Advertisements

Kultum subuh di Masjid Kebun Cengkeh


Dai bule yang mulai ngehits di Ambon

Bule ini  mulai ngehits di komunitas muslim di Ambon

Kultum  Subuh di Masjid Kebun Cengkeh

Tadi subuh dari pukul 4 saya sudah terbangun untuk menemani MB untuk ikutan support dia saat naik membawakan kultum ( kuliah tujuh menit ) sehabis solat subuh di salah satu Masjid  tak jauh dari rumah.

Lokasi masjid di kompleks kebun cengkeh,  kebetulan ada tetangga kita yang ngajar bahasa Inggris berteman dengan MB di Masjid, sejak pindah ke Ambon dalam tiga minggu MB sudah hampir pernah sholat di masjid masjid di Ambon, kecuali yang kecil dan jauh jauh ya. Kalau lingkup area Kebun Cengkeh dan Galunggung beliau sudah sisa memilih mau yang jauh apa dekat.

Saya ingat awal kami menikah di tahun 2013 saya sempat mendampingi MB juga di atas mimbar dia berdiri saya disampingnya duduk pegang mic juga. Waktu itu di masjid kompleks rumah, isi sharingnya bagaimana dia menjadi muslim di Amerika, maklum seluruh Indonesia  mayoritas semua orang mau tahu alias kepo kenapa dan mengapa ada bule muslim berjubah panjang bermata biru bersorban rajin sholat lima waktu di masjid.

Itulah cikal bakal akhirnya MB sering diajak membawakan kultum mingguan di masjid dekat rumah di Makassar dan beberapa kesempatan beliau kadang ikutan sharing di pesantren atau sekolah Islam, walau kebanyakan dia ikutan project English biasanya didaerah daerah tapi dia lebih memilih banyak fokus buat bekal akhiratnya MB ini memang sudah tak terlalu memikirkan misi dunia tapi alhmadulilah lebih fokus buat bekal akhirat. Karena udah tahu kan semua kita bakalan berakhir dimana.

Hal pertama yang saya lakukan ketika mulai hijrah kesini adalah mencarika informasi tentang komunitas bule muslim / muallaf di Ambon, kalau di Makassar sendiri MB sudah menemukan beberapa soulmate WNA nya yang seiman walau jumlahnya sedikit. Nah sekarang mencari nya di Ambon lebih susah lagi nih. Kebanyakan kalau di Ambon banyak dikunjungi  bule buat jalan jalan alias turis ke pelosok kepulauan misalnya ke ORA Beach atau ke kepulauan Kai di Tual Aru.

Lanjut soal cerita menjadi asisten penceramah, kebiasaan MB sehari hari memang tidur on time jam 10 dan bangun subuh sebelum suara radio masjid berkumandang. Dan MB akan pergi solat berjamaah subuh di masjid dan pulang lalu pergi jalan kaki di lapangan dekat rumah baru balik duduk depan laptop sembari nonton TV dan minum kopinya. Dari situlah hari harinya di awali. Nah karena semalam giliran masalah air di kota Ambon yang terbatas mengalir saya nunggu mesin cuci kelar sampi jam 2 dan kuras bak mandi sekalian. Jadi saya terkantuk kantuk donk. Jam 4 subuh saya sudah siap dengan mukenah lengkap.

Menunggu adzan berkumandang dan menunggu tetangga kami datang kerumah nanti kami sama sama ke masjid. Menjelang adzan selesai  MB menyetir ke masjid dan kita langsung solat. Hanya saya satu satunnya muslimah yang solat subuh hari ini, da nada 3 deretan jamaah laki laki di depan  dengan shaf rapi. Bahkan ada puluhan anak anak yang membuat saya kagum anak anak ini mau pergi solat subuh bersama orang tuanya di Masjid luar  biasa.

Tepat setelah selesai solat,  MC di depan menginformasikan tentang kultum nya MB dan saya di persilahkan maju kedepan untuk menterjemahkan, konsep materi sudah saya print sehari sebelumnya biar tidak dadakan.  Sebenarnya saya merasa belum pantas naik ke atas materi kultum nya masih kurang sempurna,  karena saya kurang mendalami, undangan seperti ini selalu dadakan,  jadi saya kadang tak terlalu turut campur pada materi MB, namun sekarang kayaknya saya harus memberikan support full nih,  tugas utama saya harus mengajarkan nya bahasa Indonesia biar fasih sekarang dia mencampur kadang diantara bahasa inggrisnya diinsert kata kata bahasa Indonesia walau masih dangkal sih materinya maklum  backround bukan dakwah hanya belajar dan masih ilmunya sangat dangkal namun minimal bisa menginspirasi teman teman muslim lain untuk lebih istiqamah dan rajib beribadah sesuai perintah agama.

Sharing di IAIN Ambo

Sharing di IAIN Ambon

Malam sebelumnya kami juga sempat di undang dan bersilaturrahmi sama salah satu team pengajar di Universitas IAIN Ambon. Masih ingat cerita bule kesasar dibawah tukang ojek ke kampus Pattimura disini nah setelah kejadian tersebut dan batal lah ketemu bapak dosen saat itu karena MB sudah terlanjur dongkol  karena ditipu tukang ojek dan baru akhirnya bisa menyambung rencana ketemuan jumat malam itu.

Kamipun menyambangi asrama putri di kampus IAIN karena kebetulan guru bahasa Inggris dan uztad yang kami mau temui disana, ekh malah MB di suruh bicara di depan semua mahasiswi putri yang ada di asrama tersebut tanpa materi dan persiapan ya terpaksa sedikit bicara dan diskusi berlanjut sampai tanya jawab tapi ini lebih ke bagaimana memperlancar bahasa Inggris.

trade online

Antusiasme pada mahasiswa ( I ) memang kalau ketemu uztad bule ini jadi sangat tinggi,  saya jadi melihat ceruk pasar disini . Akhir dari sesi kultum tadi pagi adalah saat selesai bersalaman lah kami ke orang orang di masjid ternyata salah satu jamaah adalah bos saya di kantor, hehhehehe baru ingat rumah kontrakan beliau ada disekitar masjid itu. Antara malu, shock dan ngantuk, kukenalkan lah MB dengan beliau semoga mereka bisa kompak soalnya bos saya ini juga punya hobby olahraga yang aktif dan juga sangat religious juga. Bisa dijadikan kawan yang baik buat MB di Ambon. Dan luar biasanya lagi ternyata salah satu pengajar di kampus itu ada juga yang bersuamikan Bule dan asalanya juga dari Amerika. Wahh seru dan senang deh kami mendengarnya. Kisah pertemuan kedua bule ini akan saya kisahkan di cerita berikutnya.

Yang lucu pada saat pulang dari masjid panitia masjid menyodorkan saya amplop katanya uang transportasi dan tak baik kalau ditolak ( padahal mau kan hahha ). Jadi saya terima, sampai rumah saya kasih amplonya kedia, dia bilang baru kali ini dapat amplop-an hahahha saya bilang disini kalau ada penceramaah biasanya pasti dikasih uang transportasi itu sudah biasa tapi bukan meminta ya… dan dia sudah senang sekali dia sudah  bilang wah jadi dai lumayan donk bisa beramal dan dapat duit jalan tiap hari lumayan yahhh bisa kalau undangan sering sering bisa nutup gaji sebulan donk. Langsung deh duitnya disimpan katannya mau ganti laptop.

Begitulah kisah kami hari ini, mengawal penceramah  bule untuk menjadi personal translator di kuliah subuh di masjid kebun cengkeh Ambon. Nantikan kisah seru selanjutnya.

MB = MrBig

BANNER FREE MEMBER

Artikel terkait kegiatan MB di Indonesia  bisa dibaca :

Advertisements

Tagged: , , ,

2 thoughts on “Kultum subuh di Masjid Kebun Cengkeh

  1. Frany Fatmaningrum January 18, 2017 at 10:10 am Reply

    Subhanallah. Kapan2 dibikin post juga dong awal mula dan tantangan saat MB mualaf *ikutankepo. Tidak sembarang manusia bisa dapat hidayah seperti MB. Sekedar mualaf jutaan orang bisa tapi istiqomah sebagai muslim yang berat. Salut untuk MB.

    • siti January 18, 2017 at 11:09 pm Reply

      sejak 2013 sih mbak cuma saya dampingi baru 2x sisanya MB jalan sendiri sama temannya kalau di undang … paling saya bantu translate or cek materinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: