Advertisements

Explore Maluku Part 15# Saatnya Selfie di Jembatan Merah Putih ( JMP )


Selfie time di JMP

Selfie time di JMP

Salam Demokrasi dari Jembatan Merah Putih ( JMP ) Ambon

Explore Maluku kali ini akhirnya memasuki bagian 15, kali ini kita masuk ke icon kota Ambon, ya jembatan kesayangan bernama MERAH PUTIH atau biasa di sebut JMP yang membelah teluk Ambon wilayah POKA bagian utara dan Wilayah Galala bagian selatan, dan mempercepat akses menuju bandara, karena akses menuju bandara jalanan harus memutari teluk berbentuk u lonjong dengan adanya JMP yang jaraknya lebih 1 km itu membuat akses perjalanan memutar  menjadi lebih pendek.

Dari Wikipedia sendiri JMP Adalah :

Jembatan Merah Putih adalah Jembatan Kabel Pancang yang terletak di Kotamadya Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) diKecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.  Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur, menjadi bagian dari keseluruhan tata ruang Kota Ambon, dan menjadi ikon kota Ambon.

Tampak dari tengah Jembatan Merah Putih

Tampak dari tengah Jembatan Merah Putih

PROSES PEMBANGUNAN

Dibangun sejak 17 Juli 2011, Jembatan Merah Putih menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 779,2 miliar, yang awalnya di rencanakan hanya menelan sekitar 400an milyar.Karena keadaan dan cuaca, material yang harus dikirim dari jauh, dan adanya beberapa kondisi alam seperti gempa bumi di tahun 2015 membuat pembangunan jembatan menjadi terulur. Melewati hampir dua masa periode presiden akhirnya jembatan merah putih ini rampung jga di jaman Pak Presiden Jokowi. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 4 April 2016. Makanya kalau dihitung kunjungan sudah hampir tiga kali pak Presiden ke Ambon dan saya beruntung sudah bisa menikmati fasilitas JMP nya.  Saya tak perlu lagi antri naik kapal penyebrangan ke bandara.

View sisi Poka ( Rumah Tiga ) dari Jembatan Merah Putih

View sisi Poka ( Rumah Tiga ) dari Jembatan Merah Putih

Tujuan pembangunannya adalah mempersingkat jarak tempuh dari kota Ambon ke Jazirah Leihitu bagian utara dengan jazirah Leihitu Bagian selatan yang menuju bandara, jarak tempuh normal ke bandara tanpa jembatan adalah 35 km dengan masa tempuh 1 jam dengan adanya jembatan maka jarak tempuh bisa hanya 30 menit saja.

Kenapa namannya JMP

Merah Putih adalah symbol warna bendera Indonesia, dan untuk Maluku sendiri menyatukan nama Merah Putih punya makna tersendiri, sejarah konflik sectarian yang terjadi di tahun 1999-2003 yang melibatkan kaum muslim yang biasa disebut golongan si Putih dan Kaum si Merah merupakan golongan Kristen, dengan adanya JMP ini dan namanya menyatu harapannya perdamaian dan persatuan terjadi diantara kedua kaum yang pernah berkonflik. Bahkan di saat hari hari tertentu JMP sendiri di design dengan lampu penuh kerlap kerlip warna warni yang sangat indah di pandang dari kejauhan.

Tampak JMP dari atas foto from netralitas.com

Tampak JMP dari atas foto from netralitas.com

Saat senja melewati JMP ini sungguh indah, kemilau sinar matahari sore yang redup tampak cantik, pemandangan atap atap rumah di pemukiman sebrang jembatan kelihatan dan Nampak Teluk Ambon yang tak berombak dihiasi beberapa kapal tangker yang berlabuh.

Tampak JMP dari sisi kanan

Tampak JMP dari sisi kanan

Di sabang sore atau malam banyak anak anak muda singgah selfie or wefie di pinggir jembatan atau bahkan ditengah JMP. Apalagi kalau malam ya banyak yang pacaran di pinggir jembatan,  tempat pacaran yang aneh.

Tampak sisi kiri JMP

Tampak sisi kiri JMP

Kalau kata MB pemerintah harus membuat sekat tinggi ditengah jembatan agar orang orang tak seenaknya ke tengah dan berdiri di pembatas kecil itu sangat membahayakan yang selfie maupun pengendara yang lalu lalang dengan kecepatan tinggi walau di bagian tengah jembatan ada tulisan Dilarang Berhenti tetap saja banyak yang berhenti walau lampu zen dinyalakan hanya sekedar foto apalagi sepeda motor yang seenanaknya singgah.

 

Kalau saya jauh jauh datang suruh MB antar suruh parkir agak jauh dan saya pun ambil gambar di jembatannya. Walau hasil kurang maksimal karena saya tak bawa selfie stick.

JMP ini juga sangat bermanfaat akhirnya bagi para mahasiswa ( i ) Universitas Pattimura, karena UNPATY ( Universitas Pattimura )  ini letaknya di sebrang Jazirah Galala sebelum adanya jembatan mahasiswa yang mau ke kampus harus naik fery penyebrangan POKA GALALA. Kini dengan adanya jembatan semua terakses dengan sangat mudah.

dewaweb_promo_04_728x90

Terima Kasih untuk semua yang terlibat dalam mewujudkan kehadiran JMP ini, akhirnya di setiap acara JMP ini muncul sebagai icon kota Ambon, sayang saya tak punya drone buat ambil gambar ya………. So coba cek deh tampilan JMP dari youtube.

Sampai jumpa di icon kota Ambon lainnya, target saya selama tugas disini EXPLORE MALUKU akan sampai pada episode 500 🙂

Beberapa artikel terkait Explore Maluku bisa dibaca disini:

View dari drone untuk JMP bisa lihat dari dokumentasi  Waskita Karya sebagai kontraktor pembangunan JMP dibawah


BANNER FREE MEMBER
—–

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: