Advertisements

Cerita masa krisis MB di UGD RS Siloam Makassar


Saat krisis di UGD lemas dan kaku

Saat krisis di UGD lemas dan kaku

Cerita MB menjelang lebaran di Rumah Sakit

Sudah ditakdirkan sama yang diatas ternyata bahwa saya sama MB akhirnya menjelang lebaran di rumah sakit, di beberapa postingan sebelumnya saya pernah cerita  MB pernah jam 11 malam diminta dibawa ke UGD terdekat karena nyeri dada kiri yang akhirnya ternyata buat drama baru, dokter UGD di rumah sakit tak bisa diagnose penyebab sakit dada nyeri MB Cuma rekam jantung  ( EKG ) dan di kasih vitamin dan anti nyeri dan dikasih saran besoknya cari dokter neurologi buat kepastian penyakitnya . Cerita pengalaman ini saya share disini. Semua lancar prosesnya karena tak antrian.

Drama baru dimulai keesokan harinya, terus terang saya benar benar kecewa  di rumah sakit Grestelina, soalnya kita kayak selama tiga hari itu terkesan di pingpong, awalnya ke UGD jam 11 malam setelah dapat pelayanan dan obat mala mini kita pulang, dengan instruksi besok nya bisa ke dokter praktik neurlogi, terkait syaraf. By phone saya  sudah Tanya Tanya duluan dan jam nya saya diberi tahu jam 9 pagi. Ternyata setelah saya kesana jam 9 pagi dan MB juga sudah disana dari arah berbeda, ekh ternyata jadwalnya bukan jam 9 tapi jam 19:00  berarti jam 7 malam nampaknya petugasnya salah lihat jam, kurang 1 di depannya karena saya lihat jadwal  juga serabutan di temple di filing reception.Okay jadi saya tetap bersabar, karena pengennya saya disana, di RS Grestelina Cuma 6 km dari rumah, dekat kema a mana, disampingnya banyak pilihan tempat makan juga. Setelah buka puasa saya sudah meluncur kesana, di sana ketemu sm MB dan kita daftar lagi ke dokter nya, setelah antri dan masuk kata dokter  kalau gejala MB harusnya ke kardiologist bukan ke dia, kalau dokter itu lebih ke syaraf  di kepala. Argghh berasa mau marah tapi saya yang butuh, so okay dokter kasih nama  baru untuk dokter buat MB dan jadwalnya baru besok. Menarik nafas panjang, kami pun keluar dan pulang. Keesokan paginya saya telpon rumah sakit lagi buat ngecek, karena takutnya jadwal dokter salah lagi.

Saya telpon lalu Tanya sama CS nya, setelah itu saya disuruh menunggu sambil petugas cek jadwal dokter syaraf yang benar, saya disuruh menunggu 10 menit hanya mendengarkan nada tunggu telpon kantor, setelah itu info lagi ditunggu kembali, coba siapa tak kesal masa ngecek jadwal dokter saja harus pakai lama begitu. Sudah lelah saya akhirnya MB bilang ya sudah kita pindah ke rumah sakit tempat saya dulu di rawat di episode sakit saya di tahun 2014

Kecewa dengan perasaan tak jelas itu akhirnya saya telpon deh ke RS Siloam Makassar, senang sekarang di google  business nya sudah benar yang dicantumakan  nomor telponnya  adalah 0411-3662900 atau Emergency Dept 0411-8117911  dan juga sudah punya hot line 1500911 buat call ambulance juga ada.

Dalam sekejap saya dijelaskan untuk 3 nama dokter syaraf yang saya inginkan, saya pilihlah dokter pria, dan ada 3 nama , dengan jam yang berdekatan, jam 4 sore  habis kantor saya langsung menuju ke siloam dan MB sudah duluan disana dari jam 4. Setelah sampai disana seperti biasa, daftar di bagian asuransi, masih pakai asuransi sinar mas, tak sampai 15 menit saya sudah dapat berkas buat dibawa ke bagian poliklinik masih dilantai 1, langsung masukkan ke perawat tak beberapa lama kami dipanggil kalau dokter sudah ada, kami janjian dengan dokter Bambang,Kardiologist. Sesuai harapan saya ternyata benar dokternya kelihatan senior tentunya sesuai harapan saya, dan  sangat fasih bahasa inggris, jadi saya tak terlalu kerja keras mentrasnlate, dokter minta kita buka dulu baru EKG dan treadmill, jadi kita ke Holland bakery di lobby rumah sakit beli roti beberapa bungkus dan berbuka puasa setelah solat magrib kami kembali ke dokter Bambang, lalu MB melakukan Treadmill setelah selesai di cek kembali dan hasilnya jantungnya bagus, tak ada masalah, walau sempat tadi saat treadmill MB sempat merasa nyeri dada kiri.dewaweb-728x90

Lalu dokter kasih kartu nama, added WA sm MB akh saya senang dengan service kayak gini, lalu dikasih resep 2 obat satunya anti nyeri hanya di makan saat nyeri saja. Baru kita dapat obat tiba tiba MB merasa nyeri lagi  dan bertepatan dokternya lewat  tanyalah MB ke pak dok, MB ngaku masih nyeri dada kiri ya wess dokter bilang ya sudah diopname saja, mikir lama kita soalnya rencana besok mau mudik pulang kampung, akhirnya MB bilang dok aku minum aja obat anti nyeri nya yah, kalau 3x minum gak mempan aku balik deh.

Langsung deh dibuka tuh obat dan di minum, terus kami berpisah di parkiran, dia naik motor saya bawa mobil, salahnya saya hape mati total keduanya  charger dari pagi ketinggalan, rencana saya singgah beli makan dulu baru pulang, ternyata dramanya sesampai dirumah MB sudah lemas penuh keringat karena sudah makan obat dosis tinggi belum makan.

Untung di jam 8 an itu ada adik ipar datang belanja dan nginap dirumah nemu MB sudah lemas dikasih minya gosok dll, saya di telpon tak aktif HP ku, bingung adik ipar tak bisa  angkat MB, MB nya bilang tak mau kerumah sakit minta uztad tata imam masjid dekat rumah aja suruh datang, ya adik ipar nggak ngertilah. Jadi pusing nelpon saya nda bisa MB bilang tak mau ke rumkit, ya sudah stiba dirumah saya sudah panic masuk rumah MB sudah lemas, saya angkat bertiga tak bisa saya lari ke masjid,  kebetulan semua sudah selesai tarwih saya panggil deh semua kawan kawan MB mungkin 10 -20 orang angkat dia kemobil,  prosesnya butuh waktu 10 menit, saya nyetir tancap gas melawan macet, teman  tetangga naik motor bantuin kasih jalan sepanjang jalan MB masih mengigau.Adik ipar bantu kasih minum dll, ditengah jalan kena macet,akhirnya tetanggaku ganti saja jadi sopir dan akhirya kita selamat sampai diUGD Siloam, proses angkat naik ke tandu butuh banyak orang, MB beratnya 122 kg, masuk UGD, sudah sisa matanya aja yang blink dia tak bergerak  langsung di infus, saya ajak komunikasi tak bisa, Cuma matanhya membelalat berkedip. Sedihnya saya bingung, dokter yang jaga juga masih bingung akhirnya, langsung di putuskan di CT scan langsung dan X ray, masuk ke ruangan itu butuh proses lagi karena badan MB harus diangkat lagi. Untung pasukan dari kompleks masjidku masih komplit 20 orang, berasa banget MB sangat disayang tetangga. Terbukti kalau orang Indonesia itu bukan PHP semua. Sayang tetangga dan peduli.

Para sahabat MB bantu perawat angkat MB ke t4 ct scan

Para sahabat MB bantu perawat angkat MB ke t4 ct scan

Setelah sudah di CT Scan semua normal, dia belum beraksi apa apa, mati rasa, alhamdulilah uztad tata andalan masjid kompleks datang langsung pijah kedua kaki dan jari jarinya langsung kepalanya bergerak dan matanya melihat ke kami semua, wow amazing,  ternyata tadi itu kalau dibiarkan bisa stroke, langsung kakinya di pijat wah mulai berakksi tangan juga dan lidahnya masih kelu, kami beri minum sedikit demi sedikit, mulai bereaksi bisa menelan. Wow masa kritis akhirnya bisa lewat setelah MB sudah bisa bereaksi mulai tersenyum saat teman teman masjid nya ajak bercanda, bahkan dokter UGD pun amazed tadinya malah mereka tak bisa berbuat apa apa  selain infus dan ct scan dll karena  malam itu di UGD juga ada beberapa pasien gawat juga. Tapi saya rasa MB yang paling gawat sempat saya merasa sedih melihat dia kaku begitu.

Moment setelah aksi pijat kaki ini tak akan terlupakan

Moment setelah aksi pijat kaki ini tak akan terlupakan

Super hero MB, Uztad Tata lah yang melakukan pemijatan di Kaki sampai MB kembali siuman

Super hero MB, Uztad Tata lah yang melakukan pemijatan di Kaki sampai MB kembali siuman

Akhirnya malam itu setelah dia sudah bisa ketawa para pahlawan tetangga kami semua pamit, saya ucapkan banyak terima kasih buat Uzta Tata Abdullah Imam Masjid Raudahatul Jannah, yang jadi penolong malam itu, Tetangga kesayangan pak Muhammad, pak Ende, Pak Abu, pak Dalwin dan semua teman teman pria MB yang hadir malam itu 20 orang naik sepeda motor.Mereka kompak luar biasa. Bahkan MB saja tak hafal semua nama mereka. Terima kasih buat kalian semua my brother, semoga Allah membalas kebaikan  kalian semua berlipat lipat kali. MB akhirnya sadar bahwa persaudaraan di Indonesia itu benar adanya. Saling tolong menolong walau kami tak punya 911 tetap ada tetangga penolong terbaik.

Malam itu setelah nya mereka pamit pulang, kami pun mendaftar buat rawat inap, semua proses daftar cepat, dan kami kembali dapat kamar di lantai 8. Awalnya 8040 viewnya tanpa jendela, keesokan harinya MB minta pindah ke 8036 view ke laut, kesukaan MB. Mengingatkan pengalaman di opname di sini juga di 2 tahun lalu dikamar 8032. Kisahnya disini.

Akhirnya  menginaplah kami di sini, sayangnya dokter yang handle MB lagi mudik juga jadi beberapa hari ini cuma dapat dokte pengganti. Mau pulang saya tak mau ambil resiko ribet bawanya kalau ada apa apa mau ke rumkit. Mau pulang kampung ini kok belum jelas ya.

dewaweb_promo_04_728x90

Kegiatan MB sekarang mengaji, nonton TV, makan dengan lahapnya, bahagia karena beberapa murid murid, team bahasa inggrisnya, soulmatenya   semua pada datang jenguk dia bawa oleh oleh dia happy nya selangit, dari kemarin saya kurang tidur, tante dan sepupu seharian disini, kemudian satu per satu kawan datang jenguk bahkan bosku pun datang tadi.Cuma sekali pulang kerumah ambil barang dan masih kena macet euphoria menjelang lebaran.

Dan saya amati selama dua tahun ini tariff kamar Siloam Makassar masih sama, servicenya saya rasa lebih okay dibanding dulu, perawat ramah ramah, kamarnya tetap pilian kami VIP lantai 8 view laut. Lumayan legalah kamarnya. Tariffnya untuk VIP masih 810K / hari.Yang butuh list harga saya tampilka  ya.. dan yang seru tariff kamar disk sampai akhir july 2016. Dari 810k menjadi 650k, kelas VIP.

Tariff kamar RS Siloam 2016 part 1

Tariff kamar RS Siloam 2016 part 1

TARIFF SILOAM PART 2

Tariff kamar RS Siloam Makassar part 2

MB sangat menikmati karena disini dingin, tapi ya dia tak betah dikamar terus jadi dia satu satunya pasien yang suka jalan jalan dengan botol infus dan pakai sarung ahhahhaa…

View dari room 8040 menghadap pantai area Losari, sudah berubah dari 2014 lalu, kini Ciputra membangun

View  sunset dari room 8040 menghadap pantai area Losari, sudah berubah dari 2014 lalu, kini Ciputra membangun reklamasi CPI  ( Centre Point of Indonesia ) disini

Semoga hasil diagnose dokter besok udah keluar, dan MB semakin sabar dan menjaga pola  makan dan lebih menghargai kesehatan.Kalau hasil kemarin sih jantung, tensi semua normal kecuali LDL nya agak tinggi. Kita tunggu dokter bilang apa  besok.

Jumat malam yang penuh drama, tak akan terlupakan………………..semoga jadi penggugur dosa bagi yang sakit……………………selamat menikmati hari hari penuh kesibukan menjelang lebaran. Semoga kami tak berlebaran disini.

BANNER FREE MEMBER

Pengalaman tentang di rawat di rumah sakit bisa dibaca disini

Advertisements

Tagged: , , ,

15 thoughts on “Cerita masa krisis MB di UGD RS Siloam Makassar

  1. nengsyera July 3, 2016 at 4:48 pm Reply

    Cepat sembuh buat MB ya kak.
    Smoga segera pulih suaminya, mohon maaf lahir dan batin ya.

    • siti July 4, 2016 at 5:07 am Reply

      makasih ya doanya, saya juga minta maaf lahir bathin…hari ini kami sudah check out hotel ekh rs kok..

  2. adhyasahib July 3, 2016 at 8:56 pm Reply

    ya ampun aku ikut sedih bacanya mbak, kebayang tuh paniknya bgmn, waktu awal pindah ke ternate suamiku juga demam tinggi plus muntah2 langung aku larikan ke UGD juga, dibantu sama kakakku dan mamaku, hasilnya positif kena malaria itu aja aku paniknya dh luar biasa, gmn mbak siti disana ya yg mana MB udah gak sadarkan diri. Semoga lekas sembuh ya MB

    • siti July 4, 2016 at 5:07 am Reply

      iya pas kayak gak berekasi itu panik bingung mau diapain……… stress …makasih doa nya ya

  3. Frany Fatmaningrum July 3, 2016 at 9:39 pm Reply

    Subhanallah. Luar biasa ceritanya. Betul, kita tdk ada 911 tapi persaudaraan dengan tetangga jauh lebih berharga. Lekas sembuh MB.

    • siti July 4, 2016 at 5:08 am Reply

      iya mbak..makanya kmrin sllu bilang akh org sini PHP buktinya ….semua bantuin……….

  4. putthekitten July 4, 2016 at 12:22 am Reply

    Semoga cepat sembuh ya pak MB nya mbak… biar bisa lebaran bareng

    • siti July 4, 2016 at 5:08 am Reply

      iya makasih doa nya yahh… iya hari ini rencana pulang ../ keluar rumkit

  5. titintitan July 4, 2016 at 12:55 am Reply

    Titin bacanya jg berasa mau nangis heu

    Syafahullaah MB. Insya Allah jd penggugur dosa ya..

    • siti July 4, 2016 at 5:09 am Reply

      terima kasih doanya yah.. semoga dia semakin sabar dan jaga kesehatan..

  6. adhyasahib July 4, 2016 at 2:16 am Reply

    oh ya lupa mo nambahin satu lagi mbak, di RS Siloam itu kalo gak salah ada kakak sepupu aku yg kerja disana juga, dan dia dokter ahli jantung juga, Namanya dr. Fadillah Maricar, siapa tau MB di rujuk ke dia juga 😀

  7. gegekrisopras July 4, 2016 at 3:44 am Reply

    Heuuuu sedih bacanya mbak, semoga lekas sembuh ya… Amin jadi pengugur dosa. Selamat menjelang lebaran 🙂

  8. Emaknya Benjamin br. Silaen July 4, 2016 at 5:48 am Reply

    Semoga MB segera pulih kembali ya mbak 😉 .

  9. Puji July 4, 2016 at 9:48 am Reply

    Turut sedih Mba Siti. Alhamdulillah semua sudah baik – baik ya. Jaga kesehatan juga untuk Mba Siti, dan semoga MB cepat pulih. Amin. Selamat lebaran 🙂

  10. Arman July 5, 2016 at 5:54 am Reply

    ya ampun… moga2 sekarang MB udah pulih ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: