Advertisements

Jasa Native Speaker buat English Camp di Ambon


Jasa Native Speaker / Bule di Ambon

Daeng Bule di AMBON

Suka duka WNA sponsor keluarga / pasangan di Indonesia

Beberapa summary Curriculum Vitae MB selama di Indonesia yang hampir saya lupa dokumentasikan, jadi selama MB tinggal di Indonesia karena dia  berstatus sponsor istri izin tinggalnya YBS hanya berhak bekerja mandiri alias independent tak bisa dibawahi oleh institusi kecuali institusi yang hire dia itu memiliki IMTA 

Sedikit menjelaskan lagi keterkaitan birokrasi WNA di Indonesia itu ada 4 sbb:

  1. Ke Kantor Imigrasi ( Kemenkumham ) terkait izin tinggal dan visa nya
  2. Ke kantor man power ( ketenagakerjaan ) terkait jika dia bekerja sebagai TKA dimana YBS harus memiliki IMTA
  3. Ke Kepolisian RI, dengan keharusannya memiliki STM ( Surat Tanda Melapor diri ) di setiap perpanjangan izin tinggal harus tetap di laporkan, karena SKLD sudah dihapuskan sejak tahun 2012.
  4. Ke DUKCAPIL ( Kependudukan dan Catatan Sipil ) terkait pencatatan kependudukannya bahwa WNA yang domisili di Indonesia harus  mempunyai SKTTS ( Surat keterangan tempat tinggal sementara ) dengan jangka waktu seusai izin tinggal ( SKTTS untuk ITAS ), wajib ada KTP WNA jika sudah pemegang izin tinggal tetap ( ITAP/KITAP )

So kalian semua harus selalu ingat keterkaitan empat department yang berbeda ini. Terbayang kan kalau dari keempat nya melakukan perubahan Undang undang sedang yang lain tak memberikan update. Welcome to INDONESIA. Akhirnya jadi kabur deh, misalnya di POLRI menghapus SKLD di tahun 2012 di beberapa polsek malah bingung kalau ditanya padahal aturannya resmi sudah dihapuskan.  Kalian pikirkan sendiri bagaimana ruwetnya birokrasi ini.

Kerancuan disini terjadi masih abu abu adalah, di UU Keimigrasian tahun 2011 dinyatakan bahwa WNA yang tinggal di Indonesia dengan Izin tinggal sponsor istri berhak mencari nafkah untuk keluarganya. ( boleh kerja berarti ) tapi tak di perjelas detailnya.  Sedang di Ketenaga kerjaan mewajibkan kalau WNA kerja disini harus ada IMTA.

Saya sempat ulas disini detail pekerjaan pekerjaan legal di Indonesia. So sejak itu pula MB sebagai suami yang harus tetap produktif berkegiatan dan beraktfitas hanya punya pilihan yang terbatas, beberapa resume MB sebagai berikut :

  1. Jasa Native Spaker untuk seminar sehari ( beberapa kali )
  2. Juri English competition ( sangat sering )
  3. Tamu di acara debat Bahasa inggris ( Sulawesi Selatan dan sekitarnya )
  4. Dai bule (kadang kadang ada yang undang untuk ceramah singkat )
  5. Review buku berbahasa inggris dari calon doctor / edit makalah berbahasa inggris mahasiswa ( I ) S2 / S3 di kampus di Makassar dan Ambon
  6. Pembina komunitas English di BE SMART COFFEE / BE SMART CORP .COM
  7. Team English Camp BE SMART ENGLISH di Makassar
  8. Native Speake special project untuk pesantre Showatu Isad Pangkep Sulawesi Selatan
  9. Guest Speaker di SEMINAR sehari di kota Sinjai ( 2015 )
  10. Guest speaker di acara wisuda MYLIBERTY English course
  11. Guest speaker di ENGLISH CAMP di kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara
  12. Guest English Camp di Kabupaten Tidang Pale,  Tarakan, Kalimantan Utara.
  13. 10 days Ramadhan Journey in Balikpapan
  14. Guest speaker di Wisuda TK ( saking banyaknya saya lupa namanya )
  15. Private English Teacher  ( Dulu sempat tapi pekerjaan ini sangat melelahkan dan banyak murid tak appreciate waktu sang pengajar seenaknya mereschedule waktu)
  16. Sekali kali di hari jumat jadi guru tamu di TK Islam dekat rumah di Makassar (  Yayasan Khairu Ummah ) ini benar benar murni ibadah tak diberi bayaran.
  17. Ceramah undangan dadakan dari masjid tertentu ( ini juga gratis demi amal jariyah )
  18. Guest speaker di Asrama putri Sekolah TINGGI Islam Negeri Ambon
  19. Bule on kultum di masjid Kanawa Ambon
  20. Urusin beberapa website  dan trading kecil kecilan ( paling aman dan damai )
  21. Menulis artikel berbahasa inggris ( paling menyenangkan )

Itulah ke dua puluh satu hal yang menjadi pekerjaan dan pernah dilakukan MB selama domisili di Indonesia, semuanya diatas murni tak terkait sama instansi atau terikat perjanjian/kontrak , semua hanya kerja sekali selesai dibayar  langsung ke pemberi jasa tanpa pakai pihak ketiga. Yang murni charity ya bersifat kegiatan social saja.

Saya bisa paham mengapa banyak keluarga pasangan wna & wni yang tinggal di Indonesia mempunyai kondisi finansial yang morat marit jika si pasangan wna hanya tinggal dengan izin tinggal sponsor istri, tanpa istri bekerja maka akan banyak hambatan dan tantangan.Ada satu kawan juga yang saat ini dalam kondisi sulit, suami kena PHK dan mereka punya baby usia 2 tahun, istri tak bekerja, mau terbang ke negara asal tak ada budget, stay di sini pekerjaan sulit apalagi dengan izin tinggal sponsor istri semua serba terbatas, mau ke negara tetangga ya butuh dana dan effort pastinya, sungguh hidup yang penuh cobaan, tinggal di kota kecil yang hire pasti perusahaan kecil yang tak akan paham akan regulasi depnaker terkait IMTA, mereka hanya mempekerjakan wna ini dibawah tangan itu juga sangat beresiko nanti kena deportasi gara gara penyalahgunaan izin tinggal yang kasihan istri wni dan anaknya. Sungguh saya sangat paham dengan kondisi itu, saya hanya berdoa bagi kawan itu agar suaminya segera dapat pekerjaan lagi dan mendapatkan IMTA agar legal.  Dengan batasan barrier  tentang aturan bekerja mana yang boleh mana yang tidak membuat para suami wna ini sangat sulit untuk membantu perekonomian keluarga. Banyak akhirnya suami yang benar benar hanya di rumah jadi bapak yang jaga anak dan ibu bekerja full time, semua karena kondisi yang sabar dan betah serta financial sponsor cukup maka akan langgeng dan adem tinggal di Indonesia sedangkan yang tak sanggup banyak yang hengkang kembali ke negara suami untuk hidup yang lebih baik. Kecuali wna wna yang memang sudah bekerja di Indonesia sebelumnya dan menikah dengan wni. Kalau ini karena background sang wna nya yang produktif.  Kecuali yang sudah senior dan mau pension sudah pasti Indonesia jadi tujuan pension. Inilah yang selalu saya informasikan ke calon calon pasangan wna  biasanya negebet mau nikah dan tinggal di INDONESIA. Kecuali case case khusus ya ada juga yang mau tinggal dan sudah siap bekal harta segala macam dipindahkan ke Indonesia.

Beberapa waktu lalu saya ke kantor imigrasi Ambon, sempat  ngobrol sama bapak kepala imigrasi yang baru beliau sangat ramah, kebetulan saya ada event sales di kantor mereka,  misi saya juga adalah membangun hubungan baik dengan mereka toh kami saling membutuhkan. Apalagi status istri wna akan selalu membuat saya akan berurusan dengan mereka.  Saya sempat bertanya sama pak Kepala kanim terkait sebenarnya menurut pendapat beliau pekerjaan legal manakah yang MB bisa kerjakan dengan damai disini? bahkan sempat beliau bilang ” jualan kelontong aja bisa kayaknya asal milik sendiri ” Kan suami butuh nafkah buat keluarga kan, asal tak dibawahi instansi ya bisa saja itu dianggap non formal alias mandiri  !!! 

Betul sekali pak, tambah saya,  “masa sih suami dilarang cari nafkah kasihan donk anak istrinya kalau tak ada kerja mau makan apa!!!” namun karena ada acara dadakan percakapan kami saat itu terputus karena dikantor imigrasi ada hajatan kecil tukar kado di hari valentine. Padahal saya sangat berharap dapat jawaban pasti dari kanim Ambon untuk case saya. Kapan waktu saya lanjutkan lagi saya masih ada rangkaian beberapa urusan di kanim Ambon.

dewaweb_promo_04_728x90

Jadi sudah ada kesimpulan kan, di setiap daerah para petugas keimgrasi biasa beda pendapat, ada baiknya langsung tanyakan kebijakan ke lokasi imigrasi domisili, biar kita sudah harus hindari yang rawan demi keamanan dan kedamaian keluarga. Dan itulah lika liku pekerjaan legal yang bisa dilakukan WNA dengan izin tinggal sponsor pasangan WNI.

Waktunya iklan buat MB nih, Jadi sekarang MB siap terima order nih untuk wilayah Ambon, Namlea, Namrole, Makassar, Kendari, Manado, Palu , Kalimantan, dan kota kota besar lainya, kami siap menerima jasa project sekali kerja, Guest speaker English camp juri English debate di sebuah event, English CAMP Project atau butuh article berbahasa inggris, semua BISA asal tiket dan akomodasi wajib di provide ya. 

Beberap hasil karya yang melibatkan MB di beberapa project di bawah ini

Beberapa binaan MB di BE SMART COFFEE Makassar yang harus ditinggal karena ikut istri ke AMBON

More info  soal jasa native speaker/ artikel berbahasa inggris dlll silahkan  LINE di SCS1981 or email di siti.csalim@gmail.com / digital_bisnispro@yahoo.com

MB = Mr Big ( WNA Amerika yang saat ini tinggal di Indonesia ) 

Artikel yang membahas tema yang sama  :

 

BANNER FREE MEMBER

Advertisements

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Jasa Native Speaker buat English Camp di Ambon

  1. Crossing Borders February 18, 2017 at 1:28 am Reply

    Kalo dilihat dari sini memang gak gampang buat WNA pria yg tinggal di Indonesia dengan sponsor istri. Sebagai perbandingan, di Australia, misalnya seorang istri/suami WNA dari warga negara Australia, begitu dia dapat izin tinggal sementara (kalo di Indonesia sama dengan ITAS kayaknya), maka dia boleh bekerja (ada batasan tapi sangat sedikit). Bahkan dia bisa mendaftarkan diri di agen rekrutmen setempat, nanti si agen ini kasih tau ada lowongan apa di mana dsb.. Gak enaknya (utk di Australia khususnya), proses untuk dapat izin tinggal ini mahal dan kompleks.. Tapi kalo udah dapat, apalagi kalo udah izin menetap, si pasangan WNA punya hak dan kewajiban sama seperti warga negara Australia, kecuali tidak boleh ikut pemilu.

    • siti February 18, 2017 at 12:56 pm Reply

      iya mbak untuk ukuran aturan kebebasan bekerja bagi pemilik izin tinggal permanen di indonesia masih sangat dibatasi ..jadi sulit untuk survive.. kec di kota kota besar yang banyak expatnya.. di daerah mah orang tak paham itu IMTA gimana urusnya….kalau di amrik jg kalau sudah dapat green card jg sudah bisa kerja.. walau terbatas ya mungkin ada stagingnya di sini mau KITAP 5 tahun or 10 tahun ya tetap dibatasi… so kasihan banyak wna termehek mehek disini.. financial nya..

      • Crossing Borders February 19, 2017 at 12:31 am

        Yah begitulah, Siti.. Itu sebabnya M sampai saat ini masih enggan utk menetap di Indonesia kalo sponsornya saya. Meskipun saya ikhlas kalo harus kerja kantoran lagi dan dia kerja di rumah via laptopnya misalnya. Apalagi sekarang ada anak yg butuh biaya juga. Jadi lebih cocok buat kita kalo dia yg kerja. Maaf jadi curcol😝

      • siti February 19, 2017 at 2:00 am

        haaha benar mbak, dilemanya disitu..kalau masih produktif mending sekalian kerja di luar saja kalau ada peluang..di Indonesia dengan birokrasi yang ada masih sangat terbatas….

      • Crossing Borders February 19, 2017 at 2:24 am

        Ya betul banget itu..👍😄

  2. adhyasahib February 19, 2017 at 1:16 am Reply

    Mbak siti, berarti jika kita punya usaha kecil-kecilan milik sendiri bisa dong ya, seperti yg mbak siti bilang diatas misal si WNA punya toko kelontong berarti dia nyari duitnya dari situ legal kan ya mbak?

    • siti February 19, 2017 at 1:59 am Reply

      kata kanim Ambon sih lewat lisannya seharusnya bisa… tapi tiap kepala beda beda persepsinya…

      • adhyasahib February 19, 2017 at 1:31 pm

        Tapi menurut mbak siti peraturannya seharusnya bisa gak mbak? Pekerjaan kayak gitu tergolong sektor nonformal kan mbak?

      • siti February 19, 2017 at 2:01 pm

        seharusnya bisa.. kalau punya toko kelontong itu kan non formal tak ada boss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Life

Intermittent Fasting & Ketogenic

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: