Advertisements

Explore Maluku Part 18 #Monumen AMBON CITY OF MUSIC di Hative Besar Teluk Baguala Ambon.


Monumen Ambon City Of Music

Monumen Ambon City Of Music

Explore Maluku Part 18 #Monumen AMBON CITY OF MUSIC di Hative Besar Teluk Baguala Ambon.

Episode EM part 18 kali ini ke monument Ambon City Of Music, maaf beberapa episode EM kali ini banyak mengunjungi monumen karena memang wisata sejarah di Maluku sangat banyak. Sisa memiliki waktu saja untuk mengulasnya.

Kota Ambon sendiri menilik sejarahnya banyak menelorkan musisi musisi handal yang sudah tenar baik kancah nasional maupun internasional, sebut saja Glen Fredly dan Utha Likumahua, keduanya adalah asli berdarah Ambon.

Masyarakat Ambon sendiri memang sangat kental dengan jiwa seni, dari budaya  turun temurun musik, nyanyi dan dansa adalah tiga hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Ambon. Terbukti di salah satu instansi yang saya kunjungi kemarin saat kunjungan kantor  mereka merayakan tukar kado sebagai symbol hari kasih sayang dan di sela sela acara ada lomba joget, ada joget tobelo, poco poco dan berdansa. Kata kawan yang kerja di instansi tersebut “ Ibu harus tahu bahwa kami orang Ambon dalam sebuah penelitian, adalah dua kota teratas yang memiliki tingkat kebahagian penduduk yang maksimal dibanding semua kota  di Indonesia, Kami orang Ambon sangat berbahagia dalam hidup, kami nikmati setiap momen dengan ceria happy dan berdansa”! Saya terkesima mendengarnya!! Memang mereka suka berdansa dan menyanyi dan tak pusing dengan yang lain.  So mari kita goyang tobelo yukksss.. !!

Foto dari sisi bawah

Foto dari sisi bawah

“Sejak ditetapkan sebagai kota musik oleh Gubernur Maluku kala itu, Karel Albert Ralahalu dan Wali kota Ambon Richard Louhenapessy saat pelaksanaan kegiatan Ambon Jazz Plus Festival pada 8 Oktober 2011, Dibangunlah monument AMBON CITY OF MUSIC  dengan menggunakan APBD tahun 2012 dengan budget 500 juta.

Hasil jepretan MB

Hasil jepretan MB

Monumen tersebut pun rampung sebelum puncak acara “Ambon Jazz Plus Festifal” (AJPF) ke-4 yang dijadwalkan berlangsung pada 11 -13 Oktober 2012.

Tujuan pembangunan MONUMEN adalah monumen tersebut bertujuan mengingatkan warga kota dari waktu ke waktu bahwa penetapan Ambon sebagai kota musik merupakan kerja sama masyarakat dan pemerintah.

dewaweb_promo_04_728x90

“Keberadaan monumen ini penting, karena pemerintah berupaya agar Ambon yang selama ini dikenal dengan julukan MANISE (Maju-Aman-Nyaman-Indah-Sejuk-Elok) juga dikenal sebagai kota  menelorkan musisi berbakat Tanah Air,

trade online

 monumen akan menginspirasi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni sesui talenta orang Ambon yakni di bidang seni.Semoga semangat ini akan membawa Ambon dan bibit bibit seni profesional akan semakin bermunculan di masa depan.

Jadi monument ini menghadap ke Teluk Ambon tulisannya akan sangat keren di baca dari laut dan udara, sebenarnya paling pas ketika ambil gambar pakai drone, baru kelihatan keren ketika ambil gambar dari spot di depan tulisan maka akan sangat sulit mengambil angle kesemuanya.

Tiap hurufnya tinggi nya berkisar lebih 1 meter, jadi di jejer saja tulisan Ambon city of music bisa dibayangkan besar nya monument dan butuh space besar untuk pengambilan gambar yang keren sedang monument ini langsung berhadapan dengan laut dibawah.

Saya sempatkan selfie di huruf A, tapi sulit mengambil angle yang benar keterbatasan space.  Sayang sekali banyak bekas bekas sampah dan bau pesing entah manusia yang buang pipis sembarang atau binatang. Didepan monument ada jejeran pedagang snack yang membuka beberapa gardu, walau sudah ada tempat sampah di samping monument ini tapi ya  tetap saja masih ada sampah tercecer.

Minimal monument ini menjadi bukti fisik untuk mengobarkan semangat  generasi muda Ambon untuk tetap mengasah talenta mereka dibidang seni. Semakin banyak monument yang menorehkan symbol dan sejarah makin baik pula potensi pariwisata untuk sebuah kota.

Makin banyak pula destinasi buat foto foto bagi turis local kayak saya ataupun turis asing dari ragam penjuru dunia.

BANNER FREE MEMBER

Baca juga artikel terkait :

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: