Advertisements

Stranded in Ambon Part 1


Pantai Liang,  Kapal ASDP menyebrang ke Waifirit!

Pantai Liang,
Kapal ASDP menyebrang
ke Waifirit dari pelabuhan Tulehu 

Stranded in Ambon  part 1

Stranded? Ya Ah lebai lebih mungkin ya tepatnya karena ini sih karena tuntutan karir saja,  jadi saya anggap my adventure, Kehidupan saya di Ambon selama dua bulan hmm saya berangkat ke Ambon pertama kali tanggal 6 September walau secara pekerjaan saya bertugas sejak tanggal 1 September jadi sudah dua bulan, tak terasa perjalanan waktu disini, saya sedikit deskripsikan Ambon dalam beberapa kategori sbb :

  • Kantor, lingkungannya asik, bos disini the achiever bangets,  benar benar beri kebebasan bekerja maksimal, teman teman divisi lain juga banyak yang sama senasib dihijrahkan alias di promosi kesini, banyakan orang Makassar malah disini, jadi  dikantor itu enak kok. Masih  sefrekwensi, team saya juga asik orangnya.

    Meja kenangan 2012-2016

    Meja kenangan 2012-2016

  • Rumah, sebulan saya ngekost dan baru dapat kontrakan yang lumayan, sekarang hidup dikontrakan rumahnya pernah saya cerita disini, sekarang sih keperluan vital kulkas,tempat tidur dan kursi kerja ini penting sekali buat saya sudah ada, beberapa dos paket pindahan sudah sampai hidup seadanya, sudah belanja juga rak plastic buat barang barang kecil dan rak besi buat naruh baju. No lemari karena tak mau ribet. Nanti pindah susah angkat jadi semua benar benar minimalis, kursi hanya ada 4 kursi rotan tanpa senderan, tanpa meja, saya hanya bekal ada 2 meja lipat dari Makassar saya bawa. Masalah air semua lancar, kamar mandi tanpa shower sudah enak MB membeli keran sendiri dan pasang kepala shower ya walau tanpa air panas dingin kami tetap bisa mandi pakai air dingin tapi pakai shower, thanks my big guy sudah bantuin. Hidup tanpa mesin cuci berat buat MB soalnya baju dia besar besar. Selama di Ambon dia cuci sendiri bajunya sedang baju saya laundry. Kasihan juga lihatnya kamar mandi rumah kontrakan imut imut. Untung masih bersyukur jambannya jamban duduk bukan lubang hehehe. Kayaknya nanti kalau kita sudah kirim kendaraan kesini kalau muat mesin cuci sekalian deh bawa mesin cuci kesini.Tetangga ya adem karena 5 rumah itu yang isi Cuma 2 rumah. So far adem dan nyaman. Lampu, ya mati lampu kadang tapi normal lah saya sudah siap lampu emergency. TV? Saya belum ada TV walau sudah langgana INDIHOME tapi saya pakai hanya buat internet sampai puas lumayan 50GB hahahhaha  streaming terus dirumah.
Kompleks kontrakan #home sweet home

Kompleks kontrakan #home sweet home

  • Kendaraan, saya mati gaya disini, kekantor naik ojek abang jabbar langganan ku, Rp 15k sekali angkut, kalau pulang kadang naik angkot 2x tapi menderita sekali transit di terminal ya pasar malam dan bau terus ganti angkot aduh angkotnya nunggu lama pula, menderita lebih enak naik ojek.Makanya anak anak baru masuk atau pindahan biasa langsung bawa motor atau beli motor kalau aku yak arena MB ada motor nanti aja dikirim bulan depan. Mobil ? masih menunggu mobil dari Makassar sementara dicarikan dengan mobil yang sesuai keinginan saya, kecil, matic dan sesuai harga budget saya. Saya benci hidup tanpa kendaraan sebenarnya merasa gemees saja tak bisa cepat kemana mana.Kadang week end saja saya bisa pinjam mobil kantor. Pengennya rental tahunan saja biar tak ribet.

    Model angkutan umum di kota Ambon

    Model angkutan umum di kota Ambon

 

  • Cuaca, ambon kalau pagi hujan rintik rintik tak deras jadi masih nyaman kemana mana, nanti mulai jam 9 ke atas mulai terang nanti siang baru sudah mulai panas menyengat pantas aja pemudi pemudi disini dikampus semuanya bawa payung biar kata tak hujan ternyata mereka menghindari panas teriknya matahari di kota Ambon. Saya baru merasakan teriknya saat week end dan berjalan ke warung KEDAI KITA langganan saya dekat rumah buat makan ternyata panas sekali diluar hehhehe. Makanya kemana mana saya bawa payung juga. Satu hal yang menarik di kota Ambon, disini saya tak perlu sibuk dengan obat nyamuk. Tak ada nyamuk beda sama  Makassar dijamin  bakalan tak bisa tidur kalau tak pakai lotion nyamuk or obat nyamuk disni tidur buka jendela bisa loh. MB sendiri kaget disini nyamuk ada sih tapi tak menggigit hahahhah. I don’t know why!!! Trust me…………. I love Ambon for this !!
  • Waktu, disini rasanya 24 jam itu cepat sekali berlalu, jam 6 sudah siap siap jam 7.30 kekantor tak berasa sudah jam 5 sore sudah malam aja dan sudah pulang rumah dan sekarang saya sudah dua bulan saja di kota kecil ini.
  • Bahasa, masih menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen local khas Ambon, yang super cepat dan suka menyingkat kata, sudah menjadi su, dong asal kata dia orang, jangan menjadi Jang, aku kalau mendengarkan teman teman orang asli sini bicara saya kerja keras mencerna mereka bilang apa hahahha. Bahasa ada kedekatan dengan Manado di beberapa suku kata, kayak paitua maitua itu di Manado pun sebutan sama. Unsur unsur campuran bahasa pertugis masih kental.
  • Karakter lingkungan sekitar, karakter orang Ambon itu baik hati dan romantic walau tampang kadang tampang body guard, jadi teringat sepenggal kalimat “Tampang Rambo hati Rinto Harahap”.Bahkan kalau tampang pemuda pemuda Ambon lumayan Ganteng, dari akar ras asli disini memang banyak campuran dari Lokal dan portugis, Arab, dan Belanda. Orang Ambon senang seni khususnya musik, rata rata orang senang dansa dan bernyanyi. Disinilah talent talent dibidan musik dunia dan Indonesian lahir, Semua pasti kenal Yopie Latul, Andre Hehanussa, Glen Fredly, semua itu berdarah Ambon. Itu prestasi di musik memang diakui nasional dan international Disini ekostistem kerja berasa sedikit agak slow namun Ambon jika dibanding dengan kota di timur tentunya masih jauh lebih baik. Tapi di satu sisi saya merasa ada kedamaian disini,  ya walau kadang saya gemmes juga  dengan semakin kesini semuanya serba agak lambat. Entah factor cuaca yang membuat semua kinerja rada slow. Makanya itulah gunanya orang berhijrah untuk bersinergy dan berasimilasi dengan agar kinerja bisa berjalan lebih cepat. Titipan HCM ayoo bangun Indonesia menjadi lebih maju.Dimanapun kalian berkontribusi di maksimalkan dengan berkarya. Saya melihat strategy berbagai perusahaan memang merolling karyawannya. Dikantor sendiri bahkan SDM orang local sudah pindah semua. Orang sini juga sangat helpfull, persaudaraan sangat kuat, saya pernah satu hari sama salah satu mahasiswa di bonceng waktu MB ketahuan salah jalan di Ambon, mintanya di drop di kampus A ternyata ojek bawa ke kampus B, mana pula saya tak punya kendaraan, dibantu diantar sama adek mahasiswa sampai saya nemu MB di depan mall, dan saya mau kasih uang bensin malah di adek tak mau terima. Orang Ambon itu tulus tulus,  paling senang kalau dengar kata “ adek baik baik kah…!! Hehhehe berasa damai.. deh.
  • Makanan, ya saya so far  bahagia saja dengan makanan, memang disini makanan utama selain beras ada sagu alias papeda dan rebusan ubi atau pisang bagi saya agak aneh tapi bagi orang local itu hal yang biasa. 10 Hari lebih MB di Ambon saya catering dengan ibu vendor catering kantor, terus terang banyakan mubassir nya, karena mbak catering selalu kasih nasi / ubi yang banyak lauknya agak aneh di lidah MB, missal nih sayur daun kacang panjang di campur ikan terri, MB senang ayam, kentang, dan mie goreng. Sedang ibu catering memberi makanann khas orang local ya tak nyambung lah. Akibatnya setiap saya pulang kantor saya dikasih jatah sisa habiskan. Kateringnya mahal lagi karena kena uang ojek juga. Mana ada gratis delivery.Mungkin nanti kalau MB datang lagi kami coba ganti catering. Kalau saya dikantor ya makan apa yang adalah, yang membuat saya sedikit ngos ngosan adalah disini saya banyak habis budget buat makan. Misal makan diluar tentunya bukan sendiri karena saya akan bawa driver dan teman. Kalau makan tiap hari diluar bisa bangkrut juga.  Begitulah kehidupan merantau disatu sisi pengeluaran membesar sedang income nge pas saja. Tapi semoga ada banyak rezeki lain dibalik semua itu. Soal makanan bisa cek di video ini dan itu.
Contoh menu sehari hari, ubi ikan, pecel, aneh sih di lidahku tapi tetap aja saya makan

Contoh menu sehari hari, ubi,ikan  pecel, aneh sih di lidahku tapi tetap aja saya makan

I love PAPEDA

I love PAPEDA

Pasangan makan nya Papeda, kuah ikan kari, kadang ada kuah kuning juga

Pasangan makan nya Papeda, kuah ikan kari, kadang ada kuah kuning juga

Model angkutan umum di kota Ambon

Model angkutan umum di kota Ambon

  • Kehidupan beragama pasca tragedy beberapa tahun silam,  saya  melihat memang penduduk antar agama sudah damai, toleransi di permukaan sangat baik kelihatan. Cuma memang saya melihat konsentrasi penduduk saat ini berdasarkan agama, kalau dulu masih banyak yang bercampur tapi pasca tragedy masa lalu itu ya misalnya komunitas muslim ya memilih tinggal di daerah mayoritas, kebun cengkeh, Galunggung ke atas itu wilayah Muslim, seputaran Waihaong di tengah kota itu masuk wilayah Muslim. Demikian juga non muslim juga memiliki wilayah konsentrasi masing masing. Demikian juga wilayah diluar kota Ambon, sudah terkonsentrasi dan setiap batas wilayah daerah selalu ada stand by aparat tentara. Tank tank polisi atau tentara di jalan jalan kota Ambon itu sudah biasa.Kan lebih baik bersiap siaga kan agar tragedy kemanusiaan tak terulang.dewaweb_promo_04_728x90
  • Sampah ini bikin pusing saya, entah saya harus buang dimana, karena belum ada kendaraan biasanya saya minta tolong  OB dikantor buat kalau week end buang kan, soalnya tak ada tempat penampungan sampah yang jelas ini masyarakat buang sampah dimana sih. PR bagi pemkot Ambon buat mengurus sampah lebih baik.
Bandara Pattimura Ambon

Bandara Pattimura Ambon

  • Keamanan, saya masih berasa aman jalan di kota Ambon malam hari naik angkot dari pada di Makassar, seriusan… disini masih aman dan damai, pengemis masih bisa dikatakan tak ada, taka da pak ogah dan tak ada begal, sepeda motor masih aman parkir, dan naik ojek sama abang abang ini masih relative aman. Kalau dirumah kontrakan juga tinggal masih rasa aman, tapi prinsip saya tetap selalu jaga jaga,  semoga selalu demikian.
  •  Tujuan wisata, wihhh wisata pantai nya banyak, saya sudah berpetulang di 2 pantai, dan masih banyak yang menanti, dan disini pantainya masih perawan semua, ikan ikan masih banyak berseliweran, karang masih indah, warna hijau toska yang indah. So tiap week end ada aja tujuan jalan jalan kita, po Beta sangat bahagia disini.
    Maluku penuh pantai siap di explore

    Maluku penuh pantai siap di explore

    Jogging di Lapangan MERDEKA, kantor Gubernur Maluku dibelakang saya

    Jogging di Lapangan MERDEKA, kantor Gubernur Maluku dibelakang saya

    Makan es kelapa dan rujak natsepa di Pantai Natsepa

    Makan es kelapa dan rujak natsepa di Pantai Natsepa

    Tiga perantau di Ambon  venue GONG PERDAMAIAN

    Tiga perantau di Ambon ( Mas Indra & Mas Agung )
    venue GONG PERDAMAIAN kami lompat pagar karena yang jaga belum ada hehehe

So kalau ditanya  katong ( kami )  bahagia kah di Ambon, ya Beta bahagia, beta su di level adaptasi, su tahu jalan, su tahu mo kemana kalau libur… sisa beta tunggu beta pu kendaraan datang biar nanti bisa barond terus di seputaran Maluku. ( Beta = saya, su = sudah, pu = punya, barond = jalan  jalan )

Beragam artikel tentang Ambon bisa dibaca disini :

 

BANNER FREE MEMBER

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

7 thoughts on “Stranded in Ambon Part 1

  1. Arman November 8, 2016 at 4:23 am Reply

    Ikutan seneng kalo udh betah…

    Jaman skrg emang tv gak perlu ya… Yg penting ada internet hehehe

    • siti November 8, 2016 at 11:33 pm Reply

      makasih mas arman, ya lumayan udah mulai bisa menikmati.. bukan stress kayak di awal awal pindah …

  2. Frany Fatmaningrum November 24, 2016 at 2:06 pm Reply

    Adik sepupu juga baru pindah ke Ambon bulan Nov ini. Penempatan PLN dapetnya di Ambon padahal rumah Sumsel. Risiko bersedia ditempatkan seluruh Indonesia.

    • siti November 24, 2016 at 2:09 pm Reply

      seriusan cowok or cewek?? kenalin namanya kota kecil lebih enak bisa kenal2an karena saya jg ngurusin corporate dikantor PLN termasuk client corporate nya kita

      • Frany Fatmaningrum November 24, 2016 at 2:16 pm

        Anak cowok, katanya ada 3 orang yg ditugaskan di Ambon. Sepupu Saya namanya M. Bintang Setyono.

  3. rooysalamonycerita June 24, 2017 at 3:41 pm Reply

    Luar biasa Mbak Siti. Selamat berkarya.

    • siti July 17, 2017 at 12:04 am Reply

      makasih spirit nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: