Advertisements

Be A Smart Buyer


Bye My  G12

Bye My G12

Saya mendapatkan ilmu ini dari bos saya yang sekarang, selalu menjadi a smart buyer,  ini berlaku di beberapa  kategori ya, khususnya Gadget, elektronik dan Kendaraan,  memang di benak saya tahu kalau barang elektronik itu harganya cepat sekali turun istilah kerennya defisit atau penurunan harga, kalian tak percaya, yahhh  sebentar akan saya berikan beragam contoh pengalaman saya bersama barang barang elektronik & gadget  yang selama ini sangat saya banggakan tapi ketika suatu masa seri terbaru keluar hancurlah harganya saya rasa kendaraan masih lebih bisa bersaing dibanding elektronik dan gadget.

Header 728 x 90 (2)

Elektronik disini mengacu ke laptop, kamera, handphone pastinya dan kawan kawannya. Ini curhatan sakit hati sebenarnya yang sudah lama saya ingin bagikan hasil experiment bos ku dan kami semua murid muridnya  heheheh :

  1. HP Blackberry Q10 saya menjadi barang kebangganku selama 2 tahun jadi tangan kanan, saya beli di September 2013 dia bulan setelah nikah, harga waktu itu paling murah 6,2 Juta ingat sekali karena ada kwitansi dan ingat sekali betapa sakit hati mengeluarkan uang sebesar itu untuk Gadget. Namun karena memang niat beli untuk keperluan kerjaan juga ya akhirnya saya beli. Setahun berjalan lancar, masuk tahun kedua hape itu biasa jatuh lah dan berbagai cobaan lainnya. Akhirnya bos saya mulai ajarkan untuk jual segera HP ku karena sudah mulai error error , loudppeakernya pecah suaranya. Nah saat saya titip sama teman buat dijual tahu tidak harga penawaran di outlet , ayo tebak, padahal ini hape belum berusia 2 tahun, box lengkap, yaaaa pemirsahhhh hanya 1 juta. Itu penurunan nilainya 5 kali lipat jatuhnya,gila kan yaaahhhhhhh stress berat saya, saya tarik kembali HP nya karena shock, akhirnya dengan beragam pertimbangan saya lepas kemudian membeli Hp yang sama namun second alias bekas dengan harga 2 juta, saya rugi 1 juta namun kondisi HP yang saya dapat sempurna, waktu beli HP tersebut masih harga 5 jutaan lengkap box dan semua sempurna, kebetulan bos ku ada tempat langganan di Surabaya, outlet HP dimana tiap pulang, bos saya tugas di Makassar asli Surabaya dan keluarga ada di Surabaya jadi tiap 2 minggu sekali pulang nah tiap 2 minggu sekali pula bos ku ganti gadget namun bukan gadget baru ya, tapi second dengan kualitas terbaik dengan prinsip tukar tambah.Nah sekarang kita compare jika saja saya beli sepeda motor bekas harga 6 jt an misalnya saya pakai tuh sepeda motor selama 2 tahun maka paling jatuhnya tuh sepeda motor paling 4 jutaan. Beda kan pengerusan nilai elektronik sama kendaraan. Walau kendaraan juga jatuh juga per tahunya.
  2. Kamera Kesayangan “Canon G12 “, tepatnya di Oktober 2010 saya sempat ada acara ke Jakarta, saya memang dari dulu mau beli kamera yang super keren lah bagi saya, dulu dulu Cuma pakai kamera pocket dengan background saya pernah jadi jurnalis walau gak lama dan saya punya kewajiban mengambil gambar maka saya pun juga beberapa kali berganti kamera dan yang saya selalu merasa minder ketika kumpul sama teman teman pers dulu paling malu maluin saya ambil gambarnya pakai kamera pocket sedang teman teman lain wihhhh kamera DSLR semua yang lensa nya panjanga panjang ahhhahah memalukan sih bagi saya waktu itu. Sejak itu saya selalu mau punya kamera sekesal DSLR tapi tetap pocket, dan waktu itu kamera idaman saya itu hanya ada di Canon G12, beli dengan harga 5 jutaan. Cash keras, jadi barang kesayangan namun menjadi beban kemana mana. Sudah ikutan ke negeri MB tahun kemarin, dan sempat sih waktu itu bos saya beri saran buat segera jual tuh kamera sebelum terjun bebas harganya.Kan Camera seri ini sudah stop produksi katanya.Namun saya masih sayang sayang saja, punya kamera yang dianggap special jadi drama dan masalah juga karena kadang ada yang mau pinjam saya bukannya pelit tak mau pinjamkan tapi sayang kamera kesayangan di pakai orang bisa rusak.Jadinya gak berkah ya, bener tuh cerita AA Gym dalam setiap ceramahnya  soal kamera mahal yang pernah beliau miliki saat hilang jadinya berkah dan bahagia.Kadang punya barang yang dianggap mahal bener malah pusing urusnya. Terus suatu hari ada kawan yang menikah sama WNA sekampung sama MB, akad nikahnya di daerah lumayan 4 jam dari Makassar, saya dan MB dan satu kawan ikut  sampai sana kita mulai foto-foto, sampai suatu ketika lensanya macet dan bisa masuk kembali, walau battery nya full tetap error deh. Ya sudahlah sejak itu kameranya tak bisa dipakai, balik ke Makassar saya masih cuekin sampai suatu hari ada teman mau bantu perbaiki, setelah 2 minggu teman coba utak atik tak bisa, dia nyerah ya akhirnya saya pun bawa ke service resminya, ternyata setelah di cek, jika pun saya mau di perbaiki saya kena biaya service 750 ribu, dan spare partnya 2,8 juta. So saya butuh dana sekitar 3,5 juta. Agar si G12 ku normal kembali. Jadi saya terkena stress berat lagi mendengarnya. Saya pertimbangkan dengan kecanggihan teknologi saat ini kamera HP sudah canggih, bahkan kamera Q10 ku ini sudah sangat okay hasilnya. Saya pun minta ke CS nya option selain service apa lagi apakah bisa tukar tambah? Dan ternyata hanya bisa tukar tambah dengan Canon Pocket ILUX 160 hanya itu yang tersedia. Kalau saya cek harga sekarang 1 jutaan dan saya diminta nombol 765 ribu buat mendapatkan kamera pocket tersebut. Dari sisi kelas jauh beda, dan kualitas tapi dari pada kamera saya jadi rongsokan di rumah mending tukar tambah, toh saya bukan fotografer juga. Yang saya butuhkan cukup dokumentasi buat blog saya. Toh ada HP dan tablet. Jadi Canon service centre ( Datascript ) ini hanya menghargai tak sampai 300 ribu kamera kesayangan saya yang saya beli 5,6 juta tahun 2010. Dalam 5 tahun terjadi lompatan kejatuhan  harga 18.2 kali, Coba lagi kita compare seandaianya 5 tahun lalu itu beli sepeda motor seharga 5 jutaan dan jual sekarang paling masih bisa laku 2-3 juta. Ya sedih sih tapi saya sudah merasa damai, tak perlu rempong dan panic lagi, bawa kamera itu malah jadi beban hidup bagi saya padahal dibanding professional fotografer suka bawa kamera mahal, ada cerita bos saya dulu ya, dia hobby fotografer suatu hari dia taro 1 tas ransel isinya kamera + lensa di mobilnya.Nilai kamera dan tasnya itu kalau tak salah 80 juta, si penjahat nampaknya sudah pelajari kondisi rumah si bos, suatu hari bos ku itu menyimpan kamera dalam mobil terparkir di rumah dan dia kekantor dengan mobil kantor, yang di rumah Cuma istrinya, dan oknum penjahat ini datang ke rumah pura pura menyamar jadi fotografer kawan si bos dan bilang bapak mau dibawakna kamera karena mau hunting foto sehabis kantor. Si istri bos ini karena memang tahu suaminya banyak kawan fotografer dikasih aja tuh tas, alhasil tas dan isinya dibawa kabur penjahat tersebut, raib lah kameran dan tas berisi lensa dan kawan kawan senilai 80 juta, hikss miris aku dengar ceritanya, langsung mau sesak nafas.  Yahhh jadi kalau di compare kamera ku ini tak ada apa apanya dibanding professional yahhh tapi tetap sebagai kaum yang tak punya pabrik duit, harga 5 jutaan itu dah mihil. Sekarang sudah cukup banyak belajar dengan beragam elektronik. Untuk kamera saat ini saya mau beli kamera imut imut kayak GoPro saja deh, eh tak perlu merk Go Pro saya mau merk lain saja yang murah meriah, bisa Xiao Mie sajalah harganya Cuma 1,8 juta sudah komplit sama tongsis, cover dkk, tak kalah sama GoPro.  Tak mau saya beli yang mahal mahal Sudah cukup dari dua elektronik buat saya makan hati.
  1. Mobil, nah sekarang kita compare lagi soal kendaraan, ini ajaran bos saya lagi. Mari kita tilik kasus ke saya. Tahun 2009 saya beli mobil seharga 147 juta. Nah mobil kesayangan saya itu sekarang nilainya sisa 100 juta ini di cek di value pertanggungan asuransinya yah. Berarti dalam 5 tahun terjadi penurunan sebesar 47 juta. Soalnya ini mobil kondisi baru ya waktu itu jadi hargnya mahal. Berarti setiap tahun penurunanya adalah 8-9 jutaan. Sekitar 7 % pertahun atau 31 % dalam 5 tahun. Itu belum terhitung bunga rate jika di cicil. Berguru dari bos hebatku lagi, karena beliau sudah pengalaman, sekarang dia tak pernah beli mobil baru. Yang ada selalu second  yang kualitas nya okay, misal dia beri contoh, waktu si Bos pindah Makassar dia mobil bekas Suzuki Katana tahun 2003 dengan harga 51 juta, baru setahun 2 bulan tuh mobil dipake buat jalan jalan dari kos ke kantor atau ke mall, ekhh beberapa bulan lalu dia sudah jual lagi seharga 60 juta. Keren kan ya, sudah untung di pakai, malah untung margin lagi. Itulah ajaran beliau. Mencari brand yang sudah stok produksi. Alias mobil hobby dan digunakan di modif dikit dipakai dan dijual lagi. Jadi inti ajaran beliau cari kendaraan jangan keluaran terbaru namun cek tahun nya jangan ketuaan, namun upgrade kelas mobilnya. Hindari beli mobil keluaran terbaru, dijamin  baru pakai sebentar mau jual ulang harga ringsek terjun bebas ke  laut dalam.Beliau mencontohkan case kedua, beli Nissan Terrano entah tahun berapa, terus di pakai setahun di jual lagi dengan harga  jual 1 juta lebih mahal dengan harga beli. Untung sudah dipakai selama setahun, dapat untung pula, kok bisa? Ya bisaa saja, kan brand Nissan Terrano juga sudah stok produksi, nah banyak di incar orang sebagai mobil hobby, nah harga bersaing donk ya apalagi kalau kualitas barangnya bagus.
Kwitansi pembelian masih utuh

Kwitansi pembelian masih utuh

Dari ragam kejadian diatas membuka mata saya, untuk urusan gadget bagi yang ahli  dan ada kenalan toko yang bisa di percaya yang jual second hand silahkan berburu second saja, bos saya ini HP nya tiap bulan ganti paling lama di keep 2-3 bulan pasti akan tukar tambah lagi, sebelum harga terjun bebas beliau sudah tukar tambah sama gadget lainnya selain dia hobby sama explore gadget memang membuatnya happy. Jadi sangat dijiwai. Ini berlaku bagi orang orang yang pintar ngecek kondisi HP ya, dan ingat belinya di  outlet terpercaya, kebanyakan toko HP second biasanya menjual HP yang semua sudah di poles dan di perbaiki. Asal sumbernya terpercaya silahkan gunakan cara ini.

Masih ingat kejadian salah satu teman tahun lalu saat masih hangat hangatnya Iphone 5S, teman saya nekat beli pakai kartu kredit IPHONE 5S dengan  harga hampir 12 juta. Itu baru tahun lalu yaah belum setahun dan kalian tahu harga nya sekarang jika di jual berapa?? Bekasnya aja sisa 5 jutaan dan yang baur 6 jutaan. Karena kenapa? Karena sudah ada Iphone 6, jadi seri dibawahnya terjun bungy jumping bebas.Compare aja deh beli sepeda motor seharga 12 juta dalam setahun dijual lagi kira kira harga berapa? Masih bisa 10 jutaan loh…….Nah ngerti kan bedanya.

Saya juga sudah rasakan kok bedanya ketika beli sesuatu baru  kita  buka box barunya Cuma berasa sebentar yang nyesek mau jual lagi hahhahah sakit hati level 8. Dan saya pun sudah rasakan beli second dari bos saya walau buangan kualitasnya okay kok, nanti sekitar 3-6 bulan bisa upgrade ke keas atas nya dikit dengan tukar tambah jadi HP kita nilainya masih bagus.

Misal nih rencanaya saya kan mau upgrade Blackberry saya ke Blackberry Classic, nah tapi aku gak mau beli baru, tahu harga BB classic yang baru masih 5 jutaan, akh  gak worthed beli deh, nah aku incar secondnya kalau dapat 3 jta , kan sisa nombol 1 juta sudah dapat BB Classic, saya termasuk pencinta BB yang candybar ya.. Tak suka touchscreen entah kenapa walau tetap saya ada cadangan HP android buat social media saja karena layarnya lebih gede buat foto, tapi untuk kerjaan di BB ini lebih cepat lebih enak lebih mantap.

Jadi saya berikan beberapa tips ala Bos ku  ( soal membeli kendaraan dan gadget ) atau menjadi smart buyer sbb:

  1. Cek dulu type gadget yang mau dibeli, apakah potensi keluaran terbaru terus menerus ada?
  2. Jangan beli keluaran terbaru, harganya merampok kas keuangan kamu pastinya
  3. Temukan outlet langganan buat beli gadget second yang bisa di percaya buat   beli barang barang berkualitas.
  4. Jangan memiliki gadget atau menahan terlalu lama, sebelum nilainya tergerus terus, segera alihkan alias jual dan beli yang second dengan kelas lebih diatas.
  5. Sering sering update info tentang gadget terbaru atau kendaraan terbaru
  6. Sering oprek oprek gadget biar bisa gampang adaptasi dengan pergantian HP yang sangat cepat kayak bosku semua brand dia sudah coba dia bahkan tahu jenis kamera dari beragam kelas HP yang paling bagus. Karena tiap bulan ganti brand.
  7. Gadget selalu dirawat dengan baik, jika aksesorisnya original upayakan jangan dipakai beli saja aksesoris cadangan buat dipakai kan kalau jual lagi dengan kelengkapan kinclong harga makin bersaing.
  8. Selalu harus siap nombok dengan dana cadangan untuk upgrade kelas ya pasti duitnya nombok tapi worthed kalau mau jual balik juga ruginya masih masuk akal.Bayangkan jika beli gadget terus jual ulang dan rugi banyak kan sama itu kasusnya kalau berasa kita dirampok duitnya karena kita tak bertindak sebagai smart buyer.

Ya selalu menjadi smart buyer dalam apapun, itu nasehat bos ku, ini berlaku bagi typical kelas kayak saya  ya, soalnya kalau super kaya sih  tak masalah malah suka barang keluaran terbaru, mana mau mereka beli second hahahha, tapi jujur kalau saya mending pakai jalan diatas, menjadi smart buyer because im not yet rich enough to do it.. J

BANNER FREE MEMBER

Advertisements

Tagged: , ,

6 thoughts on “Be A Smart Buyer

  1. gegekrisopras September 24, 2015 at 9:31 pm Reply

    Mbak Siti 🙂
    Menurut saya wajar yah harga barang elektronik (gadget, kamera, dkk) terjun bebas krn merupakan barang tersier (kelas tiga) ga semua orang butuh 🙂 lain dengan kendaraan (Mobil/motor) yg tipenya sekunder atau kelas dua, semua orang butuh aplg di tempat yg minim transportasi publik.. Makanya kalo masalah gadget saya beli yg murah2 aja sesuai kebutuhan krn toh bertahan hanya max 2 thn, bandingkan dgn mobil/motor yg bisa bertahan 5thn bahkan 10-12 thn 🙂
    Nah kalo kebutuhan primer itu ya rumah (atau tanah tempat bangun rumah) makanya harganya naik terus 😆

    • siti September 25, 2015 at 5:09 am Reply

      tapi setelah saya amati sih rumahpun soal nilai pasti naik cuma ada effort dan lama waktu buat eksekusi juga tak gampang… bener soal gadget sudah kapok saya .. skrg cari yang sesuai fungsi dan kualitas okay namun harga terjangkau..

  2. NisadanChicco September 25, 2015 at 7:25 am Reply

    Untung aku bukan gadget freak jadi beli mahal pakepun lamaa dieman2 karena mengingat belinya ngerampok jatah duit jajan berbulan2. Hehehehe
    Seri G canon bukanya ada yang paling baru ya Mba.. Aku malah masih pake G10 tapi dah mulai error2 nih..

    • siti September 25, 2015 at 7:54 am Reply

      kemarin aku cek petugasnya bilang gak ada, dia malah jelaskan type lain, katanya type G sudah gak ada ganti type apa gitu,, G10 juga masih bagus kok asal bisa dipake..

  3. Binibule.com [Tjetje] September 25, 2015 at 12:16 pm Reply

    Gadget dan kendaraan memang bukan barang investasi jadi nilainya pasti turun. Kalau soal gadget, saya kapok beli yang murah karena sebentar aja rusak, jadi hitungannya rugi. Sekarang sekalian beli yang mahal yang diprediksikan bisa awet tiga sampai empat tahun.

    • siti September 25, 2015 at 4:50 pm Reply

      iye makanya skrg tak kejar brand lagi kalau gadget mah.. yang penting fungsinya saja.. biar brand kelas 2 atau 3 asalkan kualitas bagus dan harga terjangkau ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: