Advertisements

Pentingnya sosok ayah dalam parenting anak


Sosok ayah seharusnya menjadi milik anak anak di rumah #gambar dari www.abiummi.com

Sosok ayah seharusnya menjadi milik anak anak di rumah #gambar dari http://www.abiummi.com

Pentingnya Tokoh Ayah dalam parenting anak

Ini menjadi catatan untuk diri pribadi saya, dan semoga bisa menjadi catatan bermanfaat bagi teman teman yang sudah dikarunia anak. Sudah tahu sendiri kan generasi muda Indonesia sekarang mengalami kemorosotan moral yang luar  biasa, lihat sendiri deretan kejahatan seksual yang super kejam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini yang ketika pelakunya di tangkap ternyata sang anak menurut teman temannya juga di sekolah merupakan anak yang pintar secara pendidikan agama  juga bagus, malah ibadahnya pun rajin. Tak disangka bisa jadi pembunuh super sadis seperti itu. Ini apa yang salah? Ternyata ada yang salah dengan pola pendidikan anak anak kita saat ini.

Super cool daddy #gambar dari www.mynewshub.cc

Super cool daddy #gambar dari http://www.mynewshub.cc

Kalau kata ibu saya, jaman dulu kriminalitas tak separah saat ini, anak anak jaman dulu sikapnya beda, ya ternyata bedalah, tentunya perbedaan generasi, X, Y, Z dan pola asuhnya pun sangat berbeda.Pengaruh lingkungan dll sangat berpengaruh. Di  keluarga sendiri saya kembali berkaca pada diri sendiri, saya adalah produk keluarga harmonis.Lengkap bapak ibu kakak dan adik, pola pengasuhan bapak ibu saya juga sangat beda jauh. Tapi melihat hasilnya dari kelima anak dari bapak ibu saya, alhamdulilah semuanya kalau ukuran mandiri semua sudah mandiri.Untuk yang ekstrim Cuma anak sulung alias kakak paling tua, karakternya unik, tak suka sharing tak suka bicara dll, menikah pun dia tak bilang bilang ke orang tua saya, dia merantau dan memilih jalan hidup sendiri.Kehidupan keluarga kami tak seromantis keluarga cemara di Televisi, tapi kami hubungan keluarga sangat akrab, saling bantu sesama keluarga, memuliakan orang tua kami, patuh sama orang tua, dll.

Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang. Penggunaan kata “parenting” untuk aktivitas-aktivitas orang tua dan anak di sini karena memang sampai saat ini belum ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tepat, sumber nya dari sini, intinya pola pengasuhan anak.Ini kalau dikategorikan macam macam parenting akan terbagi lagi. Ada yang Otoriter, Permisif dan Otoritatif.

Jika menilik dari metode parenting di zaman saya kecil, generasi 80 an ke atas cin, berasa tua deh, parenting bapak dan ibu saya, sebenarnya tetap saya menjadi monopoli parenting ibu, karena bapak saya terkesan lebih focus mencari uang buat kami, layaknya bapak bapak lain di Indonesia. Jadi urusan apapun semuanya ke ibu, masalah uang sekolah, uneg uneg, dll, untuk urusan bapak lebih meneruskan info yang sudah di info ke ibu saya, momentum indah kebersamaan saya yang saya ingat begitu manis adalah, kebersamaan dengan bapak saya naik sepeda motor sekali kali kalau bapak saya ada perlu ke kota saya di ajak di bonceng di belakang kadang saya tertidur dan moment paling indah adalah saya suka dibawa ke warung makan sop saudara, untuk bagian saya cuma kuah sop nya karena saya tak suka makan daging. Atau saya makan nasi goreng merah, bapak saya makan sop konro. Itu saja moment moment keren dengan bapak. Sejak SMP sampai besar sudah sangat mandiri, sudah hidup terpisah dari orang tua.Yang berkesan bagi saya dari bapak saya adalah beliau adalah Mr Fix man, semua dia benerkan, tas rusak, apa apa rusak sampai saat ini, MB pun menanggapnya MacGyver hehehe…

Walaupun saya belum punya anak, saya sama MB sepakat bahwa nanti kalau dapat amanah di titipkan anak dari Tuhan, kami akan menentukan parenting yang di sepakati dan tentunya sosok bapak harus selalu jadi imam di rumah. Bukan hanya sekedar mencari nafkah dan membawa uang  sejumlah uang diserahkan ke ibu sang anak untuk di didik di sekolah terbaik tanpa ada engagement dengan bapaknya.

Melihat sendiri salah satu sepupu saya, dimana ayahnya seorang dosen pendidik di universitas, ibunya adalah full day di rumah jadi IRT namun sang anak bungsu ini tumbuh jadi anak yang di sekolah tiap tahun tak naik kelas, terpaksa pindah pindah sekolah. Ibunya kemudian berusaha agar sang anak bisa lebih pintar dengan mendaftarkan les beragam mata pelajaran di guru sekolahnya tetap tak merubah apapun.

Berbagai asumsi sang ibu akan kegagalan pendidikan anaknya mulai dari pernahnya sang anak jatuh dan kepalanya terbentur lah yang membuat kemungkinan ada geger otak sampai otaknya tumpul, faktir ketidakdisiplinan sang anak lah.

Kalau saya melihat dari kacamata pribadi untuk anak itu adanya kegagalan parenting dari kedua orang tuanya, yang mana sang ibu pun  tak paham konsep parenting yang benar sedang sang ayah walaupun dosen / pendidik ternyata tak selamanya bisa paham parenting. Tak pernah ada engagement dengan sang anak, dari kecil hingga usia sekarang yang memasuki sekolah menengah. Bapaknya malah terkesan kerja terus pagi sampai pagi lagi. Yang diberikan si bapak hanya uang jajan dan uang sekolah asal anak terpenuhi itu sudah cukup.

Akhirnya sang anak ya sekolah , bolos terus, ujian tak pernah lulus, tak pernah mau kerja PR, malah lebih senang main di sungai, mincing, cari hewan piaraan, mengurus kucing, berkebun dll. Kedua orang tuanya pun tak pernah mau upgrade ilmu tentang parenting, anak dibawah umur sudan dibelikan sepeda motor untuk di gunakan ke sekolah. Yang membuat MB paling marah dengan pola asuh si anak tersebut, pada saat orang tuanya melakukan renovasi rumah menjadi lebih bagus, mereka punya tiga anak, si anak tadi adalah anak bungsu, ternyata orang tuanya hanya  membuatkan kamar 2 buah buat si sulung dan si anak kedua. Si bungsu ini tak di perhitungkan sama sekali dianggap bisa numpang sama kamar kakak sulungnya yang suka berpetualang dan jarang dirumah. Terbayang bagaimana perasaan seorang anak dalam keluarga jika kedua kakak diberi kamar yang layak dan anda sendiri tak punya kamar sendiri? Harus tidur di ruang nonton TV atau numpang sama kakak. Alasan ibunya hanya bilang “kok bisanya saya lupa yahhh” sedih..ini akan jadi momentum yang akan di ingat sang anak sebagai anak yang tak dianggap.

Tak pernah ada bonding dengan bapak, sang bapak malah sibuk urusi anak orang lain alias mahasiswa/I alias anak orang, dibantu perbaiki nilai dll sedang anak sendiri kasihan tak pernah saya melihat anak ini pergi bersama bapaknya ngopi berdua atau nonton berdua atau mincing berdua. Yang ada si anak lebih senang bermain sama kucing dan anak tetangga dibanding sama keluarganya.

Suatu hari saya ketemu teman expat yang stay di Makassar, mereka sepasang bule dan memiliki Putra putri yang usia dibawah  4 tahun, suatu hari kami diundang makan malam dirumah pasangan ini, karena mereka baru pulang dari Amrik kampung mereka. Saya perhatikan prilaku si baby sulung dan baby bungsu sangat patuh pada kedua ornag tuanya. Si Sulung nakal atau rewel tibatiba si bapak bilang tegas ke si sulung untuk balik ke kamar, akhirnya si Sulung tunduk kata kata si bapak demikian juga si Bungsu, walau nakal tapi ketika kedua orang tuanya khususnya bapaknya yang memerintahkan  si anak segera nurut.contoh kecil saat si bungsu disuruh salim ke kami dan perkenalkan nama si baby pun nurut walau dengan agak malu dan takut.

Dan saya melihat bonding si bapak dan kedua anaknya sangat besar, si bapak  yang masih muda ini pernah bilang ke saya kalau parenting seorang ayah tak melulu cari uang, bonding ke anak itu wajib, peluk anak dekap mereka, beri tahu kalian sayang sama mereka, dengarkan keluh kesah mereka, karena ketika anda ditakdirkan menjadi orang tua seketika itu lahir kewajiban untuk menjadi ayah menjadi teman mereka, menemani anak mincing, bermain, quality time dengan sang anak adalah hal wajib, jadi anak tak melulu jadi anak ibu dan jangan biarkan ibunya bak superwoman buat sang anak. Bagian ayah lebih penting dari itu. Dan sejak dia menjadi seorang ayah ya itu sudah harga mati, ikatan dan kewajiban itu sudah melekat sampai anak kelak menjadi baligh alias mandiri.

Saya sempat tercengang melihat gaya parenting pasangan bule ini kepada kedua puta putrinya yang lucu  itu. Dan saya melihat kedua anak mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penyayang. Senakal nakalnya di Andrew dan Lidya tapi ketika ayahnya berkata “duduk dan behave well” langsung keduanya nurut, beda sekali tuh sama anak tetangga ku yang super nakal, bapaknya mau bilang apa juga tak peduli. Ternyata perilaku anak itu tergantung sama parentingnya. Dan ternyata sejak awal orang tua sudah harus memutuskan diawal gaya parenting dan goalnya buat si anak, jangan mengalir tanpa kejelasan, selama ini saya melihat kebanyakan teman teman saya, yahhh super hero bagi si anak ya ibunya, si bapak kebagian genetic saja sama cari duit buat emak dan anaknya. Hampir saya tak pernah melihat teman saya yah sudah punya anak bilang, yukk kita jalan jalan dulu seharian “ladies day out” soalnya si baby di asuh bapaknya. Hhhaaa tak pernah ada sejarah saya mendapatkan yang beginian, adanya semua anak selalu ikut ke ibu, bapak kebagian senang senang diluar kerja pagi sampai malam, yang paling menyesakkan dada ketika sang anak bersama ibunya, tiba tiba jatuh misalnya kejedot di dinding karena murni kenakalan si anak, kalian tahu apa omelan si bapak ‘akhhhh baru begitu saja, tak bisa jaga anak, kasihan anaknya nih luka”  pura pura jadi hero depan si anak. Padahal si bapak ini mah tak tahu kelakuan anak seharian sama ibu nya.  Ini curcolan kawan kawan saya yang sudah di karunia anak ada yang satu, bahkan sampai 3 anak.dewaweb-728x90

Dalam sejarah keluarga saya juga, saya dari kecil tak pernah itu ditinggal ibu saya misalnya satu hari terus saya di asuh oleh bapak saya, kalau di silisilah keluarga bugis ya tetap bapak itu sosok yang kental dengan sosok pekerja keras buat keluarga, ngayomin anak hanya bagian ibu. Bahkan terkesan di keluarga Bugis laki laki alias bapak bapak itu tak pernah mau sentuh dapur layaknya orang Jawa. Sang Bapak ya kerja , yang kerja di dapur dan urus anak ya si istri. Beda sekali rasanya ketika melihat MB di dapur, dia buat sendiri makanan apa adanya, kopinya dia buat sendiri walau kalau masuk dapur ujung ujungnya saya tetap merasa stress karena dapur berantakan,  cuci piringnya kurang bersih tapi saya hargai kemandirian dia, bukanlah type suami bugis yang ada tuh harus ditemani makan walau istri sudah kenyang, harus ada lauk minimal 4 macam, wajib ada sambal. Harus enak makanannya dan harus hangat. Behhh seriusan apalagi kalau suami macam ini punya jabatan di kantornya atau di pekerjaannya bakalan semakin melonjak.dewaweb_promo_04_728x90

Untuk  upgrade pengetahuan saya pribadi dan semoga bermanfaat bagi yang membaca ini beberapa summary saya  ambil dari Fan Page Yayasan buah Hati dan bisa simak video penjelasan dari pakar parenting, ibu Elly Risman dan Uztad Abu Sangkan.

BAGAIMANA MENDIDIK SPIRITUALITAS ANAK KITA?

  1. Pendidikan spiritual adalah tanggungjawab UTAMA orangtua
  2. Tentukan dan buat kesepakatan dengan pasangan, Tujuan Pengasuhan yang spesifik
  3. Menjadi teladan tentang keshalehan
  4. Menjaga sumber rizki HALAL dan Thayib
  5. Membentuk ikatan hati (KELEKATAN) dengan anak sejak dalam kandungan. Bahagiakan diri, jauhi stimulus stres
  6. Memunculkan rasa CINTA dan SUKA terlebih dahulu, bukan BISA. Rumusnya : ABC –> Afeksi (rasa suka), B (behavior/perilaku), C (cognitive/pengertian dan kebisaan)
  7. Asuh anak-anak generasi Z sesuai zamannya, TIDAK BISA DISAMAKAN dengan cara kita diasuh dulu. Karena anak-anak kita jauh lebih cerdas dan kritis dari orangtuanya, tantangan pengasuhannya pun jauh lebih berat daripada generasi orangtuanya (KERUSAKAN OTAK)
  8. Mengukuhkan kembali peran ayah dalam pengasuhan, menjadi imam dan kepala keluarga, pembentuk GBHK (Garis Besar Haluan Keluarga), ibu adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis)
  9. Didik anak sesuai perkembangan otaknya, jangan digesa, jangan dibebani dengan beban yang tidak sanggup ia bawa

Saya tuh menggaris bawahi nomor 4, 6, 7, 9, itu sangat penting dimana sang ayah yang harus cuti juga sebenarnya, berharap di NKRI juga nantinya di berlakukan cuti bagi bapak, di Negara Negara maju cuti untuk bapak yang istrinya melahirkan ada loh, jadi ada waktu focus urus anak, bonding dengan anak, bantuin istri focus parenting.

Jikalau semua orang tua foksus dengan nilai nilai diatas saya rasa, generasi kita akan berubah menjadi generasi berkualitas bukan kayak generasi sekarang morat marit ahlak dan moralitasnya melainkan generasi yang bukan saja cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional dan spiritualnya.Dan itu bukan perkara mudah, ini bukan hanya tugas guru, pendidik tapi kembali ke semua orang tua, kembali ke rumah masing masing. Karena mengutip kata kata pamungkas dari Ayah Edy “Indonesia Strong From Home” 

 

BANNER FREE MEMBER

Cerita tentang pengalaman upgrade ilmu :

Advertisements

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “Pentingnya sosok ayah dalam parenting anak

  1. winnymarlina June 27, 2016 at 9:09 am Reply

    gk kebayang kalau anak kelihalngan sosok ayah kak

    • siti June 27, 2016 at 12:04 pm Reply

      iya makanya anak anak sekarang jadi pada aneh aneh kelakuannya………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: