Advertisements

Explore Maluku 22# Tugu Trikora Ambon


Tugu Trikora Ambon

Tugu Trikora Ambon

Explore Maluku 22# Tugu Trikora Ambon

Salah satu monument yang sangat bersejarah di kota Ambon, posisi nya sangat strategis menjadi tolak ukur akan keberadaan kita di tengah kota Ambon, menjadi tolak ukur, kalau sudah sampai di tugu trikora maka berarti kalian sudah di tengah kota Ambonmbon. Awalnya saya menghapal jalan di kota Ambon saya selalu berpatokan dari Tugu trikora ini.

Posisi nya berada di tengah perempatan jalan AM ( Abdul Muthalib ) Sangadji, jika terus maka akan berujung di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Sebrang Jalannya adalah Jalan Pangeran Diponegoro yang ujungnya tak seberapa jauh berakhir di Kodam, Jalan Diponegoro ini adalah jalan dimana kantor kantor dan hotel berada, dimana arus lalu lintas padat karena kiri kanan penuh parkiran dan parkiran nya yan super mahal disana. Dianggap kawasan palit di Ambon. Selurusan jalan Diponegoro adalah jalan dokter Sutomo dimana di sisi kiri ada kantor  PLN, dan sisi kanan adalah Gereja Protestan Jemaat Silo.

Tak jauh dari sini juga ada Masjid AL Fatah yang tersohor itu, intinya kota Ambon itu kecil sekali kalau sudah dapat tugu atau masjid Alfatah ya sudah sampai di kota tuh ekh pusat kota maksudnya.

Coba lihat di peta dibawah.

Peta Tugu Trikora Ambon

Peta Tugu Trikora Ambon

Tugu ini bernama Tri Kora ( Tri komando Rakyat ), sejarahnya dibangun di tahun 1961  sebagai salah satu momentum perjuangan untuk pembebasan Papua barat bergabung dengan NKRI.

Ceritanya kenapa bisa ada Trikora, bermula dari sejarahnya adalah  konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala.

DEWA WEB
dewaweb_promo_04_728x90

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda termasuk wilayah Papua Barat. Namun, pihak Belanda  menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an. Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua bagian barat, namun setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu satu tahun.
Pada bulan Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua bagian barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e Piagam PBB. Karena Indonesia mengklaim Papua bagian barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, namun Indonesia menolak. Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua bagian barat, Belanda mempercepat program pendidikan di Papua bagian barat untuk persiapan kemerdekaan. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1965 dan tentara Papua pada 1957. Sebagai kelanjutan, pada 17 Agustus 1965 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore, dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956. ( sumber :Wikipedia.co.id)

Inti dari TRIKORA sendiri adalah

  • Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial
  • Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia;
  • Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.

Markasnya di pusatkan di Makassar dan kota Ambon sebagai kota terdekat dari wilayah Papua ( Irian Jaya).

Karena itulah Monumen ini didirikan, kelihatan dari bentuknya yang tak pernah di rubah, ukuran dan bentuknya yang kelihatan usang,  sayan sih pemerintah nampaknya membiarkan dan tak pernah melakukan renovasi kepada monument sejarah pembebasan irian barat ini.

Kebayang usianya sudah 56 tahun loh, tapi setidaknya monument ini masih berdiri dengan tegak. Tiap hari saya pasti melewati tugu ini kalau ke kantor.

Semoga segera deh pemerintah kota melakukan tindakan pemeliharanan ke tugu Trikora yang punya makna sejarah luar biasanya perjuangan Bangsa Indonesia untuk merebut Irian Barat menjadi bagian utuh dari NKRI.

Jadi biar generasi Ambon akan selalu ingat dan mencintai sejarah negerinya, monument tetap harus dilestrikan kalau perlu di kembangkan jadi objek pariwisata.

BANNER FREE MEMBER

Beberapa artikel terkait wisata sejarah di Ambon sbb :

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MY EATING HABITS

Trying to live on Low Carb & Avoid Sugary

franyfatmaningrum

frany WordPress.com site

Life is a Rollercoaster

My Blog, My Stories

Thekitten

Indonesian Story

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

%d bloggers like this: