Advertisements

Katakan tidak untuk Gratifikasi


Ini murni reward sales ya, kalau dapat reward saya hobby jual beli kembali tentunya dengan nilai lebih murah

Ini murni reward sales ya bukan gratifikasi, kalau dapat reward saya hobby jual beli kembali tentunya dengan nilai lebih murah #efek suka ngelapak nih 🙂 

Katakan tidak untuk Gratifikasi

Dapat maklumat penting dari perseroan tempat saya mengais rezeki, mempertegas untuk tak menerima gratifikasi apapun, mau tiket peswat, voucher undian, doorprize, saham, apalagi namanya parcel, hadiah sembako, intinya dalam bentuk apapun, karena ( Selalu ) Ada Udang di Balik Batu” .

Gratikasi menurut wikipedia adalah Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian biaya tambahan (fee), uang, barang, rabat (diskon), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

Dan menurut hemat saya pribadi memang betul sepenggal kalimat diatas, kami kami yang beririsan dengan customer langsung baik retail maupun corporate pasti lah ada  namanya  relationship yang terbangun, namun sejak berkarir di divisi saya ini hampir 10 tahun, memang kami paling pantang menerima apapun dari client, kenapa ?? bukan sombong atau tak butuh, tapi kami memang tak pernah mau menghamba alias di cocok hidungnya sama  client / pelanggan, kami melayani dengan sepenuh hati sesuai SOP  dan prosedur yang ada, dan tak mau dijadikan jongos untuk diperintah ini itu juga nantinya jika ada interaksi request dengan client tertentu.

Kemungkinan hanya gara gara pernah dikasih voucher hotel misalnya, ini lingkup perusahaan ya tempat saya bekerja, bukan sahabat di luar pekerjaan saya, kalau dengan sahabat dan dalam kerjasama lainnya sih beda lagi treatementnya. Kalau saya pernah dikasih voucher hotel dari sahabat saya yang direktur di radio dan bukan atas nama pekerjaan tempat saya bekerja tapi saya sebagai teman di komunitas. Dan itu benar benar dari hati, hadiah ulang tahun MB dan saya.

dewaweb_promo_04_728x90

Balik lagi ke segala bentuk gratifikasi, di kegiatan sehari hari saya, PR nya adalah melayani ribuan customers dibawahi ratusan perusahaan di beberapa area kabupaten dan inner kota Makassar, itupun interaksinya cukup padat dengan beragam masalah didalamnya. Handling client itu ribetnya luar  biasa, dari permasalahan yang tak penting sampai ke urusan pejabat ke luar negeri kagak bisa nelpon saja masuk ranah kami. 24 Jam pokoknya, nah kebayang tidak misalnya karena suatu hal dikasih sesuatu, dikasih gula gula mungkin sama pic atau pejabat tertentu, maka tentunya mungkin segala cara apapun yang diminta pejabat tadi terkait hal hal yang berhubungan dengan solusi telkomunikasinya akan dilakukan termasuk buat fraud, nah kalau kita tak pernah menerima apapun, kita akan bertindak penuh harga diri untuk menolak permintaan aneh aneh diluar SOP.

dewaweb-728x90

Hal kecil saja misalnya ada seorang bu  pebabat yang pernah  buat pusing saya beberapa waktu lalu, entah bermasalah dengan suaminya secara pribadi, ada isu perselingkuhan, dan si ibu ini ngeyel sekali minta tolong segala cara di tempuh sampai rela berbohong demi mendapatkan kenginannya untuk minta si nomor suami itu di lacak. Saya secara corporasi dan pribadi sudah bilang bahwa kami tak ada fitur tersebut. Lingkup kerja saja hanya urusan tagihan call detail telp keluar, si ibu bersikeras bisa katanya, ada temannya dulu  bisa, saya bilang silahkan bu sama temanna yang bisa karena saya setahuku memang tidak bisa. Pantang putus asa ini ibu, datang lagi dengan isu baru kali ini bukan mengatasnamakan dirinya tapi atas nama keluarga dan masa depan kerabatnya takutnya salah memilih calon suami. Hhaaah ada ada aja. Tetap ngeyel dan tetap saya selalu jawab tidak bisa. Urusan begituan silahkan berurusan sama team legal dengan syarat permasalahan sudah sampai pengadilan dan terkait hajat hidup orang banyak bukan segelintir orang dan ini pun masalahnya masih lingkup mereka.

Coba misalnya saya pernah terima apa apa dari ibu itu pasti saya merasa tak enak bilang tidak, tapi karena saya murni berdiri independent  harga diri, dengan sopan saya tetap memegang teguh aturan perusahaan tempat saya bekerja. Ini contoh kecil yang sering terjadi.

Hal yang sama secara pribadi, karena memang kerjaan saya bagian yang agak ribet dan rempong, pelanggan corporate penanganannya kadang lebih kompleks dibanding retail,  mereka komplainnya berat kadang kadang jadi perlu treatment dan effort berat.

Jadi saya itu benar benar sama pelanggan murni bukan sahabat ya, itu tetap saya ketegorikan pelanggan saya tak pernah mau mencampur adukkan kehidupan pribadi saya. Bahkan saya itu terkesan malas dikaitkan dengan company branding saya ketika diluar. Malas ribet urusan kerjaan kadang kadang kita sudah gaul di komunitas dan ujung ujungnya saya masih dibebani kerjaan alias handling komplaint ahhaha nasib…ya… makanya misalnya pada saat nikah saya pantang undang PIC atau pejabat tertentu karena saya tak mau mereka kasih kado atau angpao, bukannya sombong, saya bawaanya tak enak dan merasa berhutang. Kalau dikasus orang lain banyak yang aji mumpung, ketika menikah undangan ribuan yang diundang teman sekantor segedung walaupun tak dikenal dari ob sampai driver terus kantor mitra bahkan yang tak dikenal pun diundang semua, asal dia kenal sama boss kantor klien ekh anak buah klien tetap diundang semua, ya mbok ya harusnya yang dikenal saja, berhubungan langsung dan pernah kenal dengan yang mengundang dan yang mengundang yakin bahwa yang diundang akan datang. Intinya kalau buat acara jangan pernah berharap dari orang yang di undang, jangan berharap dibawain kado atau angpao yang banyak, kalau ada alhamdulilah kalau tak ada ya tetap bahagia, bener kan….!!!

dewaweb_promo_04_728x90

Ya sudahlah dari jaman dulu  kita nya dari kantor kami lah yang ngasih loyalty ke pelanggan ke pic corporate, buket bunga ulang tahun, kue ulang tahun, dan tak pernah berharap kembali, beda kasus dengan divisi terkait project dengan pihak ketiga yang cenderung vendor berusaha meng entertain, kalau kami malah kami yang harus meng entertain pelanggan di jalan yang benar pastinya.

Saya rasa beberapa perusahaan besar pun dari dulu sudah membuat aturan biar tak terima gratifikasi, beberapa hari lalu saya ke kantor dukcapil Makassar, tertulis di dinding besar besar tak terima gratifikasi apapun, semoga itu bukan hanya sebagai symbol atau penghias dinding saja, di kantor Imigrasi juga begitu ada standing banner, lalu di kantor pajak juga ada tuh besar besar standing banner di tiap sudut.

Namun geliat omzet parcel saya lihat tetap ada, parcel pribadi ke pribadi dan tentunya pelaku usaha yang tak memberi aturan tak terima gratifikasi tentunya. Ini perusahaan service kayak perbankan  tentunya akan memberikan parcel ke  Nasabah vip nya. Itu sudah harga mati pasti biar nasabah tak pindah ke lain hati bank.

Ini bukan curcolan karena tak dapat parcel ya, hahahah  saya malah sebagai bentuk kebahagian dan seru seruan saya sama beberapa sahabat baik kami tukaran parcel kecil saja,  jadi kebahagian tersendiri. Bisa kirim kirim parcel, berasa sudah jadi direktur semua……..mimpi kecil yang terwujudkan…………! Btw sahabat sahabat seangkatan saya sudah jadi direktur travelel alias owner sudah 2 orang, lumayan kan  nanti semoga ada yang jadi menteri atau presiden malah………..mulai ngalor ngidul nih tulisan……………..

Selamat menerima parcel bagi yang dapat dan selamat memberi parcel bagi yang memang tak menerima gratifikasi.

Selamat berhiruk pikuk menjelang lebaran selamat mudik ya be safe di jalan enjoy selagi bisa bahagia itu tak mesti bersyarat, kata MB inilah yang membuat nya tetap cinta di Indonesia, euphoria ramadhan, euphoria musim mudik, euphoria baju baru, semua indah dan adanya di Indonesia di Amerikahh tak seru sama sekali.

BANNER FREE MEMBER

Cerita yang berkaitan postingan diatas bisa dibaca

Advertisements

Tagged: , ,

One thought on “Katakan tidak untuk Gratifikasi

  1. eda July 1, 2016 at 6:41 am Reply

    selamat liburan dan lebaran mbaaa….

    itu pocer mapnya bikin ngiler :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: