Advertisements

Cerita pinjam uang & Tips menghadapi sang peminjam


Pinjam uang nya donk ....!!!

Pinjam uang nya donk ….!!!

Musim Pinjam Uang & Tips menghadapi sang peminjam 

Dari dulu mau sharing uneg uneg tentang cerita cerita nyata orang orang yang lagi senang senanngnya tiba tiba inbox atau bbm untuk keperluan dadakan dalam financial ini, saya melihat ada pergeseran nilai di masyarakat kita  ( tsahh  bahasanya ) pergeseran ke dunia hedonism, ekh komsumtif lebih tepatnya, dimana pemanfaatan kartu kredit yang bukan pada tempatnya dan iklan iklan konsumerisme mewabah, gaya hidup yang dipaksakan mau dikatakan kaya membuat pondasi financial amburadul, nasehat financial advisor bagi setiap manusia yang produktif dan bekerja harus memiliki 6 x gaji dana cadangan bagi yang single dan 12 x gaji bagi yang sudah mingle alias kawin tanpa anak   dan kalau sudah punya anak lain lagi hitungannya.

Tapi dari pengalaman semua orang tak pernah mau peduli untuk membuat postingan dana tiap bulan buat dana jaga jaga/dana talangan / dana darurat. Coba Tanya deh teman teman or diri sendiri apakah saldo kita untuk dana emergency sudah cukup skema diatas. Ternyata diantara teman teman saya pun jarang sekali kecuali saya akui ada 2 sahabat saya ekh ada 3 orang etnis thionghoa yang kerja di kantor yang secara financial sangat mapan dan disipinlin tapi dari sisi penampilan dan gaya hidup mereka sangat sangat sederhana, dan saya rasa ketiga orang ini bukanlah bagian dari orang orang yang tiba tiba menelpon/ sms /inbox/ chatting/line dan berkata “ say, bisa minta tolong”, urgent sekali kodonk, pinjamka dana  ta dulu ..sekian …… Rp ….. saja. Tanggal 20 saya bayar. Atay redaksinya begini, “bu, mauka minta tolong kodonk, soalnya ini kan bulan ramadhan saya baru mau mulai dagang di depan rumah, sudah ada etalase tapi modalnya tak ada, pinjamka dulu uangta segini ….. . sedang baru kemarin kerja bersih bersih week end dapat 1/3 dari dana yang mau di pinjam. Ini baru 2, 3 orang sebelumnya di minggu lalu ada yang inbox dari Facebook, kawan SMU yang  tak pernah ketemu sejak tamat SMU tapi kami berteman di FB sejak lama dan hanya sekali inbox Tanya kabar, tiba tiba tanpa ada prolog dia ucapkan salam, seperti biasa dan pura pura bermanis manis Tanya kabar, ujung ujungnya bilang nya “say, saya mau minta tolong, saya ada yang harus saya selesaikan sebelum tanggal 10 “ saya  sudah bisa prediksi dari kata kata di awal pasti ujung ujungnya mau pinjam uang masalah jumlah memang kadang ada yang tak tahu prediksi pinjaman ada yang kecil.  Tapi sebelum dia melangkah lebih banyak saya sudah tahu sebenarnya kawan saya inii banyak bermasalah, pertama masalah Rumah tangga dan status di FB selalu meratap nasib, kalau bukan status di rumah sakit atau nelangsa.

Saya sudah curiga dari awal, makanya saya langsung cut sebelum dia bilang butuh berapa saya langsung cut “ Mohon Maaf, tak ada dana untuk itu, maaf tak bisa bantu” titik dan wassalam. Selesai, bukan tega tapi pribadi pribadi begini mungkin sudah inbox puluhan orang di FB dengan modus yang sama, jadi kenapa saya tercetus pakai kata pamungkas, karena biasanya kalau sudah bilang “maaf tak bisa sekarang duitnya tak cukup, si calon peminjam akan bilang “biar setengahnya saja asal ada, atau bilangnya kalau begitu minggu depan saja saya tunggu pinjamannya” , lebih lihai persiapan kata kata mereka.

Di 2 minggu sebelum ramadhan juga ada seorang kawan yang kalau dibilang akrab juga tidak, dulu pernah kerja outsourcing dikantor kita dekatnya bercanda via fb saja karena kebetulan dulu beliau team support, kami sempat memang berakrab ria jika ketemu di sebuah event kantor, tiba tiba di suatu hari di bbm ada chat muncul “ assalamualaikum say” saya tetap jawab donk “walaikumussalam, ada yang bisa dibantu” …itu default jawaban saya selalu karena saya tahu karena pekerjaan saya di operator pasti kebanyakan orang akan minta tolong ke saya dari masalah  kartu seluler mereka dari a sampai z, bahkan sampai urusan selingkuh2an juga kadang dimintai tolong karena terkait data penelpon or yang ditelpon. Dan next conversation dia bilang “bisa minta tolong”  hening sejenak otak bawah sadar saya langsung beraksi cepat menyimpulkan akan ada sangkut paut dengan fulus nih, saya langsung lihat kalender h mini memang tengah bulan banyak Pegawai lagi sesak nafas, bahkan termasuk saya, cukup untuk sehari hari sampai gajian. Sebenarnya ada ujung kalimatnya “ tak usah banyak banyak cukup 300k saja” saya terdiam membisu, bingung, galau, baper…………….kok banyak orang tanpa malu malu ya , terus ada tambahan lagi bahwa dia akan bayar tanggal 28.

Langsung otak analis saya bekerja, cek di saldo untuk belanja harian, hanya semuanya sudah pas, karena saya setiap gajian postingan wajib semua pasti sudah ter transfer ke semua kewajiban, nampaknya saya harus menambahkan list postingan “dana social piutang “ di satu rekening. Karena untuk kasus tertentu memang ada yang benar benar butuh bantuan ada yang hanya sekedar menutup lobang akibat gaya hidup yang dipaksakan.

Contoh kasus kasus yang sulit saya elakkan , adalah saya kerjaan tiap hari mobile, kami otomatis berinteraksi dengan para driver driver kantor yang tiap hari beda beda, saya yang merasa sok ramah dan merasa humble dan lucu ini kadang jadinya akrab dengan driver in charge yang tugas buat saya seharian. Nah kadang karena itu kedekatan dalam artian saya suka bercanda dan terkesan akrab sama mereka jadi boomerang juga buat saya sendiri. Kadang tak mendung atau hujan tiba tiba sms cantik masuk dan intinya adalah perlu bantuan , dari 1 jt – ratusan ribu, alas an ini itulah.Nah disniah kadang saya merasa dilemma dan sedih, kebayangkan kan tak enak hatinya, interaksi sok akrab tiap hari misalnya dan pasti kalau ditolak maka akan ada perguncingan di belakang hari bahwa akh ibu ini pelit masa Cuma 300k saja tak bisa pinjamkan.

Saya pun mengalami hal ini sewaktu penempatan di daerah, dulu di Manado, kalau kita akrab sama OB atau driver pasti ada intrik intrik pinjam memimnjam seperti ini, masalahnya attitude yang meminjam ini kadang kurang ajar, tak ingat hutang dan  santai saja hidupnya. Kadang yang paling lucu ya, saya dulu ingat kalau misalnya kita ada kedekatan karena divisi, anggaplah dulu kalau di daerah di satu team kita ada pekerjakan outsource buat urusin administrasi kita, nah tentunya kita ini sudah dianggap boss kan, nah akhirnya status ini menjadikan dilemma lagi karena dengan adanya status tadi si bawahan tadi berhak mau minta pinjaman ke boss nya. Dan kadang jumlahnya gak pakai otak, misalnya suatu hari si A yang menurut pengamatan saya selama ini berperilaku baik, karyawati yang baik dan lincah, suatu hari via sms mau pinjam duit, saat saya Tanya jumlahnya berapa dan dijawab kalau tak salah 5 juta. Atau 8 juta. Hahhhhhhhhhhh saya shock bak di tempeleng,  terus dia lanjut katanya mau bayar DP rumah. Ya mbok kalau belum mampu secara financial kenapa nekat untuk DP utama pinjam, terus janji duit yang dibayarkan pula tak jelas, ya saya jelas pakai logika donk duit sebesar itu buat saya sangat besar jika hanya sekedar di pinjamkan ke orang yang bilang mau DP rumah.

Akhirnya waktu itu saya pinjamkan 1.5 juta kalau tak salah dan salah satu kawan saya yang juga boss nya dia memberikan pinjam sebesar saya. Saya masih ingat waktu itu saya sudah pindah ke Makassar dan proses pinjam itu berlangsung, dan baru 1 tahun kemudian dia bayar itu pun bayarnya bertahap kadang 500k . Intinya jumlahnya sudah tak utuh. Alahmdulilah ini mash kembali.

Belajar dari sini, saya pun sudah mulai menjaga jarak dengan orang orang yang saya rasa potensi hubungann itu akan ada kearah pinjam meminjam uang. Dengan team support saya pun menjaga jarak, bukannya sombong kadang saya juga tak terlalu mau orang campuri urusan pribadiku apalagi saya nikahnya sama MB ya selalu dianggap saya ini wanita kayah rayah punya tabungan dollar. Yang kalau dipinjami duit sejuta tak akan goyang. Huhh belum tahu saja dia perjuangan saya tiap hari banting tulang buat jalain hidup ini. Padahal saya penampilan nya sederhana, mobil biasa saja, rumah biasa saja, tak bermerk sama sekali. HP memang canggih dan bermerk tapi biasanya second juga ahhahahahha. Tetap saja dikirain banyak deposit buat dipinjamin, minimal mereka sudah melihat aura millionaire saya berarti alhamdulilah yah garis tangann saya memang membuktikan bahwa kehidupan  financial akan sangat membaik diusia matang………….yeahhhh matang book… ! sebentar lagi … kalau gitu..

Ada pengalaman satu lagi, ini berkat lebay membangun keakrbaan persahabatan dikantor, suatu hari ada satu masa dimana area timur Indonesia itu didatangi sekelompok karyawan dari barat yang di beri waktu sekitar 3-6bulan  kerja di wilayah kami. Maklum dikantor pusat orang orang yang jarang rotasi mau di mutasikan ke area timur, ternnyata kebanyakn orang dikantor pusat sudah di level nyaman gak pernah mau hijrah ke area kami area timur Indonesia.

Sebutalah Pak A, ini orang nya seru asli, lucu kayak pelawak, semua bahagia kalau ada beliau saking lucunya. Setiap pulang kerja kadang kita makan dulu sama sama ini pun bareng teman teman lain ya. Waktu itu saya belum nikah kayaknya. Karena  dulu dikantor sampai lama terus masih sempat sempatnya makan sama teman teman kantor.

Terus suatu hari setelah masa 3 bulan berakhir ada rombongan berhasil dimutasi ke timur ada yang balik ke barat, pak A ini balik ke habitat dia, suatu hari tiba tiba dia sms, kaget saya, katanya pinjaman dari koperasi  belum cair dia butuh duit  buat suatu hal urgent, si pak A ini sudah punya keluarga anak 2 kalo gak salah. Saya kaget waktu itu, saya jadi mikir kok bisanya saya yang dijadikan sasaran buat dipinjamin ya, kenapa bukan bos saya? Atau teman akrab dia yang cowok kek, saya ini jauh jauh di Sulawesi.. kenal Cuma karena kantor, rumahnya di ibu kota, saya di Makassar. Ini polanya bagaimana sih..saya pusing.intinya waktu itu saya bilang tak punya duit sebesar itu selesai.

Dan setelah nya ngomongan saya pun sudah jarang di grup, loss kontak kadang biasa email urusan kantor sih, tapi sejak kejadian itu hubungan pertemanan sudah kacau balau.

Bener banget itu teori kalau karena urusan pinjam meminjam uang merusak silaturrahim ke sesame manusia lain, dalam agama Islam pun urusan hutan mau dengan orang atau bank itu sangat tak dianjurkan kecuali sangat kepepet. Karena inilah sumber muasal masalah berikutnya muncul.

Makanya kembali ke disiplin diri,  kembali ke teori keuangan, beberapa tips ketika memberi pinjaman ke orang lain sbb:

  1. Setiap bulan setor dana talangan buat diri sendiri ini wajib sama dengan wajibnya anda bayar listrik, kumpulkan sampai 7x THP / Gaji jika kalian masih single. ( ini untuk kemandirian pribadi biar tak jadi sampah masyarakat yang hoby nya meminta sedikit dikit minta minta, dan paling memuakkan adalah selalu menggunakan kata kata kasihanilah ) ingat tangan diatas selalu terbaik dibanding yang suka minta minta.
  2. .Setiap bulan urusan uang sudah dibuatkan postingan, untuk kewajiban untuk investasi dan hutang baik.
  3. Buat postingan dana juga buat dana social atau charity, ini untuk jaga jaga ada kasus kasus darurat yang benar benar masuk akal buat di beri pinjaman agar kita pun tak terganggu cashflow ketika memberi pinjaman. Karena toh tak bisa di pungkiri kita hidup di dunia butuh manusia lain dan berinteraksi dengan manusia lain yang beda beda karakter.
  4. Ketika memberi pinjaman, Jangan beri sesuai keinginan kasih dibawahnya, kan kalau tak bayar kita tak terlalu banyak ruginya. untuk kasus yang bisa di toleransi misalnya kasus jane kemarin mau pinjam 300 k ke saya karena dia mau jualan kue kue buat buka puasa di depan rumahnya pakai etalase baru dibelinya sedang pacarnya baru gajian tanggal 18. Karenanya juga dadakan dan postingan saya buat itu habis dan kepepet karena saya dikejar kejar sama dia selama tiga hari akirnya saya pinjamkan 250k saja sesuai yang ada di dompet karena anak ini hanya tamatan SMP jadi attitude cara meminjamnya pun kasar, minjam kok ngejar kayak saya dikejar debt collector, aku suruh nunggu beberapa hari nunggu uang kesehatan cair ekh si jane sms terus  tiap hari reminding. Wah wah ini kacau balau dunia, tapi melihat dia anak nya baik, pernah kerja di saya 1 tahun, dia  juga bantu bantu kalau saya butuh, bapaknya juga yang kerja perbaiki tembok dirumah dan tentunya saya selalu bayar di harga wajar. Rumahnya pun saya tahu toh penggunaan uangnya pun baik mau merintis bisnis. Katannya tanggal 18 saat pacar kesayangan nya gajian dia akna bayar. So let see apakah saya perlu reminding dia layaknya dia reminding saya  tiga hari saat mau pinjam atau tiba tiba dia datang bawa uang ke saya. Tunggu tanggal mainnya.

Demikian curcol hari ini terinpsirasi dari kasus jane dan kasus peminjam berjamaah yang banyak akhir akhir ini  semoga semua segera sadar dan melakukan financial check up, apakah secara financial alur flow keuangan sudah sehat atau diambang kebangkrutan. Jangan sampai hidup kita hanya menutup lobang yang digali dari bulan ke bulan, mati penuh hutang, nama  baik tercoreng dan dalam agama pun ketika manusia meninggalkan hutang  merupakan dosa yang tak akan terampuni sampai semua lunas baik dilunasi keluarganya atau diiklaskan oleh orang yang memberi pinjaman.

Untuk kisah tentang tentang financial bisa dibaca disini ya 🙂

BANNER FREE MEMBER

Advertisements

Tagged: ,

5 thoughts on “Cerita pinjam uang & Tips menghadapi sang peminjam

  1. sapienzadivita June 11, 2016 at 7:14 pm Reply

    Ditunggu kelanjutannya setelah 18 y mbak. 😉

  2. astiitah.as June 12, 2016 at 7:59 am Reply

    Yang pahit dari utang piutang itu, pas nagihnyaa mbaa T.T
    Bikin sakit hati dan nambahin dosa penyakit hati wkwj

    • siti June 12, 2016 at 11:52 am Reply

      iya dan kebanyakan kasusnya buat sakit hati…

  3. nengsyera June 13, 2016 at 5:23 am Reply

    aq bener2 menghindari pinjem uang ato minjemin uang.
    kalo bokek lari ke mama aja deh drpd pinjem sm org lain krn uang sensitif banget dr temen bs jadi musuh.
    dan ngeselinnya klo pinjemin uang, giliran ditagih orgnya malah kabuur.

    • siti June 13, 2016 at 8:37 am Reply

      setuju sama kamu syer… saya jg makanya kalo gak ada duit ada pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah… kalo gak ada gestun KK ,..itu kalo dah benar benar gawat …. buat super darurat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: