Advertisements

Nongki sore di Cafe Agniya Ambon


Tampak depan papan tanda Cafe Agniya

Tampak depan papan tanda Cafe Agniya

Café Agniya  di Kota Ambon

Setelah menyambangai  café The Street beberapa waktu lalu kemarin untuk ketiga kalinya saya singgah di Café Agniya alias Agniya Café Resto  lokasinya di Jl Dr A Malaiholo, tak jauh dari  Musium Siwalima. Makanya searah sepulang dari museum kami singgah di  Café Agniya.Alamat lengkapnya adalah Jl. Dr. Malaihollo No.8, kEL NUSANIWE, Air Salobar, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Telp 0911-348372

Tampak dari jalan raya hanya ada papan kecil bertuliskan RM Agniya,  dan sama sekali tak ada parkiran, pengunjung yang membawa kendaraan hanya bisa memarkir di pinggir jalan bagian kiri jalan dan  pas di depan halaman Café Agniya sedangkan kendaraan roda dua bisa masuk ke halaman depan café yang nampaknya dulu ini adalah rumah tinggal karena bentuk bagian depan  Café masih utuh layaknya rumah tinggal hanya bagian belakang saja yang mereka rombak dan konsep berlantai 2.

Memasuki pintu pagar Cafe Agniya

Memasuki pintu pagar Cafe Agniya

Menuju lantai 1

Menuju lantai 1

Saya sudah pernah bawa MB kesini sebelumnya hanya karena tak ada parkiran waktu itu jadi kami tak jadi singgah, bahkan sebenarnya kemarin pun dia malas singgah karena bingung mau parkir dimana, kalau saya mah gampang cari celah celah diantara mobil sudah bisa kalau dia sih ribet. Dan mudah stress kalau tak melihat parkiran yang layak. Pernah saya bahas masalah kondisi dunia jalan dan parkir di kota Ambon disini.

Jejeran bangku hitam putih di sisi kiri

Jejeran bangku hitam putih di sisi kiri

Akhirnya setelah lama ribet masalah parkir kami pun masuk, jalan masuknya agak menurun di kanan ada parkiran sepeda motor dan nampaknya ada parkir khusus mobil owner kayaknya di dalam yang parkir pas depan jalan masuk. Saat masuk ke ruangan sudah ada bagian kasir seblah kiri  sedang seblah kanan ada juga ruangan indoor bagi yang mau makan didalam. Tapi kayaknya semua pengunjung memilih di luar baik diatas maupun dibawah.

Sisi tengah menghubungkan sisi kanan dan kiri tempat menambatkan kapal

Sisi tengah menghubungkan sisi kanan dan kiri tempat menambatkan kapal 

Kami memilih dibawah alias dilantai 1 saja, karena kalau dilantai 2 itu open air langsung beratapkan langit dan cuaca saat itu mendung dan diatas lantainya basah bekas hujan tadi pagi. Jadi semua kursi mereka balikkan dan semua pengunjung dibawah saja.

Kapal siap tertambat dan siap menyebrangkan ke pulau sebrang

Kapal siap tertambat dan siap menyebrangkan ke pulau sebrang

Bentuk café ini berbentuk kotak persegi dibangun melanjutkan bangunan rumah pemilik menjurus ke pantai beberapa meter jadi dibentuk kotak yang ditengahnya lubang  di sepanjang kotak  itulah ditata rapi  bangku dan meja meja berdekorasi hitam putih dibagian kiri dan bagian kanan kursi kursi coklat ukiran kayu.  Dibagian tengahnya kosong ditata beberapa tanaman dan kita bisa melihat kebawah masih ada ikan ikan kecil yang hidup dipinggiran teluk Ambon ini berarti airnya masih bebas dari limbah.  Sedang sisi menghadap kelaut sisi tengah itu tanpa pengaman tampak ada 1 kapal motor kecil ditambatkan kemungkinan kapal kecil milik owner. Yang ukurannya bisa memuat 5 orang bisa digunakan mengelilingi teluk Ambon yang tenang.  Di bagian teralis nya di cat warna warni saya suka warnannya yang cerah.

sisi tengah tanpa atap, coba tengok kebawah masih banyak ikan kecil berseliweran

sisi tengah tanpa atap, coba tengok kebawah masih banyak ikan kecil berseliweran

Bagian atas hanya  sisi  kanan ditempati dengan view yang sangat keren. Saya sudah pernah duduk diatas saat malam akhir tahun baru kemarin kami meeting santai disini. Dari sisi design lumayan dan sepanjang waktu diputar lagu khas Ambon.

Menu paket Cafe Agniya

Menu paket Cafe Agniya

Diatas juga dilengkapi musholla kecil yang  bisa menampung pengunjung sholat walau kecil sekali dengan fasilitas yang minim tapi setidaknya ownernya peduli pada pengunjungnya yang beragama Islam.

Menu di café ini semuanya halal, karena ownernya memang  seorang muslim yang konon mantan Anggota DPRD.  Untuk pilihan menu beragam, dari snack seperti sukun bakar, pisang embal, pisang goreng keju, pisang ijo, untuk minuman ya menu umum lah semua jenis juice, kopi dll ada disini, sedangkan makanan ya nasi goreng, mie goreng dll semua ada.

Ini view dilantai atas, warna teralis kayu nya keren sama Pisang Ijo nya enak

Ini view dilantai atas, warna teralis kayu nya keren sama Pisang Ijo nya enak

Saya pesan nasi goreng ayam ( menu andalan saya kalau masih bingung, karena saat saya tanya pelayan di sana menu paling enak dijawablah “semua sama enaknya” hahaha lucu jawabannya !)  dan MB pesan Bihun ayam siram. Saya pesan Sukun goreng kesukaan saya. Saya menunggu hampir 30 menit untuk me ndapatakan menu order pertama kami. Sedangkan minuman nya pun datang setelah kami minta berulang kali ke pelayannya. Sedangkan menu sukun goreng datang lebih telat karena saya juga telat melakukan order.

Kongkow sore akhir tahun 2016 di Cafe Agniya Lantai  atas

Kongkow sore akhir tahun 2016 di Cafe Agniya Lantai atas

Rasa makanan biasa standar lah ya, yang bermasalah cuma lama menunggu makanannya datang, itu pun terjadi pada saat saya datang kesana rombongan di akhir tahun kemarin. Menu susulan datangnya lama sampai kami sudah pulang baru complain ke kasir, maklum saat itu memang pengunjung sangat padat dan banyak yang datangnnya rombongan kalau ordernya susulan bakalan makanan hanya dibungkus saja jadinya.

Tampakan Nasi Goreng Ayam

Tampakan Nasi Goreng Ayam

Bihun Siram Ayam

Bihun Siram Ayam

Tapi pelayanan saat dikasir baik kok, kemarin saya bayar pakai kartu kredit alias gesek dan akhirnya bisa, ini kali kedua saya bayar pakai kartu dan semuanya lancar. Beda sama toko lain di kota ini yang walaupun mesin EDC nya ada selalu bermasalah dan selalu tak menerima metode pembayaran seperti itu kecuali cash berasa kembali ke jaman flinstone… !Dan kadang kalau bisa gesek dikenakan charge 3%. Di kota Ambon ini jangan  harap nyaman bisa mengguankan cashless alias card payment method, dari semua toko hanya pemilik nama besar seperti hypermart yang bisa gesek dan tanpa fee tambahan dibeberapa supermarket dikenakan charge seperti di FRISH Fresh Mart itu kalau kartu dikenakan 3% di PLANET supermarket jika anda menggunakan kartu kredit kena 3% kalau debit masih gratis tapi hanya bank tertentu dan mesin geseknya juga ditaruh dibagian penyimpanan barang.Kantor Telkom saja dibagian kasir mesin geseknya hanya bisa DEBIT dan hanya bank tertentu so lupakan kegunaan canggih kartu kredit dikota ini, hahha jadi Ribet, kalau di SABURO MART ada juga alat gesek tapi terbatas lebih banyak rusaknya dari pada berfungsinya. So siapkan uang cash anda kalau berada di kota Ambon.

Sukun goreng kesukaan saya

Sukun goreng kesukaan saya

Masalah harga makanan ya harga standar Ambon lah, nasi goreng Rp 30-40k minumannya Rp 15k keatas, snack gorengan nya mulai Rp 15k.

Mesin EDC di cafe Agniya semuanya berfungsi normal :-)

Mesin EDC di cafe Agniya semuanya berfungsi normal 🙂

Yang menarik dari tempat ini adalah lokasinya, pengunjung duduk diatas teluk Ambon sembari makan itu hanya luar biasa apalagi kalau duduknya dilantai atas, dan cuaca mendung akan sangat keren. Kenapa harus mendung karena kalau matahari terik bisa gosong, kalian harus paham bahwa cuaca kota Ambon saat panas terik itu luar biasa panasnya. Sangat berbeda ketika dalam ruangan ber AC tiba tiba keluar kantor behhh berasa meleleh hangat hangat berasa sauna. Jadi kalau mau coba duduk duduk saat matahari terik dijamin langsung eksotik seketika …..

trade online

Oh ya di bagian tengah sebelum naik ke lantai atas ada tempat semacam live musik, jadi mungkin di moment tertentu mereka mengadakan live musik disini, ada juga layar TV besar tergantung  yang kemungkinan digunakan jika event nonton bareng dan lainnya.

View  Teluk Ambon

View Teluk Ambon

Banyak juga saya lihat corporate mengadakan meeting lunch disini, bisa reservasi kursi digabung bisa muat 20-50 orang, Agniya juga memberikan paket  untuk 2 orang sampai 50 orang dengan harga khusus.

dewaweb_promo_04_728x90

Dulu saat pertama mau reservasi disana kesulitan menggogling nomor Café ini, jadi saya cantumkan disini, dan relaunching café ini sebenarnya baru tanggal 16 November 2016 lalu jadi memang masih terbilang baru.

Kalau  bête dirumah dan mau kongkow sejenak melihat view teluk Ambon dan mengenang kembali  sejarah kota Ambon ini yang langganan  dibawah beberapa colonial penjajah karena sumber kekayaan alamnya yang melimpah terbayang jaman dulu perahu perahu Portugis, Belanda  menepi di teluk Ambon ini, yang ada sekarang adalah kapal barang yang banyak bersandar di Port of Ambon.

Demikian sedikit cerita dari Café Agniya alias Agniya Café & Resto nantikan kisah kisah berikutnya dari kota Ambon Manise.

Beberapa waktu lalu saya sempatkan videokan di channel SCS dibawah ini, videonya masih goyang dan masih kacau karena masih pakai kamera HP jadul 😦

Artikel review tempat di kota Ambon bisa dibaca disini :

BANNER FREE MEMBER

Advertisements

Tagged: , , ,

5 thoughts on “Nongki sore di Cafe Agniya Ambon

  1. ardiantoyugo January 15, 2017 at 2:20 am Reply

    Teluk Ambonnya kece…
    tapi harganya mahal juga ya… 😆

    • siti January 15, 2017 at 3:40 am Reply

      pasti ini harga indonesia timur

    • siti January 15, 2017 at 9:19 am Reply

      yup cantik memang

  2. Frany Fatmaningrum January 16, 2017 at 8:02 am Reply

    Sukun goreng kalo di Jakarta yg jual tukang gorengan, itupun gak tiap hari ada. Tempatnya asik buat nongkrong ya. Hebat invest si ownernya.

    • siti January 16, 2017 at 11:20 pm Reply

      hahahha iya soalnya disini jarang sih yang mau telaten maksimalkan usaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: