Advertisements

Explore Maluku Part 16# Monumen ukiran wajah pahlawan Nasional Maluku


Monumen ukiran wajah pahlawan Nasional Maluku

Monumen ukiran wajah pahlawan Nasional Maluku

Explore Maluku Part 16 # Sefie di Ukiran Tebing Batu Pahlawan Maluku di Tantui Atas Ambon

Lokasi nya di sekitarJL Jenderal Sudirman,  Tantui atas, sisi jalan bagian kanan, dari tebing alam itu di ciptakan lah ukiran dari lima wajah pahlawan nasional yang berasal dari kota Ambon dalam bentuk sketsa wajah ala ala  Mount Rushmore yang ada di South Dakota, Amrik  sana, kalau ini versi imut imutnya. Dan kalau versi Ambon nya ukiran wajah bukan Presiden tapi pahlawan nasional.

Ukuranya semacam taman kecil di beri pagar dan bertuliskan MONUMEN PAHLAWAN MALUKU  di dinding batu setinggi sekitar 5-7 meter itulah diukir masing masing pahlawan Nasional  dari sisi kiri ke kanan sebagai berikut :

  1. Kapiten Pattimura

Nama pertama yang akan teringat ketika menyebutkan nama pahlawan dari Maluku adalah sosok Pattimura ini, jadi ingat kan gambar pahlawan membawa parang di uang 1000an nah beliaulah tokohnya, bernama asli  Thomas Matulessy lahir di Haria, Pulau Saparua,  Maluku   8  Juni 1783  – Beliau meninggal di atas tiang gantungan Benteng Victoria di Ambon Maluku, 16 Desember 1817 (  pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Rakyat Maluku dan merupakan Pahlawan Nasional Indonesia.

Ukiran wajah Pattimura

Ukiran wajah Pattimura

Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Namun berbeda dengan sejarawan Mansyur Suryanegara. Dia mengatakan dalam bukunya Api Sejarah bahwa Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali. Namanya kini diabadikan untuk Universitas Pattimura  dan Bandar Udara Pattimura  di Ambon. ( sumber:Wikipedia )

2.Nuku Muhammad Amiruddin

Ukiran wajah Nuku Muhammad

Ukiran wajah Nuku Muhammad

Muhamad Amiruddin alias Nuku adalah putra Sultan Jamalauddin (1757–1779) dari kerajaan Tidore. Nuku juga dijuluki sebagai Jou Barakati artinya Panglima Perang. Pada zaman pemerintahan Nuku (1797 – 1805), Kesultanan Tidore mempunyai wilayah kerajaan yang luas yang meliputi Pulau Tidore, Halmahera Tengaah pantai Barat dan bagian Utara Irian Barat serta Seram Timur.  Sejarah mencatat bahwa hampir 25 tahun, Nuku bergumul dengan peperangan untuk mempertahankan tanah airnya dan membela kebenaran.

Dari satu daerah, Nuku berpindah ke daerah lain, dari perairan yang satu menerobos ke perairan yang lain, berdiplomasi dengan Belanda maupun dengan Inggris, mengatur strategi dan taktik serta terjun ke medan perang. Semuanya dilakukan hanya dengan tekad dan tujuan yaitu membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajah dan hidup damai dalam alam yang bebas merdeka. Cita-citanya membebaskan seluruh kepulauan Maluku terutama Maluku Utara (Maloko Kie Raha) dari penjajah bangsa asing

Ia adalah seorang pejuang yang tidak bisa diajak kompromi dan pengaruhnya yang kuat di wilayah Maluku. Hingga usia senja, semangat dan perjuangannya tidak berhenti. Ia meninggal dalam usia 67 tahun pada tahun 1805. Sebagai penghargaan terhadap jasa-jasa, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Sultan Nuku sebagai “Pahlawan Nasional Indonesia

3. Brigadir Karel Satsuit Tubun

Ukiran Wajah Karel S

Ukiran Wajah Karel S

Karel Satsuitubun’ lahir di Tual, Maluku Tenggara pada tanggal 14 Oktober 1928. Ketika telah dewasa ia memutuskan untuk masuk menjadi anggota POLRI Ia pun diterima, lalu mengikuti Pendidikan Polisi, setelah lulus, ia ditempatkan di Kesatuan Brimob AMBON, dengan Pangkat Agen Polisi Kelas Dua atau sekarang Bhayangkara Dua Polisi. Ia pun ditarik ke Jakarta dan memiliki pangkat Agen Polisi Kelas Satu atau sekarang Bhayangkara Satu Polisi. Ketika Bung Karno mengumandangkan Trikora yang isinya menuntut pengembalian Irian Barat kepada Indonesia dari tangan Belanda. Seketika pula dilakukan Operasi Militer, ia pun ikut serta dalam perjuangan itu. Setelah Irian barat berhasil dikembalikan, ia diberi tugas untuk mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta. Berangsur-angsur pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi.

Karena mengganggap para pimpinan Angkatan Darat sebagai penghalang utama cita-citanya. Maka PKI merencanakan untuk melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah Perwira Angkatan Darat yang dianggap menghalangi cita-citanya. Salah satu sasarannya adalah Jenderal A.H. Nasution yang bertetangga dengan rumah Dr. J. Leimenaa. Gerakan itu pun dimulai, ketika itu ia kebagian tugas jaga pagi. Maka, ia menyempatkan diri untuk tidur. Para penculik pun datang, pertama-tama mereka menyekap para pengawal rumah Dr. J. Leimena. Karena mendengar suara gaduh maka K.Satsutubun pun terbangun dengan membawa senjata ia mencoba menembak para gerombolan PKI tersebut. Malang, gerombolan itu pun juga menembaknya. Karena tidak seimbang K.satsuitubun pun tewas seketika setelah peluru penculik menembus tubuhnya

Pemerintah Indonesia memberi penghormatan atas jasa dan perjuangan Halim, dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan mengabadikan namanya pada Bandar Udara Karel Satsuitubun  di Pelabuhan Ratu  Pemerintah juga mengabadikan namanya pada kapal perang KRI Karel Satsuitubun.

4. dr Johanes Leimena

Ukiran Wajah dr J Leimena

Ukiran Wajah dr J Leimena

Dr. Johannes Leimena (lahir di Ambon, Maluku, 6 Maret 1905 – meninggal di Jakarta, 29 Maret 1977 pada umur 72 tahun) adalah salah satu pahlawan Indonesia. Ia merupakan tokoh politik yang paling sering menjabat sebagai menteri kabinet Indonesia dan satu-satunya Menteri Indonesia yang menjabat sebagai Menteri selama 21 tahun berturut-turut tanpa terputus. Leimena masuk ke dalam 18 kabinet yang berbeda, sejak Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora II (1966), baik sebagai Menteri Kesehatan, Wakil Perdana Menteri, Wakil Menteri Pertama maupun Menteri Sosial.  Selain itu Leimena juga menyandang pangkat Laksamana Madya (Tituler) di TNI-AL ketika ia menjadi anggota dari KOTI (Komando Operasi Tertinggi) dalam rangka Trikora.

Momumen khusus untuk dr j LEIMENA juga dibuat di jalur menuju bandara.

 5. Martha Christina Tiahahu

Ukiran wajah srikandi Martha C Tiahahu

Ukiran wajah srikandi Martha C Tijahahu

Martha Christina Tiahahu (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku  2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut.  Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam  perang pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Tampak  5 + 1 wajah saya

Tampak 5 + 1 ( srikandi dari Ambon ) 

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Taman  disamping taman ukiran wajah, air mancur tebing buatan

Taman disamping taman ukiran wajah, air mancur tebing buatan

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Duo Srikandi ( Ambon & Makassar )

Duo Srikandi ( Ambon & Makassar )

Patung Chrstina sendiri berdiri kokoh dan tegak menghadap Teluk Ambon di atas Karang Panjang. Patungya menghadap Laut Banda, konon saat pembangunana ditahun 1971 beberapa kali proyek peletakan patung yang tak seimbang nanti setelah dihadapkan ke laut banda baru berhasil. Sejarahnya memang Jenazah Martha ini di kebumikan di Laut Banda saat wafat di kapal Perang Milik Belanda dalam perjalannya menuju pengasingan di Pulau Jawa.

Untuk detail monument Christina akan saya ulas lebih detail di Explore Maluku part berikutnya.

 Demikian sejarah  tentang ke lima  pahlawan Nasional Dari Tanah Maluku ini.

Bentuk ukiran untuk satu wajah berkisar 1 meter dan lebar juga kira kira 1 meter. Tak jauh dari situ bagian sisi  kana nada tebing yang juga di design dibuatkan air mancur buatan dan ketika hari kerja itu air mancur nya mengalir dari atas jatuh ke kolam bawah, sayang saat saya kesana pagi ini libur jadi air mancurnya off juga.

dewaweb_promo_04_728x90

Objek wisata ini masih baru, selesai dibuat di bulan November 2016 kemarin dan banyak dijadikan tempat  foto foto anak anak muda yang lewat atau turis kesasar kayak saya. Cuma karena kendala lokasi di pinggir jalan dan tak ada parkiran sama sekali sehingga jika mengendarai kendaraan roda empat agak  sulit karena disana tak ada garis parkir apalagi belokan tebing itu berbahaya bagi arus lalu lintas menuju bandara.

Lokasi  Ukiran Wajah Pahlawan Maluku

Lokasi Ukiran Wajah Pahlawan Maluku

Cara mudah mendapatkan lokasinya sangat mudah, setelah melewati JMP, lalu melewati  Mall Maluku City Mall, coba perhatikan sisi kiri tebing sampai ada air mancur maka disitulah tempatnya, ada papan penunjuk arah ( arah Kebun Cengkeh, Galunggung dan Pusat Kota )  dari pemkot Ambon persis di depan Monumen Pahlawan Nasional Ini.

Pagar ber cat hitam dengan papan tulisan warna merah, pengunjung hanya bisa foto di depan pagar berdiri diatas trotoar jalan.

Sampai jumpa di Explore Maluku berikutnya J salam wisata sejarah dari Ambon Maluku.

BANNER FREE MEMBER

Artikel terkait EXPLORE MALUKU bisa dibaca :

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: