para makelar dan marketing kantoran.Bukan resto cafe besar berbudget Milyar.Nah akhirnya saya mengalah, namun tetap wajib mengusung nama warkop di depan bukan cafe kenapa? kalau cafe kesannya mewah dan biasanya rumah makan yaaa kita cuma tempat ngopi menunya cuma kopi dan mie instant sama juice dan bakso.Perdebatan masalah nama selesai akhirnya kacau deh namanya, demi kebersamaan dan asaz keadilan , maka  MB juga mengalah dia mau pake nama depan warkop tapi nama diusung diatas di pasang dengan singkatan alhasil Warkop TCM deh……namanya dah kacau gitu, padahal kan bisa jadi Monkey Cafe aja kali lebih unik.

Karena saya dah capek berdebat masalah nama ya sutralah, apalah arti sebuah nama, warkop lainnya cuma pakai nama 501 lah 101 lah dan tetap aja laku. sudah deh akhirnya pakai nama diatas dan tetap logo dia pakai logo  monyet, design spanduk MB yang buat pakai gambar monyet dan bendera RI dan USA dan di protes sama pak RT disana katanya kenapa ada gambar monyet diatas gambar bendera RI hahhahah terpaksa kami hapus tuh gambar bendera keduanya, ini sih ideku mau masukkan unsur bendera disitu kan ceritanya saya hampir jadi diplomat 😀 

Ya akhirnya dilema masalah nama berakhir dan dengan pindahnya kami ke tempat baru saya akan kembali mengusung ide nama saya Warkop Daeng Bule atau warkop DB 🙂 terus nanti les private MB sudah officially kasih nama Deng Bule English School, DBES 🙂 di padukan disana saja, dia bisa rangkap kerjaan disana dan saya bisa pakai warkopnya ngumpulin komunitas trading ku yang jadi pekerjaan masa depanku nanti.

Banyak ilmu yang bisa didapat dari bisnis warkop ini profitnya lumayan lah modal nya dikit cuma minimal 50 cup sehari lah dah lumayan kurang dari itu bisa asal gak pakai karyawan, kalau pakai rugi deh………… karena selama tiga bulan itu saya memang lebay, sewa 2 karyawan baru pengunjungnya dikit belum biaya internet saya langsung pasang paket mahal. Namanya juga pemula belum MB tak pernah bisa adaptasi masalah mulai dari yang kecil selalu maunya yang langsung ini itu, beginilah nasib pasangan beda didikan,susah ngajarin bule itu biar irit dan efisien, masa warkop mesti  pasang CCTV hahha, pontang panting saya cari kamera kecil waktu itu ternyata itu semua ide lebay akh. Habis-habisin duit yang ternyata gagal,  bisnis itu pakai seadanya aja dulu tak bisa langsung besar, rugi, untung tak pinjam duit bank kalau tidak saya bisa dikejar kejar collector bank nih.

Per november kemarin kami resmi tutup dan pasang di kontrakkan di ruko lama, yang sedih bahwa kakakku setengah mati buatkan meja counter itu dengan segala drama perselisihan dengan MB, mau dijual saya tak mau, mau dipindahkan mesti dibongkar 😦 terus nanti mesti dipindahkan dan dirusak karena pasti tempatnya tak muat, belum drama dengan tetangga yang kurang ajar pasang atap depan ruko, yang ternyata dia juga tak laku dan juga sudah memasang kalimat “dikontrakkan “ juga deh di depan rukonya. Nahhh kita impassssssss……….. !Belum drama salah satu pekerja kami kehilangan laptopnya saat ada seoarang pemuda menipu pura pura order kopi dan membawa lari laptop. Tuh anak juga ceroboh masa main laptop duduk depan kayak pelanggan seharusnya dia duduk manis di belakang meja counter. Belum lagi jorok-joroknya perbuatan karyawan setiap selesai kerja, MB tiap hari ngomel karena mereka tidak bersih bersih dan seenaknya saja, memanage orang lain ternyata lebih berat dari segalanya. Uhhhhhh melelahkan karena semua ujung permasalahan ini akan kembali ke saya sedang saya punya kerjaan di kantor punya segudang masalah tiap hari yang mesti dibereskan. Benar benar saya serasa SUPER WOMAN …….!!!finally  saya menyerah disana, tangan kananku ( Jenk Ina )  juga sudah menyerah duluan dari bulan lalu.Keteteran kita bayar ini itu dan malah minus, serasa department sosial.

Sekarang sudah dapat tempat baru lagi, saat hunting tempat banyak drama yang saya lalui, proses mengecat ada drama lagi yang dibuat MB saat kakaku bantuin merenovasi, berbagai drama tak mudah bagi saya, untunglah saya memang  masih super woman kalau tidak mungkin sudah end up in UGD sebuah rumah sakit. Sekarang tahapan menjual lagi kursi lama buat dapat kursi yang pas dengan ukuran ruko baru. Sempit sekali. Mau beli duitnya gak ada, kusut modal aja belum balik, ruko lama aja belum ada yang kontrak. Makanya benar benar paceklik deh bulan Desember ini. Mana lagi di Desember ini semua  jatuh tempo……….OMG ….mana lagi bosku suka lupa approval lemburan  kagak ontime expired mulu, kan lumayan tuh duitnya buat nambal sulam.  But somehow its fine, habiskan jatah gagal semoga satu kali kesuksesan menghapus segalanya.

Sebenarnya kenapa saya tetap mau melanjutkan bisnis ini hanya sebuah media buat beberapa ambisi saya kedepannya, komunitas mixed marriage, komunitas trading, dan di wadahi di tempat ngupi seperti ini. Main business tetap trading tadi, dan juga menyalurkan hobby MB buat jadi pe warkop. Bisnis ini hanya pendukung saja bukan utama, berapa sih yang bisa didapat dari sini kalau cuma pengunjungnya 10 cup sehari, kecuali bisa 200 cup sehari baru bisa dikatakan WOW, dan bisa survive dari itu. Demikian curhatan tentang dunia warkop, doakan ya biar warkop yang baru memberi berkah yang lebih baik dari kemarin, kemungkinan kita mulai bukan minggu ini. Tunggu kisahku berikutnya. And no more drama please……..!!! 

cmciphonewall

Ini rancangan mimpi-mimpi di awal yang ternyata akhirnya tak seindah ini hahhaha !

Ini rancangan mimpi-mimpi di awal yang ternyata hasilnya biasa saja, maklum ya namanya aplikasi !

Tampak before, saat baru mau di sewa, lokasi paling kiri!

Before, lokasi paling kiri!

Mulai di renovasi

Mulai di renovasi

Terpaksa spanduknya yang ada gambar Monkey nya di selotip deh untuk sementara!

Terpaksa spanduknya yang ada gambar Monkey nya di selotip deh untuk sementara!

Tampak dari bagian dalam "After" beda ya sama design nya ahhahah !

Tampak dari bagian dalam “After” beda ya sama design nya ahhahah !

Ini kakak & team nya lagi buatkan meja counter sederhana !

Ini kakak & team nya lagi buatkan meja counter sederhana !

MB sendiri yang pasang TV walau banyak drama kalo bule yang kerja dibanding kita kita !Ribet akhh!

MB sendiri yang pasang TV walau banyak drama kalo bule yang kerja dibanding kita kita !Ribet akhh!

 

Nih salah satu kopi kesukaan MB, 3 warna kan jadinya!

Nih salah satu kopi kesukaan MB, 3 warna kan jadinya!

 

Pindahan ruko

Nasib warkop lama ku mesti pindah 😦

 

bisa lihat moncong atap tetangga sebelah kan yang impor asap ke saya, finally kami tutup bersama :(

bisa lihat moncong atap tetangga sebelah kan yang impor asap ke saya, finally kami tutup bersama 😦

Advertisements

Tagged: , , , , ,

26 thoughts on “Cerita Bisnis Warkop part 1

  1. Puji December 8, 2014 at 1:20 pm Reply

    Semoga next time warkopnya rame ya mba 🙂

    • siti December 8, 2014 at 1:42 pm Reply

      makasih ya mbak Puji…………..Aamin YRA………

  2. sapienzadivita December 8, 2014 at 2:21 pm Reply

    Turut bersedih atas pindahnya usahanya mbak. Memang memulai bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan.. (halah semua orang juga tahu)…

    Tapi emang dari segi nama juga kepanjangan ya.. jadi gak menarik sama sekali… coba sontek starbucks, opal, dan kawan-kawannya. Singkat kan mbak? MB perlu dikasih tahu nih… Daeng Kopi juga bagus mbak. Tapi kalo sudah tiga nama macamnya kepanjangan…. Ini pendapat pribadi lo ya mbak. Soalnya di Medan juga banyak bermunculan warkop kemudian menghilang… Yang bertahan ya yang konsisten dengan nama yang mereka pegang, posisi yang strategis (misal dekat kampus, dekat perkantoran, di dalam mall, bersebalahan dengan tempat yang banyak dikunjungi wisatawan), harga yang bersaing, banyak promosi, tema yang unik. Lah kok jadi menjurus nih…

    Semoga langgeng deh mbak menjalani usaha barunya. Dan jangan kapok…

    • siti December 8, 2014 at 2:55 pm Reply

      iya bener tak semudah yang dibayangkan, soal nama iya perlu sama lokasi sih paling utama…….

      terima kasih saran sarannya ya……….semoga lancar jaya deh …….dagangan kami 😀

    • yossie December 14, 2014 at 2:39 am Reply

      Bgs bgt masukannya :), seru baca nya. Mba siti sy sm suami lg binun, pengen buka usaha yg sm cm kita konsepnya pgn ada menu makanan Dari berbagai negara juga. Yg pasti harus enak dong, blm pasti nih kita tinggal dimana hehe. Please masukan / advice nya dong kirim ke email aku, anyone :d.

      • siti December 14, 2014 at 2:37 pm

        intinya sih kalau mau ke Indonesia tebalin modal dulu terus lihat dan analisa usaha apa yang mau di buat, lokasi PENTING dan tentunya ribetnya ya SDM yang mumpuni…..itulah seninya…….
        capek cari orang yang tepat + Urus adaptasi suami … banyak konflik dengan lingkungan ini mungkin personal ya dan tergantung prubadi masing masing……ada yang lincah adaptasi ada yang susah adaptasi………

  3. adhyasahib December 8, 2014 at 8:21 pm Reply

    ternyata membuka usaha gk mudah ya mbak, saya rencana pengen ngikutin jejak mbak siti nih,pengen balik ke indonesia bawa suami dan coba buka usaha juga,tapi masih pikir2 takut gagal, makasih loh mbak sudah mau berbagi ceritanya. mudah2an di tempat baru jadi lebih sukses banyak pelanggan,amiin

    • siti December 9, 2014 at 12:20 am Reply

      iya mbak ribet karena kita bersinggungan dengan banyak pihak yang tak semuanya berintegritas seperti keinginan kita…alhasil banyak cobaan dalam perjalanan merintis bisnis.. belum suami wna butuh waktu adaptasi… nya juga butuh kesabaran istri ,,,resiko hijrah ke RI.. 🙂

  4. bunda4R December 9, 2014 at 2:46 am Reply

    iya mbak, nama warkopnya kepanjangan..kurang eye catchy jadinya..

    semoga sukses bisnis ke depannya ya mbak..

    • siti December 9, 2014 at 5:07 am Reply

      iyaaa aku dari dulu gak setuju..tapi ya dari pada rempong saya ngalah saja

  5. nyonyasepatu December 9, 2014 at 3:30 am Reply

    Siti, semoga warkopnya rame ya 🙂 di Medan warkop2 itu rame2 banget loh. cuman aku gak tau berapa mereka dapet perhari

    • siti December 9, 2014 at 5:07 am Reply

      Soalnya kan Noni hobby nya nongki bukan di warkop tapi di cafe cantik kan yaa..

  6. gegekrisopras December 10, 2014 at 12:45 am Reply

    Mbak Siti, lokasi lamanya bayar sewa berapa tuh? Kecil amat menjorok ke belakang 😦 kalo aku sih ngerasa sempit pasti pilih cafe yg bentuknya melebar.
    Lihat di foto, bakar2 ikannya maju 3,5m ya keterlaluan warkopnya mbak Siti jafi ketutup gitu, semoga di lokasi yg baru lebih lancar ya mbak 🙂 Gbu

    • siti December 10, 2014 at 1:18 am Reply

      sewa yang lama 15 juta murah memang karena di luar kota , agak jauh dari kota Makassar… nah sekarang di tengah kota sewanya 2 x lipat tapi kecilnya cuma 1/3 dari ruko kemarin… makanya stress sempit2an………serba salah..deh

      • gegekrisopras December 10, 2014 at 4:10 am

        15jt per tahun atau per bulan mbak? Maap nih nanya krn beneran emang ga tau.
        Emang sih ya kalo berbisnis ini banyak resikonya, kalo dimulai dari seumuran aku banyak ide, banyak waktu tp gada uang 😆 plg2 nyari investor tp harus pinter menjual ide juga.
        Btw ga coba pake jasa Fengshui, mbak? Denger2 sih ampuh

  7. Crossing Borders December 10, 2014 at 6:26 am Reply

    Wuahhh..nak.., perjuanganmu itu ya.. Salut deh aku sama orang yg berani punya usaha sendiri.. Semoga usaha berikutnya lebih lancar ya, Siti.. Aku doakan.. Amin..

  8. rosaamalia December 15, 2014 at 2:41 pm Reply

    Hi k siti salam kenal 🙂
    Org makassar ya?
    Saya jg tggl di makassar.
    Tumben2an nih ktmu blogger sekota *yeay salim*

    • siti December 15, 2014 at 3:42 pm Reply

      ehhh apa kareba …baji baji jaki?? iyyeee tumben. salam kenal .juga

  9. novimanik January 11, 2015 at 12:38 pm Reply

    wah senasib kita mbak, dulu saya pernah usaha penyetan dan jus buah tapi akhirnya saya tutup dan saya balik lagi kerja ke marketing lagi, emang deh usaha sendiri gak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh mental baja, dan semoga mbak siti sukses deh……………salam kenal ya

    • siti January 12, 2015 at 1:37 am Reply

      iya makanya pantang menyerah.. seharusnya mental pengusaha itu..
      iya sudah lumayan… lancar sekarang….

  10. arimbopratamaarimbo August 21, 2016 at 8:21 am Reply

    ENGGAK TAU APA KEBACA.SY JG BUKA WARKOP+WARNET+PRINTING,LUMAYAN KOK MBK.TIAP SAPTU SAYA EVENT PUTER FILEM VIA PROYEKTOR,JUGAJUAL KAOS ANIME.PERTAMA SULIT,YA NAMANYA JUALAN.ALHAMDULLILAH GAKPERNAH NOMBOK.EM…WARNET SAYA DARI BAMBU MBAK,SEDERHANA.semua fitur diatas saling backup.kalau mau sharing boleh lwt email.semangat

    • siti August 22, 2016 at 7:46 am Reply

      iya mbak tergantung lokasi juga banyak faktor yang buat sukses….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: