Advertisements

Explore Maluku Part 17# Gong Perdamaian Dunia ( Wold Peace Gong ) ke 35 di Taman Pelita Ambon


Gong Perdamaian Dunia ke 35 Taman Pelita  Kota AMBON Manise

Gong Perdamaian Dunia ke 35 Taman Pelita
Kota AMBON Manise

Explore Maluku part 17# Melihat lebih dekat  Gong Perdamaian Dunia ( World Peace Gong ) yang ke35 di Taman Pelita Ambon.

Sosok gong perdamaian dunia awalnya membuat saya bertanya ini apa? Di beberapa kali kesempatan di suatu hari minggu saat petugas belum jaga saya sama teman teman masuk ke dalam dan berfoto dengan Gong yang didalamnya bergambarkan ratusan bendera dunia ini.Namun keberangkatan kedua saya sudah masuk dengan membayar tiket Rp 5,000/ orang. Konsep taman kecil dengan monumen dan beberapa replika foto sejarah penduduk Maluku yang beragam sebelum kerusuhan dan setelahnya. 

Di lokasi Gong ada semacam monument kecil dan taman walau air mancurnya sudah tak berfungsi lagi, namanya Taman PELITA,  taman kecil segitiga di depan Lapangan merdeka ini menjadi ajang tempat memasang spanduk event jadi kelihatan sangat mengganggu lokasi GONG PERDAMAIAN DUNIA ini.

Untuk masuk ke area GPD ini harus beli tiket seharga Rp 5,000 / orang buka setelah jam 10 pagi. Kebanyakan pengunjung hanya foto foto saja.

Apa sebenarnya Gong Perdamaian Dunia itu ?

Adalah : Gong yang merupakan sebagai simbol perdamaian dunia. Gong Perdamaian Dunia telah ditempatkan di beberapa daerah yaitu Bali, Ambon,Palu, dan beberapa negara di dunia juga telah memilikinya. Tujuan Gong Perdamaian Dunia adalah supaya tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme. Museum Gong Perdamaian Dunia terdapat di Jepara tepatnya di Desa Plajan, Museum ini diresmikan oleh Mentri PU.

trade online

Kenapa asal muasal gong perdamaian itu dari desa Plajan?

Saat peresmian GPD Ambon oleh Presiden SBY dan para pejabat serta menteri saat itu ( 2009) sumber : www.tamangongperdamaian.blogspot.com

Saat peresmian GPD Ambon oleh Presiden SBY dan para pejabat serta menteri saat itu ( 2009) sumber : http://www.tamangongperdamaian.blogspot.com

Gong Perdamaian Dunia telah ada sebelumnya yang berasal dari desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah,  Gong sacral ini telah berusia sekitar 450  tahun dan dijaga oleh Ibu Musrini yang merupakan pewaris milik gong generasi ketujuh, yang bertempat tinggal di desa Plajan lereng Barat gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari Kerajaan Demak dan gong ini digunakan sebagai sarana dakwah dalam mengajarkan agama Islam ke daerah pegunungan yang pada waktu itu masyarakat masih menganut kepercayaan animisme. Tokoh dunia peraih “Nobel Perdamaian” yang berkali-kali menjadi Perdana Menteri Israel, Shimon Perez, menyebut Gunung Muria di Jawa Tengah (Indonesia) memiliki kekuatan aura magik luar biasa. Yasser Arafat (Mantan Presiden Palestina), juga peraih “Nobel Perdamaian,” mengatakan : Muria merupakan gunung pilihan Alloh untuk dijadikan “Gunung Perdamaian”. Kedua tokoh peraih nobel asal Timur Tengah itu berpendapat, Gunung Muria di Jawa Tengah (Indonesia) merupakan “saudara kembar,” dengan Gunung Muria di Yerusalem (Palestina). Karena memiliki struktur ukuran tinggi dan besar. Nama Muria (Moria) berasal dari bahasa Ibrani (Ibrahim), berarti “pilihan Allah”.

Tampak GPD Ambon dari jalan besar

Tampak GPD Ambon dari jalan besar

Menurut sejarah yang ada di gunung Muriah (Palestina) merupakan tempat yang sakral, mulai dari Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah langsung dari Allah di gunung Muria untuk menyebarkan agama kepada seluruh umat manusia mengenai ketauhidan (satu Tuhan). Kemudian Nabi Musa yang mendapat “10 Perintah Tuhan” namun Nabi Musa kembali ke gunug Muria untuk meminta penjelasan tentang “10 Perintah Tuhan” setelah Nabi Musa muncul Nabi Daud yang pada zamannya menjadi raja, ia mendapat perintah pertama dari Tuhan untuk membagun rumah ibadah di gunung Muriah, karena pembangunan rumah ibadah belum selesai kemudian dilanjutkan oleh anaknya Nabi Sulaiman (Solomon) yang juga sekaligus menjadi raja pada saat itu, ia melanjutkan pembangunan rumah ibadah hingga selesai secara sempurna di gunung Muriah. Pada generasi berikutnya muncul Nabi Isa setelah dibimbing oleh Nabi Yahya, ia mendapat wahyu untuk mengajarkan agama kepada Bani Israil, dan Nabi Isa memilih gunung Muria sebagai tempat pertama kali untuk mengajarkan ilmu agama. Kemudian yang terakhir Nabi Muhammad yang meakukan mi’raj dari Gunung Muria menuju sidratul-mutaha

Berangkat dari latar belakang sejarah sebagaimana dipaparkan di atas, keberadaan Gunung Muria, secara kasat mata mendapat predikat “Gunung Perdamaian”, untuk menyatukan seluruh umat manusia di muka Bumi. Karena itu cikal bakal “Gong Perdamaian Dunia” (World Peace Gong) sebagai sarana yang mampu menyatukan umat manusia di seluruh dunia, berasal dari Gunung Muria di Jawa Tengah-Indonesia. Alasan mengapa bukan di Palestina (Gunung Muria) karena di sana masih terjadi konflik pertikaian yang masih berlangsung hingga saat ini. Namun suatu saat nanti GPD akan di pasang secara permanen di Gunung Muria guna menghentikan pertikaan yang terjadi di yerusalem dengan harapa dapat mewujudkan perdamaian secara permanen di seluruh kawasan Timur Tengah. Tujuan Gong Perdamaian Dunia adalah supaya tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme. ( sumber : Wikipedia.org)

Sekarang saya jadi paham kenapa Gong perdamaian ini asalnya dari sana, dan sejarahnya di tempatkan pun di daerah daerah  yang pernah konflik/ terrorisme. Ada di Bali, Geneva Swiss, Ada di Shangdong China, Palu Sulawesi Tengah dan Ambon Maluku.  Saat ini sudah ada di 46 negara yang memiliki replikasi GPD asal Plajen ini,  yang awalnya pertama kali di pasang di Bali setelah terror bom bali I tahun 2002 oleh ibu Megawati sebagai simbol pencetus perdamaian.

Selanjutnya GPD ini semakin mendunia, pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari ide brilian serta kerja keras Djuyoto Suntani. Yang merupakan Anak Dari Bapak Suntani Yang merupakan Warga asli Desa PLAJAN.

Bentuknya sendiri Gong raksasa ini berdiamater 2 meter dengan warna emas,  yang di dalamnya ada ragam bendera bendera dunia dan beberapa symbol agama besar dunia. Berdiri dengan tiang penyangga berlogo Pancasila sebagai dasar negara.   Dibagian tengahnya ada bola dunia.

ALAMAT GPD AMBON :

Taman PELITA depan LAPANGAN MERDEKA, Uritetu, Sirimau, Ambon, Maluku

Capture foto dari atas, sumber foto : Ferdian Octo Dinata

Capture foto dari atas, sumber foto : Ferdian Octo Dinata

Gong Perdamaian Dunia Yang Ke-35  Untuk Memperingati Kerusuhan Sosial Bermotif SARA di Maluku Khususnya Ambon Tahun 1996-2002. Gong ini di resmikan oleh Presiden SBY 25 November  tahun 2009 silam. Dan inisiasi kenapa GPD juga di letakkan di kota Ambon adalah agar gaung perdamaian dunia juga menggema di Kota Ambon yang pernah tercoreng sejarah konflik dan kota Ambon juga bisa di sejajarkan sebagai kota penggagas perdamaian sejajar dengan kota kota lainnya yang sudah duluan memiliki  GPD.

Sayang akses parkir di depan tak ada, jadi kalau mau ke GPD harus mencari parkiran di area Lapangan Merdeka yang juga sulit masalah parkir, saya pernah ulas masalah perparkiran di Ambon disini. Jadi kenapa saya jadi malas untuk sering main ke taman ini, panas sekali dan tak ada tempat parkir, untuk sepeda motor pun saya bingung harus parkir dimana. Apalagi bis besar untuk pariwisata.

dewaweb_promo_04_728x90

Gong yang jika dipukul akan menghasilkan gema suara yang mendengung dinyatakan sebagai simbol bagaimana gaung perdamaian itu terdengar dan menjangkau seluruh dunia.

Dari GPD tersebut kita bisa belajar bahwa damai itu milik siapa saja dan dengan orang apa saja, bukan mengkhusus. Semua negara, keyakinan dan ras berada dalam tempat yang sama, tidak ada satu yang lebih mulia dari lainnya. Dari gong itu pula kita dapat renungkan bahwa damai bisa terjadi andai kita semua saling bertoleransi satu sama lain. Karena dunia ini satu, milik kita semua

Semoga dengan keberedaan GPD ini ketenangan dan kedamaian akan terus tergaung lantang di Tanah Maluku,  semoga toleransi antar umat beragama kini kembali mulai dipekokoh saya teringat papan informasi di beberapa mall di kota Ambon yang bertuliskan seperti ini :

  • Maluku tanpa umat Islam bukalah Maluku
  • Maluku tanpa umat Kristen bukanlah Maluku
  • Maluku tanpa umat Hindu bukanlah Tanah Maluku
  • Maluku tanpa umat Budha bukanlah Tanah Maluku

So mari kita jaga Maluku ini bersama sama

 

BANNER FREE MEMBER

Artikel tentang EXPLORE Maluku bisa dibaca :

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: